Menjadi Istri Jenderal

Menjadi Istri Jenderal
Bab 25. Cerita tentang Serigala Besar


__ADS_3

Celine menarik napas panjang, berusaha menenangkan dirinya. Seingatnya dalam buku-buku di perpustakaan rumahnya sempat disebutkan cara untuk menetralisir minuman perangsang adalah dengan banyak minum air putih dan berendam air hangat.


"Maaf Tuan Choi Pi Nan. Saya tidak dapat menemani anda mengobrol lagi. Permisi" Celine mengucapkan salam perpisahan pada Choi Pi Nan.


"Baik Putri Mahkota, semoga anda lekas sehat kembali" jawab Choi Pi Nan. Meskipun sedih secara tidak langsung Putri Mahkota menolaknya dan enggan berhubungan kembali dengannya, laki-laki ini menerima nya dengan lapang dada. Dia menatap kepergian Putri Mahkota dengan sendu.


Tiba dalam kamar tamu yang disebutkan pelayan. Xixi segera membantu Celine ke atas tempat tidur.


"Xixi, tolong ambilkan aku air minum yang banyak. Aku harus segera minum air. Apa kau sudah memberitahu Yanzhi situasi kita disini?" Celine yang sudah hampir kehilangan kesadaran berusaha untuk bertahan.


"Hamba sudah memberitahu penjaga bayangan yang menampakkan diri tadi Nyonya (Li Fan maksud Xixi). Dia mengangguk dan langsung pergi begitu saja" jawab Xixi. Dengan cekatan Xixi menuangkan air yang ada dalam kamar untuk diminum Celine.


"Minumlah Nyonya. Sebentar lagi Yanzhi kemari" Xixi memberikan air minum pada Celine.


"Tolong tuang semua air itu Xixi. Aku harus banyak minum air putih" kata Celine sambil memejamkan matanya karena pusing.


"Baik, Nyonya" kata Celine.


'Sialan Sheng Yi. Sengaja menjebakku di kamar tamu dalam jamuan teh. Sungguh berani dia. Mengapa Zhou Ming tidak kemari? Apa dia sungguh tidak berguna? Tidak tahu trik kecil wanita selalu seperti ini. Menjebak tokoh utama wanita lalu menjebak tokoh utama pria. Sungguh novel tidak berguna!' Celine mengumpat dalam hatinya. Matanya terpejam di ujung tempat tidur.


Dengan telaten Xixi menghapus keringat yang bermunculan di kepala Xixi. Tak lupa juga tangannya yang selalu menggerak-gerakkan kipas yang dibawanya.


"Mengapa kita tidak kembali ke kediaman saja Nyonya?" Xixi memberi saran.


"Tidak bisa Xixi, suamiku ada disini. Aku tidak bisa kembali tanpanya, jika tidak akan menimbulkan keributan" jawab Celine.


"Kita tunggu sebentar lagi, semoga saja Yanzhi segera sampai membawa air minum yang kubutuhkan" kata Celine diiringi anggukan pelan Xixi.


Tak lama Yanzhi sampai. Dia membawa dua botol air bersamanya. 


"Nyonya, ini air putih dari kediaman dan ini minuman dari Jenderal Zhou. Beliau masih ada urusan yang agak menyulitkan. Segera setelah masalah itu diselesaikan, Jenderal Zhou akan segera kemari menjemput Nyonya" Yanzhi menyerahkan sebotol air dalam giok hijau seukuran 300ml.

__ADS_1


Celine segera meminum air dalam kedua botol itu. Dia percaya Jenderal tak mungkin menipunya. Setelah beberapa saat. Nyeri di kepala Celine mulai berkurang. Dia mulai bisa berpikir jernih. 


Berdasarkan novel saat ini Jenderal pasti telah dijebak oleh Han Sheng Yi juga. Celine tidak percaya Zhou Ming akan dijebak semudah itu.


"Jika memang bisa dijebak semudah itu maka kau bodoh, serigala besar" Celine berkata sambil tersenyum masam.


Tiba-tiba jendela terbuka disertai sebuah suara yang Celine kenal dalam beberapa hari ini.


"Siapa yang kau maksud serigala besar, istriku?" Melompat masuk dari jendela Zhou Ming tersenyum menenangkan. Tampak tampan sekali dia.


Celine melongo. Baru saja dibicarakan dan orangnya langsung muncul. Pantas saja waktu Han Cya Lin mengolok-olok nya petir langsung menyambar. Tampaknya sang dewa novel (penulis novel maksudnya) sangat mengidolakan laki-laki ini. Memang wajahnya tampan sekali, tipe Celine di zamannya ehehehe.


Celine menggelengkan kepalanya sebentar. Wajahnya yang tersipu tampak sangat manis bagi Jenderal Zhou.


"Wah jarang sekali melihat wajah terpesonamu ini. Apakah kau sekarang ngiler melihat wajahku hhmmm?" Sambil berkata demikian Zhou Ming mendekati tempat tidur dan menyentil dahi Celine.


"Awww,,,,apa yang kau lakukan" Celine cemberut sambil kedua tangannya menutupi dahinya. 


"Masih sedikit pusing dan masih tidak enak badan. Bisakah kita kembali ke kediamanku? Hamba ingin berendam air hangat" kata Celine yang mulai merasa pusing kembali.


"Baiklah, tapi kau jelaskan dulu padaku, siapa yang kau maksud dengan serigala besar saat awal aku masuk kemari?" Jenderal menatap penuh minat akan penjelasan istrinya. Matanya menatap jenaka. Tapi wajah dinginnya membuat nyali Celine menciut.


"A..aku tidak berkata demikian. Siapa bilang aku membicarakanmu? Aku hanya bicara sendiri saja. Pada zaman dulu ada cerita tentang serigala besar yang baik hati dan gagah perkasa, pada suatu hari serigala melihat bunga yang sangat cantik dan ingin memetiknya, lalu dengan bodohnya serigala itu masuk perangkap" Celine berkata sambil mengedarkan pandangan matanya ke sekitar.


'Dimana Yanzhi dan Xixi? Dua pelayan sialan itu meninggalkanku sendiri dengan serigala besar ini. Aku masih lemah akibat efek obat perangsang Han Sheng Yi' Celine mengerucutkan mulutnya kesal, otaknya harus berpikir keras memikirkan jawaban dan kata-kata yang harus disusunnya untuk menghadapi Jenderal Zhou.


"Oh, begitukah? Lalu apa yang terjadi pada serigala besar ini?" Bibir Jenderal Zhou sedikit menarik senyum mendengar cerita Celine. 


Dia mendudukkan dirinya di tempat tidur Celine. Matanya menatap Celine dengan tertarik.


'Apakah di pikirannya aku adalah serigala besar? Menarik sekali ungkapannya. Tampaknya istriku ini pintar sekali' batin Jenderal Zhou.

__ADS_1


'Apa yang dilakukan orang ini? Mengapa duduk di sini(di samping Celine, di atas kasur) bukankah ada kursi?' Celine beringsut mundur sambil menutupkan selimut ke tubuhnya.


"Hamba belum membaca sampai bagian itu. Jadi hamba belum bisa menceritakannya pada Jenderal Zhou" kata Celine.


'Apa dia ingin tahu apa yang terjadi padaku? Hmmm?' senyum yang timbul pada bibir tipis Zhou Ming membuat jantung Celine berdebar.


"Deg,,,deg,,,deg"


"Aa,,,apa Jenderal tahu kelanjutannya?" Tanya Celine ingin tahu.


"Tentu saja, serigala itu melompat mundur dan menghindari wangi dari bunga yang sekilas dilihatnya tadi. Ternyata itu adalah bunga bangkai. Akhirnya dengan lompatan terakhirnya, serigala besar naik ke permukaan dan selamat. Tamat" kata Jenderal.


"Eeemmm,,,"


Krik,,,,,krik,,,,,krik,,,, burung gagak lewat.


'Apakah Zhou Ming menyebutkan kalau dirinya lolos dari jebakan Han Sheng Yi? Tapi penjelasannya kurang jelas dan tidak menarik sama sekali' batin Celine.


"Wah, ternyata akhir ceritanya seperti itu ya!" Celine memasang wajah kagum dan bertepuk tangan seolah mendengar cerita dongeng yang luar biasa.


Dengan wajah kemerahan dan keringat yang bermunculan di dahinya, Celine terlihat imut dan menggemaskan. Tingkah Celine ini membuat Jenderal Zhou tersipu. 


'Wah istriku imut sekali' batin Zhou Ming.


"Ekhem,,,,baiklah. Sekarang kita akan kembali ke kediaman mu. Aku sudah ijin meninggalkan acara jamuan teh pada Nyonya besar Han dan Marquis sebelum kemari" selesai berkata seperti itu, sang Jenderal langsung mengangkat Celine dari atas kasur dengan gendongan Putri.


"Aaahhhh,,,," Celine yang tidak siap segera mengalungkan tangannya di leher sang Jenderal. Badannya kaku sekali seperti batang pohon pisang.


"Kamu tidak bisa berjalan jadi cara ini yang paling cepat" selepas berkata Jenderal Zhou langsung membawa Celine berjalan keluar kamar tamu menuju kediaman Celine.


Sepanjang perjalanan semua orang melihat mereka, akan tetapi pandangan mereka langsung ditundukkan.

__ADS_1


Celine yang malu menelusup kan kepalanya ke dada sang Jenderal.


__ADS_2