Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Rejeki jangan di tolak


__ADS_3

Wildan baru saja sampai di apartemen Anton bahkan tanpa mengetuk pintu apartemen wildan langsung masuk ke dalam karena iya tau kombinasi password yang biasa Anton gunakan.


" hei.. Kamu pikir ini Apartemen milikmu, masuk tanpa memberi salam " sapa Anton yang kaget saat melihat Wildan yang kini sudah ada di hadapannya bahkan hari masihlah pagi.


" ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu dan Yuna, dan ini tidak bisa di tunda lagi " ucap Wildan sambil menarik tangan Anton agar mengikuti nya menemui Yuna di unit apartemen Nanda.


" tunggu,memang apa yang akan kamu bicarakan ? Dan kenapa harus di unit Nanda ? Kenapa tidak di apartemen ku saja ?" tanya Anton yang berhasil menghentikan langkah Wildan.


" nanti juga kamu akan tau setelah kita menemui Yuna " ucap Wildan ya g kembali menarik Anton agar mengikuti dirinya.


Tok tok tok


" sayang ... Ini kakak " panggil Wildan yang seperti nya lupa jika apartemen Nanda memiliki bel pintu agar bisa mempermudah memanggil Nanda yang saat ini ada di dalam.


Nanda yang saat ini tak menggunakan hijab langsung berlari menuju kamarnya untuk mencari hijab demi menutupi auratnya dari laki laki yang masih belum muhrim baginya.


" aku buka ya " ucap yuna yang langsung membuka pintu setelah Nanda terlihat rapih dengan hijab instan nya.


" ya... " ucap Nanda yang kembali melanjutkan pekerjaannya yang sedang menguapkan sarapan untuk mereka semua.


" bos ? ada apa ?" tanya Yuna yang merasa jika ada hal penting yang ingin bosnya sampaikan sepagi ini.


" mana Nanda " tanya Wildan yabg tak sabar ingin bertemu Nanda sejak semalam.


" ada di dalam sedang menyiapkan sarapan pagi " ucap Yuna menjelaskan.


Wildan pun kembali menarik Anton tapi kali ini di tambah Yuna yang juga ikut di tarik Wildan untuk mengikuti dirinya menemui Nanda.


" sayang .. " sapa Wildan saat sudah melihat Nanda yang terlihat sangat cantik dengan kesederhanaan nya.


" kak, kenapa Kak Anton sama Yuna di tarik seperti itu ? " tanya Nanda yang sedikit bingung dengan apa yang terjadi di pada Wildan pagi ini.

__ADS_1


" sayang kamu akan menjadi saksi jika Yuna dan Anton baru akan menikah setelah kita menikah dan kita tidak akan pernah merestui jika mereka berdua menikah lebih dulu dari kita "ucap Wildan yang kembali berhasil membuat Nanda tertawa tapi tidak dengan Yuna dan Anton yang tidak atau apa yang sedang di bicarakan Nanda dan Wildan.


" hahahaha... " Nanda akhirnya tidak bisa menahan tawanya tapi tidak dengan Wildan yang masih terlihat sangat serius dengan apa yang di ucapkannya.


" kalian sebenarnya sedang main apa ? Kenapa kita yang sepertinya menjadi korban ? "tanya Anton sambil melepaskan tangan yang masih Wildan genggam.


" maaf maaf.. " ucap Nanda yang malah tertawa bukan menjelaskan semuanya pada Anton dan Yuna.


" ada apa nan ?" tanya Yuna yang kini sudah duduk di kursi samping Nanda yang akhirnya sudah berhenti tertawa.


Nanda melihat ke arah Wildan dan Anton yang kini sudah duduk di hadapan diri nya dan juga Yuna baru setelah itu Nanda pun menjelaskan semuanya pada Anton dan juga Yuna.


"semalam saat kak Wildan menelpon ku sebelum tidur aku tak sengaja mengerjainya jika kak Anton dan Yuna akan menikah lebih dulu dari kami dan karena itu kak Wildan mengatakan jika kalian hanya akan menikah setelah kami menikah " ucap Nanda yang langsung di sambung oleh Wildan.


" dan jika kalian menuruti apa yang aku katakan aku akan memberikan kalian tiket bulan madu gratis selama lima hari ke pulai raja Ampat Papua" ucap Wildan yang sudah memikirkan semuanya.


" dan jika perlu kita akan pergi bulan madu bersama " ucap Wildan tanpa pikir panjang lagi.


Tapi sayang niat baik Wildan mendapat pukulan di pundaknya datai Anton yang masih bisa berpikir cepat di saat seperti ini.


" baiklah tidak perlu bulan madu bersama tapi tawaran ku tentang tiket bulan madu masih berlalu " ucap Wildan yang masih tak ingin di tinggal menikah oleh Anton dan Yuna.


" ok kami setuju " jawab Yuna tanpa pikir panjang karena memang bagi dirinya dan Anton Wildan seperti kakak pertama bagi mereka.


" terima kasih nan, berkat kamu kami mendapat kan tiket bulan madu " ucap Anton.


" padahal tanpa bos Wildan memberikan itu semua pada kami, kamu tidak akan menikah sebelum bos menikah "


" iya kan ton ?" ucap Yuna sambil bertanya pada Anton.


" jujur aku ingin menikah secepatnya menikah tapi Rekha ingin Nanda menikah lebih dulu dari kami, jadi aku setuju menunda pernikahan kami setelah kamu dan Nanda menikah " ucap Anton apa adanya.

__ADS_1


" oh iya Yun, ibumu ingin sekali bertemu denganmu "


" apa kamu sudah siap bertemu dengan ibumu ?" tanya Anton yang terus di tanya kapan dirinya bisa bertemu dengan Yuna putrinya yang hilang.


Yuna yang baru saja akan menyuapkan sarapan ke mulutnya akhirnya hanya menggantung di depan mulutnya tapi Nanda mendorong pelan tangan Yuna agar sendok yang sedikit lagi masuk akhirnya benar benar masuk ke dalam mulut Yuna.


" ingat apa yang aku katakan semalam ?" tanya Nanda pada Yuna yang masih enggan menjawab pertanyaan Anton tentang ibunya.


" bicara dari hati ke hati dan sampaikan apa yang selama ini kamu pendam baik itu tentang ibumu, pak damian dan juga dirimu selama ini " ucap Nanda yang tak ingin Yuna kehilangan orang tuanya seperti dirinya.


" baiklah tapi mungkin nanti malam, dan sampaikan pada bunda jika Yuna sendiri yang akan pulang ke rumah " ucap Yuna yang masih mengingat jelas dimana letak rumah ya selama ini.


" apa kamu ingat alamat rumah mu selama ini?" tanya Wildan seolah menjawab pertanyaan Anton dan juga Nanda.


" aku masih sangat mengingatnya dengan baik karena di rumah itu juga aku hampir kehilangan kesucian ku " ucap Yuna keceplosan.


" tunggu, jadi kamu masih sangat suci dan bersih ?" tanya Anton karena yang dirinya tau jika Yuna sudah di rudapaksa oleh eh pak Damian.


" Alhamdulillah Yuna masih baik baik saja, meski Yuna sempat berpikir jika dirinya sudah kotor karena hampir di jamah oleh pak Damian " ucap Yuna penuh syukur.


" syukur jika kamu masih baik baik saja " ucap Wildan dan Anton yang kini sudah benar benar merasa lega mendengar Yuna baik baik saja.


" apa Alvaro juga tau jika dulu kamu hampir di rudapaksa ?" tanya Wildan yang tak ingin Yuna kembali kecewa jika sampai Alvaro meninggikan dirinya hanya karena apa yang terjadi lebih dari dua belas tahun.


" ada yang menyebut namaku ?


✍️✍️✍️ wihhh.. Apartemen Nanda sudah seperti basecamp Wildan, Anton Yuna dan Nanda.


Bagaimana kisah pertemuan Yuna dan Bu Diandra nanti malam ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2