Milenial

Milenial
Ch. 4


__ADS_3

Fajar menyambungkan telponnya ke Galih. " Kayaknya kita ke pisah deh waktu kabut tadi malam, sekarang kalian dimana?" Tanya Fajar.


" Kita di ..." Galih keluar dari mobilnya, mencari sesuatu yang bisa di jadikan petunjuk letak keberadaan mereka.


" Ini nih, ada rumah kecil gitu di pinggir jalan. Jadi kamu tinggal cari aja pelan-pelan, kami gak jauh-jauh kok dari situ." Jawab Galih.


" Oke, aku langsung kesana sekarang." Fajar dan yang lainnya pun bergerak menuju tempat yang diberitahukan oleh Galih.


°°°°°


" Kok bisa ke pisah ya? perasaan tadi malem jalan sebelahan sama mobilnya Fajar?" Galih berjalan menuju rumah kecil yang tak sengaja dilihatnya saat mencari petunjuk jalan.


Tok ..! tok ..! tok ..!


Suara ketukan pintu.


" Permisi ... boleh saya numpang tanya?" Beberapa menit berlalu namun tak ada respon dari dalam rumah itu, akhirnya Galih mencoba membuka pintu itu dan ternyata rumah itu memang tak di kunci.


" Hmph? kok gak di kunci?" Ia berjalan masuk kedalam rumah kecil itu, dan melihat apa yang ada di dalamnya.


" Bau apaan nih? kok busuk banget."


Galih berjalan mendekati sebuah bungkusan besar yang mengeluarkan bau tak sedap, ia penasaran dengan isi yang ada di dalam bungkusan itu.


Sebab bungkusan itu sangatlah besar dan tertutup rapat dengan solusi hitam. " Lih ..., kamu lagi ngapain?" Tanya Lisa.


Galih membalikan badannya ke arah Lisa. " Eggak kok, cuma penasaran aja sama bungkusan besar ini." Jawabnya.


" Owh ..., itu kamu tadi dicariin sama Bella. Kamu pergi gak bilang-bilang sih, untungnya di sini ada rumah, kalau gak mungkin aku kira kamu ninggalin kita tahu."


" Sorry ya, aku tadi pergi gak bilang-bilang." Lisa hanya merespon dengan anggukan, lalu ia menggeserkan kepalanya untuk melihat bungkusan apa yang ada di belakang Galih.


" Katanya ada bungkusan, terua mana?" Tanya Lisa yang keheranan sebab tak melihat apapun.


" Ini loh." Galih menunjuk ke belakang dan membalikkan badannya. Namun, bungkusan besar itu telah hilang seperti memang tak ada di tempat itu.

__ADS_1


" Kok gak ada? tadi beneran ada disini." Ucap Galih yang kebingungan.


" Mungkin kamu halusinasi kali, kan kamu udah nyetir seharian dan aku tadi sempet kebangun bentar malah liat kamu masih main hp, Pasti kamu udah kecapean sampai halusinasi gitu." Balas Lisa.


" Kalian lagi ngapain?" Tanya Bella yang baru saja datang.


" Loh, Bella? katanya mau tunggu di mobil, kok malah ikut ke sini?" Tanya Lisa agak sedikit terkejut.


" Abis kalian lama sih, jadi aku males nunggu sendirian." Jawab Bella.


Galih terlihat masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Lisa. Padahal aku yakin kalau disini tadi ada bungkusan loh, tapi kok sekarang udah gak ada ya? apa itu beneran cuma halusinasi? Galih terdiam dalam lamunannya, ia masih sedikit tidak percaya bahwa dirinya baru saja berhalusinasi, padahal bungkusan yang dilihatnya itu terlihat sangatlah nyata.


Tin ..! tin ..!


Suara klakson mobil Fajar yang sudah sampai di samping mobil Galih.


" Nah, mereka dah sampai tuh. Kita lanjut aja yuk, gak enak lama-lama entar di tungguin sama mereka." Ucap Lisa.


Akhirnya mereka bertiga keluar dari rumah kecil itu dan berlari menuju mobil Galih, yang agak sedikit jauh dari rumah kecil yang mereka temui di pinggir jalan, walaupun belum puas melihat-lihat namun mereka mau tak mau harus cepat, agar tak membuat yang lain menunggu.


" Kalian dari mana?" Tanya Jeni yang berdiri di depan mobil Fajar.


Kalau mereka tahu aku halusinasi yang ada malah di ketawain pula. Lisa dan Bella cukup mengerti mengapa Galih tak ingin memberitahukan itu kepada Jeni, karena memang mereka berdua sedang terikat sebuah taruhan yang membuat keduanya menjadi lawan satu sama lain.


Dan takkan baik jika Galih memberitahukan itu kepada lawannya sendiri, mungkin ia akan di tertawakan atau bahkan di hina oleh wanita itu. Terlepas juga itu hanyalah sebuah halusinasi, jadi tak terlalu penting sampai harus di ketahui oleh semua orang.


Galih, Bella dan Lisa masuk ke dalam mobil. Mereka bersiap untuk berangkat, namun saat ingin menjalankan mobilnya Galih merasa ada yang aneh. Akhirnya ia turun dari mobilnya dan melihat kejanggalan yang membuat mobilnya itu terasa sedikit aneh.


" Kok bisa pecah ban sih? Padahal kan tadi malem aku cek gak ada apa-apa." Galih berbicara sendiri karena kebingungan melihat apa yang terjadi pada ban mobilnya.


Fajar yang menyadari bahwa mobil Galih tak ada di belakangnya, agak sedikit khawatir pada keadaan mereka. Dan benar saja, saat Fajar memutar balikkan mobilnya ia melihat Galih dan yang lain tampak berdiri diluar mobil.


" Kenapa Lih?" Tanya Fajar setelah keluar dari mobilnya.


" Gak tahu nih, tiba-tiba aja ban nya pecah. Padahal tadi malem waktu berhenti aku udah cek kok, atau jangan-jangan ..." Galih terlihat terkejut saat menyadari ada kejanggalan yang terjadi pada mobilnya saat malam hari.

__ADS_1


" Jangan-jangan apa sayang?" Tanya Bella yang penasaran karena ekspresi Galih seperti menemukan sesuatu.


" Tadi malam itu, ada orang yang ngerusak mobil kita. Cuma karena ku kira itu bukan apa-apa jadi aku biarin aja." Jawab Galih.


" Jadi ada orang yang sengaja ngelakuin ini semua ke kita?" Bella terkejut saat mengetahui alasan ban mobil mereka bisa pecah.


" Iya, dan aku gak tahu apa maksud orang itu, dia tiba-tiba aja dateng dan pergi gitu aja." Galih menjelaskan.


" Ya kalau ngomong, sama aja cari matilah!" Ketus Jeni yang ikut keluar dari mobil Fajar.


" Aku juga tahu! tapi yang bikin aku aneh itu apa maksud dia buat ngelakuin ini semua?" Balas Galih yang agak kesal dengan kata-kata Jeni.


" Mungkin itu cuma orang Iseng, lagian kita kan gak tahu tentang orang-orang sini. Dan bisa aja itu cuma modus mereka, supaya buat kita untuk benerin ban mobil di tempat mereka, pasti ini semua udah di rencanain." Jeni mengeluarkan pendapatnya.


" Hmph, aku setuju sama kamu. Kayaknya cuma alasan itu yang paling bisa jelasin semua kejadian ini." Balas Galih yang setuju dengan pendapat Jeni.


" Ada yang udah baikan nih kayaknya .." Ucap Serentak dari teman-teman Galih dan Jeni.


" Apaan sih." Jeni memalingkan wajahnya seolah mengejek. Dan Galih pun melakukan hal yang sama, wajahnya terlihat kesal saat itu.


" Ya udah jadi gimana nih?" Tanya Lisa. Ia tak mau berlama-lama lagi di tempat itu, dirinya ingin segera sampai di Villa dan mengistirahatkan tubuhnya yang sudah mulai terasa pegal.


" Kalau gak, kita satu mobil aja." Fajar memberi saran.


" Oke ayok ..." Lisa langsung masuk ke dalam mobil tanpa menunggu jawaban dari Galih ataupun Bella. Namun, mereka juga setuju dengan saran dari Fajar itu.


" Nanti ku suruh orang buat benerin mobilnya. Dari pada lama nungguin, yang ada kita malah gak sampai-sampai ke tujuan." Ucap Galih.


" Oke, kita langsung lanjut aja. Kalian ambil barang-barang pribadi kalian, dan punya Lisa juga sekalian ya Bel, dia udah gak Ngingetin barangnya lagi tuh." Bella merespon dengan anggukan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


BELLA``


__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


SaLaMnOlNoL ...


__ADS_2