Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Tak ingin berbagi


__ADS_3

Wildan dan Anton sudah sepakat akan mempertemukan Yuna dan Bu Diandra, dan mereka akan membuat jika pertemuan itu seolah takdir yang membuat mereka akhirnya bisa bertemu.


" apa kamu yakin dengan cara itu kita akan mempertemukan Yuna dengan Bu Diandra sekaligus pak Damian " ucap Anton yang sebenarnya kurang setuju dengan rencana yang sudah Wildan usulkan padanya.


" aku yakin karena hanya dengan cara ini Bu Diandra bisa terbuka hati dan pikirannya " ucap Wildan meyakinkan Anton.


" baiklah tapi setidaknya ada Nanda atau pun Rekha yang akan bersama dengan Yuna saat itu " ucap Anton yang masih khawatir dengan rencana yang di sarankan Wildan.


" kita akan ada di sana tapi tanpa sepengetahuan Yuna dan juga Bu Diandra " ucap Wildan yang akhirnya berhasil membuat Anton setuju dengan apa yang di rencanakan Wildan.


" lalu kapan rencana itu akan kita laksanakan ?" tanya Anton


" besok karena lebih cepat akan jauh lebih baik " ucap Wildan yang tak ingin menunggu lebih lama lagi.


" lalu bagaimana dengan pak Damian ? apa kita akan membiarkan dia hanya membusuk dalam penjara begitu saja ?" tanya Anton saat mengingat pak Damian.


Seringai mengerikan tiba tiba saja terlihat di wajah Wildan tapi apa yang di ucapkan Wildan malah berbanding terbalik dengan apa yang di perlihatkan di wajahnya.


" kita akan mencabut laporan tentang penganiayaan kamu malam itu dan kita akan membiarkan pak Damian bebas baru setelah itu kita akan menghukumnya dengan cara kita " ucap Wildan yang langsung di setujui oleh Anton.


" baiklah sampai besok " ucap Anton yang sudah sangat lelah setelah seharian ini bekerja sambil memikirkan cara untuk bisa mempertemukan Yuna dengan Bu Diandra dan pak Damian.


" baiklah, aku juga akan pulang tapi sebelum itu aku akan ke apartemen Nanda dulu " ucap Wildan.


" terserah " ucap Anton yang sudah pergi meninggalkan Wildan yang masih membereskan meja kerjanya.


Satu hari ini Nanda sangat mengkhawatirkan Yuna yang lebih banyak diam tidak seperti biasanya, tapi Nanda tidak bisa berbuat banyak karena Yuna yang seolah menutup diri dari dirinya.


" apa aku masih orang asing bagi mu Yun ?" tanya Nanda yang hanya ingin membuat Yuna nyaman jika mau berbagi dengannya.


Yuna menatap ke arah Nanda yang dari tadi terus menatap ke arah nya, Nanda yang tau jika ada yang di pendam dalam diri Yuna mencoba menggenggam tangan Yuna berharap Yuna bisa percaya padanya.


" aku tau jika kamu memendam luka yang hanya kamu yang tau karena kamu memang sengaja menutupi itu semua dari kami " ucap Nanda yang berhasil membuat Yuna menitikkan air matanya.

__ADS_1


" kamu tau, terkadang dengan kita berbagi meski tidak bisa menyelesaikan masalah tapi dengan berbagi bisa meringankan rasa yang menyesakan dada " ucap Nanda.


" kemarin Alvaro melamarku, meski tidak secara langsung " ucap Yuna yang berhasil membuat Nanda tersenyum bahagia mendengar apa yang di sampaikan Yuna tadi, tapi kenapa Yuna malah terlihat murung dengan lamaran yang di ajukan Alvaro padanya.


" lalu masalahnya dimana ? Kamu single mas Al juga single, jadi masalahnya apa ?" tanya Nanda yang masih belum mengerti akar masalah yang Yuna hadapi.


" masalahnya ada padaku " ucap Yuna.


" aku nan, aku tidak bisa berinteraksi begitu dekat dengan lawan jenis " ucap Yuna.


" makanya selama ini aku hanya bisa dekat dengan bos Wildan dan juga Anton karena hanya dengan mereka saja aku bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan " ucap Yuna tapi penjelasan Yuna malah membuat Nanda sedikit bingung dengan arah pembicaraan Yuna.


" apa kamu pernah memiliki trauma dengan lawan jenis ?" tanya Nanda yang mulai menerka jika Yuna memiliki trauma yang tak di sadari oleh Yuna sendiri.


" Trauma ? apa mungkin ?" tanya Yuna.


" apa kamu keberatan jika menceritakan apa yang pernah kamu alami dulu " tanya Nanda hati hati karena Nanda tau jika yang akan Yuna bicarakan adalah hal yang mungkin sangat sensitif.


" tidak apa apa jika kamu masih belum bisa menceritakan semuanya padaku tapi jika kamu ingin membaginya aku siap mendengarkan " ucap Nanda.


" terima kasih " ucap Yuna yang merasa bersyukur Nanda tidak memaksa dirinya untuk menceritakan semuanya.


Tapi tanpa Yuna dan Nanda sadari jika Wildan mendengarkan semuanya yang Yuna bicarakan dan itu membuat Wildan yakin jika rencananya besok bisa membantu Yuna keluar dari rasa trauma yang Yuna simpan.


" kak Wildan ? Sejak kapan Kaka disana " tanya Nanda saat melihat Wildan yang berdiri tak jauh dari mereka.


" maaf kakak masuk tanpa izin " ucap Wildan sambil menggaruk kepalanya yang bahkan tidak gatal sama sekali.


" oh iya Yun, besok tolong kamu datang ke kantor polisi untuk melengkapi berkas penyidikan karena kesaksian kamu di butuhkan agar bisa memberatkan pak Damian " ucap Wildan yang menyebut nama pak Damian di hadapan Yuna.


" apa memang harus saya ?" tanya Yuna yang terlihat jelas raut tak nyaman saat mendengar di perintahkan untuk bertemu dengan pak Damian.


" kenapa ? Apa kamu kenal dengan pak Damian ?" tanya Wildan sengaja memancing, dan hal itu langsung di sadari oleh Yuna yang mencoba bersikap biasa agar Wildan tak menaruh curiga padanya.

__ADS_1


" entahlah, mungkin hanya namanya saja yang sama " ucap Yuna.


" saya pamit masuk kamar dulu bos " ucap Yuna yang ingin menghindar dari tatapan Wildan yang seperti sedang mencari sesuatu dari dirinya.


" baiklah, jangan lupa besok jam sepuluh " ucap Wildan mengingatkan.


" baiklah bos " ucap Yuna yang memang tak pernah membantah apa yang Wildan perintahkan padanya.


Yuna pun sudah masuk ke dalam kamarnya dan yang tersisa hanya Wildan dan juga Nanda yang dari tadi hanya mendengarkan apa yang Wildan katakan pada Yuna.


" kak, kenapa Yuna terlihat sangat nyaman dan terkesan patuh dengan semua yang kakak katakan ?" tanya Nanda yang tak ingin jika mungkin saja Yuna menyimpan rasa untuk Wildan selama ini.


" mungkin karena kakak dan Anton lah yang menemukan Yuna saat itu, bahkan saat itu Yuna hampir saja bunuh diri jika kakak dan Anton tidak menghentikannya " ucap Wildan sedikit berbisik pada Nanda karena tak ingin Yuna mendengarkan apa yang diri nya dan Yuna bicarakan.


" bunuh diri ? Bagaimana bisa ?" tanya Nanda yang semakin penasaran dengan masa lalu Yuna yang ternyata jauh lebih buruk darinya.


" entahlah, tapi satu yang pasti saat kakak menemukan Yuna keadaan Yuna sangat kacau "


" pakaian Yuna yang terlihat berantakan bahkan dengan robekan di bagian dada, belum lagi wajah Yuna yang di penuhi lebam membuat kakak dan Anton tak tega meninggalkan Yuna setelah berhasil menyelamatkan Yuna dari percobaan bunuh diri nya saat itu "


" lalu apa orang yang akan Yuna temui besok adalah bagian dari masa lalu Yuna yang membuat Yuna seperti ini ?" tebak Nanda.


" kenapa ? apa kamu ingin tau siapa yang akan Yuna temui besok ?" yang refleks mendapat anggukan dari Nanda.


" sabar kita lihat besok ok "


✍️✍️✍️ tuh kata Wildan sabar... Nanda aja sampe kepo apalagi kita 🤭🤭 bagaimana reaksi Nanda saat nanti bertemu dengan pak Damian ? Dan juga Bu Diandra ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2