Menjadi Istri Jenderal

Menjadi Istri Jenderal
Bab 36. Terbuka dan Saling Percaya (1)


__ADS_3

Malam harinya Celine terbangun. Dia membuka matanya perlahan. Dia terkejut melihat bahwa dia sudah terbaring di atas kasur dengan 2 lapis baju. Celine sedikit terkejut saat menyadari tangan hangat Zhou Ming memeluk pinggangnya. Celine segera teringat kembali kejadian di kamar mandi tadi. Wajah Celine langsung memerah. Celine menarik selimut menutupi wajahnya. Dia merasa maluuu sekalii. Sekarang mereka sudah resmi menjadi suami istri sejati. Tidak seperti dalam novel yang dibaca Celine, yang menyebutkan bahwa Han Cya Lin dan suaminya tidak pernah berhubungan suami istri.


Pergerakan perlahan Celine membuat Zhou Ming terbangun.


"Kau sudah bangun, istriku?" Katanya sambil mengecup pucuk kepala Celine.


"Um,,," sahut Celine malu-malu. Keduanya terdiam seolah tenggelam dalam alam pikiran masing-masing. Tangan Zhou Ming memeluk pinggang Celine dengan erat membuat perut Celine melilit. Tiba-tiba,


"Kruyuuk" bunyi suara perut Celine membuatnya menutupi seluruh kepalanya dengan selimut. Bermaksud menyembunyikan diri. Maluuuunyaaaa….


"Apa kau lapar? Biarkan aku mengambilkan makanan untukmu" kata Zhou Ming kembali. Dia segera melepaskan pelukannya dan mengambil jubah luarnya.


Istrinya perlu mengisi tenaga jika dia ingin mengulangi kejadian di kamar mandi tadi. Jujur saja Zhou Ming masih merasa kurang.


"Tidak perlu Yang Mulia, biarkan ketiga pelayan yang mengambilkannya" tolak Celine halus.


'Biarkan aku makan dengan tenang. Aku yakin jika aku makan dengan serigala ini di sini, akhirnya tidak akan berakhir baik bagiku' batin Celine menangis (wkwkwkwk author tertawa).


"Tidak apa-apa, aku juga akan menemanimu makan disini" Zhou Ming bangun, beranjak menuju pintu kamar.


'Aku masih belum puas memakanmu, istriku' batin Zhou Ming dengan senyum kecilnya.


Di depan pintu kamar, Yanzhi, Xixi dan Yunzhi telah membawakan makan malam. Lengkap dengan sup suplemen untuk Tuan mereka, serta sup penambah tenaga dan kesuburan untuk Nyonya mereka. Kelihatannya dengan transmitter penghubung, Zhou Ming menghubungi bawahannya untuk menyiapkan makan malam mereka berdua, dan pekerjaan menjadi lebih efisien. Terbukti betapa cepatnya makanan disajikan oleh pelayan Zhou Ming (Fungsi transmitter sendiri mungkin lebih mirip walkie talkie pada zaman modern, mungkin).

__ADS_1


Celine meringis. Mencoba menguatkan dirinya. Apapun yang terjadi ya terjadilah. Toh sepertinya alur telah berubah banyak. Tidak ada hubungan suami istri di novel yang dibacanya, tapi disini dia melakukannya dengan sang suami, Putra Mahkota. Apakah dia akan hamil di dalam novel? Apakah dia tidak bisa kembali ke zamannya lagi? Huhuhuhu beragam pertanyaan menanti, tapi dia tidak mampu menjawabnya.


Tak terasa air matanya mengalir. Zhou Ming yang telah sampai di sisinya menghapus air matanya dengan perlahan.


"Ada apa istriku?" Zhou Ming bertanya pelan.


"Tidak ada, aku hanya teringat pada ibuku" kata Celine.


"Maksudku mendiang ibuku" Celine meralat ucapannya.


Zhou Ming hanya mengangguk mengiyakan. Diambilnya sup penambah tenaga dan kesuburan. Disuapkannya sup itu pada Celine.


"Makanlah dulu sup penambah tenaga ini, baik untuk dimakan pertama kali saat lambung kosong, agar tenagamu kembali lagi" kata Zhou Ming. 


'Agar aku bisa segera memakanmu lagi' batin Zhou Ming lagi.


"Aku bisa melakukannya sendiri" kata Celine. 


'Sup apa ini? Setelah memakannya badanku terasa lebih baik' Celine menatap sup sejenak lalu menyendoknya lagi.


Zhou Ming mengambil meja kecil dan meletakkannya di pangkuan Celine. Kemudian Zhou Ming mengambil sup suplemen untuknya sendiri dan menghabiskannya dalam sekejap.


"Apa tidak ada yang ingin kau katakan padaku?" Kata Zhou Ming. Matanya menatap istrinya yang makan sup dengan lahap.

__ADS_1


Celine menggeleng. Zhou Ming mengambil nasi lengkap dengan lauknya dan memberikannya pada Celine.


Celine mendongak setelah menghabiskan sup penambah tenaga dan kesuburan itu, meletakkannya di meja di pangkuannya, kemudian meraih nasi pemberian suaminya. Celine menatap Zhou Ming, ada binar keragu-raguan di sana.


"Maksud Yang Mulia benda yang dikubur di bawah pohon persik?" Celine berkata pelan.


Zhou Ming mengangguk. Zhou Ming mengambil sejumput rambut Celine, memilin dan menciumnya.


"Setelah kejadian petang tadi bukankah kita adalah suami istri yang sebenarnya. Apakah perlu ada rahasia diantara suami dan istri? Mungkin aku bisa menemukan informasi yang kau butuhkan. Asal usul benda itu mungkin?" kata Zhou Ming sambil mengangkat alisnya.


"Yang Mulia, apakah anda yakin tidak akan ada rahasia lagi diantara kita? Anda adalah seorang penguasa, menurut Hamba wajar jika anda memiliki rahasia dan menyimpannya dari Hamba. Anda tidak takut jika sewaktu-waktu Hamba membocorkan rahasia Anda tanpa sengaja?" Celine masih meragukan kata-kata Zhou Ming.


"Cuuupp" Zhou Ming mengecup sekilas bibir Celine. Dia tampak gemas.


"Tentu saja kita harus saling percaya, katamu hubungan suami istri dimulai dengan kepercayaan bukan? Aku percaya padamu. Kau dan aku suami istri sekarang. Apapun yang terjadi padaku akan berdampak padamu juga bukan? Aku percaya kau istri yang pintar, tidak akan melakukan hal bodoh. Jadi kau bisa bercerita padaku setelah kau habiskan makananmu" Zhou Ming menatap dalam istri imutnya itu.


'Mengapa orang ini semakin berani menindas ku? Tapi aku tidak sanggup melawannya huhuhu' dengan wajah merah karena malu secara tidak langsung diingatkan kejadian tadi, Celine langsung menundukkan keplanya dan memakan makanan nya.


'Sungguh bahagia hatiku memiliki istri seperti ini. Terima kasih ibunda atas pilihanmu' batin Zhou Ming menatap lembut istrinya.


Selanjutnya mereka makan dalam diam. Selama makan malam Celine berpikir. Memang benar apa yang dikatakan Zhou Ming. Benda peninggalan mendiang ibu Han Cya Lin yang ditemukan di bawah pohon persik itu mungkin sangat berharga. Terbukti dengan banyaknya mekanisme tersembunyi dan petunjuk yang menyembunyikan keberadaannya.


Dia harus mencari tahu dan menyelidiki asal usulnya. Mungkin saja kakek Han Cya Lin masih hidup. Sudah terlanjur sampai tahap ini mengapa tidak sekalian saja menyelesaikan novel yang membuat penasaran ini?!

__ADS_1


Akhirnya Celine memutuskan akan menceritakan tentang semua kecurigaannya selama ini kepada suaminya. Tapi untuk dirinya yang masuk ke dalam novel dan menjadi Han Cya Lin, dia merasa saat ini belum waktunya untuk menceritakan kepada Zhou Ming. Celine belum sanggup menerima pendapat kritis Zhou Ming dan memberikan penjelasan logis pada sang Jenderal agung yang cerdas.


Celine khawatir dirinya dianggap gila jika menceritakan hal-hal seperti itu. Coba bayangkan, bagaimana jika ada seseorang yang berkata padamu bahwa dunia yang kita tinggali ini sebenarnya adalah dunia dongeng? Dunia khayalan yang berada dalam sebuah buku novel? Kita adalah tokoh yang ada dalam novel. Uuuuuhhhh Celine merasa masih belum mampu merangkai kata-kata untuk menjelaskan pada Putra Mahkota, Zhou Ming kita yang pintar ini. Tapi lambat laun hal ini harus diceritakan juga. Demi kepercayaan suami istri yang dikatakan suaminya tadi.


__ADS_2