
Seperti janjinya pada Bu Diandra yang akan kembali menghubunginya saat Anton dan yang lainnya sudah sampai di apartemen Nanda sebagai tetap mereka berkumpul mendiskusikan berbagai hal tapi lebih kepada pekerjaan mereka.
" selamat sore Bu Diandra " sapa Anton saat sambungan telepon nya sudah di angkat oleh Bu Diandra.
" sore pak Anton, bagaimana kapan kita bisa bertemu untuk membicarakan masalah kasus yang menimpa suami saya " ucap Bu Diandra yang tak ingin membuang banyak waktu baik untuk dirinya maupun untuk Anton.
" besok pagi jam sepuluh di kantor Wijaya grup, apa ibu bisa datang ?" tanya Anton seperti apa yang di sarankan Wildan dan juga Nanda.
" baiklah saya pasti datang " uap Bu Diandra yang menyambut baik sikap Anton yang mau memberi waktu untuknya.
" baik jika begitu saya tutup dulu " ucap Anton yang langsung menutup sambungan teleponnya setelah mendapat jawaban dari Bu Diandra.
" bagaimana apa Bu diandra mau ?" tanya Wildan yang saat ini sedang menyeruput kopi buatan Nanda.
" mau dan seperti rencana kita jika kita tidak akan pernah membiarkan pak Damian lolos begitu saja dari apa yang sudah iya lakukan " ucap Anton.
" baiklah " ucap Wildan yang tau jika Anton hanya ingin membuat Rekha merasa aman jika hal seperti kemarin tidak akan pernah terjadi lagi.
Sama halnya dengan Alvaro, Bu Natasha dan juga Yuna dimana mereka juga baru saja sampai di rumah mereka setelah selesai proses pemakaman pak Alexander.
" mom, ada yang ingin Alvaro sampaikan " ucap Alvaro yang tak ingin membuang waktu untuk mendapat restu dari ibunya untuk bisa menikahi Yuna yang sudah sangat jelas terbukti jika Yuna memang perduli pada ibu nya dan juga dirinya.
" apa ? Apa itu sangat penting ?" tanya Bu Natasha yang sebenarnya ingin sekali mengistirahatkan tubuh dan hatinya yang sungguh sungguh lelah.
" ngga terlalu penting mom, lebih baik mommy istirahat saja " ajak Yuna sambil memapah Bu Natasha ke kamarnya karena Yuna tau apa yang akan Alvaro bicarakan sama ibunya.
Setelah Yuna kembali setelah mengantarkan mommynya untuk beristirahat Alvaro pun mengajak Yuna untuk duduk karena merasa heran kenapa Yuna menghentikan dirinya tadi.
" Al, saat ini bukan saat yang pas untuk membiarkan tentang kita sama mommy karena yang mommy butuhkan saat ini hanya ketenangan hati dan pikirannya bukan malah di Bebani dengan masa laluku yang buruk " ucap Yuna yang tau apa yang akan alva5o bicarakan pada ibunya tadi.
" lebih baik kita membiasakan diri sambil mencocokan diri sebelum kita benar benar melangkah ke arah yang lebih serius " ucap Yuna yang tak ingin terlalu tergesa gesa dalam menjalin hubungan.
__ADS_1
" sampai kapan ? Setidaknya beri aku kejelasan sampai kapan kita menutupi kedekatan kita dari mommy ?" tanya Alvaro yang sebenarnya kurang setuju dengan apa yang di inginkan Yuna.
" sampai Nanda dan pak Wildan menikah setelah itu kita akan memberitahu pada semuanya jika kita memang memiliki hubungan " ucap Yuna.
" memang kapan Nanda akan menikah dengan Wildan ? " tanya Alvaro karena setaunya nanda hanya bisa menikah setelah masa Iddah nya selesai dan itu masih dua bulan lebih lagi.
" kita lihat saja, mungkin sebentar lagi " ucap Yuna yang sebenarnya tak tau pasti kapan Nanda dan Yuna akan menikah.
" ya sudah aku pulang dulu, tidak baik terlalu sering berada di sini " ucap Yuna yang masih memikirkan pandangan orang lain terhadap dirinya dan juga Alvaro dan keluarga nya.
" aku antar ?" tanya Alvaro tapi Yuna langsung menggeleng karena yang harus alvaro prioritas kan kali ini adalah ibunya bukan dirinya.
" tidak perlu aku bisa pulang sendiri, kamu jaga mommy saja " ucap Yuna.
Akhirnya Alvaro pun mengalah dan hanya mengantar Yuna sampai ke depan rumahnya karena hari juga sudah mulai malam.
Bu Diandra yang menunggu pagi akhirnya merasa lega karena kini waktu untuk bertemu dengan Anton pun tiba, dan Bu Diandra baru saja sampai di depan lobi kantor Wildan meski waktu sudah menunjukan pukul setengah sepuluh pagi lebih cepat dari waktu yang di tentukan Anton kemarin.
" selamat pagi, saya sudah membuat janji dengan pak Anton hari ini jam sepuluh pagi "
" kebetulan pak Anton hari saja sampai, saya akan memberitahu pak Anton dulu " ucap resepsionis yang sedang bertugas dan Bu Diandra hanya bisa memaklumi karena memang semua memiliki aturan masing masing.
" silahkan Bu, pak Anton sudah menunggu di ruangannya " ucap resepsionis tadi sambil menunjukan arah ruangan Anton yang terletak di samping ruangan Wildan.
" terima kasih " jawab Bu Diandra singkat yang langsung mengarah ke ruangan Anton karena ingin segera menyelesaikan semua masalahnya dengan pak Damian yang sudah iya biarkan berlarut larut hingga akhirnya iya kehilangan putri kecilnya yang sudah pergi dari rumah lebih dari tiga belas tahun.
Hingga akhirnya Bu Diandra sudah sampai di depan ruangan Anton karena memang sudah tertera jelas nama Anton di depan pintu ruanganya.
tok tok tok
" masuk " ucap Anton dari dalam karena sudah bisa menebak jika yang mengetuk ruangannya adalah Bu Diandra.
__ADS_1
" selamat pagi pak Anton " sapa Bu Diandra yang mengira awalnya jika Anton itu usianya lebih tua darinya tapi nyatanya Anton yang ada di hadapannya usianya jauh lebih muda darinya.
" silahkan duduk Bu Diandra " ucap Anton saat Bu Diandra yang malah mematung di depan pintu ruangan Anton.
" ah iya maaf " ucap Bu Diandra yang tersadar dari lamunannya.
" ibu Diandra ?" tanya Anton memastikan.
" iya saya Diandra istri dari pak Damian " ucap Bu Diandra yang sudah mendudukan diri di depan Anton.
" ada yang bisa saya bantu ?" tanya Anton masih terlihat santai.
" saya hanya ingin menanyakan masalah sebenarnya yang terjadi antara anda denga suami saya hingga akhirnya anda menjebloskan suami saya ke dalam penjara " ucap Bu Diandra.
" awalnya saya hanya tak sengaja memfoto saat pak Damian sedang berselingkuh dengan Camelia untuk saya serahkan ke kolega saja jika wanita yang iya cintai berselingkuh di belakangnya " ucap Anton apa adanya.
" tapi mungkin karena hasutan camelia membuat pak Damian malah menyekap saya dan calon istri saya dan tentu saja sambil menyiksa saya di sana" ucap Anton sambil mengingat kejadian malam itu yang membuat Rekha ketakutan.
" tapi beruntung saya memiliki teman sekaligus atasan yang sangat peka hingga tak butuh waktu lama akhirnya dia berhasil menemukan saya Meksi tidak mudah bagi kami bebas dari anak buah pak Damian yang lumayan banyak yang akhirnya ikut di tangkap polisi saat penyergapanalam itu " ucap Anton.
" jadi jika kedatangan anda ingin meminta saya untuk membebaskan suami anda maaf saya tidak bisa dan saya akan tetap pada keputusan saya yang akan tetap menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan semuanya " ucap Anton yang tak memberikan kesempatan pada Bu Diandra untuk bernegosiasi dengan dirinya.
" baiklah, saya rasa saya tau apa yang harus saya putuskan untuk saya dan untuk rumah tangga saya dan terima kasih atas waktunya " ucap Bu Diandra tanpa ingin menjelaskan apapun pada Anton.
" tunggu, apa ibu dulu pernah memiliki seorang anak perempuan yang kabur dari rumah sekitar tiga belas atau dua belas tahun lalu ?"
" dari mana anda tau ? Tunggu apa mungkin kamu tau dimana putri saya saat ini ?"
✍️✍️✍️ apa mungkin Bu Diandra adalah ibu dari Yuna ? Dan apa Yuna benar benar di ruda paksa pak Damian atau hanya hampir di ruda paksa oleh pak Damian ?🤔🤔 Dan bagaimana cerita sebenarnya tentang Yuna yang pergi meninggalkan rumah orang tuanya dulu ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘