
Zhou Ming melepaskan pelukannya dari tubuh celine. Zhou Ming tampak sedikit berkonsentrasi. Tak berapa lama terdengar suara tanah yang bergemuruh hanya di sekitar pohon persik di depan Celine. Celine menoleh ke sekitar. Tangannya meraih ujung jubah di bagian pergelangan tangan Zhou Ming.
"Tidakkah kita akan menarik perhatian jika berbuat begini?" Celine bertanya pada Zhou Ming perlahan. Mata Celine menunjukkan binar khawatir dan kecemasan.
'Apakah dia mencurigai ada yang tidak beres di kediaman Marquis? Tapi wajar jika istriku curiga, bagaimanapun mendiang ibunya meninggal di rumah ini. Kudengar perlakuan anggota keluarga yang lain selain Nyonya besar Han juga tidak begitu baik padanya' alis Zhou Ming terangkat.
"Kau khawatir jika ada anggota keluargamu yang tahu hal-hal yang terjadi di kediaman Jiu ini saat ini?" Tanya Zhou Ming sambil berbisik pelan pada Celine.
"Ya" Celine mengangguk memastikan sebagai jawabannya.
"Jangan khawatir istriku, aku sudah memasang pelindung di sekeliling halaman Jiu. Jika ada yang curiga, mereka akan mencurigai bahwa aku berbuat yang tidak-tidak padamu, sehingga aku membuat pelindung ini" Zhou Ming berkata sambil tersenyum nakal.
Dengan wajah memerah. Celine melepaskan pegangan tangannya dari ujung lengan baju Zhou Ming.
"Kau menggodaku lagi!!" Celine cemberut yang membuat Zhou Ming tertawa senang.
"Menggoda istri sendiri sungguh sangat menyenangkan. Makanya kalian cepatlah menikah dan memiliki istri sendiri" kata-kata Zhou Ming membuat Celine tersadar jika tingkah mereka berdua dilihat oleh beberapa orang.
'Oh tidak! Tingkah konyolku terlihat oleh beberapa orang' wajah Celine merah padam. Celine menundukkan kepalanya dalam. Dia memejamkan matanya.
'Tenanglah Celine. Biasakanlah dikelilingi orang banyak, terutama sekarang kau adalah istri Jenderal Zhou yang agung. Jelas saja memiliki beberapa pengawal bayangan. Lagipula kalian suami istri' Celine mencoba menenangkan diri.
Melihat tingkah laku Celine, Zhou Ming hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.
__ADS_1
Tak berapa lama suara tanah terbelah terdengar. Celine membuka matanya. Di depan sana, di dekat pohon yang dimaksud, tampak Li Ping meletakkan tangannya di sana. Celine tidak tahu kapan Li Ping berpindah ke posisi itu (tentunya saat Celine memejamkan mata hhhhhh).
Saat Li Ping menggerakkan tangannya ke atas, pohon persik setinggi 4 meter itupun terangkat seluruhnya. Tampak akar-akar pohon persik menjuntai. Pemandangan yang seperti film di dunia nyata membuat mulut Celine menganga. Matanya melotot tak percaya. Betapa tidak. Itu terlihat sangat spektakuler baginya. Bahkan ini tidak ada efek khusus yang dibuat-buat. Ini adalah murni kekuatan orang sakti, terutama dalam novel ini.
Lagi-lagi ekspresi Celine itu sangat menarik bagi Zhou Ming. Alis matanya kembali terangkat. Dan,
"Cuuuuup" bibir Zhou Ming mendarat di pipi kanan Celine.
"Yang Mulia!!!" Celine refleks memegang pipinya dan mundur 2 langkah mengambil jarak dari Zhou Ming. Wajahnya tambah merah. Wajah Celine yang tertindas itu semakin terlihat imut di mata Zhou Ming (hehehe Zhou Ming nakal).
"Kau terlalu ekspresif, tapi aku suka" kata Zhou Ming sambil lalu.
'Meskipun kau menjaga jarak dariku berapa langkah pun, kau tidak akan bisa lari dariku' batin Zhou Ming sambil menaikkan alisnya. Matanya kembali menatap apa yang dilakukan bawahannya.
Saat Li Ping mengangkat pohon persik itu. Yanzhi mendekat dan melongok ke bawah. Di kedalaman sekitar 3,5 meter tampak sebuah buntalan kain berwarna krem. Yanzhi mengambil buntalan kain itu. Yanzhi langsung menuju ke tempat Celine dan Zhou Ming. Sementara Li Ping mengembalikan kondisi pohon persik tadi seperti semula.
Celine memegang buntalan kain itu dengan kedua tangannya. Dia sempat tidak percaya bahwa benda ini benar-benar ada. Dalam novel yang dibacanya jelas sekali adegan penemuan benda ini tidak ada. Han Cya Lin juga tidak pernah ke kediaman mendiang ibunya. Kali ini perubahan yang dilakukannya cukup besar. Apakah tindakannya akan menyebabkan penyimpangan yang lebih besar juga???
Dengan gemetar Celine memegang benda itu. Zhou Ming melihat perubahan dalam sikap Celine. Menemukan barang peninggalan mendiang ibu tentunya sangat emosional. Zhou Ming juga pernah mengalaminya. Jadi Zhou Ming mendekati Celine. Diambilnya buntalan kain itu dari tangan Celine dan dimasukkannya ke dalam lengan bajunya.
"Hey,,,!!" Sebelum Celine bisa memprotes, dia sudah berada dalam pelukan Zhou Ming.
"Sstt,,,,diamlah. Tenangkan dirimu. Aku menyimpan benda itu untukmu. Setelah sampai di kediamanku akan kukembalikan penemuan ini lagi padamu. Sebentar lagi kita pulang. Kau bersiaplah" kata Zhou Ming lembut.
__ADS_1
Pelukan Zhou Ming sungguh hangat dan menenangkan. Entah mengapa air mata Celine mengalir tiba-tiba. Mungkin perasaan lega karena telah berhasil menemukan barang peninggalan mendiang ibunya Han Cya Lin ikut mempengaruhi Celine. Perlahan dia mengangguk mendengar kata-kata Zhou Ming.
Cukup lama pasangan suami istri itu berpelukan. Tak lama rombongan itu pun meninggalkan kediaman Jiu. Tentu saja Celine lewat gerbang depan. Sedangkan Zhou Ming dan pengawal-pengawalnya sudah terbang tanpa ada yang mengetahuinya.
Sesampainya di kediaman Celine, mereka segera berkemas. Pemindahan tanaman Celine telah selesai seluruhnya. Celine memeriksa lagi segala sesuatunya jangan sampai ada yang tertinggal. Zhou Ming sudah memberitahu Celine bahwa mereka akan kembali setelah makan malam. Jadi selesai berkemas mereka segera menuju ruang makan.
Di Ruang Makan Kediaman Marquis
Makan malam bersama dilaksanakan tepat pukul 6 jika berdasarkan perhitungan waktu modern. Di meja makan semua anggota keluarga sudah berkumpul. Meja makan berbentuk bundar, jika diurutkan Marquis, Zhou Ming, dan Celine. Di samping Celine ada Nenek, selir Yingtsi dan Han Sheng Yi. Sedangkan di samping Marquis ada selir Yun dan Han Lu Yu.
Mereka makan dengan tenang. Han Lu Yu tampak tidak nafsu makan. Lidahnya masih mati rasa, semenarik apapun makanan tidak akan dapat dirasakannya. Han Sheng Yi memiliki mata seperti panda. Tampak sekali jika dia banyak menangis dan tidak tidur nyenyak sejak semalam. Baik selir Yun dan selir Yingtsi menahan emosi masing-masing. Di permukaan mereka tampak ramah seperti biasanya. Padahal di dalam hati, keinginan membunuh Celine menyala-nyala dalam hati mereka. Hal ini dikarenakan mereka menganggap Celine lah yang telah mencelakai putri-putri kesayangan mereka.
Celine merasakan tatapan tajam dari musuh-musuhnya. Tapi dia bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi. Dia makan dengan tenang. Zhou Ming yang juga mengetahui bagaimana sikap orang-orang di kediaman Marquis pada istrinya, juga berbuat seolah tidak ada yang terjadi. Pasangan itu tampak seperti pasangan pengantin baru yang saling mengasihi. Sesekali Celine mengambilkan daging untuk Zhou Ming. Putra Mahkota juga mengambilkan daging dan sayur untuk Celine. Sungguh membuat iri dan panas hati orang yang melihatnya.
__ADS_1
;););)