Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Gerakan Pertama Nanda


__ADS_3

Tidak mudah bagi Nanda melakukan apa yang ingin iya lakukan terlebih yang berkaitan dengan Alvaro dan pak Alexander, bukan karena Nanda ingin semuanya berlarut larut tapi Nanda harus mempersiapkan semuanya.


Tanpa banyak bicara Nanda pun pergi meninggalkan Alvaro yang masih memegang pipinya dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri menggenggam kuat menahan semua emosi yang membuncah di hatinya untuk nanda.


" aku tunggu apa yang bisa kamu lakukan untuk semakin menghancurkan ku lagi " ucap Alvaro semakin menantang Nanda.


" Nanda, apa dia suamimu ?" tanya Yuna saat mengingat wajah laki laki yang iya siksa bersama seorang wanita.


" mantan suami " ucap Nanda tapi masih tetap berjalan menuju ruang kerjanya.


" apa dia masih dengan wanita itu " ucap Yuna pelan tapi masih bisa terdengar jelas di telinga Nanda.


" aku tidak tau dan aku tidak perduli " ucap Nanda yang kini sudah duduk di bangku kerjanya dan kini iya sedang membuka laptop untuk memeriksa file yang baru saja Anton kirimkan mengenai Alvaro dan pak Alexander, tapi tiba tiba saja dahi Nanda mengkerut saat tak sengaja membuka file video yang baru saja masuk ke dalam laptop nya.


" ada apa nan ?" tanya Yuna saat melihat perubahan di wajah Nanda saat melihat laptop nya sendiri.


" lihat lah ternyata Alvaro sudah menyiapkan semuanya untuk membuat saya buruk di mata orang " ucap Nanda yabg langsung di setujui oleh Yuna.


" lalu apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Yuna


"kita lihat nanti " ucap Nanda sambil memainkan jari jemarinya di atas laptop dan tak butuh waktu lama senyum di wajah Nanda pun terukir indah, tentu saja hal itu membuat Yuna curiga tapi Yuna mencoba berpikir positif jika Nanda tidak akan melakukan hal bodoh yang akan menyakiti dirinya sendiri.


Jika di kantor Nanda sudah menyusun rencana untuk membalas alvaro, lain halnya dengan Bu Natasha yang semakin merasa sakit hati dan kecewa dengan sikap yang di tunjukan suaminya sesaat ini.


" kenapa papa sekarang sangat berubah " ucap Bu Natasha sambil melihat pak Alexander yang sudah tidak iya kenali lagi.


" ini lah wajah papa yang asli " ucap pak Alex sambil memainkan jari jemarinya di laptop tapi seketika wajahnya berubah saat melihat sesuatu yang sedang tranding di berbagai media sosial.


Brakkk


Pak Alexander menghancurkan semua yang ada di hadapannya dan hal itu membuat Bu Natasha semakin takut pada suami yang ada di hadapannya.

__ADS_1


" AWAS KAU NANDA " ucap pak Alexander yang langsung mencari beberapa surat berharga dan tak lama dirinya juga membuka brankas untuk mengambil semua uang tunai yang iya miliki.


" pah, kamu mau kemana ?" tanya Bu Natasha karena merasa jika suaminya akan pergi meninggalkan nya.


" aku harus pergi sebelum polisi sampai ke rumah ini " ucap pak Alexander sambil mendorong Bu Natasha yang beruntung terjatuh di atas sofa.


Bu Natasha yang tak mengerti pun langsung berjalan ke arah meja kerja suaminya untuk melihat apa yang baru saja pak Alexander lihat dan ternyata di sana sedang di siarkan apa yang di lakukan suaminya yang sedang menyuap polisi dengan segepok uang dan masih dalam video yang sama pun di tampilkan bagaimana pak Alexander mengakui semuanya pada dirinya kemarin malam.


" papa harus pergi " ucap pak Alexander yang dini sudah di ambang pintu ruang kerjanya.


" lalu mommy harus bagaimana " tanya Bu Natasha yang kini sudah mulai panik kemana dirinya harus melarikan diri.


Ting tong


Pintu rumah pak Alexander pun di ketuk dengan sangat tidak sabar dan hal itu membuat Bu Natasha semakin panik di buatnya, dalam kepanikan clarisa dengan polosnya membuka pintu rumah Alvaro dan ternyata di depan mereka ada dua orang polisi berpakaian lengkap menanyakan keberadaan suaminya.


" selamat siang ? Apa benar ini rumah bapak Alexander ? " tanya salah satu polisi yang ada di hadapan Clarisa


" benar.. " Ucap Clarisa dengan suara bergetar.


Terdengar sesuatu yang jatuh di samping rumah nya yang tentu saja memancing kecurigaan salah satu polisi yang dengan sigap berjalan menuju samping rumah pak Alexander.


" jangan lari " ucap salah satu polisi saat melihat seseorang yang sedang berusaha melarikan diri dari sini.


Tapi orang tersebut terus lari yang ternyata orang tersebut adalah pak Alexander yang berusaha kabur dari kejaran polisi yang datang ke rumahnya.


" BERHENTI ATAU KAMI TEMBAK " ucap polisi yang kini sudah mengarahkan senjata ke arah pak Alexander yang masih mencoba lari, tapi pak Alexander seolah menantang polisi dengan terus berlari keluar dari rumah besarnya.


Dorrrr...


" arrgghhh " Bu Natasha spontan menutup kedua telinganya saat mendengar suara tembakan yang mengenai kaki pak Alexander, sedangkan Bu Natasha melihat itu semua dari pintu samping rumah nya.

__ADS_1


Dengan kaki yang sudah berlumuran darah pak Alexander masih terus berlari sedangkan polisi yang sudah berhasil menembak pak Alexander kini sudah mengejar pak Alexander yang hanya berjarak beberapa meter darinya.


" angkat tangan ?" ucap polisi tersebut sambil menodongkan senjatanya ke arah kepala belakang pak Alexander.


" jangan, jangan tembak suami saya " ucap Bu Natasha yang begitu sangat mencintai suaminya meski sudah di khianati dan di sakiti oleh pak Alexander.


Pak Alexander pun menyerah dan membiarkan polisi membawa nya karena kini kakinya sudah tidak bisa di gerakan lagi dengan darah yang mengalir dengan sangat deras.


" kami akan membawa pak Alexander ke kantor polisi dan jika ingin mengetahui lebih lanjut silahkan datang ke kantor polisi " jelas polisi yang tadi menyapa Clarisa saat membuka pintu.


Bu Natasha pun terduduk di teras rumah melihat kepergian suaminya yang di giring ke mobil polisi dengan kaki tertembak.


" Al... Alvaro harus tau apa yang terjadi pada papanya " ucap Bu Natasha dan Clarisa secara bersamaan, Bu Clarisa pun kini sudah masuk ke dalam rumah untuk mengambil handphone nya dan langsung menghubungi Alvaro berharap Alvaro bisa melakukan sesuatu untuk bisa membantu membebaskan pak Alexander dari kantor polisi.


" halo Al, kamu dimana ?" ucap Bu Natasha yang sudah tak bisa menahan tangisnya.


" Al, sedang di luar mom "


" mommy kenapa nangis ? apa papa melakukan sesuatu lagi !" tanya Alvaro yang langsung menuduh pak Alexander yang sudah membuat Bu Natasha menangis.


" papa di tangkap polisi dan kaki kiri papa tertembak saat mencoba melarikan diri " ucap Bu Natasha meski di iringi tangis yang tak bisa terbendung lagi.


" di tangkap polisi ? Bagaimana bisa ? Memang apa yang sudah papa lakukan hingga polisi menangkapnya ?" tanya Alvaro.


" mommy tidak bisa menjelaskan di telpon, sebaiknya kita bertemu di kantor polisi sekarang " ucap Bu Natasha yang tak ingin membuang waktu untuk segera memberikan pertolongan pada suaminya.


" apa ini ada hubungannya dengan Nanda ?"


✍️✍️✍️ papanya yang salah tapi nya nuduh Nanda terus ??😤😤 apa Alvaro bisa membebaskan pak Alexander ? Ataukah mereka akan meminta Nanda mencabut semua tuntutannya pada pak Alexander ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2