
Eylan berkaca kaca, mata dan hidungnya memerah, bibir tipisnya melengkung kebawah.
Eylon tersentak, ia tidak sadar kalimat itu meluncur dari mulutnya begitu saja. "H-hei"
"Huaaa" Eylan memeluk Evelyna, gadis cantik itu membalas pelukannya, sesekali ia menepuk punggung lebar itu.
"kau berlebihan Eylon" ujar Duke. Eylon menundukkan kepalanya.
"Hei aku minta maaf, aku tidak bermaksud menyakiti mu" Tangisan Eylan malah semakin keras. Telinga Evelyna sedikit sakit.
Kepala Eylan tepat berada di samping telinganya. Gadis itu sedikit meringis, Eylan yang mendengar ringisan itu memelankan suaranya.
Eylon yang melihatnya, ikut berkaca-kaca. Evelyna panik, satu belum selesai sudah muncul satu lagi.
Evelyna merentangkan tangan kirinya. Eylon berhambur ke pelukan adiknya. Ia juga meluapkan tangisannya di sana.
Jadilah Evelyna yang harus menenangkan dua bayi besar di tengah malam begini. Duke menggelengkan kepalanya, lihatlah Del, dua prajurit kecil kita merepotkan tuan putri kita, batinnya.
Cukup lama kedua bocah itu menangis, kini Evelyna tengah berbaring di kasurnya. Di sisi kanannya terdapat Eylan yang tidak ingin melepaskan pelukannya begitu juga dengan Eylon di sisi kiri Evelyna.
Evelyna memejamkan matanya, tangannya mengusap punggung dan Surai kakaknya. Kalau tangan itu berhenti, Si kembar yang terpaut tiga tahun itu akan merengek dan bergerak tidak nyaman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari mulai menampakkan dirinya, Nia memasuki kamar Nona nya. Ia dikejutkan dengan Evelyna yang terkunci oleh si kembar beda disisinya.
Nia tersenyum kecil, ia beranjak membuka tirai kamar.
eunghh
Yang pertamakali terusik adalah Evelyna. Perlahan gadis itu memindahkan kepala kedua kakaknya ke bantal. Ia mengubah posisinya menjadi duduk.
Tangan mungilnya memijat lengannya yang dijadikan bantal oleh kakaknya sejak semalam.
"Nia, tolong pijat tanganku"
"baik nona"
Nia menghampiri Evelyna yang sedang berendam di kolam air panas. Rambut peraknya ia gulung, dan lilitkan dengan handuk.
"Nona, bagaimana perasaan anda ?" Evelyna menyerngitkan dahinya.
"uhm... Bahagia, gugup..." jawab Evelyna.
"syukurlah"
"apakah ada yang salah?" Nia menggeleng.
"Selama ini saya tidak pernah melihat anda sedekat itu dengan Tuan muda,semenjak anda selalu fokus mengejar yang Mulia Putra mahkota" Evelyna terdiam, mencerna ucapan pelayannya.
"Sungguh saya terkejut saat melihat anda berada di kasur yang sama dengan Tuan muda" jujurnya.
__ADS_1
"Uhm... Nia"
"ya nona?"
" Sebaiknya kau jangan berucap seperti itu"
"eh? apakah ada yang salah?" Nia memasang wajah polosnya.
"tadi kau bilang "...saat melihat anda berada di kasur yang sama..." kata kasur yang sama itu sedikit ambigu"
"eh, oh, maaf Nona, saya tidak bermaksud seperti itu" Evelyna mengangguk.
"kali ini ku maafkan, tapi jangan diulangi lagi" peringat Evelyna.
"baik nona, sekali lagi maafkan saya " Evelyna mengangguk.
"Omong omong, apakah dua bayi besar itu menangis?" Nia berhenti sejenak.
bayi?.....OH!
"Tidak nona, sepertinya tu-"
Brugh
HUAAAAAA
"Ah, saya tarik ucapan saya" Evelyna terkekeh, ia menyelesaikan mandinya dengan cepat.
Saat membuka pintu kamar mandi, suara cempreng langsung menyerbu telinganya. "Shhhh shhh, kenapa hm?"
Sepertinya Eylan tak sengaja ditendang oleh Eylon. Evelyna menggeleng. "Hiks hiks tenapa?" Sepertinya saat sedang menangis kakaknya akan berubah menjadi bayi yang belum bisa bicara dengan benar.
"El kenapa nangis?" saat berhadapan dengan bayi, kau harus bersikap lembut dan menenangkan.
"tadi El lagi bobo, teyus di tendang sama Eyon huaaa"
Evelyna mengangguk. Ia mengusap punggung kakaknya, supaya bayi besar itu diam.
Suara tangis mulai mereda, hanya tersisa isakan kecil. Eylan mengangkat wajahnya, terpampang lah wajah bantal, dengan mata merah, bibir melengkung kebawah, hidung yang mengeluarkan ingus dan merah.
Evelyna terkekeh geli, membuat Eylan menggeram. Evelyna menyisir rambut tebal Eylan menggunakan jari lentiknya.
"mandi yuk, habis tu kita ma'em" beberapa kalimat Evelyna tidak dimengerti oleh Eylan. Tak ayal pria itu mengangguk.
Sementara Eylan mandi, Evelyna membangunkan bayinya yang satunya. "Eyon, bangun yuk, mandi terus ma'em" Ia mengguncang lembut kakak tertuanya.
"Eunghh" Eylon menggeliat.
"Apa?" suara serak basahnya terdengar.
"Ayok banguun"
__ADS_1
"ma'em?" Eylon tidak paham kata itu, tapi otak pintarnya mengartikan bahwa arti kata itu adalah makan.
Evelyna mengangguk, ia menarik lembut tubuh bongsor kakaknya, lalu menyodorkan segelas air bening.
Eylon meminumnya hingga tandas. Ia kembalikan gelas itu kepada pemberinya. Evelyna meletakkan gelas itu di atas nakas.
Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka, menampakkan seorang pria yang hanya terbalut celana panjang.
Evelyna dapat melihat ada delapan kotak di perut Eylan. Eylon menggembungkan pipinya, ia menutup mata adiknya menggunakan tangannya.
"pakai bajumu, bodoh!" Eylan menyerngit kesal.
"kau yang bodoh!" teriaknya.
"pakai bajumu" ucap Eylon dingin.
Eylan dengan cepat memakai bajunya, yang dibawakan Nia ke kamar adiknya. Eylon menyingkirkan tangannya.
"Sana mandi!" ujar Evelyna.
Eylon berlari menuju kamar mandi adiknya, soal baju biar adiknya yang menyiapkan. Evelyna menggeleng geli.
Ia menatap Eylan. Lalu menyipitkan matanya, nafas panjang berhembus dari mulutnya. Ia mendekati kakaknya yang sedang menatapnya polos.
Evelyna memperbaiki penampilan kakaknya, mungkin karena terbiasa dipakaikan oleh pelayan, jadi Eylan tidak bisa memakai baju secara mandiri. Apakah Kak Eylon juga begini?
kriet
Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Eylon yang Shirtless dengan celana panjang berwarna Dongker yang melekat di kaki jenjangnya.
Evelyna menyuruh pelayan untuk menggantikannya mengeringkan rambut Eylan.
Dengan sigap Evelyna membantu kakaknya memakai baju. Eylon menatap wajah cantik Evelyna.
Sangat mirip dengan ibu, hanya berbeda warna matanya saja, batinnya.
Selesai bersiap, Evelyna dan kedua kakaknya pergi ke ruang makan. Disana sudah ada Duke yang menunggu mereka bertiga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari demi hari berlalu, tak terasa sudah tiga bulan lamanya Liliana berada di tubuh Evelyna. Yang itu artinya ia bertahan hidup di dunia antah berantah ini selama tiga bulan pula.
Malam ini Evelyna berencana pergi menghadiri sebuah pesta kedewasaan salah satu pangeran dari keturunan selir dan kaisar.
Sedikit informasi, Kaisar memiliki satu permaisuri dan tiga selir. Dari permaisuri, Kaisar memiliki satu anak yang tak lain adalah putra mahkota.
Dari selir pertama, Kaisar memiliki dua anak laki laki. Dari selir kedua, Kaisar memiliki satu anak laki-laki. Sedangkan dari selir ketiga, Kaisar memiliki satu anak perempuan.
Pesta kali ini adalah milik anak dari selir kedua, sebut saja pangeran ke ketiga, karena dari empat anak kaisar, pangeran ini lahir setelah pangeran kedua.
back to topic
__ADS_1
Evelyna menggunakan gaun berwarna biru langit. Berlengan pendek dan tidak terlalu mengembang. Tak lupa ia memakai kaus tangan se-siku berwarna senada.
Di pintu utama sudah ada Ayah, kak Eylon dan Kak Eylan yang menunggunya. Baju mereka berwarna senada dengan gaun Evelyna.