Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Tak tau diri


__ADS_3

Camelia pikir hidupnya tidak akan terusik setelah lebih dari satu bulan ini Bu Natasha tidak mencoba mengganggunya lagi, tapi kini semuanya sudah di luar kendali apalagi ada surat kuasa yang ternyata sudah di tandatangani oleh suami sirinya.


" saya tidak akan percaya dengan apa yang kalian ucapkan " ucap Camelia yang berusaha menutup pintu rumah Bu Natasha namun sayang Anton kalah cepat dengan menyelipkan salah satu kakinya untuk menahan pintu agar tak bisa di tutup oleh Camelia.


" jangan memancing saya untuk melakukan kekerasan yang akan membuat kamu menyesal nanti " ucap Anton dengan nada tegas hingga membuat Camelia mundur dan semuanya pun kini merangsek masuk ke dalam rumah yang sudah satu bulan lebih mereka tinggalkan.


Tapi apa yang di lihat Bu Natasha membuat Bu Natasha hilang kesabaran


" KAMU APAKAN RUMAH KU ? DIMANA FOTO FOTO KELUARGA KU ? tanya Bu Natasha karena kini semua foto yang dulu iya pajang sudah di ganti dengan foto Camelia dan pak Alexander.


" Aku simpan di gudang "


" tadinya ingin aku buang tapi belum sempat karena aku terlalu sibuk " ucap Camelia tanpa rasa bersalah.


" KAMI PIKIR INI RUMAH MU ? DASAR WANITA TIDAK TAU DIRI " ucap Bu Natasha yang sudah kehilangan kendali karena sudah mengangkat tangannya dan bersiap untuk menampar Camelia jika saja Yuna tidak menahan tangan Bu Natasha.


" jangan Bu, kita bisa membalasnya tapi tidak dengan cara seperti ini " ucap Yuna yang langsung menghubungi security perumahan.


" halo pak bisa datang ke jalan mawar sekarang ?" tanya Yuna yang memang sudah menyiapkan semua jika semuanya di luar kendali mereka.


" siap Bu " jawab salah satu security yang sempat bertukar nomor telepon dengan Yuna.


" apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Camelia apalagi saat ini Clarisa juga sedang tidak ada di rumah.


" kenapa ? Apa kamu takut jika kami melakukan hal buruk ? " tanya Anton sedikit menggertak Camelia.


" kak " Clarisa yang baru saja masuk ke dalam rumah di kejutkan dengan kehadiran Alvaro sahabat yang sudah iya rusak rumah tangganya dan juga sudah iya khianati dengan memilih tinggal bersama kakaknya di rumah.


" hai Al, bagaimana kabarmu ?" tanya Clarisa yang terlihat tak merasa bersalah.


" baik dan akan jauh lebih baik jika kamu dan kakakmu bisa pergi baik baik dari rumah ini tanpa membuat drama " ucap Alvaro yang sudah tak bisa bersikap manis pada clarisa.

__ADS_1


" Al kita bisa bicara baik baik, ya kan kak " ucap Clarisa yang tak ingin keluar dari rumah Alvaro karena sudah merasa sangat nyaman.


" tidak ada yang perlu di bicarakan lagi " ucap Bu Natasha yang tau kelemahan putranya.


" kami tidak akan keluar dari rumah ini sebelum papa sendiri yang mengatakan jika rumah ini memang sudah di kembalikan pada istrinya lagi " ucap Camelia yang merasa jika surat kuasa itu hanyalah akal akalan Alvaro dan kawan kawannya saja.


" selamat siang " suara bariton security pun menyita perhatian semua yang ada di sana termasuk Camelia dan clarisa.


" ada yang bisa kami bantu ?" tanya salah satu security yang tadi di telpon Yuna.


" saya ingin meminta bantuan bapak untuk menarik keluar wanita yang tidak memiliki rasa malu sudah menguasai harta orang lain yang bahkan tak memiliki hubungan apapun dengannya " ucap Yuna.


" KALIAN TIDAK BISA MELAKUKAN ITU PADAKU" ucap Camelia yang langsung berontak saat salah satu security berusaha menarik tangannya.


" Al, aku mohon jangan seperti ini " ucap Clarisa sambil meraih tangan Alvaro tapi Alvaro langsung menyembunyikan tangannya agar Clarisa bisa memegang tangannya.


" maaf jika saya datang terlambat " ucap Wildan yang tiba tiba saja datang bersama dengan Nanda setelah Bu Restu dan pak Wijaya pulang terlebih dahulu.


" Nanda sayang " Bu Natasha langsung memeluk Nanda yang sudah sangat berjasa mengembalikan semua milikinya meski semua itu tidak akan mungkin terjadi tanpa campur tangan Wildan tentunya.


" sehat, sangat sehat sayang " ucap Bu Natasha sambil menghapus air mata bahagia yang kini mengalir di pipinya.


" bagaimana Anton, apa semuanya sudah selesai ?" tanya Wildan yang sebenarnya sudah bisa menebak jika semuanya masih belum selesai.


" kak, biar Nanda yang berbicara dengan Camelia dan clarisa " ucap Nanda yang tau bagaimana menangani Camelia yang sudah nyaman dengan kemewahan yang ada di rumah Alvaro.


" tapi sayang apa kamu yakin mereka tidak akan berbuat macam macam dengan mu ?" tanya Wildan yabg tanpa sadar memanggil Nanda dengan panggilan sayang di hadapan semuanya.


" Nanda yakin kak, dan jika pun mereka nekad melakukan hal buruk pada Nanda ada kalian semua yang akan menjaga Nanda nantinya " ucap Nanda metakin kan Wildan dan semua tangan ada di sana.


" mari kita bicara di sana " ajak Nanda ke ruang keluarga yang tak jauh dari ruang tamu dimana semuanya berkumpul.

__ADS_1


Camelia dan Clarisa pun langsung mengikuti Nanda yang sudah jalan lebih dulu menuju ruang keluarga rumah Bu Natasha.


" mungkin ada sudah tau siapa saya, jadi saya rasa saya tidak perlu memperkenalkan diri pada kalian berdua " ucap Nanda yang kini sudah terbiasa bersuara di hadapan orang yang sempat memandang rendah padanya.


" ya aku sangat tau siapa kamu " ucap Camelia yang banyak tau tentang Nanda dari Clarisa.


" jadi di sini saya ingin mengajukan kesepakatan pada kalian berdua dan saya harap kalian mau bekerja sama dan mengambil kesempatan yang saya berikan " ucap Nanda.


" katakan saja apa yang ingin kamu katakan, soal kami menyetujui nya atau tidak itu adalah hak kami " ucap Camelia ya g sudah tak memiliki rasa malu bahkan lebih pada tak tau diri.


" kamu ingat apartemen yang pernah Alvaro belikan untuk mu dengan uang perusahaan " tanya Nanda pada Clarisa yang langsung mendapat anggukan dari Clarisa yang memang masih mengingat dengan jelas tentang apartemen itu.


" aku akan memberikan apartemen itu untuk kalian berdua sebagai ganti saat kalian keluar dari rumah ini nanti " ucap Nanda yang sudah memikirkan baik baik tentu saja atas persetujuan dari Wildan.


" apa kamu yakin ? Kamu tidak akan mengusik apartemen itu lagi ?" tanya Clarisa tapi langsung mendapat tatapan tajam dari Camelia yang merasa jika Clarisa sangat mudah di bujuk.


" aku yakin dia hanya berbohong " ucap Camelia yang tidak ingin mudah percaya pada semua yang di katakan Nanda.


" apa anda tidak memiliki harga diri ? Atau memang anda sudah tak memiliki urat malu dimana anda dengan bangga menguasai harta orang lain bahkan dari orang yang anda rusak kebahagiaan nya dan juga rumah tangganya " ucap Nanda yang sudah mengeluarkan kata kata kasar karena menurut Nanda wanita seperti Camelia tidak akan bisa menggunakan bahasa halus.


" baiklah, kamu setuju dengan yang kamu katakan "


" iya kan kak " jawab Clarisa yang mendadak takut dengan sorot mata Nanda.


" bagaimana apa anda akan menerima tawaran saya atau anda memilih kak Anton membongkar keburukan dan kebohongan anda pada pak Alexander saat ini juga agar anda kehilangan semuanya tanpa tersisa ?


✍️✍️✍️ sebenarnya apa yang Anton ketahui tentang Camelia ? hingga bisa menjadi kartu as untuk menekan Camelia ?


apa yang akan di putuskan Camelia nanti dan bagaimana kelanjutan hubungan Nanda dan Wildan setelah pak Wijaya dan Bu Restu tau hubungan keduanya ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2