Menjadi Putri Duke?!

Menjadi Putri Duke?!
Chap 1


__ADS_3

Liliana Ferona, si gadis cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar. tugas yang berat bahkan hampir setiap malam harus lembur, tidak sesuai dengan posisinya.


Hampir setiap hari mendapat cacian dari mereka yang 'iri' dengan kecantikannya. Membuatnya tidak nyaman dan enggan untuk berangkat bekerja. Tapi waktu dan kehidupan terus berjalan.


Mau tidak mau Lili harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Berusaha mengabaikan segala cacian dan makian yang diterimanya.


Liliana terus membayangkan seandainya ia hidup di keluarga yang kaya raya. Hidupnya pasti tidak akan sesulit ini.


Hidup sebatang kara, tak memiliki teman maupun kenalan, hidup pas Pasan. Liliana tersenyum miris, seringkali ia berpikir untuk melompat dari gedung tertinggi kantornya.


" hiks hiks..... Kenapa? Kenapa harus seperti ini? Sungguh tidak adil!"


Tak ada yang mengetahui, betapa beratnya beban yang menimpa gadis malang itu. Hanya dia, Liliana sendiri yang tau rasanya.


Hidupnya terasa hampa, melakukan kegiatan yang sama setiap harinya, Liliana merasa sudah tidak ada lagi yang harus dilakukannya kecuali, bekerja, bekerja dan bekerja.


Untuk pertama kalinya, Liliana menginjakkan kaki ditempat itu. Musik yang berdentum keras, puluhan orang berjoget di atas dance floor, aroma alkohol yang menyengat, orang orang yang bercumbu tanpa melihat tempat.

__ADS_1


Liliana merasa kepalanya berdenyut, sudah 2 gelas alkohol ia teguk. Tenggorokannya terasa panas, kesadarannya terombang-ambing.


Liliana nekat pulang menggunakan taksi, dibantu oleh seorang bartender. Liliana menangis di atas kasurnya. Semua perasaannya ia luapkan.


Paginya, Liliana bangun degan kepalanya yang terasa berat. Ia melihat pantulan wajahnya di cermin, wajah sembab, mata dan hidung yang merah, rambut yang acak-acakan.


Ingin rasanya ia mengambil izin untuk hari ini, tapi apa daya, ia tidak mau hidupnya menjadi lebih sulit. Dengan berat hati Lili berangkat menuju tempatnya bekerja.


Sama seperti hari hari sebelumnya, cacian dan makian terdengar ke Indra pendengarannya. Liliana berusaha untuk tidak memukul wajah songong dan jelek itu.


Tangannya ia kepalkan kuat kuat,


" ck ck ck, kurasa apa yang kau katakan itu benar, hahahaha"


Sudah cukup! Liliana tak bisa menahannya lagi.


plak

__ADS_1


Liliana menampar wajah tebal itu, wanita yang ditamparnya tampak terkejut, begitu juga temannya.


Amarah Liliana berada di puncaknya, ia menjambak rambut wanita itu, dan menamparnya berulang kali.


Teman wanita itu tampak marah, dengan cepat ia menarik tangan Liliana dan balik menampar wajah putih mulus itu.


Sebut saja si A, wajah itu, wajah cantik dan mulus itu sangat dibencinya. Kenapa harus ada wanita yang lebih cantik darinya?!


Liliana membalas perlakuan Si A, mengabaikan wanita yang ia tampar tadi. Dan terjadilah perkelahian antara 2 wanita, sedangkan Si B yang dihajar oleh Liliana sudah dibawa ke unit kesehatan perusahaan.


Berita perkelahian tersebut terdengar ke telinga Sang Presdir perusahaan. Pria berwajah tampan, tubuhnya tegap, itu berjalan ke loby gedung.


Mata tajamnya menangkap dua orang perempuan yang saling menjambak. Sungguh mengganggu, pikirnya.


Kehadiran Presdir tampan itu membuat para karyawan yang asyik menonton, menunduk. Aura gelap dan dingin itu tampaknya tak mengusik kegiatan tak berguna dua orang di depannya.


Mata biru tajam itu, memindai wajah Liliana dan Si A.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang kalian lakukan, huh? Cih, mengganggu" Ucapnya.


__ADS_2