Milenial

Milenial
Ch. 8


__ADS_3

Fajar dan Jeni tengah berada di perjalanan menuju Villa Pinus Tua, sesekali Fajar juga melirik ke arah Jeni yang masih nampak murung di sebelahnya. Wanita itu seperti sedang hanyut dalam dunianya sendiri, bahkan saat dirinya melihat ke arah wanita itu, dia sama sekali tak menyadarinya hal tersebut.


Siapa sebenarnya pria itu? berani-beraninya dia mendekati wanita ku! awas saja jika aku melihatnya secara langsung ... akan ku beri dia pelajaran agar dia tahu dengan siapa ia berhadapan. ia berhadapan. Fajar masih kesal sebab belum bisa mendaratkan pukulan ke wajah pria itu.


Saat melihat kondisi pacarnya yang sekarang ... mungkin ia takkan memberikan satu pukulan saja, melainkan Fajar akan memukul pria itu sampai dirinya puas.


Dia ingin agar pria itu tak sadarkan diri seperti apa yang dilakukannya kepada Jeni, barulah saat itu ia akan berhenti untuk memukulnya dan membiarkan pria itu untuk menjelaskan maksudnya.


Jika alasan pria itu masuk di akal dan dapat di terima oleh secara logis, mungkin ia akan memaafkannya ... tapi Fajar tidak akan puas jika belum membuat pria itu babak belur.


Fajar kembali melirik ke arah Jeni, wanita itu masih diam dengan wajah yang terlihat cemas. Semakin dilihat dirinya semakin panas dan kesal dengan orang yang telah melakukan itu semua kepada Jeni.


Ia tak peduli jika itu orang tua ataupun wanita sekalipun, selama dia telah menyakiti Jeni berarti dia juga siap untuk merasakan hal yang sama atau bahkan sebaliknya. Rasa takut yang di rasakan oleh pacarannya harus di rasakan juga oleh orang yang telah melakukan itu semua, begitu tekad Fajar dalam hati.


Jika memang aku bersama pria itu di dalam mobil ... lantas apa yang telah dia lakukan pada ku?! atau jangan-jangan ..., owh tidak! itu tidak mungkin. Aku tak mau tubuh ku di kotori oleh laki-laki tidak jelas sepertinya. Jeni masih hanyut dalam pikirannya sambil memunculkan ekspresi wajah yang terlihat cemas.


Gimana respon Fajar kalau tahu tentang masalah ini ya? gak-gak dia gak boleh tahu. Pasti dia bakal marah besar sama ku walaupun dia tahu juga kalau aku gak salah, dan aku gak mau lihat dia membabi buta kayak orang kesurupan lagi.

__ADS_1


" Kamu gak papa sayang?" Tanya Fajar yang bertambah cemas sebab wajah wanita itu tak kunjung membaik.


" Ahh, enggak kok gak papa. Kamu fokus aja sama nyetir." Jawab Jeni yang agak kelabakan.


Kok aneh? biasanya dia langsung ceritanya kalau ada hal yang gak enak di hatinya? atau mungkin ada sesuatu yang belum di ceritainnya sama aku?


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Jeni, Fajar kembali fokus pada kemudinya. Namun, ia tak bisa menghilangkan rasa penasarannya dengan sikap sang pacar yang tak kunjung membaik.


" Mm ... sayang? aku mau nanya boleh?" Ucap Jeni meminta izin.


" Kok kamu gak kayak biasanya sih? biasanya juga langsung ngomong aja? kenapa sekarang minta izin?" Tanya Fajar yang mulai curiga.


" Gimana kalau misalnya ada cewek yang di renggut keperawanannya, abis tuh cewek itu gak tahu siapa yang ngelakuiin itu sama dia. Dan ternyata pacarnya tahu kalau di lagi hamil, tapi bukan hamil anak mereka berdua melainkan orang lain ... gimana menurut kamu tanggapan si cowok ngeliat pacarnya udah kayak gitu?" Tanya Jeni pada Fajar. Kakinya sedikit gemetar karena menunggu jawaban dari pacarnya itu, ia sedikit gugup saat pria itu mulai membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan darinya.


" Kalau aku sih bakalan marah banget sama yang cewek, lagian kok gak bisa jaga diri ... dia itu pasti abis main sama cowok dan goda mereka makanya bisa sampai kayak gitu." Ucap Fajar masih sambil menyetir.


" Tapi kan si cewek gak main sama cowok! dan dia juga di tangkap gitu aja sama orang yang gak di kenal. Masa yang cewek yang salah sih!!" Bentak Jeni. Ia agak sedikit kesal saat mendengar jawaban dari Fajar tentang pertanyaannya.

__ADS_1


" Kok kamu marah sayang? memangnya yang kamu ceritain itu siapa?" Tanya Fajar dengan wajah yang keheranan.


" Eee, i ... itu teman lama aku. Dia pernah curhat kayak gitu waktu lagi hamil, aku kasian benget sama dia, dan aku pengen tahu tanggapan kamu tentang masalah itu." Jawab Jeni yang kelabakan.


Fajar menatap wanita itu dengan aneh, namun menurutnya pun itu pasti bukanlah Jeni, karena ia tak mungkin melakukan itu dengan pria lain.


" Tapi mau bagaimana pun itu udah bukan anak mereka berdua, jadi si cowok udah gak ada kewajiban buat ngurusin anak itu. Dan pasti dia udah kesel sama si cewek walau dia sendiri tahu kalau pacarnya itu gak salah." Mendengar jawaban dari Fajar itu membuat Jeni terdiam, yang dikatakan pria itu memang ada benarnya ... dan ia pun tak mungkin meminta Fajar untuk bertanggung jawab dengan anak yang ada di dalam kandungannya.


" Dan satu lagi ... wanita itu ada banyak di dunia ini, jadi si cowok gak perlu cuma ngurusin anak orang doang. Dia bisa cari pacar baru karena cewek bukan cuma satu di dunia ini, pasti ada cewek lain yang mau sama dia walaupun gak sama pacar yang sebelumnya." Kini Jeni benar-benar tak bisa berkata-kata. Harapan sudah hancur mendengar apa yang dikatakan oleh Fajar, namun ia tak bisa berbuat apa-apa.


Hati kecilnya terus menangis walaupun wajahnya menolak untuk berekspresi, ia terus berteriak di dalam pikirannya walaupun suasana saat itu sangatlah hening. Jeni ingin menangis tapi ia tak memiliki keberanian untuk itu, selama Fajar tak mengetahui tentang kejadian itu ... ia rasa dirinya masih cukup aman.


Jeni tak peduli walaupun harus terus berbohong dengan pria yang di cintai nya itu, yang di inginkan-nya hanyalah terus bersama dengan pria yang ada di sampingnya itu, sampai dirinya menutup mata dan tak sadarkan diri untuk selamanya.


Mobil yang mereka naiki itu sampai di sebuah tempat yang bisa dikatakan cukup mewah, walaupun tempat itu bergaya arsitektur yang terlihat kuno namun juga terkesan menakjubkan, di tambah lagi pemandangan yang dapat mereka lihat dari ketinggian membuat mata nyaman terbawa suasana.


Jeni dan Fajar turun dari mobil, Lisa melambaikan tangannya kepada Jeni yang baru saja sampai. Wanita itu sedang ada di atap Villa Pinus Tua, tempat dimana orang-orang bisa melihat pemandangan secara menyeluruh, mulai dari pepohonan dan bukit-bukit kecil serta awan sore yang berwarna kuning kemerahan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


SaLaMnOlNoL ...


__ADS_2