
Di ruang tamu, Duke dan Evelyna duduk bersebelahan setelah memberi salam kepada putra mahkota.
"Jadi ada urusan apa hingga yang mulia putra mahkota datang kemari?" tanya Duke.
"aku disurus yang mulia kaisar untuk menjenguk lady Velion" Jawab putra mahkota.
Duke melirik putrinya begitu pula dengan putra mahkota. Sebelum Evelyna tertidur panjang, Evelyna selalu ber ekspresi sedih saat tunangannya datang karena suruhan kaisar, bukan karena keinginannya sendiri.
Tapi kali ini, gadis itu nampak tenang. Tidak ada mata yang berkaca-kaca atau pun suara lirih yang keluar dari bibirnya.
"eh? Kenapa?" Tanya Evelyna.
Duke menggeleng pelan. "kau.... tidak menggila?" tanya putra mahkota sarkas.
Duke menatap tajam putra mahkota.
"jaga ucapan anda yang mulia, ini daerah kekuasaan saya. Saya bisa meneb-" ucapan Duke terpotong karena usapan lembut Evelyna di lengannya.
Duke tersentak, ia merasa bahwa istrinya sedang menenangkannya. Ia menolehkan kepalanya.
Terpampang lah wajah cantik Evelyna yang mirip dengan mendiang istrinya. Sangat mirip batin Duke.
Tatapan mata Duke berubah sendu, tangan kekarnya balik mengusap kepala putrinya.
"Ayah jangan marah" bujuk Evelyna, Duke mengangguk.
"ekhem, kebetulan Anda datang kemari. Ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepada anda" ucap Evelyna, Putra mahkota menaikkan satu alisnya.
"Lyn biar ay-" lagi lagi ucapan Duke terpotong.
Evelyna menggeleng, ia genggam tangan ayahnya, berusaha meyakinkan. "Langsung ke intinya, Mari usaikan pertunangan ini yang mulia" Putra mahkota terdiam.
Duke Velion menghela nafas, sudah terlanjur. Sebenarnya Duke ingin, biar dirinya saja yang mengurus pembatalan pertunangan putrinya, tapi sepertinya Evelyna ingin memanfaatkan kehadiran Putra mahkota untuk menyelesaikannya.
"pft" Putra mahkota menahan tawanya.
Evelyna tetap tenang dan tersenyum tipis. Sedangkan Duke sudah panas dingin.
"hahaha! Gadis yang tergila-gila pada ku seperti dirimu ingin membatalkan pertunangan? Hahaha! " Hati Duke semakin membara.
"haha hah, setelah memaksa Duke untuk mengirimkan surat lamaran dan memaksaku untuk menyetujui nya, kau ingin memutus hubungan ini begitu saja? Kau benar-benar gila, Eve" ujar Putra mahkota dengan tatapan merendahkan.
Sring
Sebilah pedang berhenti tepat di samping leher putra mahkota, jaraknya tidak sampai satu centi. Bahkan setengah Senti tidak ada.
"ayah!" Evelyna sedikit berteriak karena terkejut.
"Saya bisa menebas anda saat ini juga yang mulia" Suara dingin serta aura gelap yang di keluarkan Duke, membuat putra mahkota merasa sesak dan ketakutan setengah mati.
Meskipun dirinya adalah putra mahkota, tapi Wilayah Duchy Velion serta sang pemimpin bukanlah sesuatu yang bisa diusik.
__ADS_1
Duke Velion terkenal dengan kekejaman dan keberingasannya. Duke tak pernah pandang bulu.
Sifat hangat Duke hanya di peruntukan bagi anak anaknya. Tidak pernah sekalipun Duke memberi ampunan kepada orang orang yang mengusik kehidupannya. Terkecuali Si paling cantik, Si paling bungsu, Si paling kesayangan Duke Velion. Evelyna Kaylin De Velion.
Si gadis cantik yang sangat di lindungi oleh para singa Velion. Duke Velion, Eylon Shasanas De Velion, dan Eylan Shasanas De Velion.
Tiga orang berwajah tampan, dan berjiwa pemimpin. Tiga orang yang bisa melawan kaisar. Tiga orang yang tidak bisa diperintah oleh siapapun,terkecuali Delia, ibu dan istri mereka.
back to topic
"Saya sudah meyakinkan diri saya. Setelah pertunangan ini dibatalkan, mari bersikap layaknya orang asing dan saya tidak akan mengganggu anda lagi" ujar Evelyna.
"huh, aku tidak yakin dengan ucapan mu" Seringai tipis muncul di bibir tebal putra mahkota.
Evelyna sudah memperkirakan hal ini, maka dari itu, "Silahkan Anda baca kemudian tanda tangani kertas ini" Evelyna menyodorkan selembar kertas.
Duke terkejut melihatnya, baru kemarin putrinya meminta tolong untuk memutuskan pertunangannya. Tapi siang ini, selembar kertas bukti pembatalan pertunangan sudah ada di depan mata.
Putra mahkota membaca kertas tersebut dengan teliti.
...----------------...
^^^ ^^^
Bukti pembatalan pertunangan
Penggugat : Evelyna Kaylin De Velion
Dengan Surat ini Lady Evelyna Kaylin De Velion menyatakan pembatalan pertunangan, dengan syarat (yang di ajukan) :
1. Lady Velion tidak akan mengusik Putra mahkota.
2. Lady Velion tidak akan terikat dengan kerajaan baik dalam politik, ekonomi maupun yang lainnya.
3. Putra mahkota tidak berhak melarang Lady Velion dalam hal apapun selama hal tersebut tidak membahayakan keselamatan dan kekaisaran.
4. Putra mahkota maupun Lady Velion berhak untuk dekat dengan bangsawan maupun orang lain.
Sekian isi surat Bukti pembatalan pertunangan.
(stempel khusus
milik Evelyna)
____________. ______________.
penggugat. yang digugat.
...----------------...
Putra mahkota menyeringai. "Baiklah, tapi kalau suatu saat nanti kaisar maupun orang lain bertanya alasan pembatalan pertunangan ini, akan kujawab kalau kau yang memintanya, dan kau tidak boleh mengelak." ujar Putra mahkota tanpa menatap Evelyna, tangannya bergerak menempel stempel khususnya.
__ADS_1
Evelyna mengangguk dan menerima kertas tersebut lalu menyimpannya. "Tentu yang mulia. Baiklah, mulai hari ini kita tidak memiliki hubungan apapun" Putra mahkota mengangguk dan pamit untuk kembali ke istana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"YES!!" Suara teriakan menggema ke sudut kamar.
"Sekarang aku bebas dari segala permasalahan, dengan ini pula aku terhindar dari 'kematian sang antagonis'." Evelyna melompat kecil saking senangnya.
kriet
"Nona say-" Pelayan terkejut melihat tingkah Evelyna saat ini.
Evelyna yang sedang bahagia, tidak mendengar suara pelayan. Ia terus melompat kecil sambil tersenyum lebar dan bersenandung.
"Pelayan, ada apa?"
"eh, salam kepada Tuan Duke Velion" Duke Velion mengangguk. Matanya beralih menatap siluet putrinya.
Duke menatap sosok putrinya dengan terkejut. "Lyn" panggilannya namun tak dihiraukan oleh Evelyna.
"Lyn"
"Lyn"
"Evelyna" Duke mulai sedikit kesal. Pelayan dan pengawal mengepalkan tangannya erat-erat, berusaha untuk tenang.
" EVELYNA KAYLIN DE VELION" Tidak, Duke tidak berteriak, hanya menekan kata katanya.
"Ha! aku tidak akan membuat hubungan apapun dengan jabingan itu." Duke menyerngitkan dahinya.
"Aku bersumpah tidak akan menikah dengan keturunan kaisar!" kedua tangan Evelyna mengepal dan terangkat ke atas. Duke tersenyum tipis.
"Akhirnyaaa! Aku bebas! BEBASS!" Teriaknya sambil menggoyangkan pantatnya ke kanan-kiri.
"BEB-"
"Ekhem!" Duke berdehem keras.
"eh?A-ayah" Evelyna terkejut setengah mati.
Rona merah menjalar hingga ke telinganya. Apalagi beberapa pelayan serta dua pengawal memperhatikannya dari balik punggung Duke Velion.
Duke Velion sendiri sudah bersedekap dada, jangan lupakan wajah datarnya yang menyembunyikan ekspresi gemas serta tangannya yang ia kepalkan supaya tidak mencubit pipi putrinya yang mulai berisi.
Rasanya Evelyna ingin menenggelamkan tubuhnya ke danau. Evelyna berlari dan melompat ke kasur,lalu membungkus tubuhnya dengan selimut tebal.
Pelayan, Pengawal, Serta Duke tertawa. Di balik selimut, Evelyna semakin menyembunyikan wajahnya di bantal.
Duke mendekati gundukan selimut itu. Karena gaunya besar dan berlapis-lapis,beberapa helai kain keluar dari selimut.
Duke menggelengkan kepalanya. Diusapnya punggung sang putri tercinta. "Keluar Lyn, ayah ingin menunjukkan sesuatu padamu" bujuk Duke.
__ADS_1
Sebenarnya Evelyna penasaran tapi rasa malunya lebih mendominasi.