Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )

Merengkuh Bahagia ( Istri Yang Tersisih )
Pertemuan Yuna dan Bu Diandra


__ADS_3

Seperti apa yang Yuna ucapkan pada Anton jika dirinya sendiri yang akan datang ke rumah Bu Diandra berharap dengan kedatangannya semua nya akan kembali membaik.


" apa kamu yakin tidak mau aku temani ?" tanya Alvaro sambil menatap Yuna yang terlihat ragu turun dari mobil Alvaro.


" mungkin lain kali, biar aku selesaikan semua salah paham ini dengan Bunda baru setelah itu kamu bisa ikut datang ke rumah ini " ucap Yuna yang kini sedang meyakinkan hatinya jika rumah ini kini sudah sangat aman.


" baiklah, tapi aku akan tetap di sini sampai kamu selesai dengan semua urusan mu dengan Bu Diandra " ucap Alvaro yang tau jika ini sangat berat bagi Yuna.


" baiklah, mungkin hanya butuh satu jam bagiku menyelesaikan semuanya " ucap Yuna yang kini sudah membuka handle pintu mobil Alvaro.


" Yun " Alvaro pun menahan tangan kanan Yuna yang langsung membuat Yuna berbalik menghadapnya.


" aku akan selalu ada untuk mu, kamu percaya itu" ucap Alvaro yang langsung mendapat anggukan dan senyum manis dari Yuna yang semakin percaya diri untuk turun dari mobil Alvaro.


Tapi tanpa Yuna dan Alvaro sadari jika apa yang mereka lakukan terlihat oleh Bu Diandra yang berada tak jauh dari mereka.


" apa kamu berat untuk kembali bertemu dengan bunda sayang ?" tanya Bu Diandra pada dirinya sendiri sambil terus melihat ke arah Yuna yang kini sudah berjalan ke arah rumahnya dengan wajah yang tertunduk.


" aku yakin kamu pasti bisa Yun " ucap Alvaro yang tau jika Yuna masih terlihat berat seolah Yuna harus membuka luka lama yang coba iya kubur dalam dalam.


Tok tok tok


Yuna mengetuk pintu rumah ibu nya yang tertutup rapat dan tanpa Yuna sadari jika rumah yang iya datangi saat ini masih sama persis dengan rumah yang iya tinggalkan dua belas tahun lalu dalam kepanikan dan ketakutan.


ceklek..


Bu Diandra membuka pintu rumahnya dan Yuna kini sudah berdiri di depan pintu rumahnya.


" sayang, akhirnya kamu datang juga " ucap Bu Diandra yang tak terasa air mata bahagia mengalir di pipinya.

__ADS_1


" maaf Yuna baru datang " ucap Yuna seolah tak ingin lagi di panggil lita oleh siapapun apalagi ibu dan juga laki laki bia dap itu.


" tidak apa apa sayang " ucap Bu Diandra yang sebenarnya ingin sekali memeluk Yuna putrinya yang menghilang dua belas tahun lalu.


" ayo masuk, ibu sudah masakan makanan kesukaan kamu " ucap Bu Diandra yang langsung menarik Yuna menuju ruang makan yang tak terlalu jauh dari pintu utama rumahnya.


" apa teman mu tak ingin kamu ajak masuk ?" tanya Bu Diandra keceplosan yang tentu saja membuat Yuna berhenti dan melihat ke arah Bu Diandra ibunya.


" maaf, bunda tak sengaja melihat kamu tadi dari jendela rumah " ucap Bu Diandra sambil tersenyum berharap Yuna tidak akan marah apalagi meninggalkan dirinya lagi.


" Yuna tidak akan lama lam di rumah ini " ucap Yuna yang masih belum beranjak dari posisinya tadi.


" maksud kamu apa sayang ?" tanya Bu Diandra yang sempat berpikir jika Yuna akan kembali tinggal di rumahnya seperti dulu.


" jujur Yuna tak pernah ingin kembali lagi ke rumah ini " ucap Yuna penuh keyakinan meski Yuna tau jika apa yang iya ucapkan mungkin akan menyakiti hati Bu Diandra, tapi Yuna juga ingin hidup tenang dan damai tanpa bayang bayang masa lalunya.


" lalu kamu ingin tinggal di mana sayang ?" kamu hanya tak ingin tinggal di rumah ini kan ? Bukan tak ingin tinggal bersama Bunda lagi kan ?" tanya Bu Diandra berharap Yuna masih menginginkan dirinya.


" baiklah sayang, ayo kita makan " ajak Bu Diandra yang mungkin harus berusaha lebih keras lagi untuk bisa melupakan hati Yuna yang terluka.


Keduanya pun mulai makan malam meski hanya dalam keheningan tapi itu cukup mengobati rasa rindu keduanya tapi sayang Yuna masih menutupi rasa rindunya pada sang bunda, dan tak terasa makanan yang Bu Diandra siapkan benar benar habis di makan oleh Yuna yang ternyata begitu menikmati dan merindukan masakan sang bunda.


" bisakah kita kembali bersama ? tanya Bu Diandra penuh harap karena sejak selesai makan malam Yuna malah memilih bungkam dengan tatapan mata mengarah ke sekeliling rumah.


Yuna pun menatap ke arah wanita yang ada di hadapannya yang begitu sangat iya rindukan, dan saat kedua pandangan mata itu bertemu hanya ada pancaran kerinduan yang terlihat dan mereka bisa melihat itu semua hanya masih terhalang dinding pemisah.


" Yuna tidak akan keberatan jika bunda ingin tinggal bersama dengan Yuna " ucap Yuna yang sebenarnya tak ingin kembali terpisah dengan ibunya sendiri.


" tapi yuna tak mau jika harus tinggal di rumah ini" ucap Yuna yang tentu saja membuat Bu Diandra tau alasan kenapa Yuna enggan tinggal di rumah nya sendiri.

__ADS_1


" baiklah, apapun akan Bunda lakukan untuk mu sekali pun bunda harus menjual semua yang bunda miliki " Ucap Bu Diandra yakin.


" apa Bunda tidak akan keberatan jika kita harus tinggal di apartemen sempit ? " tanya Yuna. Memastikan.


" dimanapun selama itu bisa sama kamu akan bunda lakukan " ucap Bu Diandra yakin.


" baiklah, bunda berkemas sekarang karena malam ini juga kita akan tinggal di apartemen Yuna bersama dengan Nanda teman Yuna " ucap Yuna yang tentu saja membuat Bu Diandra sangat bahagia setidaknya Yuna mau menerima dirinya dan tak terlihat membencinya dan itu sudah cukup bagi Bu Diandra.


" terima kasih sayang " ucap Bu Diandra yang hanya bisa memegang lengan Yuna yang ada di atas meja makan.


" oh iya, bunda juga sedang mengurus surat perpisahan Bunda dengan papi Damian " ucap Bu Diandra.


" jika memang sedang dalam proses perceraian kenapa masih memanggilnya papi ? Laki laki baji Ngan itu tidak pantas di panggil papi.


" maaf, mungkin karena kebiasaan, lain kali Bunda tidak akan pernah memanggil dengan sebutan itu lagi " ucap Bu Diandra yang tak ingin Yuna salah paham dengan dirinya.


" Bunda bereskan pakaian bunda dulu " ucap Bu diandra yang kini sudah berdiri menuju kamarnya tapi terhenti saat Yuna tiba tiba saja memeluk dirinya dimana Yuna memeluk tepat di perutnya tetap ternyaman Yuna saat masih dalam kandungan dulu.


" maafkan Yuna Bun, anda saat itu Yuna jujur sama Bunda jika Yuna tak pernah setuju bunda kembali dengan dia mungkin kita tidak akan pernah terpisah seperti ini " ucap Yuna yang masih memeluk perut Bu Diandra.


" bunda yang salah sayang, bunda hanya mementingkan perasaan bunda tanpa meminta pendapat dan pandangan kamu tentang laki laki pilihan bunda "


" bunda sayang sama kamu, dan apapun akan bunda lakukan asal kamu bisa selalu bahagia "


✍️✍️✍️ Thor kok akhir akhir ini cerita Nanda sama Wildan nya kurang sih ? Di sini author tidak hanya ingin Nanda dan Wildan bahagia tapi juga orang orang di sekeliling Nanda bisa ikut bahagia.


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2