
Selama 2 kehidupannya, Celine tidak pernah berhubungan dengan lelaki. Dalam gendongan putri Jenderal Zhou inilah Celine merasakan bersentuhan dengan lawan jenis. Hal yang baru bagi celine. Celine merasa malu sekali. Dapat didengarnya detak jantung sang Jenderal.
"Deg,,,,deg,,,,deg,,,,"
Wajahnya semakin lama semakin merah. Kesadaran Celine semakin lama semakin berkurang. Sambil menggelengkan kepalanya dan menggigit bibirnya kuat-kuat Celine berkata,
"Jenderal bisakah anda mempercepat langkah kakimu, kupikir aku akan jatuh pingsan. Aku harus segera berendam dalam air hangat" berusaha mempertahankan sisa-sisa kesadarannya Celine mengerutkan keningnya.
Zhou Ming menunduk melihat kondisi istrinya. Dikecupnya pucuk kepala Celine.
"Baiklah sebentar lagi kita akan sampai" sambil berkata Zhou Ming mulai berjalan dengan cepat. Gerakannya tak bisa ditangkap mata biasa. Celine merasa seperti ada angin menderu di sekitarnya. Celine memejamkan matanya erat-erat dan memeluk Zhou Ming dengan kuat.
'Oh,,,,,aku tak peduli lagi,,,,aku sangat pusing,,,,,!!!' kepala Celine semakin menelusup ke dada Zhou Ming.
Tak lama mereka sampai di kediaman Celine. Ketiga pelayan Celine sudah menunggu di depan pintu masuk kediaman.
Melihat Jenderal Zhou membawa istrinya dan menuju langsung ke kamar Celine, ketiganya langsung berjalan mengikuti di belakang nya.
"Apa bak mandinya sudah siap?" Tanya Zhou Ming.
"Sudah Yang Mulia. Bak mandi berisi air hangat sudah kami persiapkan di dalam kamar. Kami juga sudah menyalakan dupa beraroma teh putih+teh hijau, sesuai perintah Yang Mulia" Yanzhi menjawab pertanyaan Zhou Ming.
Zhou Ming meletakkan Celine di atas kasur. Celine yang pingsan tampak sangat manis dan imut.
'Mengapa banyak orang yang berniat jahat padamu, istriku?' Zhou Ming membelai wajah tidur Celine secara perlahan. Beberapa saat kemudian Zhou Ming berdiri dan berjalan keluar kamar.
"Baik. Layanilah dia dengan baik. Aku harus mengurus sesuatu hal" perintah Zhou Ming.
"Baik Yang Mulia" kata ketiga pelayan serempak.
Xixi, Yanzhi dan Yunzhi membuka baju Han Cya Lin dan membantunya berendam dalam air hangat. Aroma dari perpaduan teh putih dan teh hijau membantu mengurangi efek mual dan pusing dari obat perangsang itu. Dan karena Celine banyak minum air putih dan air dari Jenderal Zhou tadi, membuat sisa-sisa racun terbuang seluruhnya lewat buang air kecil dan juga keringatnya. Perlahan-lahan Celine terbangun dari pingsannya.
Celine terkejut dirinya berada dalam bak mandi dalam kamarnya. Matanya memindai seluruh ruangan. Terlihat olehnya ketiga pelayannya membelakanginya melaksanakan tugasnya masing-masing.
Yanzhi yang memiliki pendengaran khusus yang pertama kali mengetahui jika dia sudah sadar.
"Nyonya, anda sudah bangun?" Kata Yanzhi.
"Nyonya/Nyonya!" Xixi dan Yunzhi berteriak bersamaan.
__ADS_1
Xixi menangis menghampiri Celine, "Nyonya maafkan Hamba tidak dapat menjaga Nyonya dengan baik hingga menjadi seperti ini"
"Tidak apa-apa, memang semua ini sudah digariskan tapi sekarang aku sudah tidak apa-apa, jangan menangis" bujuk Celine.
Samar-samar Celine mengingat bagaimana dia dibawa kemari dari kamar tamu oleh Zhou Ming. Pipinya langsung merona.
"Apakah aku dibawa kemari oleh Jenderal Zhou?" Tanya Celine.
"Benar Nyonya" jawab ketiganya serempak.
"Yang memasukkanku ke dalam bak mandi siapa?" Celine bertanya mengantisipasi. Debaran jantungnya menggila merasakan malu yang teramat sangat.
'Awas saja jika Zhou Ming berani mengambil kesempatan lagi' Wajah Celine merah padam menahan marah dan malu.
"Kami bertiga yang memasukkan anda ke dalam bak mandi Nyonya. Tuan langsung pergi setelah meletakkan Nyonya di atas kasur. Beliau berkata bahwa ada sesuatu hal yang harus segera diselesaikan" Xixi menjawab panjang lebar.
Amarah Celine langsung padam diganti rasa penasaran.
'Apakah yang dimaksud adalah masalah Han Sheng Yi? Aku penasaran bagaimana Zhou Ming membereskannya karena tidak dijelaskan dalam novel' batin Celine. Setelah merenung sejenak Celine berkata,
"Yanzhi, coba tolong kau selidiki apa yang terjadi pada Han Sheng Yi setelah meminta pelayan mengantarku dan Xixi ke kamar tamu di kediaman nenek tadi. Usahakan jangan sampai ketahuan Jenderal" perintah Celine.
"Baik, Nyonya" kata Yanzhi yang langsung pergi meninggalkan kamar.
Saat Celine menjauh darinya, Zhou Ming mengamati segala sesuatu yang terjadi di ruangan itu. Terutama yang menyangkut Celine.
Zhou Ming tahu saat Choi Pi Nan mendekati Celine dan berusaha membangun kembali komunikasi yang sempat terputus. Zhou Ming tahu bagaimana istrinya menolak niat Choi Pi Nan yang membuat senyumnya muncul. Zhou Ming tahu jika minuman Celine diberi obat perangsang oleh Han Sheng Yi. Zhou Ming tahu jika Han Sheng Yi berniat buruk pada istrinya. Jadi, Zhou Ming tahu dan langsung waspada ketika Han Sheng Yi mendekatinya.
Setelah mengarahkan Celine dan Xixi untuk meninggalkan ruangan, Han Sheng Yi dengan sok akrabnya mendekati Putra Mahkota.
__ADS_1
"Yang Mulia, Hamba bersulang atas pernikahan Yang Mulia, semoga berjalan selamanya dan segera diberi keturunan. Ini anggur yang hamba buat sendiri. Mohon Yang Mulia berkenan mencicipinya" kata Han Sheng Yi.
Zhou Ming hanya diam memperhatikan minuman dalam cangkirnya. Tidak dihiraukannya Han Sheng Yi yang berbicara sendiri. Jika bukan adik istrinya mungkin Han Sheng Yi akan dihukum seketika.
Han Sheng Yi terpesona akan wajah Putra Mahkota. Dia seperti terbius dan mulai melangkah mengikis jarak antara dirinya dan Putra Mahkota. Ketika jarak tinggal 3 langkah diantara mereka, tiba-tiba saja Zhou Ming mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan tajam.
"Aa,,,ak,,,Hamba hanya ingin bersulang dengan anda Yang Mulia" dengan gugup dan gemetar Han Sheng Yi mencoba memberikan cangkir di tangannya pada Zhou Ming. Pelayan di belakang Han Sheng Yi yang berjalan sekitar 10 langkah dari sang Jenderal tidak berani bergerak.
"Minum dan nikmatilah anggurmu sendiri!"
Setelah kata-kata sang Jenderal selesai diucapkan, saat itu pula Han Sheng Yi dan pelayan yang dibelakang nya jatuh tersungkur. Mereka berdua pingsan. Tentu saja ini perbuatan penjaga bayangan sang Jenderal.
"Bereskan mereka!" Kata-kata sang Jenderal bergema.
Jadi, saat Celine dan Xixi masuk ke kamar tamu yang diarahkan Han Sheng Yi, di dalam kamar tamu yang lain terlihat sesosok wanita yang tak sadarkan diri berbaring di atas kasur. Kelihatannya dia pingsan. Ya wanita itu adalah Han Sheng Yi. Pelayan yang bersamanya telah dibuang di hutan perbatasan kerajaan dan tidak tahu bagaimana nasibnya.
Tak jauh dari sana, di lantai kamar, tampak seorang laki-laki berusia awal 30tahunan berbaring tak sadarkan diri juga.
Li Fan yang baru saja meletakkan laki-laki dalam kamar itu segera menyalakan dupa sambil menutup hidungnya. Kemudian dia langsung pergi keluar dari jendela tanpa menimbulkan suara apapun.
__ADS_1
Saat dupa akan habis terbakar, terdengar pergerakan seorang pria dan wanita dari dalam kamar. Yah,,,, tidak perlu dijelaskan mereka sedang melakukan apa.