Menjadi Istri Jenderal

Menjadi Istri Jenderal
Bab 28. Mengendap-endap


__ADS_3


Kembali ke aula Jamuan teh nenek.



Mereka semua kembali ke aula utama di kediaman nenek menunggu Tuan Bo datang menjemput anaknya. Zhou Ming duduk kembali di tempatnya semula. Tamu-tamu yang masih ingin mengetahui bagaimana drama berakhir pun masih setia di tempat mereka.



"Mohon maaf Yang Mulia sampai harus menyaksikan kejadian memalukan seperti ini" Marquis mendekati Zhou Ming dan meminta maaf pada Zhou Ming.



"Tidak apa-apa" kata Zhou Ming pendek sambil menyesap teh hijaunya.



Beberapa saat kemudian datang Tuan Bo dengan beberapa pelayannya. Dia mengatupkan kedua tangannya sebagai permohonan maaf dan menghampiri anak tertuanya itu. 



"Kamu b\*n\*\*\*\*g. Berani-beraninya kamu melakukan hal seperti itu!" Tuan Bo juga memukuli anak laki-lakinya itu.



"Hal ini merugikan nona ketiga Marquis, hamba pastikan anak ini akan bertanggung jawab dengan menikahi nona ketiga kediaman Marquis!" Tuan Bo berkata pada Marquis.



Hal yang begitu memalukan. Tapi tuan Bo juga bersyukur akhirnya anak lelaki tertuanya itu ada yang menikahi juga. Dia akan berupaya agar pernikahan ini berjalan mulus dan lancar.



Mendengar hal itu, Han Sheng Yi mulai menangis kencang 'Bukan yang seperti ini yang kuharapkan. Mengapa harus begini!' 


__ADS_1


Setelah kedua keluarga sama-sama setuju dan menyepakati beberapa hal akhirnya diputuskan bahwa pernikahan mereka akan dilaksanakan sebulan kemudian.



Sekitar tengah malam di kamar Celine, sekelebat bayangan hadir. Celine dengan waspada langsung duduk di atas kasur. Bayangan itu adalah Yanzhi yang melaporkan semua kejadian yang dilihatnya tadi di aula Jamuan teh.


Celine merenung. Ternyata desas desus yang menceritakan bahwa jenderal Zhou kejam bukan isapan jempol belaka. Bahkan pelayan Han Sheng Yi yang ditinggal di hutan juga mengalami hukuman lidah seumur hidupnya. Bergidik ngeri Celine membayangkan jika hal itu terjadi padanya.


"Lalu bagaimana situasi dan kondisi kamar ibuku? Apakah ada yang berjaga di sana?" Tanya Celine langsung ke penyelidikan selanjutnya yang ditugaskannya pada Yanzhi.


"Menjawab nona, patroli rutin dilakukan setiap malam, sebentar lagi waktu yang tepat jika Nyonya ingin ke sana" jawab Yanzhi.


"Dimana Zhou Ming? Apakah dia tidak kembali?" Celine bertanya was-was. Jika suaminya kembali saat dia tidak ada di kamar apalagi tengah malam, pasti hukumannya tidak ringan.


"Tuan sedang di ruang belajar bersama dengan Marquis" jawab Yanzhi lagi.


"Baiklah mungkin sekarang adalah waktu yang tepat. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Yanzhi cepat bantu aku bersiap" kata Celine bersemangat.


Segera saja Celine mengenakan baju serba hitam untuk masuk ke kamar mendiang ibunya. Dengan hati berdebar Celine menantikan apa yang mungkin dapat dia temukan.


Dengan langkah perlahan namun cepat Celine dan Yanzhi berjalan mengendap-endap menembus gelapnya malam.


Beberapa pengawal Zhou Ming, awalnya waspada, tapi begitu mereka tahu bahwa itu permaisuri, maka kewaspadaan mereka diganti dengan rasa penasaran. Mereka hanya mengawasi segala gerak-gerik permaisuri.


Kediaman ibu Han Cya Lin berada di sisi barat aula utama. Kira-kira 300 meter dari kediaman Celine. Setelah melewati aula utama maka Celine dapat melihat kediaman ibu Han Cya Lin.


"Kediaman Jiu" begitu tulisan yang tertulis di depan pintu gerbang kediaman.


Tulisannya masih rapi. Celine dan Yanzhi masuk lewat atap. Beruntung Celine sudah bisa 'ilmu meringankan tubuh' sedikit. Jadi dia bisa lompat mengikuti gerakan Yanzhi.


Masuk ke dalam kediaman mendiang ibunya, Celine melihat beberapa pohon persik yang mulai mekar bunganya. Kolam yang tidak ada isinya tapi masih terawat dengan baik. Tanaman rumput yang dipangkas rapi. Tampaknya baik nenek maupun Marquis sangat menyayangi ibu Han Cya Lin. Terbukti dengan dirawatnya kediaman ini meskipun pemiliknya telah meninggal lama.


Yanzhi melihat Nyonya nya akan masuk melalui pintu. Tangan Yanzhi tanpa sadar memberi aba-aba bahwa mereka akan naik ke atap. Lebih aman karena jika pintu yang engselnya berkarat dibuka, khawatir akan menimbulkan suara. Celine berpikir sebentar dan mengangguk menjawab bahwa mereka akan naik lewat atap. Dengan bntuan Yanzhi Celine naik ke atap. Di atap Yanzhi mencongkel beberapa genteng dengan tidak menimbulkan suara sehingga mereka dapat masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah Celine membiasakan diri dengan situasi yang lebih gelap daripada di luar tadi. Selang beberapa saat mata Celine mulia terbiasa dengan kegelapan di rumah ibunya. Tanpa menunggu lama Celine langsung memberi tugas Yanzhi agar mencari di setiap sudut rumah.


Dengan gerakan cepat mereka berdua menyisir ke segala penjuru ruangan. Mengetuk-ngetuk dinding, lantai, lemari, segala perabotan juga mereka periksa.

__ADS_1


Tiba-tiba Celine merasa gembira. Tangan Celine yang menyentuh ke dalam pinggiran kasur mendiang ibunya merasakan perbedaan yang sekilas. Karena meragukan maka Celine mengulangi lagi menyentuh sumber perbedaan itu. Dengan perlahan Celine menekan tombol kecil yang sangat halus itu.


"Klik" bunyi halus sesuatu terbuka terdengar. Dengan sabar Celine mencari sumber benda itu. Tangannya meraba-raba lagi dan akhirnya menemukan celah yang menjadi semacam tempat penyimpanan. Dengan hati-hati Celine menarik keluar kotak itu. Tampak siluet sebuah kotak kecil dari kayu seukuran 3x2x10cm. Merasa senang dengan yang ditemukan olehnya Celine segera memasukkan kotak itu ke dalam saku bajunya.


Setelah dua jam mereka mencari Celine merasa jika waktunya sudah cukup. Celine kemudian memberi isyarat untuk segera pergi meninggalkan kediaman. Tampaknya Yanzhi juga menemukan sesuatu. Nanti saja jika di kediaman mereka akan melihat apa yang mereka temukan.



Saat Celine dan Yanzhi berganti pakaian serba hitam untuk menyelinap ke rumah mendiang ibu Han Cya Lin, pengawal bayangan Zhou Ming memberitahukan hal tersebut kepada sang Jenderal.



Zhou Ming yang mendengar laporan itu mengerutkan keningnya 'untuk apa dia melakukan semua itu secara sembunyi-sembunyi? Mengapa tidak langsung saja saat siang hari. Apa dia tidak ingin ada yang tahu apa yang dilakukannya? Orang-orang kediaman Marquis atau bahkan aku, suaminya sendiri? Semakin menarik istriku ini' sebersit senyum muncul di bibir tipis Zhou Ming.



Marquis yang melihat hal tersebut merasa jika suasana hati 'anak mantunya' itu sangat baik. Dia ikut tersenyum.



"Baiklah, mungkin Jenderal ingin istirahat lebih dahulu?" Tanya Marquis.



"Tidak, mari kita lanjutkan beberapa saat lagi" jawab Zhou Ming.



Kembali ke kamar Celine


Sesampainya di dalam kamar, Celine segera mengeluarkan kotak hitam dari balik saku bajunya. Yanzhi juga menyerahkan kotak kecil yang sepertinya berisi barang-barang berharga mendiang ibu Han Cya Lin. Dengan bantuan Yanzhi, Celine segera membuka segala penyamarannya (baju hitam). Baju itu kemudian dibawa pergi oleh Yanzhi.


Celine segera menyimpan semua barang-barang tersebut bermaksud memeriksanya besok. Celine khawatir jika sebentar lagi Zhou Ming akan datang.


Dan benar saja. Belum 5 menit (perhitungan waktu zaman modern) Celine menyembunyikan barang-barangnya, pintu kamar pun terbuka.


"Kreeekkk"

__ADS_1


__ADS_2