
Yuna kini sedang berada di dalam kamarnya setelah tadi selesai berbincang dengan nanda dimana terakhir Nanda menanyakan kesiapan Yuna untuk mau bertemu dengan Bu Diandra tapi Yuna memilih bungkam tanpa menjawab apa yang di tanyakan Nanda padanya.
" jujur Yuna kangen sama bunda tapi Yuna takut jika bunda lebih percaya pada laki laki itu dari pada Yuna saat Yuna menceritakan semuanya " ucap Yuna pada diri nya sendiri.
Sedangkan di dalam kamar Nanda sedang mendapat telepon dari Wildan seperti malam malam sebelum nya.
" sayang, kenapa kamu belum tidur ?" tanya Wildan basa basi padahal Wildan sangat bersyukur saat menelepon Nanda ternyata Nanda masih terbangun dan mau mengangkat sambungan telepon nya.
" tadi Yuna menceritakan semuanya dan sekarang Yuna sudah jauh lebih baik dan semoga Yuna bisa yakin untuk bisa membuka hati untuk mas Al yang sudah melamarnya kemarin " ucap Nanda yang malah membuat Wildan terduduk dari tidurnya saat mendengar jika Alvaro begitu cepat bergerak.
" jangan bilang jika Alvaro dan Yuna akan menikah lebih dulu dari kita ?" tanya Wildan yang terdengar tak suka jika dirinya di langkahi oleh alvaro yang bahkan mau dua kali menikah.
" kak, memang kenapa jika mas al dan Yuna menikah duluan dari kita ?" tanya Nanda yang sebenarnya ingin tertawa mendengar ketidakrelaan Wildan di langkahi oleh Alvaro dan Yuna.
" bahkan kak Anton sama dokter Rekha saja sudah siap menikah " ucap Nanda sengaja menyiram bensin di hati Wildan.
" NGGA POKOKNYA NGGA BOLEH "
" MEREKA BARU BOLEH MENIKAH SETELAH KITA MENIKAH TITIK " Ucap Wildan yang tak rela di tinggal nikah sama orang orang yang setia padanya selama ini.
" hahaha... " Nanda yang sudah tak kuasa menahan tawanya akhirnya tertawa dan itu terdengar di telinga Wildan yang baru menyadari jika Nanda sedang mengerjainya saat ini.
" kamu pasti bohong kan ? Yuna dan Anton akan menunggu kita menikah dulu kan baru mereka menikah ?" tanya Wildan yang ingin sekali datang ke apartemen Nanda dan memastikan semuanya.
" sudah ah Nanda mau tidur dulu, selamat malam" ucap nanda yang langsung menutup sambungan telepon nya tanpa menjawab pertanyaan Wildan tadi.
Wildan pun hanya bisa merebahkan tubuhnya setelah Nanda tak menjawab pertanyaan nya dan malah memutuskan sambungan telepon nya.
" aku yakin Anton dan Yuna tak akan tega meninggalkan ku melajang sendiri " ucap Wildan Meyakinkan dirinya.
__ADS_1
" dan jika perlu aku akan membiayai pernikahan mereka jika mereka mau menikah setelah aku menikah "
" ya besok akan ku bicarakan pada Yuna dan Anton " ucap Wildan yang kini sudah menyimpan handphone nya dan mulai memejamkan matanya.
Meski dalam kegelisahan Wildan akhirnya bisa memejamkan matanya setelah bisa meyakinkan hatinya jika Anton dan Yuna tidak akan Setega itu meninggalkan dirinya melajang sendiri meski hanya menunggu dua bulan lagi.
Tapi lain dengan pak Damian yang semakin tersiksa akibat efek dari obat yang di paksa masuk oleh mincy, keringat mengucur deras dari sekujur tubuhnya dengan dada yang terasa sangat panas tapi pak Damian tak bisa berbuat apa apa karena tangannya masih di biarkan terikat oleh mincy.
" bagaimana ? apa kamu menikmati apa yang sedang kamu alami ?" tanya mincy sengaja mengecek pak Damian apakah masih baik baik saja atau malah tak kuat menahan efek dari obat yang iya berikan meski sebenarnya obat itu masih sangat aman meski tidak mendapat penyaluran.
" tolong lepaskan aku " ucap pak Damian memohon.
" lebih baik aku mendekam dalam penjara dari pada di siksa seperti ini " ucap pak Damian yang tak bisa membayangkan hari hari berikutnya karena di hari pertama saja Anton sudah begitu tega padanya
" penjara terlalu baik untuk mu yang sudah merusak kehidupan seorang gadis hingga terpisah dari orang tuanya yang bahkan tinggal satu satunya yang iya punya " ucap mincy saat mendengar cerita apa yang sudah pak Damian lakukan pada Yuna.
" tapi gadis itu masih suci, bahkan aku belum sempat menyentuhnya karena dia terlanjur kabur setelah berhasil menendang Toya sakti milikku " ucap pak Damian berharap penjelasan nya bisa meringankan hukuman yang Anton dan mincy berikan.
" apa kamu pikir hukuman seperti ini bisa menghapus dosa yang sudah kamu lakukan pada gadis itu dan juga ibunya ?" tanya mincy yang sudah tak lagi bergaya gemulai di hadapan pak Damian.
" jadi nikmati saja apa yang sudah kamu tanam selama dua belas tahun ini dan anggap saja kamu sedang menuai apa yang dulu kamu tanam" ucap mincy yang memilih keluar dari kamar pak Damian.
" jika seperti itu, tolong lepaskan tanganku karena aku butuh pelepasan "
" aku tidak ingin mati hanya karena obat konyol ini " ucap pak Damian yang pernah mendengar efek dari obat perang sang yang bisa menyebabkan kematian.
" maaf tapi aku tidak sebaik itu untuk mau membantu anda saat ini " ucap mincy sambil menutup pintu kamar pak Damian.
" HEIIII LEPASKAN AKU " teriak pak Damian yang kembali merasakan panas di tubuhnya.
__ADS_1
" arrrggggghhhh akan ku balas kalian semua " ucap pak damian yang sudah benar benar kesal karena mincy Tak mengindahkan ucapannya
Pagi pun mulai menyapa seluruh yang ada di bumi, tak terkecuali dengan Wildan yang tak sabar menunggu pagi karena ingin segera bertemu dengan Anton untuk bernegosiasi agar mau menikah setelah dirinya.
" pagi sayang " sapa Bu Restu yang sudah siap di meja makan bersama suaminya.
" pagi Bun, maaf Wildan ngga sarapan ada yang harus Wildan urus dan ini berhubungan dengan masa depan Wildan " ucap Wildan sambil mencium singkat pipi ibunya yang hanya bisa menatap putranya yang terlihat sangat sibuk pagi pagi sekali.
" apa ini ada hubungannya dengan Nanda ?" tanya Bu restu sambil menahan tangan Wildan sebelum meninggalkan dirinya dan suaminya.
" ya, dan jika Wildan bisa Wildan ingin bisa menikahi Nanda secepatnya sebelum Anton dan Yuna menikah nanti " ucap Wildan yang malah membuat Bu restu salah paham.
" tunggu, maksud kamu Anton akan enikah dengan Yuna ? bukan kah Anton berpacaran dengan seorang dokter ?" tanya Bu restu yang belum melepaskan tangan anaknya.
" bukan bunda.... "
" nanti Wildan jelaskan tapi untuk saat ini biarkan Wildan pergi dulu ya sebelum apa yang Wildan takutkan sejak semalam benar benar terjadi " ucap Wildan yang sudah melepaskan tangan ibunya.
" biarkan Wildan pergi Bun "
" toh bagaimana pun Wildan berusaha, Wildan masih harus menunggu dua bulan lagi "
" yah bukannya menyemangati malah meledek seperti itu " ucap Wildan sambil pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang akhirnya mendapat hiburan di pagi hari.
✍️✍️✍️ apa yang akan Anton dan Yuna lakukan saat mendapatkan tawaran yang akan di berikan Wildan jika mereka menikah setelah dirinya ?
dan apa reaksi Yuna saat kembali bertemu dengan Bu Diandra lagi setelah kejadian kemarin ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘