Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Kehilangan


__ADS_3

Selama satu bulan belakangan ini Nanda memang sangat stres bukan hanya masalah pernikahan nya dengan Alvaro tapi juga dengan semua rahasia yang kini terbongkar dengan tiba tiba membuat kejiwaan Nanda cukup terguncang dan akhirnya tidak menyadari jika dirinya sudah telat datang bulan selama dua Minggu lebih.


" dok perut saya " ucap Nanda yang tak bisa menahan rasa sakit yang mulai menjalar ke arah pinggang belakang bahkan di sertai rasa panas di pinggang nya.


" ya Tuhan Nanda kamu pendarahan " ucap Rekha yang tak sengaja mengenai rembesan darah yang mulai membanjiri tempat tidur.


" MAS... MAS ANTON TOLONG " teriak Rekha yang harus segera membawa Nanda ke rumah sakit jika tidak ingin terjadi hal buruk pada Nanda.


Mendengar teriakan Rekha membuat Wildan dan Anton bergegas masuk ke kamar Nanda tapi apa yang di lihat Wildan membuat nya semakin panik saat melihat wajah Nanda yang penuh bercampur rasa sakit yang sedang Nanda rasakan.


" APA YANG TERJADI PADA NANDA ?" tanya Wildan yang kini sudah berada di samping Nanda.


" Nanda pendarahan dan kita harus segera membawa Nanda menuju rumah sakit saat ini juga sebelum semuanya terlambat ' ucap Rekha apa adanya.


Tanpa banyak bicara dan rasa jijik Wildan langsung menggendong Nanda apa bridal style keluar dari kamarnya menuju rumah sakit seperti yang di perintahkan Rekha, sedangkan Yuna Anton dan Rekha mengikuti Wildan dari belakang.


Dengan sigap Yuna duduk di kursi belakang untuk di jadikan bantalan kepala Nanda dengankan dan Wildan pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Rekha bekerja yang kebetulan tak jauh dari apartemen nya, sedangkan Anton dan Rekha mengikuti dengan mobil lainnya.


" memang apa yang terjadi pada Nanda ?" tanya Anton sambil mengemudikan mobilnya membuka jalan agar Wildan tidak memiliki hambatan saat melajukan mobilnya.


" aku rasa Nanda mengalami pendarahan kehamilan " ucap Rekha yang membuat Anton melihat sejenak ke arah Rekha dan tak lama memfokuskan diri mengemudikan mobilnya agar Nanda bisa segera di tangani.


Dan tak butuh waktu lama Nanda kini sudah berada di rumah sakit, meski bukan Rekha yang menangani Nanda karena Rekha memang bukan dokter kandungan tapi Rekha setia mendampingi Nanda seperti permintaan Wildan dan Anton yang tak ingin Nanda lepas dari pengawasan mereka.


" Nanda akan baik baik saja bukan ?" tanya Wildan yang sudah terduduk di kursi tunggu, bahkan Wildan tak memperdulikan pakaian nya yang kini sudah berlumuran darah Nanda.


" kita hanya bisa berdoa " ucap Anton sambil menepuk pundak sahabat nya.


" dan ya, kamu harus siap dengan segala sesuatu yang akan Nanda hadapi kedepannya " ucap Anton yang tak memberitahu apa yang terjadi pada Nanda.


Sedangkan di dalam ruang tindakan Nanda kini sudah tak sadarkan diri dan hal itu membuat Rekha semakin khawatir jika Nanda tidak kuat.

__ADS_1


" dokter Rekha benar, pasien mengalami keguguran dan kita harus melakukan operasi pembersihan rahim agar tidak membahayakan ibu dan juga tidak menimbulkan efek di kemudian hari pada calon ibu " ucap dokter kandungan yang menangani Nanda.


" baiklah biar aku yang meminta tanda tangan dari keluarga pasien " ucap Rekha yang kini sudah bersiap keluar di ikuti oleh suster yang akan menyiapkan berkas untuk di tanda.


Rekha pun keluar dari ruang tindakan dan hal itu mengundang perhatian dari Wildan Anton dan juga Yuna untuk tau bagaimana kondisi Nanda saat ini.


" bagaimana keadaan Nanda sekarang ?" tanya Wildan tak sabar mendengar jelaskan Rekha.


" Nanda keguguran dan saya hanya ingin meminta tanda tangan penanganan media untuk membersihkan rahim Nanda agar tidak terjadi hal buruk di kemudian hari " ucap Rekha yang berhasil membuat Wildan mengundurkan langkahnya kerena kembali merasa gagal menjaga Nanda.


" lakukan yang terbaik untuk Nanda dan berikan penanganan yang terbaik untuk Nanda " ucap Anton yang langsung menanda tangani surat persetujuan yang Rekha minta.


" doakan saja yang terbaik untuk Nanda " ucap Rekha yang tau jika Wildan merasa bersalah dengan apa yang di alami Nanda saat ini.


" semua ini bukan salah kamu " ucap Anton yang kini sudah menuntun Wildan untuk duduk di ruang tunggu.


" bahkan Nanda sendiri saja tidak tau jika dirinya sedang hamil " ucap Yuna akhirnya membuka suaranya.


" hanya pertemuan bisa dan tidak ada kontak fisik yang berbahaya di sana " ucap Yuna apa adanya.


" tapi kenapa Nanda bisa seperti ini " ucap Wildan yang merasa belum puas dengan jawaban yang di berikan Yuna padanya.


" Yuna mungkin tidak bisa menjelaskan semuanya tapi nanti kita bisa tanyakan pada Rekha atau dokter kandungan yang saat ini menangani Nanda " ucap Anton yang tau jika Wildan begitu sangat mengkhawatirkan Nanda.


" kamu benar " ucap Wildan


" Yuna, ambilkan pakaian ganti untuk bos di mobil" ucap Anton saat melihat tampilan Wildan yang sangat berantakan.


Hampir satu jam Nanda di tangani oleh dokter kandungan dan kini Nanda sudah di tempat kan di ruang rawat kelas VVIP seperti yang Wildan minta.


" kha, kapan Nanda sadarkan diri ?" tanya Anton yang sudah menunggu lebih dari dua jam terhitung sejak Nanda menjalani operasi.

__ADS_1


" sebentar lagi, kalian sabar saja dan doakan Nanda agar bisa sabar dan ikhlas menerima kenyataan yang mungkin tak siap Nanda hadapi " ucap Rekha mempersiapkan Wildan dan Anton untuk bisa menenangkan Nanda nanti jika sudah sadar.


" euuhh " Nanda yang baru saja tersadar dari pengaruh obat bius langsung mendapat perhatian dari semua yang ada di sana tak terkecuali Rekha yang memang menunggu Nanda sadar seperti permintaan Anton


" Nanda "


" syukurlah kamu sudah sadar " ucap Wildan yang benar benar merasa lega melihat Nanda yang kini sudah membuka matanya lagi.


" kak apa yang terjadi pada Nanda ? " tanya Nanda yang masih belum sadar sepenuhnya.


" tunggu, dok.. Dokter Rekha ?" Nanda langsung mencari dokter Rekha orang yang iya ingat sesaat sebelum dirinya tak sadarkan diri.


" ya " dokter Rekha langsung menghampiri Nanda yang kini sudah mencoba untuk bangkit dari tidurnya tapi di tahan oleh Wildan.


" jangan bangun tidur saja di sini " ucap Wildan yang masih memegang pundak Nanda agar tidak berusaha bangkit dari tidurnya.


" dok apa saya hamil ? lalu bagaimana kondisi kehamilan saya " ucap Nanda sambil memegangi perutnya yang masih rata.


" kandungan saya baik baik saja kan ?" ucap Nanda sambil membelai terus perutnya tapi kini yang ada rasa sakit dan ngilu dari setiap usapan yang iya berikan di perutnya.


" kak.. Apa Nanda beneran hamil ?" tanya Nanda yang kini malah di buat bingung karena semuanya memilih menundukkan wajahnya seolah tak berani memberitahu kebenaran nya pada Nanda.


" KENAPA KALIAN DIAM SAJA ? APA KANDUNGAN NANDA BERMASALAH ? DIA BAIK BAIK SAJA KAN DI DALAM SINI !!"


" Jawab kak Nanda mohon !! Apa dia masih ada. ?? Dia baik baik saja kan !!!


✍️✍️✍️ bagaimana reaksi Nanda saat tau kehamilannya di saat yang sama juga iya harus kehilangan di waktu yang bersamaan ?? Apa yang akan Nanda lakukan kedepannya ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2