
(Selanjutnya kisah berpindah tempat dulu yaaa)
Kerajaan Timur adalah kerajaan yang terletak di sebelah timur Kerajaan Zhou (dimana Celine berada). Kerajaan ini sebenarnya memiliki kekayaan yang cukup berlimpah. Akan tetapi para penguasanya tidak memiliki kemampuan manajerial yang baik. Mereka juga kebanyakan menumpuk kekayaan bagi diri mereka sendiri.
Kerajaan ini juga menjual informasi kepada kerajaan asing tentang daerah-daerah berpotensi yang memiliki sistem pemerintahan lemah (dimana saja letaknya asal terjangkau informan mereka) sehingga dapat dikuasai dengan mudah. Siapa saja yang ingin mendapatkan informasi tersebut harus bersedia membayar dengan harga mahal.
Karena menjadi antek orang asing maka kehidupan raja dan pengikut-pengikutnya sangat makmur. Berbanding terbalik dengan rakyat jelata. Sikap yang seharusnya dimiliki seorang penguasa yang mengayomi rakyatnya tidak dimiliki oleh raja dan penguasa Kerajaan Timur.
Kerajaan Timur memungut pajak yang tinggi pada rakyatnya. Banyaknya korupsi yang dilakukan pejabat membuat situasi dan kondisi kerajaan menjadi semakin buruk. Gaya hidup penguasa yang glamor juga semakin menambah rakyat sengsara.
Sementara itu
Di suatu daerah di perbatasan kerajaan Timur, tampak seorang gadis berusia sekitar 18 tahun. Wajahnya cantik dengan rambut hitam lurus sebahu. Matanya berwarna hitam pekat dengan sorot mata gelap. Gadis itu bernama Lou Jie. Lou Jie adalah putri dari Kerajaan Timur yang 5 tahun lalu dihancurkan oleh Zhou Ming.
Dia adalah anak kedua dari dua bersaudara. Ketika kerajaan Timur dihancurkan, Lou Jie sedang berada di luar istana kerajaan. Lou Jie sedang bersama teman-temannya. Karena itu betapa terpukulnya dia ketika tersiar kabar bahwa kerajaan telah dikuasai. Orang tua dan kakaknya dibunuh. Pembunuhnya adalah Jenderal perang kerajaan Tengah, Jenderal Zhou. Jenderal muda yang berusia 15 tahun.
(Saat itu Lou Dong 18 tahun. Lou Jie berusia 12 tahun. Han Cya Lin 10 tahun)
Sebenarnya Lou Dong tidak kalah sakti dari Zhou Ming. Yang membedakan adalah sejak kecil Lou Dong suka bermain wanita, menyebabkan Lou Dong tidak disiplin dan kesaktiannya berkurang. Bayangkan saja, sejak usia 10 tahun Lou Dong sudah memiliki selir (eemmm jaman dulu, entah ada atau tidak penguasa 10 tahun udh punya selir 🙏🙏🙏🙏 dan jangan ditiru lho,,,,)
Ketika kematian datang menjemput nya Lou Dong berusia 18 tahun. Sama seperti usia Lou Jie saat ini. Mata Lou Jie dipenuhi amarah dan dendam.
__ADS_1
Flashback~~~
Teringat olehnya situasi saat itu. Dia yang berada di hutan area perbatasan melihat asap membumbung tinggi dari arah istana kerajaan. Perasaan tidak tenang, cemas dan gelisah langsung melanda hatinya. Benar saja. Teriakan orang-orang yang berlari ke arahnya membuatnya tersadar jika semua sudah terlambat.
"Kerajaan diserang"
"Selamatkan diri kalian"
"Raja dan Ratu telah terbunuh"
"Pangeran Lou Dong sedang bertarung di istana"
Teriakan terikan itu membuat Lou Jie terperangah. Jatuh terduduk tak kuasa menahan air matanya.
"Tidak,,,, ayah,,,ibu,,,,kakak,,,,," ratap pilu Lou Jie diiringi derasnya air mata mengalir di pipinya.
"Aku harus kesana, mungkin mereka masih sempat diselamatkan" gumam Lou Jie. Dia bergegas berdiri berlari berlawanan arah dengan orang-orang.
Tepat ketika dia akan berlari menuju istana, sebuah tangan menariknya ke atas kuda, lalu bergegas kabur menuju kedalaman hutan. Sedetik kemudian, ribuan anak panah menyerbu ke arah mereka. Tubuhnya yang berada di balik badan seorang laki-laki yang baru diketahuinya adalah sahabat kakaknya terlindungi. Tapi tubuh laki-laki itu mendapat 2 tusukan panah di lengan dan punggungnya. Mereka terus memacu kudanya hingga pasukan Zhou tidak mengejar lagi.
__ADS_1
Setelah dirasa aman, mereka memutuskan untuk beristirahat di dalam gua. Pertama kali dalam hidupnya Lou Jie merawat seseorang. (Biasanya dialah yang dirawat hehehehe). Laki-laki itu pingsan karena kehabisan darah. Lou Jie memberanikan diri mencabut kedua anak panah yang tertinggal di tubuh pemuda itu dan mengoleskan obat yang ada di baju laki-laki itu. Lou Jie sadar bahwa laki-laki itu adalah penyelamatnya dan dia mungkin tahu situasi terbaru di istana, mengingat dia berlari dari arah istana.
Pemuda penyelamatnya pingsan selama 2 hari. Selama beberapa hari itu Lao Jie berusaha untuk tegar dan bertahan hidup. Dia makan buah-buahan hutan dan mencari dedaunan untuk bertahan dari dinginnya malam. Beruntung embun pagi banyak terdapat di dedaunan hutan, sehingga dapat Lou Jie kumpulkan sebagai air minum. Sambil menguatkan hatinya Lou Jie bertekad untuk membalas dendam terhadap kematian keluarganya.
Setelah beristirahat selama 2 hari akhirnya pemuda itupun sadar. Dia adalah Da Fu. Salah satu sahabat baik kakaknya. Da Fu memiliki satuan elit yang bernama pasukan hantu. Anggotanya tercerai berai akibat serangan pasukan Zhou Ming.
Da Fu menceritakan bahwa ketika situasi kritis dia disuruh Lou Dong lari mencari Lou Jie. Bagi keluarga kerajaan Timur, Lou Jie adalah permata yang berharga. Jangan sampai dihina ataupun dilecehkan oleh musuh (padahal pasukan Zhou Ming anti terhadap tindakan melecehkan wanita hhhh).
"Kakak,,," air mata Lou Jie tumpah mendengar cerita Da Fu. Da Fu hanya diam memperhatikan.
Singkat cerita, karena istana telah dikuasai, Lou Jie dan pengikut raja yang tersisa terpaksa keluar dari kompleks istana Kerajaan Timur. Lou Jie kemudian bergabung dengan pasukan hantu, di bawah kepemimpinan Da Fu. Pasukan hantu adalah salah satu satuan elit tersembunyi yang tersisa milik Lou Dong. Pasukan ini berada jauh di dalam hutan perbatasan Kerajaan Timur dan Kerajaan Zhou.
Selama 6 tahun pengasingan ini, Lou Jie berlatih seni beladiri tangan kosong dan menggunakan pedang. Da Fu sendiri yang mengajari nya. Meskipun keluarganya berbuat tercela, dan Lou Jie pun menyadarinya, akan tetapi kematian orang tua dan saudaranya menimbulkan dendam tersendiri dalam hati Lou Jie. Apalagi orang-orang di sekeliling nya menginginkannya merebut kembali Kerajaan Timur sekaligus Kerajaan Zhou. Da Fu tidak ingin berbuat sembrono melawan Zhou Ming yang terkenal cerdas dan kejam. Jika salah bertindak bisa-bida nyawa mereka sebagai taruhannya. Oleh karena itu mereka menyusun rencana yang benar-benar matang. Tujuannya adalah merebut kekuasaan Kerajaan Timur sekaligus menguasai kerajaan Zhou.
Beberapa tahun ini, mereka menyelundupkan beberapa mata-mata ke daerah musuh. Gunanya untuk mengetahui berapa jumlah pasukan musuh dan bagaimana situasi kondisi terkini di sana.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Jenderal pembunuh Lou Dong baru saja menikah. Istrinya inilah yang diselidiki oleh komplotan Lou Jie. Karena sejak lama Zhou Ming tidak memiliki kelemahan, mungkin istri yang dicintainya inilah kelemahannya sekarang.
Sejak awal Lou Jie ingin menempatkan seorang pelayan perempuan di kediaman Jenderal. Akan tetapi usaha tersebut tidak pernah membawa hasil. Baik Zhou Ming ataupun bawahan-bawahannya sangat teliti. Berbeda sekali jika dibandingkan dengan Lou Dong. Bawahannya tidak kompeten semua.
__ADS_1