Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Ini....


__ADS_3

Nanda dan Wildan baru saja turun menuju meja makan saat jam menunjukan pukul delapan pagi, dimana kini Bu Restu sedang bersiap untuk membeli apa saja yang akan mereka bawa untuk datang menemui kedua orang tua Rekha.


" pagi mih " sapa Wildan dan Nanda secara bersama saat melihat Bu restu yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.


" pagi sayang, cepat sarapan setelah itu mami mau ajak Nanda pergi " ucap Bu Restu tanpa meminta pendapat Wildan jika akan membawa Nanda pagi ini.


" kemana mih ?" tanya Wildan yang sebenarnya ingin sekali melarang tapi Nanda langsung menyiku perutnya seolah melarang Wildan melanjutkan perkataannya.


" sebentar ya mih, Nanda sarapan dulu " ucap Nanda yang langsung mengajak Wildan sarapan dan juga agar ibu mertuanya tidak menunggunya terlalu lama.


" tapi sayang, hubby masih ingin sama kamu " ucap Wildan yang langsung menggandeng tangan Nanda yang tentu saja membuat Bu Restu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya sendiri.


" by, jangan seperti ini "


" mami nungguin kita " ucap Nanda yang malu pada Bu Restu akibat tingkah yang Wildan lakukan.


" baiklah jika seperti itu hubby mau ikut kemana pun kamu mau pergi " ucap Wildan yang juga memutuskan sepihak tanpa bertanya pada Bu Restu apalagi Nanda.


" sudah nan, biarkan saja Wildan mau melakukan apapun "


" sebaiknya kamu sarapan aja ya, kamu pasti lelah kan mengurus apa 6abg di inginkan bujang lapuk itu kan " ucap Bu Restu yang langsung mendapat lirikan tajam dari putranya sendiri yang tak terima di katakan bujangan lapuk oleh ibu ya sendiri.


" by, ayo sarapan " ajak Nanda yang baru melihat tingkah Wildan yang malah berbanding terbalik saat mereka masih belum menikah.


Wildan dan Nanda pun kini sudah mulai sarapan setelah Nanda bersusah payah menghentikan tingkah Wildan yang mendadak ke kanak kanakkan.


" anak mu tuh pih " bisik Bu Restu pada suaminya yang juga sedang memperhatikan apa yang di lakukan Wildan pada Nanda mulai dari turun dari tangga hingga saat ini.


" iya, dan papi bangga dengan apa yang papai lihat "


" ingat pepatah buah tak akan jauh jatuh dari pohonnya dan itu sudah Wildan buktikan dengan menirukan apa yang papi lakukan di awal awal kita menikah dulu" uca0 pak Wijaya yang tak ingin mengingkari jika Wildan memang sama seperti dirinya dulu.

__ADS_1


" ya, saking sama nya apa yang akan Wildan lakukan juga papi lakukan dulu saat awal kita menikah " ucap Bu Restu yang malah membuat pak Wijaya bingung dengan apa yang di maksud oleh istrinya.


" apa ?" tanya pak Wijaya sambil terus memperhatikan Wildan dan Nanda.


" memasang peredam di kamar kita dulu "


" karena pemikiran papa dan Wildan sama, sama sama ingin istri istri kita bisa mengekspresikan apa yang mereka rasakan saat melakukan hal itu" ucap pak Wijaya.


" toh mami juga setuju kan papi memasang peredam di kamar kita " ucap pak Wijaya yang erhasil membuat pipi Bu Restu bersemu merah.


" mih, memang kalian mau kemana ?" tanya Wildan yang baru saja selesai sarapan bersama Nanda sedangkan Nanda saat ini sedang membereskan bekas sarapan dirinya dan wildan meski Wildan sempat melarangnya tapi Nanda tidak ingin terlalu merepotkan asisten rumah tangga Wildan selama mereka bisa melakukan hal ringan seperti ini.


" Anton meminta Nami dan papi menemani nya melamar dokter Rekha secara resmi " jawab pak Wijaya.


" jadi mami dan nanda akan membeli beberapa di perhiasan sebagai buah tangan untuk Rekha nanti dan mungkin Nanda bisa membantu memilih model yang mungkin di sukai dokter Rekha nanti " ucap Bu Restu menjelaskan.


" dasar asisten tidak punya akhlak bukannya minta tolong sama Wildan malah minta tolong sama mami papi " ucap Wildan yang tak terima Anton tidak memberi kabar padanya dan malah lebih memilih memberitahu pada kedua orang tuanya.


" kak Anton sudah benar dengan meminta mami dan papi untuk membantunya melamar dokter Rekha " ucap Nanda yang sedikit banyak tau jika kedua orang tua dokter Rekha memiliki prinsip yang lumayan kolot dengan calon menantu nya nanti.


" karena yang kak Anton hadapi orang tua yang ingin anak gadisnya mendapatkan pasangan yang bisa menjaga dan menyayangi putri nya lebih dari mereka selama ini " ucap Nanda seperti apa yang di katakan dokter Rekha waktu di apartemen Nanda dulu.


" maksud kamu apa sayang ?" tanya Bu Restu yang belum terlalu jelas mendengar apa yang di katakan Nanda tadi.


" orang tua dokter Rekha memiliki target yang cukup tinggi untuk calon mertuanya nanti " ucap Nanda.


" tapi Nanda yakin jika yang mereka maksud bukan tentang harta tapi tentang bagaimana kak Anton bisa memperlakukan dokter Rekha apa bisa lebih dari mereka " ucap Nanda.


" Nanda benar mih, Anton juga berpikir seperti itu" ucap Anton yangbaru saja masuk saat Nanda menjelaskan apa yang kedua orang tua Rekha inginkan.


" terus apa yang harus kita lakukan ?" tanya Bu Restu yang malah bingung apa yang harus dirinya siapkan untuk bertemu dengan kedua orang tua dokter Rekha.

__ADS_1


" ini " ucap Anton sambil menyerahkan cincin peninggalan orang tuanya yang selama ini iya simpan bahkan tak pernah Anton ceritakan pada siapapun termasuk Wildan.


Bu Restu dan pak Wijaya pun melihat apa yang Anton sodorkan untuk Rekha calon istri Anton dan setelah melihat itu semua yang ada di sana pun setuju dengan apa yang akan Anton berikan untuk dokter Rekha nanti.


" ya sudah kita kesana sekarang, lebih cepat lebih baik " ajak pak Wijaya yang ingin tau siapa orang tua dokter Rekha.


" tapi pih, masa kita tidak membawa apapun ke sana " tanya Bu restu yang kurang setuju jika mereka datang tanpa buah tangan.


" mami benar pih, setidaknya ada yang harus kita bawa meski Nanda yakin jika mereka bisa memberikan emua yang mereka inginkan " ucap Nanda.


" Nanda punya beberapa perhiasan yang seperti nya cocok dengan tipe dokter Rekha " ucap Nanda.


" jangan nan, Kaka ingin apa yang akan kita berikan untuk dokter Rekha berasal dari yang yang kakak miliki " ucap Anton yang tentu saja membuat yang ada di sana tersenyum bangga pada apa yang Anton pikirkan.


" ya sudah ayo kita berangkat karena papi sudah tau apa yang akan kita berikan untuk mereka " ucap pak Wijaya yang memang sudah rapih.


" baiklah ayo " ucap semuanya yang ada di sana.


Jujur jantung Anton berdebar hebat saat mereka menuju rumah Rekha dimana kedua orang tuanya tinggal bahkan Anton yakin jika Rekha saat ini sudah ada di rumah sakit untuk bekerja.


" kakak harus yakin jika kakak memang yang terbaik untuk dokter Rekha agar orang tua dokter Rekha juga yakin jika kakak memenag yang terbaik untuk putrinya " ucap Nanda yang satu mobil dengan Anton bersama suaminya.


" kamu benar nan, bagaimana orang tua Rekha akan percaya pada Kakak jika kakak sendiri saja ragu pada diri kakak sendiri "


✍️✍️✍️ apa Anton bisa meyakinkan orang tuanya dokter Rekha ? Atau memang Anton adalah sosok yang selama ini di tunggu orang tua dokter Rekha selama ini ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2