
Bu Diandra terdiam saat mendengar apa yang di sampaikan Anton padanya, bukan karena Bu Diandra sudah melupakan putrinya yang hilang tapi Bu Diandra heran dari mana Anton tau tentang kejadian yang sudah terjadi sangat lama bahkan dirinya sendiri tidak bisa menemukan putri kecilnya.
" apa anda tau dimana Jelita berada ?" tanya Bu Diandra yang masih dalam posisi berdiri membelakangi pintu ruangan Anton.
" entah lah, tapi mungkin saya bisa membantu anda, asal anda menceritakan yang sebenarnya terjadi sebelum kepergian putri anda dulu " ucap Anton yang tak ingin membuka luka lama Yuna yang sengaja Yuna tutup rapat dari dirinya dan juga Wildan selama ini.
" apa ada jaminan jika setelah saya menceritakan semuanya anda akan membantu saya menemukan putri kecil saya yang mungkin saja sudah berusia dua puluh empat tahun " ucap Bu Diandra yang tak beranjak dari duduknya.
" setidaknya beban yang selama ini anda simpan bisa membuat anda sedikit merasa lega dan bonusnya mungkin anda akan bertemu kembali dengan putri anda " ucap Anton yang tak ingin memberikan harapan yang iya sendiri tak bisa janjikan.
" baiklah " ucap Bu Diandra yang memilih kembali duduk di depan Anton tempat yang tadi dirinya tempati sebelum berpamitan pergi.
" ton, apa sudah selesai ?" tanya Wildan yang tiba tiba saja masuk ke dalam ruangan Anton tanpa mengetuk pintu ruangan Anton lebih dahulu.
" oh, maaf aku pikir kamu sudah selesai " ucap Wildan yang heran saat melihat Bu Diandra yang masih berada di ruangan Anton.
" sebentar Bu ada yang harus saya bicarakan dengan atasan saya " ucap Anton yang langsung berjalan menghampiri Wildan dan langsung menarik Wildan keluar dari ruangan nya meninggalkan Bu Diandra di dalam sana.
" aku pikir istri pak Damian sudah pulang ?" tanya Wildan saat sudah masuk kedalam ruangannya di ikuti Anton di belakang nya.
" aku tak sengaja memancingnya tentang kejadian dua belas tahun lalu saat kita menemukan Yuna " ucap Anton apa adanya.
" maksud kamu Bu Diandra ada kemungkinan ibu dari Yuna ?" tanya Wildan yang tak percaya jika dunia begitu sempit hanya saja kita tidak menyadarinya.
" untuk sementara ya, karena aku pun masih ragu jika Bu Diandra adalah ibu kandung Yuna " ucap Anton.
" dan jika itu benar maka laki laki bia dab yang membuat Yuna jadi seperti itu adalah pak damian ?" tanya Wildan yang langsung terbawa rasa marahnya karena Wildan sangat mengingat jelas bagaimana dirinya menemukan Yuna saat itu.
" aku harap bukan tapi jika memang benar akan ku buat laki laki bia dab itu menyesal seumur hidup " ucap Anton.
__ADS_1
" aku kembali dulu,nanti jika sudah jelas akan ku beritahu hasilnya " ucap Anton yang tak ingin menunda lebih lama lagi untuk bisa mengetahui yang sebenarnya.
" ya, dan semoga saja apa yang kita pikirkan bukan hal yang sebenarnya " ucap Wildan.
" hemmm " ucap Anton singkat dan langsung keluar dari ruangan Wildan.
Anton pun langsung masuk ke dalam ruangan nya dimana Bu Diandra masih dengan sabar menunggu dirinya, dan setelah Anton duduk di hadapan nya,Bu Diandra pun langsung membuka pembicaraan nya tentang putri kecilnya yang hilang.
" dia bernama jelita yunanda " ucap Bu Diandra saat mengingat nama Putri kecilnya yang saat ini entah ada dimana.
" Lita adalah anak yang sangat ceria dan juga sopan, tapi semenjak kepergian ayahnya membuat lita berubah menjadi pendiam dan lebih dingin "
" dan karena itu membuat saya berpikir dengan hadirnya ayah sambung bisa membuat lita dan saya semakin bahagia " ucap Bu Diandra.
" tunggu ? Pernikahan kedua ? "
" maaf maksud ibu suami pertama anda masih ada ? Cerai hidup atau sudah meninggal ?" tanya Anton yang hanya tau jika pak Damian adalah suami dari Bu Diandra.
Flashback dua belas tahun lalu tepatnya beberapa bulan sebelum kepergian lita anak dari Bu Diandra hilang saat itu.
" sayang kenalkan ini om Damian yang nanti akan menjadi ayah sambung kamu setelah bunda nanti menikah dengan nya " ucap Bu Diandra memperkenalkan pak Damian pada putrinya yang saat ini sedang makan malam seorang diri karena Bu Diandra sering berada di luar dengan kegiatan sosialnya.
Lita atau lebih tepatnya Yuna saat itu hanya menatap sekilas ke arah pak damian yang saat ini sedang merangkul pinggang ibunya.
" dan kamu tau sayang jika besok lusa Bunda dan om damian akan menikah dan Bunda harap kamu akan setuju dengan keputusan yang Bunda ambil" ucap Bu Diandra yang seperti sedang tergila gila dengan pak Damian.
Dan seolah tak perduli dengan pendapat Yuna, Bu Diandra yang saat itu sedang di mabuk cinta dan perhatian dari pak Damian akhirnya menikah dan usia pernikahan mereka sudah masuk bulan ke dua, tapi jarak di antara pak Damian dan Yuna masih tetap berjarak.
" sayang, Bunda ada penyuluhan pagi di kota c dan karena itu nanti malam bunda ngga pulang, kamu sama papa Damian ya " ucap Bu Diandra yang ingin mendekatkan putrinya dengan suaminya yang baru.
__ADS_1
" bunda tenang saja Yuna pasti aman sama papa" ucap pak Damian dengan senyum yang terlihat sangat misterius.
" kenapa bunda ngga berangkat dari sini pagi pagi saja ?" tanya Yuna yang kurang nyaman bila di dekat pak Damian.
" ngga bisa sayang, penyuluhan ini sangat penting untuk karir bunda dan bunda harap kamu mengerti ya " ucap Bu Diandra sambil mencium kening Yuna yang tak pernah iya bayangkan jika itu adalah pertemuan dan kecupan terakhir darinya untuk putrinya.
Yuna dan pak Damian pun mengantar kepergian Bu Diandra setelah makan malam mereka, sedangkan Yuna hanya berharap jika dirinya akan baik baik saja selama ibunya tidak ada di sampingnya, meski di rumah ada pembantu yang menemani tapi tetap saja tak membuat Yuna merasa tenang tinggal satu tempat dengan laki laki yang baru beberapa bulan iya kenal.
" sudah malam ayo tidur " ajak pak Damian agar Yuna masuk ke dalam rumah yang kini terasa sangat sepi karena bibi yang bekerja di rumah Yuna mungkin sedang membereskan dapur sisa makan malam tadi.
" ya " ucap Yuna yang langsung berjalan lebih dulu menuju kamar nya di ikuti pak Damian yang juga berjalan ke arah yang sama yang entah hendak pergi kemana karena jika menuju Kamarnya maka kamar pak Damian dan Bu Diandra berada di lantai satu sedangkan Yuna ada di lantai dua.
" pa..papa mau kemana ?" tanya Yuna dengan jantung yang mulai berdetak sangat kencang saat melihat tatapan pak Damian yang terlihat jelas sangat berbeda dari biasanya.
" papa hanya ingin memastikan jika kamu tidur dengan nyenyak dan kamu tenang saja papa tidak akan macam macam karena kamu sudah seperti anak papa " ucap pak Damian yang terus mendekat ke arah Yuna yang saat ini sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
" terima kasih, selamat malam " ucap Yuna yang langsung masuk menuju kamarnya dan langsung menutup pintu kamarnya dengan sangat cepat, tapi kecepatan yang di lakukan Yuna ternyata masih kalah cepat dari pak Damian.
" kenapa kamu terlihat takut ? Apa saya begitu menyeramkan ? saya tau kamu merindukan sosok seorang ayah dan saya akan .."
" KELUAR.....
✍️✍️✍️ apa yang akan terjadi pada Yuna ? Apa Yuna benar benar di ruda paksa atau Yuna berhasil selamat sebelum di sentuh oleh laki laki yang mengaku ayah sambung untuknya ??😤😤😤
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1
Z