
"mmm.... Ini sangat lezat"
"tapi lebih lezat kue dan sup buatan mu" Eylon mengangguk.
Meskipun kue yang disajikan di istana enak. Bagi mereka makanan buatan adik mereka lebih enak.
Evelyna mengambil satu kue berbentuk kotak dengan hiasan krim diatasnya. Ia menggigit kue itu. Krim yang ada di atas kue itu meluruh.
Evelyna menyerngitkan dahinya. Sepertinya krim ini terlalu cair, batinnya.
Evelyna meneliti kue kue yang ada dimeja. Hampir seluruh krimnya seperti mencair, hampir seperti coklat leleh.
Lidahnya mencecap krim yang tertinggal di lidahnya. Sedikit asam. Apakah sudah tidak layak pakai?
"Ada apa Lyn?" Evelyna terdiam.
" Sepertinya krim ini sudah tidak layak" ujarnya.
"yah, rasanya memang sedikit asam. Tidak seperti krim kue buatanmu,manis" ujar Eylan.
" Kalau memang tidak layak, kenapa istana menghidangkannya?" Sontak ketiga anak Duke Velion itu menoleh.
Seorang wanita dengan gaun warna perak, mengembang lebar, serta perhiasan emas yang hampir menutupi lengannya, datang mendekat.
"Istana kekaisaran sangat menjaga segala sesuatu yang ada di dalamnya. Bahkan makanan sekalipun " Wanita itu menatap sinis gadis muda tiga langkah didepannya.
" Siapa dia?" bisik Evelyna.
"Countess Glery" singkat Eylon.
Evelyna mengangguk. Ia mengerti kalau kakaknya ini kembali marah. Ia melirik Eylan, tampaknya pria itu tidak ikut emosi. Padahal dalam hati Eylan mengumpati wanita yang sepertinya sedang mencari masalah.
Evelyna meletakkan kue yang ada ditangannya. Jari lentiknya mengusap sudut bibirnya menggunakan tisu.
" Kalau istana memang menjaga dengan ketat, kenapa bisa sampai kecolongan?" Evelyna menatap mata Countess Glery.
"T-tentu saja karena musuh selalu mencari celah sekecil apapun. Semua hal tidak ada yang sempurna bahkan penjagaan seketat istana kekaisaran" Countess Glery sedikit gugup karena tatapan membunuh kedua pria yang ada dibelakang Evelyna.
"Kalau begitu, makanan seperti ini juga bisa lolos dari pengawasan,kan?" tanya Evelyna.
Countess Glery mengepalkan tangannya.
"Seperti yang Anda bilang, seketat apapun penjagaan di Istana pasti ada yang lolos. Salah satunya mungkin kue ini." Evelyna mengambil kembali kue yang tadi sudah ia cuil dan mengangkatnya hingga tepat di depan wajahnya.
Raut wajah Countess Glery nampak kesal.
Si kembar beda terkekeh. Ini pertama kalinya mereka melihat Evelyna melawan bangsawan lain. Dulu saat Evelyna masih 'gila' ia selalu berlari dan mengadu pada putra mahkota.
Membuat citranya semakin hancur. Hal itu membuat perasaan Si kembar sedikit terluka. Dua pria itu merasa tidak lagi dibutuhkan oleh adik mereka.
Tapi sekarang tidak lagi, mereka berdua akan selalu berdiri di belakang Evelyna. Sehingga mereka bisa dengan sigap menolongnya.
"Jadi, sebenarnya ini kesalahan siapa? Kaisar yang sedikit lalai atau Koki istana yang tidak bisa memilih bahan dengan baik?" Evelyna bertanya dengan senyumannya.
Countess Glery berdecih. Ia melenggang pergi bersama antek anteknya.
Evelyna menggeleng pelan, wanita itu berusaha mencari masalah dengannya. Tapi ia tidak menyiapkan amunisi dengan tepat.
__ADS_1
Mendengar suara kekehan dari belakang, Evelyna memutar tubuhnya. Kepalanya diusap lembut oleh kakak pertamanya.
"pintar" ucap pria jangkung itu.
"Apa? Aku tidak melakukan apapun"
"haha, melihatmu melawan ucapan wanita itu sampai membuatnya marah, membuatku senang" Ucap Eylan.
"Melawan siapa?" Evelyna dan kakaknya melihat seorang pria bermanik dark grey menghampiri mereka.
"Salam kepada masa depan Astlanta, semoga keberkahan menyertai anda" ujar ketiganya.
Putra mahkota mengangguk, atensinya tertuju pada wanita bersurai perak didepannya.
"Ada apa yang mulia putra mahkota menghampiri kami?" ujar Eylon memulai pembicaraan.
"Kenapa? Apakah harus ada hak yang penting dulu supaya aku bjsa menghampiri kalian?" tanya Putra mahkota.
Evelyna menabok lengan kakaknya. Eylon mengelus lengannya yang sedikit nyeri. Tidak keras memang, tapi pukulan Evelyna itu tidak main-main sakitnya.
"Maaf atas kelancangan kakak saya yang mulia" Evelyna sedikit membungkukkan badannya.
Putra mahkota mengangguk. Evelyna, gadis itu berubah. Dia sangat berbeda dengan gadis yang ia lihat dan kenal dulu.
Dulu, Evelyna hanyalah gadis dari seorang Duke ternama yang di segani oleh masyarakat. Bahkan Kaisar pun tidak berani mengusiknya.
Dulu, Evelyna hanyalah seorang bangsawan muda yang selalu mengganggunya, hanya seorang gadis yang tau caranya bersolek.
Tapi sekarang, gadis yang selalu ia abaikan ini,kini menjadi seorang Nona muda yang disukai oleh orang orang. Apalagi gadis itu sedang membangun citra baik.
Entah kenapa rasa menyesal menyelip di relung hatinya. Ia menepis rasa itu jauh jauh. Otaknya terus memutar ingatan saat Evelyna bersikap menyebalkan.
"Ekhem!" Eylan berdehem keras. Putra mahkota menggeleng pelan.
"Maaf aku melamun"
"Tidak masalah yang mulia" ujar Evelyna.
"Ku dengar kau bersikap baik akhir akhir ini. Aku tidak menerima laporan pengaduan apapun"
"Tentu saja! Sekarang hanya ada Evelyna Kaylin De Velion yang baik hati dan tenang, bukan lagi Evelyna yang berisik, perusak dan pengganggu" ujar Eylan bangga.
Pria itu mengusap lengannya yang terasa kebas karena tabokan kakaknya. Ia menoleh saat merasa ada sesuatu yang sedikit menusuk wajahnya.
Tubuhnya menegang, rupanya itu adalah Evelyna yang tampak kesal karena ucapannya. "Ma-maaf adik, aku tidak bermaksud menjelekkan mu. Aku hanya mengatakan kenyataan" Eylan menggenggam satu tangan Evelyna, tak lupa dengan tatapan memelasnya.
Gadis cantik yang menjabat sebagai Si bungsu Velion itu menatap datar kakaknya. Membuat Eylan semakin gugup dan sedikit takut.
Takut kalau ia akan di acuhkan lagi oleh gadis itu.
Evelyna menghela nafasnya. Ia mengerti kalau kakaknya tidak bermaksud jahat, tetapi kata pengganggu membuatnya sedikit kesal.
Karena itu mengingatkan nya tentang kehidupan pertamanya. Ia sering dikatai pengganggu hanya karena mengajak ' temannya ' untuk pergi ke kantin perusahaan bersama.
"Tidak apa-apa" Eylan sedikit lega, sepertinya adiknya itu kini sensitif dengan beberapa kata negatif.
"Heii jangan abaikan aku!" Eylon berkacak pinggang.
__ADS_1
Eylan dan Evelyna sontak tertawa. Membuat Eylon semakin kesal. Putra mahkota merasa heran, apa yang lucu?
"uhm... Ev-"
"Putra mahkota!"
Serempak keempatnya memutar kepala mereka.
Seorang gadis bergaun peach yang mengembang sedikit lebar mendekati mereka.
Evelyna mengangkat sebelah alisnya. Sepertinya ada hubungan khusus antara pria di depannya dengan Lady Ellen.
Ya, gadis itu adalah Lady Ellen. Gadis bangsawan yang mencoba membuatnya terlihat buruk dan jahat di toko perlengkapan roti.
Samar samar ia mendengar helaan nafas kasar keluar dari pria yang menjadi mantan tunangannya.
"Ah maaf, saya menyela pembicaraan kalian" Ellen membungkukkan tubuhnya dengan ujung gaun yang ia angkat sedikit.
"Salam kepada dua Tuan muda Velion" Ujarnya kemudian kembali menegakkan tubuhnya.
"Maaf, apakah saya mengganggu kalian?"
"Sangat"
"maka dari itu pergilah, bawa juga pria ini"
Evelyna menatap tajam kedua kakaknya yang berbicara sarkas. Sontak keduanya terdiam, tidak berani menatap netra biru Evelyna.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pesan Author:
Hello!! Good night everyone (soalnya saya post ini waktu malam)
Btw, call me Azky.
Hai semuanya, gimana kabarnya? Terimakasih ya sudah sabar menunggu MPD up. Jujur saya tidak menyangka bahwa cerita ini akan dibaca bahkan mendapatkan like sampai sebanyak ini.
Saya rasanya pingin kayang waktu lihat inbox like sampai lebih dari dua ratus like, dua ratus!
Terimakasih semuanya!! Saya ingin memberi tahu beberapa hal.
Saya tidak tahu pasti kapan saya up chapter berikutnya karena beberapa alasan,
yang pertama, Mangatoon saya sering log out sendiri saat hendak melanjutkan ceritanya.
Kedua, sinyal internet saya tidak pasti, kadang 4G kadang E kadang H.
Ketiga, saat disekolah, Hp di kumpulan di meja guru sampai jam pelajaran selesai, jadi tidak punya kesempatan untuk melanjutkan cerita bahkan hanya untuk beberapa kata.
Apalagi sekarang saya sudah kelas sembilan (3 SMP), jadi ada banyak hal yang harus dikerjakan. Seperti membuat ' uprak ', persiapan ujian, dan lain sebagainya.
Jadi, saya mohon maaf apabila membuat kalian kesal karena merasa 'digantung' dan perasaan lainnya. Sungguh saya minta maaf!
Saya ucapkan terimakasih atas dukungan kalian, like dan permintaan Update kalian adalah hal yang saya senangi.
Sekali lagi saya mohon maaf dan terimakasih sudah setia menunggu MPD update!!
__ADS_1
Selamat malam, semoga diberi kekuatan untuk menjalani hari, Aamiin.