Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Gerakan pak Wijaya dan alvaro


__ADS_3

Penyerangan yang Wildan dan Yuna lakukan akhirnya sampai juga ke telinga pak Damian yang langsung menyuruh anak buahnya yang lain untuk membantu anak buahnya yang di tugaskan menjaga Anton.


Wildan yang merasa bisa mengatasi salah satu pengawal yang masih tersisa kini di buat kewalahan dengan datangnya segerombolan orang yang ternyata bala bantuan dari pihak lawan yang mana Wildan belum menyadari siapa lawannya yang sebenarnya.


" siapa kalian sebenarnya ?" tanya Wildan di sela sela perlawanan yang iya berikan pada setiap serangan yang di arahkan pada tubuhnya yang mulai kehilangan tenaga.


" anda akan tau siapa bos kami nanti " ucap salah satu anak buah pak Damian yang dari tadi terus memberikan perlawanan pada Wildan.


Sedangkan Yuna yang sudah berhasil membuka pintu gudang hampir saja di tendang oleh Anton yang tidak menyangka jika Yuna yang ada di hadapannya.


" stop ini aku " ucap Yuna yang berhasil menahan tendangan kaki yang Anton layangkan tepat ke arah pinggangnya.


" YUNA !! BAGAIMANA BISA KAMU ADA DI SINI ?" tanya Anton yang tidak pernah menyangka jika Yuna berhasil menemukan nya.


" aku bersama bos Wildan " ucap Yuna tapi siapa sangka jika ada yang tiba tiba saja menyerang Yuna dari belakang jika saja Anton tidak sigap menangkis serangan itu mungkin saat ini Yuna sudah terkena tendangan.


" AWAS " teriak Rekha yang hanya bisa berlindung di belakang pintu karena jujur saja Rekha sangat pandai jika berhadapan dengan jarum dan alat operasi tapi tidak dalam pertarungan yang memerlukan tenaga fisik seperti ini.


Pertarungan yang tak imbang pun kini terjadi antara Anton Yuna dan anak buah dari pak Damian begitu pun dengan Wildan yang mulai kewalahan karena kalah jumlah dan juga kalah tenaga melawan orang orang yang masih belum Wildan tau anak buah siapa.


" Yuna kamu bawa Rekha keluar dari sini biar aku yang menahan mereka " ucap Anton yang tak bisa leluasa melawan semua lawannya jika dirinya harus membagi perhatiannya untuk Rekha.


" apa kamu yakin bisa menahan mereka ?" tanya Yuna yang saat ini sudah berada di sekitar Rekha.


" BISA, CEPAT " teriak Anton yang sontak saja membuat Yuna menarik Rekha keluar dari gudang tersebut dimana Yuna juga bisa melihat jika Wildan juga masih sibuk melawan semua musuh.


" Yuna, bagaimana dengan mas Anton dan pak Wildan ?" tanya Rekha yang masih sempat memikirkan Anton dan juga Wildan dalam pelarian mereka menuju mobil yang Yuna simpan di tempat yang lumayan tertutup.


" kamu harus aman dulu baru setelah itu aku akan kembali membantu pak Wildan dan juga Anton disana " ucap Yuna yang langsung membuka pintu mobil milik Wildan yang memang tidak mudah di tembus oleh apapun jika ada seseorang di dalamnya.


" kamu tunggu di sini satu jam, jika dalam satu jam aku dan yang lainnya belum kembali kamu pergi ke kantor polisi untuk meminta bantuan " ucap Yuna yang langsung menutup pintu mobil setelah mengatakan itu semua pada Rekha bahkan tanpa menunggu jawaban dari Rekha.

__ADS_1


Lain halnya dengan yang terjadi di rumah Bu Restu dimana Bu Restu yang kini sedang mengkhawatirkan suami dan anaknya, karena setelah kepergian Wildan pak Wijaya pun ikut pergi setelah salah satu anak buah Wildan menghubungi Nanda dan menyampaikan bukti yang baru saja iya dapat.


" Bun istirahat lah di kamar biar Nanda yang menunggu kak Wildan dan juga pa Wijaya " ucap Nanda yang tak tega melihat raut wajah khawatir di mata Bu Restu.


" bagaimana bunda bisa tidur sedangkan anak dan suami bunda saat ini belum ada kabarnya " ucap Bu Restu.


" kita hanya bisa berdoa semoga kak Wildan dan pak Wijaya di lindungi oleh Allah " ucap Nanda.


" kamu benar " ucap Bu Restu yang kini sudah jauh lebih baik saat mendengar semua yang Nanda ucapkan.


Yuna kini sudah bersiap untuk kembali membantu Wildan dan juga Anton yang mungkin saat ini sangat membutuhkan bantuannya.


" Yuna tunggu " teriak seseorang dari belakang Yuna dan Yuna pun sedikit bernafas lega saat melihat ayah dari Wildan ada di sana bersama dengan anggota polisi yang cukup banyak.


" om " Yuna benar benar merasa mendapat angin segar melihat bantuan yang datang dimana di sana juga ada Alvaro di samping pak Wijaya.


" dimana pak Wildan dan Anton ?" tanya Alvaro


Pak Wijaya Alvaro, Yuna dan semua polisi kini bergerak menuju tempat Wildan dan juga Anton berada tapi baru beberapa langkah Alvaro menghentikan Yuna yang berada di sampingnya.


" lebih baik kamu di mobil jaga Rekha, biar pak Wildan dan Anton kami yang mengurusnya " ucap Alvaro yang tak ingin Yuna semakin babak belur saat Alvaro tak sengaja melihat luka lebam yang ada di sudut bibir Yuna.


" tapi !! "


" aku hanya ingin kamu aman " ucap Alvaro yang berhasil membuat Yuna tersipu malu andai Alvaro bisa melihat rona di pipi Yuna.


" untuk kali ini izinkan aku bisa menjadi laki laki yang bisa melindungi wanita " ucap Alvaro sambil memegang pundak Yuna, sedangkan pak Wijaya dan semua polisi kini sudah membantu Wildan dan juga Anton yang sudah benar benar terpojok.


" baiklah " ucap Yuna yang kini sudah berbalik menuju mobil dimana Rekha masih ada di sana.


" ayah " Wildan yang melihat ayahnya datang bersama beberapa polisi membuat Wildan sedikit lega begitu pun dengan Anton yang merasa lega mendapat bantuan di saat yang tepat.

__ADS_1


" ANGKAT TANGAN " teriak polisi yang menjadi pemimpin penyergapan disana.


Melihat polisi berdatangan membuat anak buah pak Damian berhamburan tapi dengan sigap polisi menyebar dan mulai melumpuhkan satu persatu anak buat pak Damian.


" Alvaro ? bagaimana bisa kamu ada di sini ?" tanya Wildan yang heran dengan kehadiran Alvaro yang malah ikut menyelamatkan nya saat ini.


" saya sudah tau siapa yang menjadi musuh dalam perusahaan bapak "


" dan orang itu juga berkerja sama dengan pak Damian untuk bisa menghancurkan bapak " ucap Alvaro yang tak sengaja mendengar pembicaraan Adrian di toilet Kanton siang tadi.


" SIAPA DIA ?" tanya Wildan dan juga Anton berbarengan.


" kita bicarakan semuanya di rumah dan biarkan polisi melakukan tugasnya " ucap pak Wijaya yang tak ingin terlalu lama di tempat ini.


" tapi yah ?" Wildan yang tak sabar ingin mengetahui siapa pengkhianatan di perusahaan akhirnya hanya bisa menghela nafasnya dan mengikuti apa yang di perintahkan ayahnya.


" dimana Rekha ?" tanya Anton yang langsung teringat pada kekasih hatinya.


" di mobil di temani Yuna " jawab alvaro.


" ayah tau siapa dalang di balik semua masalah ini, dan kita akan memberikannya pelajaran besok" ucap pak Wijaya yang tak akan tinggal diam jika anaknya sudah di usik seperti ini.


" saya juga akan membantu om untuk mengumpulkan semua bukti yang akan bisa menariknya kedalam penjara "ucap Anton yang yakin jika dirinya dan pak Wijaya satu pemikiran dengannya.


" siapa sebenarnya yang kalian bicarakan ? Apa itu pak Bima ? Atau pak Damian ? "


✍️✍️✍️ apa yang akan anton lakukan pada pak Damian nanti ? Dan bagaimana cara pak Wijaya memberikan pelajaran pada rival terberatnya nya selama ini ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2