Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
O O kamu ketahuan ...


__ADS_3

Wildan yang merasa jika Nanda marah padanya pun kini sedang bersiap menuju Apartemen Nanda seolah Wildan lupa jika ada hal yang lebih penting dari pada masalah pribadinya dengan Nanda yaitu masalah kantor yang bisa jadi ini adalah akar dari semua masalah yang sedang Wildan hadapi.


 " Wil, kamu mau kemana ?" tanya pak Wijaya saat melihat Wildan yang mengenakan pakaian casual padahal ini hari kerja.


" ke apartemen Nanda, Wildan harus menjelaskan semuanya agar Nanda tidak berpikir jika Andini benar benar hamil anak Wildan " ucap Wildan langsung melangkah meninggalkan ayahnya yang belum selesai mengatakan tujuannya menghentikan Wildan.


" papa tidak akan melarang kamu yang ingin menjelaskan semuanya pada Nanda, tapi tidak saat ini karena perusahaan lebih membutuhkan kamu "


" membutuhkan fokus kamu " ucap pak Wijaya.


" tapi yah, apa tidak bisa urusan kantor Wildan urus setelah Wildan menjelaskan semuanya pada Nanda ?" tanya Wildan yang kini bimbang mana yang harus iya prioritas kan saat ini.


" lebih baik kamu urus perusahaan dulu karena ayah yakin jika semua ini berawal dari masalah kantor dan kehadiran Andini juga ada sangkut pautnya dengan kekacauan yang di buat oleh pak Damian " ucap pak Wijaya yang sudah menganalisa semuanya.


" maksud ayah apa ?" tanya Wildan yang kini sudah duduk di hadapan ayahnya yang seperti nya sudah mengetahui dalang dari penculikan yang Anton dan Rekha alami semalam.


" kita ke kantor sama sama tapi kamu tunggu ayah bersiap dulu " ucap pak Wijaya yang bangkit dari duduknya.


Wildan pun hanya bisa diam sambil menunggu ayah nya bersiap, sambil memikirkan semuanya dimulai dari Camelia Andini lalu sekarang pak Damian, apa mungkin jika semuanya itu ada hubungannya tapi Wildan tak menemukan benang merah dari akar masalah yang sedang dia alami.


" ayo " ajak pak Wijaya yang sudah siap berangkat ke kantor yang sudah lama tak pernah iya lakukan setelah menyerahkan semuanya pada Wildan.


Sama halnya dengan Nanda yang juga sudah bersiap menuju kantor seolah tidak ada masalah yang terjadi pada dirinya atau mungkin Nanda hanya ingin menghibur hatinya yang masih tetap memikirkan tentang Wildan.


" maaf aku baru datang " ucap Yuna yang baru saja di antarkan oleh Alvaro.


" ya Tuhan wajah kamu kenapa Yun ?" tanya Nanda saat melihat wajah Yuna yang masih terlihat jelas jejak lebam di sudut bibirnya.


" tidak apa apa, sudah mommy obati " ucap Yuna sambil menundukkan wajahnya saat mengucap kata mommy di hadapan Nanda yang pastinya sudah tau siapa yang Yuna maksud.


" ah.. Selamat ya " ucap Nanda yang ikut merasa bahagia bukan karena Yuna dan Alvaro yang mungkin sudah resmi menjadi sepasang kekasih tapi Yuna bisa kembali merasakan kasih sayang mommy dari Bu Natasha.

__ADS_1


" selamat untuk apa ? Bahkan aku dan Alvaro saja tidak memiliki hubungan apapun hingga saat ini " ucap Yuna.


" hanya tinggal menunggu waktu jika tentang kamu dan Alvaro, tapi aku merasa bahagia kamu kini bisa kembali merasakan kasih sayang seorang ibu dari mommy " ucap Nanda tulus.


 " kamu baik baik saja nan ?" tanya Yuna yang merasa jika ada yang sedang di sembunyikan Nanda dari nya.


" aku baik baik saja " ucap Nanda yang kini sudah menyampaikan tas nya di pundak dan bersiap pergi ke kantor.


" oh iya Yun, hari ini kamu di kantor ku atau di kantor kak Wildan ?" tanya Nanda sebelum melangkah keluar dari apartemen.


" seperti nya masih di kantor kamu kenapa memang ?" tanya Yuna yang kini sudah yakin jika diantara Nanda dan Wildan sedang ada masalah.


" ya sudah mau aku tunggu ?" tanya Nanda.


" ya, tunggu aku " ucap Yuna yang langsung masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap pergi ke kantor Nanda.


Setelah mengantarkan Yuna Alvaro langsung berangkat ke kantor karena baru saja pak Wijaya menghubunginya untuk menjelaskan apa yang Alvaro tau tentang Adrian yang ternyata menjadi duri dalam perusahaan Wildan selama ini.


Adrian pun merasa jika ada hal serius yang akan di rapatkan pagi ini tapi yang membuat adrian heran turun nya pak Wijaya setelah lama pak Wijaya tak pernah datang ke perusahaan.


Diam diam Adrian mencoba menghubungi seseorang seolah ingin melaporkan apa yang sedang terjadi di perusahaan tempat nya bekerja saat ini.


" halo pak Damian " sapa adrian saat sambungan telepon nya di angkat oleh pak Damian.


" ya katakan ada hal penting apa yang ingin kamu laporkan pada ku sepagi ini " tanya pak Damian yang baru saja sampai di kantor nya.


" pak Wijaya datang ke kantor pagi ini, dan saya yakin jika ada ha serius yang akan mereka bahas tentang kejadian yang menimpa Anton kemarin ?" tebak Adrian yang tidak menyadari jika ada Anton yang berdiri persis di belakang tubuhnya bahkan Anton bisa mendengar dengan jelas apa yang Adrian katakan.


" pantau terus apa yang terjadi di kantor mudan jika ada hal penting yang bersangkutan dengan ku atau pun dengan pak tua itu segera laporkan padaku " ucap pak Damian yang bisa terdengar di telinga Anton karena Adrian masih belum menyadari kehadiran Anton di belakang nya.


" baik pak saya akan segera melaporkan apa yang saya tau " ucap Adrian yang langsung menutup sambungan telepon saat pak Damian sudah mematikan sambungan telepon nya.

__ADS_1


" sudah !!!"


Degg


Wajah Adrian pucat pasi saat menyadari ada orang lain di belakang tubuh nya, bahkan setelah Adrian berbalik bukan hanya wajah Adrian yang pucat pasi tapi juga kini keringat Adrian sudah membasahi tubuhnya saat melihat Anton yang sudah menyilangkan tangannya di dada dengan tatapan yang menurut Adrian sangat mengerikan.


" sudah selesai ? Atau masih ada yang ingin kamu hubungi setelah ini ?" tanya Anton masih dalam posisi yang sama.


" Anton ? Sejak kapan kamu ada di sini ?" tanya Adrian menutupi rasa gugupnya di hadapan Anton.


" sejak kapan ya ? Apa itu penting ?" tanya Anton yang sudah berbalik memunggungi Adrian.


" ikut dengan ku dengan baik baik atau kamu ingin aku melakukan kekerasan yang tak akan pernah kamu sangka ?" tanya Anton memberikan pilihan.


" kemana ? ada yang harus aku kerjakan saat ini dan ini penting " ucap Adrian yang kini sudah menyelinap di pinggir anton.


" ternyata kamu lebih memilih dengan kekerasan dari pada mengikuti apa yang aku katakan " ucap Anton sambil mencengkram pundak Adrian dengan sangat keras bahkan membuat Adrian meringis kesakitan.


" apa yang kamu inginkan ?" tanya Adrian yang mencoba melepaskan tangan Anton yang masih mencengkram pundak kanan nya.


" kamu akan tau apa yang aku inginkan tapi nanti setelah kita bertemu dengan pak Wijaya dan juga pak Wildan bila perlu dengan pak Damian " ucap Anton yang kini sudah menarik kerah baju Adrian untuk bisa mengikutinya menuju ruangan dimana Wildan pak Wijaya dan Alvaro sudah berkumpul di sana.


" aku harap kamu memanfaatkan kesempatan terakhir mu untuk bisa mengakui semua nya sebelum hal buruk Wildan lakukan padamu karena ketidak jujuran yang kamu lakukan selama ini " ucap Anton yang mana mereka sudah sampai di depan ruangan Wildan.


" Adrian ? Anton apa yang terjadi ?


✍️✍️✍️ hadeh 😡😡 kenapa akhir akhir ini Wildan jadi payah sih bisa di tusuk oleh orang dalam yang sudah iya percayai😤😤 karena kita tidak akan pernah menyangka jika orang yang sudah kita percaya akan mengkhianati kita...


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2