Menjadi Putri Duke?!

Menjadi Putri Duke?!
Chap 14


__ADS_3

Yap, sekitar tiga Minggu yang lalu, Evelyna membuat sebuah design baju couple untuk keluarganya.


flashback


"Ayah, apakah kita memiliki designer pribadi?" Tanya Evelyna.


"Designer? Apa itu?" Evelyna menepuk dahinya. Ia lupa kalau ini berbeda dengan zaman ia berasal.


"Maksudku perancang busana pribadi" ujarnya.


Duke mengangguk, "ada, dia seorang Baroness Fileta"


"Ada apa? Kau ingin membuat sebuah bajumu sendiri, Lyn?" tanya Eylan kepo.


Evelyna mengangguk, "Lyn ingin membuat sebuah baju khusus" seketika mata Eylon berbinar.


"Apakah itu untukku?" tanyanya.


"Bukan, pasti itu untukku" sanggah Eylan.


"heh, bajumu itu puluhan jumlahnya. Kau tidak butuh baju lagi" sinis Eylon.


"Seharusnya kau sadar diri kakak. Bajumu juga sudah banyak, untuk apa kau berharap mendapat baju lagi?" Eylan menekan katanya.


"Terserah padaku!" Sentak Eylon.


"Kalau begitu, terserah padaku juga!" Balas Eylan.


"Sudahlah,kalian berdua diamlah! Sebaiknya tanyakan saja kepada Lyn" Duke menengahi pertikaian kedua putranya.


Sontak mereka bertiga menatap Evelyna. Evelyna sendiri salah tingkah di tatap intens oleh tiga orang pria tampan. Ingat, bagaimanapun dia adalah Liliana, gadis malang yang tak pernah menjalin hubungan dengan pria manapun.


"Lyn?" Evelyna tersentak saat tiga pria itu memanggilnya. Sesungguhnya hatinya sedikit sakit, yang mereka lihat adalah tubuhnya bukan jiwanya.


"Rahasia~" ujarnya.


Kompak Eylon dan Eylan menggembungkan pipinya. Sedangkan Duke terkekeh.


"Kalau begitu ayah akan buatkan janji temu dengannya atas nama mu "


"Terimakasih ayah!" Evelyna berhambur memeluk tubuh atletis ayahnya.


Dua hari setelahnya, Baroness Fileta datang ke kediaman Velion. Evelyna memberikan design baju buatannya.


"wahh, ini pertama kalinya saya melihat baju setelan yang kembar satu keluarga " Evelyna terkekeh.


"uhm, saya ingin hanya Keluarga Velion yang memiliki design baju itu. Anda bisa menyimpannya tapi jangan sampai ada bangsawan lain yang menirunya." ujar Evelyna. Bukan ia bermaksud egois, hanya saja ia ingin design itu menjadi salah satu daya tarik Velion.


Dan hanya Velion yang memilikinya.


Baroness Fileta mengangguk. Setelah diskusi yang cukup panjang, Baroness Fileta menyanggupi permintaan Evelyna. Ia bilang mungkin butuh waktu sekitar dua Minggu untuk membuatnya.


Evelyna sempat terkejut, tapi saat mendengar kalau Baroness Fileta mempunyai banyak pekerja, gadis itu merasa lega. Ia memang memesan baju, tapi ia tidak ingin membuat Baroness Fileta kelimpungan karena permintaannya.

__ADS_1


Setelah itu Baroness Fileta pamit. Evelyna memutuskan untuk membaca buku di perpustakaan kediaman.


"betapa senangnya menjadi holang kaya" gumamnya.


flashback off


"hahahaha, aku ingat itu"


"Kakkk, ish!" dengusan keluar dari bibirnya.


Eylon dan Eylan tertawa keras sat mengungkit kejadian tiga hari yang lalu.


flashback


Seperti biasa pagi ini Eylan akan mengawasi para prajurit berlatih, sekalian berkenalan dan ikut latihan dengan mereka.


"aaaaaaaaaaa" samar samar telinganya mendengar suara teriakan.


Tapi ia mengacuhkannya, mungkin pelayan yang melihat ulat, batinnya.


Di lapangan latihan, ia melihat puluhan bahkan ratusan pria sedang melakukan pemanasan.


"Salam kepada tuan muda kedua Velion!" Ucap mereka serentak.


Eylan hanya mengangguk. Ia berbaur dengan para prajurit, dan berlatih bersama mereka. Sesekali ia menyerngit saat suara teriakan tadi terdengar ditelinga nya.


"Apakah hanya aku atau sejak tadi memang ada suara teriakan?" Eylan berhenti berjalan saat mendengar ucapan salah satu prajurit disana.


"menurut mu apa yang terjadi sampai suara teriakan itu terdengar sampai kemari"


Tempat latihan prajurit terletak di bagian Utara kediaman, bahkan butuh waktu sekitar dua puluh menit dari pintu utama untuk sampai disana.


"kau,cari asal suara itu" titah Eylan kepada salah satu prajurit.


Prajurit itu mengangguk, ia segera memakai bajunya dan mencari asal suara itu.


Cukup lama ia berjalan, mungkin sudah separuh kediaman ia lewati, tapi tak ada satupun petunjuk mengenai suara itu.


Ia merasa lelah, dan memutuskan untuk duduk di bawah pohon terlebih dahulu. Saat sedang menikmati angin sepoi-sepoi, tiba tiba suara itu terdengar cukup jelas.


Prajurit itu terkejut, ia celingak-celinguk mencari suara itu. Saat ia mendongakkan kepalanya, matanya terbelalak.


Ia melihat seseorang berpakaian berwarna putih yang duduk di salah satu dahan pohon, tempatnya berdiri.


Ia melangkah sedikit jauh dari pohon itu. Jantungnya berdegup kencang, saat ia tau bahwa orang itu adalah Nonanya.


"No-nona!" teriaknya.


Evelyna yang sedang dilanda ketakutan dan kebingungan melongok kebawah. Betapa senangnya ia melihat seorang pria berdiri dibawah pohon.


"TOLONG AKU!!" Teriaknya. Tenggorokannya terasa sakit, ia sudah berteriak sejak tadi.


"NONA BERTAHAN LAH! SAYA AKAN MEMANGGIL TUAN EYLAN!!"

__ADS_1


"JANGAN!!" Terlambat, pria itu sudah berlari memanggil kakaknya.


"ishh, dia kan bisa menangkap ku! Kenapa malah memanggil kakak sih!" ucapnya kesal.


"Kalau ada susah kenapa harus yang mudah?" gumamnya.


"LYN!" Evelyna menengok kebawah.


"KAK EYLAN!!" Mata biru itu berbinar cerah, akhirnya ia akan turun dari sini.


"MELOMPAT LAH! KAKAK AKAN MENANGKAP MU!" Evelyna mencengkeram batang pohonnya.


Kepalanya tiba tiba terasa pusing saat melihat ketinggian tanah dengan tempatnya berada.


"Eylan!" Eylan menoleh kebelakang, ayah dan kakaknya menghampiri nya. Mungkin mereka terusik dengan teriakan ku Pikirnya.


"ada apa? Kenapa sejak tadi ada suara teriakan?" tanya Eylon.


Eylan menunjuk ke atas pohon. Betapa terkejutnya anak dan ayah itu melihat tuan putri mereka berada di atas pohon.


"ASTAGA LYN! APA YANG KAU LAKUKAN DISANA?!"


"HUAAA AYAHHH!!" Tangis Evelyna semakin keras, Ayolah dia sedang ketakutan disini!


"MELOMPAT LAH LYN! KAKAK AKAN MENANGKAP MU!" Teriak Eylon.


"JANJI?!" si kembar beda umur itu mengangguk,mereka mengatur formasi yang tepat untuk menangkap Evelyna.


Evelyna bersiap melompat,


HAP


Evelyna membuka matanya, entah kenapa ia merasa terbang, apakah tertangkap? Aku tidak merasa sakit, itu artinya aku jatuh ke mereka berdua! Batinnya senang.


Senyumnya luntur saat dahan pohon lain menjadi hal yang ia lihat, kembali ia menengok kebawah. Dan ternyata, ia tersangkut! Tadi tidak bisa turun sekarang ujung banjunya menggantung di dahan yang lain.


Matanya kembali berkaca-kaca, apalagi melihat kedua kakaknya yang malah tertawa terpingkal-pingkal.


"HUAAAAAAA!!" Seketika tawa si kembar berhenti.


Untungnya Evelyna memakai celana panjang dan baju berlengan pendek. Jadi mereka yang ada dibawah, tidak melihat pakaian dalamnya.


"HUAAA HUAA" Kan, dibilang dia itu takut ketinggian, tapi tidak ada yang membantunya disaat ia sedang ketakutan begini!


Evelyna berhasil diselamatkan menggunakan tangga panjang. Sejak saat itu Evelyna menjauhi pohon pohon yang tingginya melebihi dua meter. Ia trauma!


flashback off


"Hahaha, kau lihat ekspresi nya saat itu?" Eylan mengangguk.


Wajah Evelyna semakin memerah, ia menatap ayahnya hendak mengadu. Tapi yang ia dapatkan malah ayahnya ikut terhibur dengan bully an kakaknya. Meskipun hanya terkekeh, tetap saja ia malu!


"Ihh! Kalian jahat! Aku tidak mau pergi! Turunkan aku disini!" teriaknya, membuat ayah dan kakaknya gelagapan.

__ADS_1


__ADS_2