
Wildan dan Anton baru saja sampai di baseman apartemen Anton, sengaja Wildan datang ke apartemen itu untuk bisa bertemu dengan Nanda dulu sebelu dirinya pulang ke rumah besarnya, tapi siapa sangka saat Wildan dan Anton baru saja turun mobil yang di kemudikan Yuna pun berhenti tepat di samping mobil Anton.
" Nanda ? Yuna ada apa dengan Nanda ?" tanya Wildan yang berhasil menahan tubuh Nanda yang tiba tiba saja lunglai tak sadarkan diri.
" bos " Yuna langsung menghampiri Wildan yang sudah menggendong Nanda apa bridal style menuju unit apartemen nya di ikuti oleh Yuna dan Anton.
" kenapa Nanda bisa drop seperti ini ?" tanya Wildan sedikit menyalahkan Yuna yang di anggap lalai menjaga Nanda.
" maaf bos, saya baru sadar jika tubuh Nanda panas saat dalam perjalanan pulang tadi " ucap Yuna yang masih mengikuti langkah Wildan yang berjalan sangat cepat.
" kamu tenang saja Yuna, bos hanya khawatir pada Nanda " ucap Anton yang tau jika Yuna tidak bersalah dan sudah maksimal menjaga Nanda.
Yuna pun langsung membuka pintu apartemen Nanda dan Wildan pun langsung menerobos masuk ke kamar yang biasa Nanda tempati, sedangkan Yuna langsung mengambil kotak obat untuk mencari kayu putih untuk membantu Nanda untuk bisa segera sadar.
" Anton cepat hubungi dokter Rekha " ucap Wildan yang kini sudah selesai meletakan Nanda di atas tempat tidur dan bersiap pergi dari kamar Nanda karena bagaimanapun Wildan masih tau batasan yang harus iya jaga saat berada di dekat Nanda.
Tanpa banyak bicara Anton pun mencoba menghubungi Rekha dan Anton pun berharap jika Rekha sudah selesai praktek nya di rumah sakit agar bisa segera memeriksa Nanda.
" halo kha " ucap Anton saat Sambungan telepon nya di angkat oleh Rekha.
" iya mas ada apa ?" tanya Rekha yang lebih nyaman memanggil Anton dengan panggilan mas.
" bisa datang ke apartemen Nanda ? Nanda tak sadarkan diri " ucap Anton sambil melihat ke arah Nanda yang masih memejamkan matanya.
" ada apa lagi dengan Nanda ?" tanya Rekha yang seolah lupa dengan pertanyaan yang di ajukan Anton padanya.
" aku tidak tau yang pasti saat ini kami membutuhkan kamu agar Nanda bisa segera di tangani " ucap Anton yang tiba tiba saja merasa Khawatir jika Nanda akan pergi seperti secara tiba tiba seperti adiknya.
" baik lah sepuluh menit lagi aku sampai " ucap Rekha yang kini sudah berjalan meninggalkan ruang pribadinya menuju baseman untuk menuju mobilnya.
Anton pun langsung menutup sambungan telepon nya setelah mendengar jawaban dari Rekha yang akan datang dalam sepuluh menit lagi.
__ADS_1
" Bagaimana apa dokter Rekha bisa datang ? " tanya Wildan yang kini sudah berada di depan kamar nanda bersama dengan Anton, sedangkan Yuna menemani Nanda yang masih tak sadarkan diri.
" bisa dan kamu harus bersabar karena Rekha datang ke sini juga kan membutuhkan waktu " ucap Anton yang tau bagaimana sikap sahabatnya sekaligus atasannya.
" iya aku tau " ucap Wildan
Sedangkan di kantor polisi atau mungkin lebih tepatnya setelah kepergian Nanda kini semuanya pun sudah bersiap untuk pulang, meski pun berat bagi Bu Natasha meninggalkan suaminya sendiri.
" pah, Camelia pulang dulu ya " ucap Camelia yang kini sudah bersiap untuk pulang.
" iya, sayang jaga anak kita ya, ingat apapun yang terjadi papa akan selalu sayang dan cinta sama kamu dan anak kita " ucap pak Alexander dan hal itu tak luput dari perhatian Bu Nata.
" apa kamu begitu cinta sama wanita itu mas ," tanya Bu Natasha dengan perasaan yang sangat sedih karena Bu Natasha bisa melihat pancaran cinta di mata suaminya untuk wanita lain di hadapannya.
" ya, aku sangat mencintainya karena selama aku mengenal Camelia dia tak pernah menuntut apapun dariku " Ucap pak Alexander sambil menatap Camelia yang sudan pergi meninggalkan dirinya yang kini ada di balik jeruji besi penjara.
" sudah lah mom, biarkan saja jika papa lebih peduli pada wanita lain " ucap Alvaro yang kesal dengan apa yang di katakan papanya tanpa memikirkan perasaan mamanya.
" jadi kita tidak usah repot repot membebaskan papa dari dalam penjara " ucap Alvaro yang kini sudah benar benar kesal.
" lalu untuk apa kami membela papa sedangkan papa sendiri malah mengkhianati mommy dengan wanita lain secara terang terangan " ucap Alvaro.
" Terserah, lakukan apa yang menurut kalian benar dan papa juga akan melakukan apa yang menurut papa benar " ucap pak Alexander.
Setelah mendengar itu semua Alvaro pun pergi meninggalkan papanya, sedangkan Bu Natasha hanya bisa menangis sambil mengikuti langkah Alvaro yang membawanya pergi jauh dari suami yang masih sangat iya cintai.
Dokter Rekha yang baru saja sampai di baseman apartemen Nanda pun langsung bergegas menuju unit apartemen Nanda karena Anton sudah berkali kali menghubunginya agar bisa segera datang ke apartemen Nanda.
Ting tong
Anton yang sudah bisa menebak jika Rekha yang datang pun langsung bergegas untuk membuka pintu, dan benar saja jika Rekha kini sudah berada di hadapan nya dengan tas dokter yang Rekha jinjing untuk bisa memeriksa Nanda langsung.
__ADS_1
" dimana Nanda ?" tanya Rekha sambil masuk ke dalam Apartemen nya setelah di persilahkan masuk oleh Anton.
" di kamarnya dan saat ini sedang di temani oleh Yuna " ucap Anton apa adanya.
" baiklah aku periksa Nanda dulu " ucap Rekha yang langsung menuju kamar Nanda seperti yang di katakan Anton.
" bagaimana keadaan Nanda ?" tanya Rekha dan Yuna yang masih mengompres kening Nanda yang masih terasa panas.
" sudah sadar tapi Nanda masih panas dan terlihat lemah " ucap Yuna yang memang Nanda sudah sadar sejak tadi tapi Nanda masih memejamkan matanya.
Rekha pun mulai melakukan pemeriksaan pada Nanda tapi ada sesuatu yang mulai Rekha curigai dari kondisi tubuh Nanda.
" Nanda ? Kamu bisa mendengar aku" tanya Rekha yang hanya ingin melihat tingkat kesadaran Nanda.
" hemm " ucap Nanda yang kini sudah mencoba membuka matanya.
" apa kamu sudah datang bulan ?" tanya Rekha yang merasa ada penyebab lain dari sakitnya Nanda.
Mendengar pertanyaan Rekha membuat Nanda benar benar membuka matanya saat mengingat jika dirinya belum kedatangan tamu bulanan di bulan ini.
" apa mungkin saya hamil dok ? tanya Nanda yang menebak seperti yang di pikirkan Rekha.
" tapi apa mungkin ? lalu bagaimana kandungan saya, apalagi saya sudah mendapatkan penyiksaan hari itu " ucap Nanda yang tak bisa membayangkan jika benar dirinya hamil tapi tidak menyadari nya.
" auhh dok.. Perut saya sakit.. "
" auhhh dok tolong...
✍️✍️✍️ nah.. Nanda nya kenapa ini ? Apa mungkin Nanda hamil tapi Nanda tak menyadarinya ? atau dokter Rekha salah prediksi ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘