
Pak Damian tau siapa yang sudah melaporkannya bukan Camelia apalagi Andini tapi pak Damian yakin jika Wildan dan Anton lah yang sudah melaporkannya atas penyekapan yang pak Damian lakukan melalui anak buahnya.
" pak, Bu, polisi sedang menunggu di depan " ucap Bu Wati mengingatkan majikannya.
" ayo pih, mami mau tau apa yang Kali ini sudah papi lakukan di belakang mami sekarang ?" ucap Bu Diandra sambil menarik tangan suaminya agar tak bisa larut ataupun menghindar dari apa yang sudah dia lakukan.
" mih, papi bisa jalan sendiri " ucap pak damian yang ingin kabur dari polisi yang mungkin saja akan menangkap dirinya.
" ngga, mami tau apa yang papi pikirkan jadi jangan coba coba kabur yang malah bisa memperburuk keadaan " ucap Bu Diandra yang sangat hafal dengan tabiat suaminya.
" tapi mih, papi ngga salah apa apa " ucap pak Damian yang berhasil menghempaskan tangan istrinya yang masih menggenggam tangannya.
" JIKA MEMANG BENAR PAPI NGGA SALAH LALU KENAPA PAPI SEPERTI KETAKUTAN ?" bentak Bu Diandra yang malah memancing polisi yang berada tak jauh dari posisi pak Damian dan Bu Diandra.
" Bu Diandra benar jika memang bapak merasa tidak bersalah tidak usah mencoba lari yang malah membuat kami berasumsi jika bapak memang bersalah " ucap salah satu polisi yang saat ini sudah berada dekat dengan pak Damian.
" maaf saat ini saya berhadapan dengan siapa ya ?" tanya Bu Diandra saat melihat ada dua polisi di hadapan nya saat ini.
" perkenalkan nama saya Aipda Haris dan ini atasan saya Aiptu Drajat " ucap haris memperkenalkan diri pada Bu Diandra.
" Diandra dan ini suami saya pak Damian " ucap Bu Diandra.
" kamu datang kemari membawa surat penangkapan atas nama bapak Damian atas laporan pengaduan dari saudara Anton atas kasus penculikan dan penganiayaan berat " ucap Aiptu Drajat sambil menyerahkan surat penangkapan untuk pak Damian yang iya serahkan pada Bu Diandra.
" dan jika bapak atau ibu ingin melakukan pembelaan bisa di lakukan di kantor polisi " ucap Aiptu Drajat yang kini sudah membekuk pak Damian saat pak Damian lengah.
" mih, ini semua hanya salah paham "
" papi ngga bersalah mih, tolong telepon pengacara kita agar mereka bisa membebaskan papi dari dalam penjara " ucap pak Damian yang kedua tangannya sudah terikat borgol.
Tapi sayang Bu Diandra bergeming seolah tak ingin membantu apa yang saat ini sedang di alami pak Damian suaminya.
__ADS_1
" pak Drajat boleh saya tau siapa anton yang mengadukan suami saya ?" tanya Bu Diandra yang hanya ingin tau yang sebenarnya sebelum dirinya mengambil keputusan apa akan membantu pak Damian atau tidak.
" kalo tidak salah pak Anton itu asisten kepercayaan pak Wildan yang memiliki perusahaan Wijaya grup " ucap Aiptu Drajat menjelaskan apa yang iya tau.
" baik pak terimakasih atas informasinya nya " ucap Bu Diandra tanpa menahan pak Damian yang sudah di giring keluar dari rumahnya menuju mobil polisi yang berada di luar.
" Mih, hubungi pengacara kita dan bebaskan papi dari penjara " ucap pak Damian tapi Bu Diandra tak mengatakan apapun atas permintaan suaminya.
Bohong jika Bu Diandra tidak mengkhawatirkan suami nya yang saat ini sudah di bawa menuju kantor polisi untuk melakukan pemeriksaan dan penyidikan atas aduan yang di layangkan Anton padanya, tapi untuk kali ini Bu Diandra tak ingin berbuat bodoh dengan terus membantu dan memaafkan pak Damian yang ternyata tak pernah belajar dari pengalaman.
Lain hal yang dengan Nanda yang baru saja mengantar Wildan sampai ke depan pintu apartemen nya saat Wildan akan pulang karena mendapat kabar jika pak Damian saat ini dengan dalam penjemputan oleh kepolisian atas aduan yang di layangkan Anton.
" apa kamu tidak apa apa tinggal sendiri di sini ?" tanya Wildan saat Yuna belum juga kembali hingga saat ini.
" Nanda pasti baik baik saja kak " ucap Nanda yang mengerti jika Wildan hanya ingin dirinya aman dari gangguan orang orang yang ingin berniat jahat padanya.
" tapi memang kemana Yuna ? Jam segini ngga mungkin kan kalo dia lembur di kantor ? " tanya Wildan yang tak ingin meninggalkan Nanda seorang diri.
" sampai kapan kamu akan memanggil Alvaro dengan sebutan mas !!"
" bahkan kakak sendiri yang jelas jelas akan menjadi suami kamu nanti masih kamu panggil kakak " ucap Wildan yang malah membuat Nanda tersenyum lucu dengan tingkah yang di tunjukan Wildan padanya saat ini.
" apa kakak cemburu sekarang ?" tanya Nanda yang merasa lucu dengan kata kata Wildan yang malah mempermasalahkan sebutan untuk dirinya dan juga Alvaro.
" apa kakak ingin di panggil mas ? " tanya Nanda sambil menutup mulutnya karena merasa lucu jika harus memanggil Wildan dengan sebutan mas.
" kenapa ? Sudah lah jangan di bahas, bikin kakak ngga mood aja " ucap ucap Wildan yang kini terlihat jelas cemburunya.
" kakak tau, panggilan kakak akan berubah nanti saat status kita juga sudah berubah " ucap Nanda yang berhasil mengembalikan senyuman di wajah Wildan.
" dan panggilan untuk mas Alvaro mungkin itu hanya sebatas panggilan yang tak memiliki arti apapun " ucap Nanda.
__ADS_1
" jadi kalo pun kakak harus cemburu, cemburu lah pada hal yang pantas untuk di cemburui bukan sesuatu yang tidak patut untuk di cemburui " ucap Nanda.
" makasih sayang sudah membuat kakak tenang dengan semua yang kamu jelaskan tadi " ucap Wildan yang merasa lega saat tau jika Nanda begitu sangat dewasa.
" sama sama "
" ya sudah sana pulang, Nanda mau istirahat karena Nanda yakin jika Yuna ngga akan pulang malam ini " ucap Nanda menebak.
" ngga, Yuna harus pulang karena tugas dia adalah menjaga kamu dua puluh empat jam " ucap Wildan yang langsung menghubungi Yuna saat itu juga.
" kak, jangan seperti itu " ucap Nanda sambil mengambil paksa handphone Wildan saat ingin menghubungi Yuna.
" kenapa ?"tanya Wildan yang tak setuju dengan apa yang g Nanda putuskan.
" bagaimana pun Yuna berhak Menikmati hidupnya dan menikmati masa mudanya karena dia juga berhak bahagia " ucap Nanda mengingatkan Wildan.
" kakak tau, tapi tidak dengan membahayakan keselamatan kamu " ucap Wildan yang kini sudah berhasil mengambil kembali handphone nya.
" Nanda akan langsung masuk dan Nanda akan langsung tidur jadi kakak ngga perlu khawatir lagi ya " ucap Nanda meyakinkan Wildan yang masih terlihat berat meninggalkan dirinya.
" kamu yakin ?" tanya Wildan.
" sudah ah, sana pulang Nanda pusing harus gimana meyakinkan kakak " ucap Nanda yang memilih masuk dan mengunci pintu apartemen nya meninggalkan Wildan yang malah diam terpaku melihat tingkah Nanda.
" apa benar jika Yuna dan Alvaro punya hubungan lebih ? Tapi bagaimana bisa Alvaro berhasil membuka hati Yuna yang seolah beku setelah kejadian saat itu ??
✍️✍️✍️ kirain Wildan ngga tau apa yang pernah di alami Yuna saat pertama kali Wildan dan Anton menemukan Yuna kala itu, adakah yang penasaran dengan masa lalu Yuna hingga akhirnya bisa begitu setia pada Wildan dan Anton hingga saat ini ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Love you moreee 😘😘😘