
Matahari sudah tinggi saat Celine beranjak keluar dari dalam kamarnya. Yanzhi yang berlatih di sudut halaman depan melihat Celine keluar kamar dan berjalan menghampirinya.
"Apa ada yang Nyonya butuhkan?" Tanya Yanzhi hormat. Sebagai penjaga bayangan, dia harus selalu berada di samping Putri Mahkota. Apalagi tersiar kabar bahwa daerah Timur sudah mulai bergejolak lagi. Selama ini Zhou Ming terkenal sebagai Jenderal yang tidak memiliki titik kelemahan. Kehadiran seorang wanita disisinya adalah hal baru yang tentunya diwaspadai oleh musuh. Takutnya mereka akan menyakiti istri Putra Mahkota yang merupakan kelemahannya.
"Tidak ada. Aku hanya ingin melihat tanaman-tanamanku yang berhasil dipindahkan kemari. Dimana Xixi dan Yunzhi?" Tanya Celine.
"Menjawab Yang Mulia, mereka sedang di halaman belakang memperbaiki dan melihat apakah ada yang salah dengan tanaman yang kemarin dipindahkan, Yang Mulia" jawab Yanzhi.
"Baikah. Mari kita melihat mereka juga" ajak Celine.
"Baik, Nyonya " jawab Yanzhi.
Mereka berdua segera berjalan ke halaman belakang. Xixi dan Yunzhi tampak sibuk dibantu dengan beberapa pengawal. Mereka bekerja dengan sangat hati-hati agar tidak terdapat kesalahan. Tuan mereka berpesan agar mengerjakan dengan penuh hati-hati dan membuat Nyonya mereka puas. Jika berhasil maka, bulan ini mereka akan mendapat bonus tambahan.
Celine melihat ke sekitar dengan takjub. Halaman yang tadinya kosong kini telah penuh dengan tanaman-tanamannya yang ditata persis seperti di kediaman lamanya.
Sebelumnya Celine telah memberikan denah buatannya bagi letak tanaman-tanaman itu di rumah Jenderal, pada Xixi. Tentu tidak memakai semua halaman kosong di tempat jenderal. Tapi semua ditata sedemikian rupa agar terlihat cantik dan menarik.
Celine menyisakan beberapa tempat kosong untuk tempat berlatih di halaman depan dan halaman belakang kediaman Jenderal. Memang, jika ada wanita rumah lebih tertata (ehehehehe).
Celine mulai asyik berkeliling dimulai dari sudut halaman belakang rumah jenderal. Diperiksanya hasil pekerjaan para pelayannya satu persatu. Sambil bersenandung senang, Celine berjalan perlahan-lahan mengitari halaman.
Melihat senyum Nyonya mereka, para pekerja menjadi tambah bersemangat mengerjakan setiap instruksi yang diberikan.
Waktu makan siang telah tiba. Celine bersama dengan para pelayannya makan di gazebo yang baru saja selesai dibangun di halaman belakang.
Setelah selesai makan siang, Celine pergi ke halaman depan. Dia melanjutkan menata dan memeriksa tanaman-tanaman nya sampai menjelang petang.
Di istana
Segala kegiatan Celine itu dilaporkan kepada Jenderal Zhou. Sedikit senyum tampak hadir di bibir Zhou Ming.
__ADS_1
"Biarkanlah dia melakukan apapun yang dia mau" kata Zhou Ming.
"Baik Tuanku" Li Ping menjawab.
Sepeninggal Li Ping, Zhou Ming meletakkan kuasnya sebentar. Dia merenung,
'Ini sudah hari kelima setelah pernikahan. Apakah dia sudah mulai terbiasa denganku dan rumahku?' pikir Zhou Ming dalam.
'Baiklah kita lihat saja nanti' batin Zhou Ming sambil melanjutkan pekerjaan nya kembali.
Menjelang petang Zhou Ming pulang ke kediaman. Sesampainya di depan kamarnya Zhou Ming manaikkan alisnya sambil sedikit tersenyum. Penataan halaman depan kamarnya sungguh memanjakan mata.
'Tampaknya istriku memiliki bakat mengatur halaman kosong' pikir Jenderal. Perjalanan Zhou Ming dilanjutkan menuju ke halaman belakang. Lagi-lagi dia sedikit terkejut. Halaman belakang yang kosong melompong telah diubah menjadi petak-petak yang tetata rapi. Lengkap dengan gazebo. Di satu sisi terdapat tempat berlatih yang cukup luas yang dapat dipantau dari gazebo.
"Hahahaha" tawa Zhou Ming membuat siapapun mengerti bahwa Putra Mahkota puas dengan pekerjaan istrinya.
Sementara itu,,
Celine yang tidak mengetahui bahwa suaminya sudah berada di halaman belakang saat ini sedang mandi. Dia mandi uap di kamar mandi Zhou Ming yang luas.
'Aku baru tahu jika Zhou Ming memiliki tempat semacam sauna di dunia modern. Di dalam novel hal ini tidak disebutkan dan tidak dijelaskan. Sungguh hidup Putra Mahkota menyenangkan sekali' sambil bersenandung Celine menikmati mandi uapnya.
__ADS_1
Beberapa ratus meter dari kamar mandi tempat Celine berada, Zhou Ming berjalan sambil bersenandung senang.
Sebelumnya Zhou Ming sudah diberitahu bahwa Nyonya ingin menggunakan kamar mandinya. Kamar mandi khusus milik Putra Mahkota. Jelas saja Zhou Ming mengijinkan. Lagi pula dia sudah tidak sabar ingin memakan istri imutnya itu (ehehehehe). Sebelum masuk ke kamar mandi, Zhou Ming memasang pelindung di sekitar tempat itu. Untuk meredam kalau-kalau ada suara yang terdengar. Dia tidak suka jika momen kebersamaannya dengan istrinya terganggu. Para penjaga pun mengerti dan sadar akan hal tersebut. Otomatis semua mendukung Putra Mahkota dan pergi dari tempat itu, termasuk ketiga pelayan pribadi Celine (wkwkwkwkwk).
Terdengar pintu terbuka. Zhou Ming membuka dan menutup pintu kamar mandinya dengan perlahan. Uap yang banyak dan tirai pembatas yang ada di kamar mandi mengaburkan pandangan sekitar 2 meter (jika kita orang biasa maka hanya dapat melihat jelas ketika jarak sudah 2 meter). Zhou Ming menggantung jubah luarnya dan hanya menyisakan jubah dalamnya saja. Sepertinya menarik jika mandi bersama (ehehehehe).
Celine yang menyangka bahwa itu adalah salah satu pelayannya memberi perintah,
"Xixi tolong ambilkan handuk dan kain untukku" Celine asyik sekali menikmati mandi uapnya.
"Cppyyyaaakkk"
Suara sesuatu masuk ke dalam air membuat Celine waspada.
'Apakah Zhou Ming sudah pulang' mata Celine membelalak.
'Mampus, mati aku,,,,' Dia baru sadar telah melakukan kesalahan. Celine segera bergerak menjauhi sumber suara sesuatu yang jatuh barusan.
Sebelum dia bisa bergerak jauh, dua tangan meraihnya ke dalam pelukan.
"Ohhh,,,tidak,,,mesum,,,kamu mesum,,Zhou Ming lepaskan!" Celine berusaha memberontak sekuat tenaga, tapi usahanya sia-sia saja.
Zhou Ming membalik Celine untuk menghadapnya dan meredam teriakan Celine dalam satu ciuman dalam.
"Mmmhhh,,,," Celine berusaha terus, mencoba melepaskan diri dari pelukan baja seorang Zhou Ming.
"Kamu istriku Celine, dan benda peninggalan ibumu sudah kau temukan. Janjimu sudah harus kau penuhi bukan?" Bisik Zhou Ming dengan pandangan mata dalam.
Seolah terhipnotis oleh bujukan suaminya Celine menganggukkan kepalanya lemah. Sudahlah. Percuma saja melawan, Zhou Ming sangat sakti. Jika memang sudah saatnya mengabdi kepada suaminya, Celine menerimanya dengan ikhlas. Toh memang mereka adalah suami istri yang sah.
Dengan anggukan kepala Celine, Zhou Ming merasa lampu hijau telah diberikan. Dia berbisik pelan ke telinga Celine,
"Tenang saja, istriku. Percayalah padaku" bisik Zhou Ming lembut.
Dan mulailah terdengar suara-suara dari dalam kamar mandi. Celine tidak mengerti semuanya. Pikirannya melayang. Terbang bersama dengan arahan dan bimbingan Zhou Ming. Entah berapa kali mereka bertempur di sana sampai Celine benar-benar hilang kesadaran.
__ADS_1
Kejadian di kamar mandi itu adalah kejadian yang tidak akan pernah dilupakan oleh Celine sepanjang 2 masa kehidupannya.
(Maaf jika ada yang kurang,,,,author rasa ini sudah poll,,,selebihnya terserah pembaca dalam berimajinasi🙏🙏🙏🙏🙏)