Mission Of Love Struggle

Mission Of Love Struggle
#Part 1: PERTEMUAN [Di REVISI]


__ADS_3

23:16 PM


Malam itu di hiasi dengan gerimis yang berkepanjangan. sunyi senyap hanya terdengar suara jangkrik-jangkrik yang saling bersahutan.


Terlihat seorang pemuda keluar dari rumah megah nya dengan jubah hitam tampak sebuah tas yg berukuran sedang tersampir di bahu nya.


Pria itu memasuki mobil nya dan menuju ke arah hutan di ujung kota yang jarang di datangi orang, bukan jarang lagi tapi bahkan hampir tidak ada yang mendatangi.


tapi ada juga lho seseorang yang hampir setiap minggu mendatangi hutan tersebut.


siapa?


Pria itu masuk ke tengah tengah hutan dan menuju kubuk yang berada di situ. Pria itu masuk dengan seringai iblis nya saat mendengar rintih minta tolong seorang wanita yang terkulai lemah.


Saat berada di depan wanita tersebut pria itu berkata...


"apakah kau menikmati hari liburan mu di wisata terindah ini baby, hem" seringai iblis itu kembali terlihat .


Lalu wanita itu membalas perkataan si pria misterius itu...


"kau ternyata seorang piskopat Rejendra, lepas kan aku brengseek."


"tidak semudah itu baby, ku rasa kau sudah terlalu lama menikmati hari mu di sini" Rajendra berkata tajam.


"dasar gila!! setelah kau mengurung ku. Kau anggap aku liburan di dalam gubuk di tengah hutan ini hah" teriak wanita itu dengan lantang.


"ah,,setelah dua hari tak ku beri makan, ternyata kau masih bisa berteriak ya" Rajendra masih berkata dengan tajam.


"huh... Ku rasa cukup bermain main nya ayo kita keintinya, hemmm kita mulai dari mana ya" sambung nya lagi, sial nya seringai iblis nya itu terlihat lagi.


"lepaskan aku" lirih wanita itu.


"tidak akan, kau sudah berani bermain-main dengan ku" kata nya tajam.


"maaf kan aku, aku mohon maaf kan aku" lirih wanita itu.


"ah, SUDAH LAH AKU BILANG TIDAK AKAN YA TIDAK AKAN LIVIA. (PLAK)" bentak Rajendra menampar pipi LIVIA dengan keras.


"aww" pekik Livia.


Rajendra tak memperduli kan. Dia mengeluar kan belati kecil dari tas yang tersampir di bahu nya.


"hemmm kita mulai dari mana ya" kata Rajendra berpikir dan memutar mutar belati kecil itu di depan Livia.


"j...jang...an ak..u mo...hon" Livia sudah bergetar dan menangis.


"kita mulai dari sini saja" kata Rajendra mendekat kan belati nya ke perut Livia.


"bukan kah di dalam perut ini kau bilang ada anak ku?" sambungnya lagi.


"ti...dak, lepas kan..a..ku, a..ku berbohong ten...tang i..i..tu."

__ADS_1


"ya tentu saja kau berbohong aku tidak mungkin membuat anak dengan wanita seperti mu, kita hanya sekedar kenal harus nya kau sadar diri" ucap Rajendra dingin. Ia mulai mendekat ke arah Livia.


" sret" Rajendra mengores pipis mulus Livia dengan belati kecil nya.


"akhh..., damn it kau berani merusak wajah ku" teriak Livia sangat marah.


"hei, harus nya kau sadar. Kau juga sangat berani membuat kericuhan di kota dengan menyampir kan nama ku, harus nya kau tau apa yang terjadi setelah nya." ujar Rajendra dengan senyuma mengerikan.


"ak..aku..itu..itu"


"itu apa hah... (sret)" Rajendra kembali mengores pipi milik Livia.


"Asal kau tau aku Rajendra Kusuma tidak suka menjadi sorotan" kata Rajendra dengan tajam.


"aku mohon maaf kan aku hiks, aku janji akan membersihkan nama baik mu dan akan pergi jauh dari kota ini, aku mohon hiks hiks" Livia benar-benar memohon dengan tulus, terpancar dari mata ber-air nya.


"Hufft..." Rajendra menarik nafas kasar.


"baiklah kali ini aku akan memaaf kan mu dan tepati janji yang kau bilang tadi. (sret)" ujar Rajendra dan seakan tidak puas Rajendra kembali mengores pipi Livia.


"tentu." angguk Livia dengan mantap.


Rajendra melepaskan tali yang mengikat Livia dan menyuruh Livia keluar dari gubuk.


"Bagaimana,cara aku pulang? boleh kah aku ikut dengan mu pulang" ujar Livia.


"Tidak akan!!, aku tidak sudi kau menaiki mobil ku. Kau bisa pulang sendiri, bukan kah kau masih memiliki benda berbentuk pipih yang canggih" Rajendra menatap sinis Livia.


"Huh...para wanita itu sangat memuakan, aku sangat bosan melihat mereka semua" ujar Rajendra dingin.


ia sejenak mendudukan diri ke bangku dan termenung dengan tatapan kosong.


Lalu terdengar suara bising yang membuat lamunan Rajendra buyar.


"DUAK...BRAK...SRETTT....SRETT"


Rajendra menatap ke semua penjuru gubuk saat mendengar suara tersebut.


lalu menoleh kebelakang...


Terlihat seorang gadis dengan pakian serba hitam, topi dan masker yang juga hitam.


"siapa kau?" tanya Rajendra santai tanpa ada rasa takut.


"tentu saja seseorang yang juga manusia" gadis itu tersenyum miring di balik masker hitam nya.


"untuk apa kau ada di sini" tanya Rajendra lagi.


"tentu saja untuk menghabisi pria pengecut seperti mu yang hanya bisa menyakiti wanita, cih" gadis itu menyeringai penuh arti.


"aku menghabisi mereka bukan tanpa alasan" jawab Rajendra.

__ADS_1


"sudah lah aku ingin pulang" ucap Rajendra berlalu.


srett.... Gadis itu meghadang Rajendra dan berkata,


"mengap kau tidak takut dengan ku?" gadis itu melepaskan masker nya. Sangat terlihat wajah nya cantik, imut dan lugu.


"heh, kau hanya seorang gadis kecil, lihat lah tinggi mu hanya sebahu ku" ucap Rajendra.


"huh walupun tubuh kecil tapi aku kuat dan tangguh dan apa tak terlintas di pikiran mu bahwa ternyata aku hantu?'' kata gadis itu dengan lucu.


"sekali pun kau hantu aku tak takut dan lihat lah mana mungkin hantu menampak tanah" ucap Rajendra ketus.


"sudahlah kau memang manusia menyebal kan. huh" Gadis itu melipat tangan nya di atas perutnya dan mengerucut kan bibir nya.


"kau tidak cocok jadi gadis kuat dan tangguh, kelakuan mu seperti bocah dan apa itu kau memakai sepatu kets dengan model berlampu di bawah nya dan menyala saat kau injak, haha'' ejek Rajendra.


Gadis itu melotot.


"KAU TAU UMURKU SUDAH 20 TAHUN DAN ORANG YANG KAU SEBUT MASIH BOCAH INI, SUDAH BISA MENGHASIL KAN BOCAH" teriak gadis itu dengan sangat kesal, tak terima karna dia di panggil bocah.


"aku tidak bertanya" jawab Rajendra.


"sudah lah mati saja sana kau" kata gadis itu dan pergi.


"gadis aneh. Kenapa dia ada di sini? Apa dia di asing kan karena sikap nya yang aneh itu! Kalau dia tinggal di hutan ini, rumah nya di mana ya? Ahh sudah lah mungkin dia hanya tersesat." Rajendra lalu mengedik kan bahu nya acuh.


"jangan sampai bertemu lagi" Rajendra keluar dari gubuk dan berjalan keluar dari hutan menuju mobil nya kembali.


"hari ini cukup melelah kan, gara-gara ulah wanita jalang itu. Berani-beraninya dia membuat aku jadi sorotan" Rajendra meletakan kepalanya di setiran dan memejamkan mata nya.


•••


Di sisi lain...


"hufft, manusia dingin itu berani nya dia mengatakan ku anak kecil" kesal gadis tadi berdiri di depan cermin.


"hah aku harus mengerjai nya" tekad gadis itu menyeringai.


"ia di mana ya...? Emm dia bilang, dia akan pulang pasti dia masih di sekitar luar hutan... baiklah" gadis itu tersenyum tipis dan bergegas pergi.


 ...


Di sisi Rajendra.


"baiklah saat nya kita pulang" Rajendra baru mulai menjalan kan mobil nya dan tiba-tiba menghentikan secara mendadak, saat merasakan tangan dingin menepuk pundak milik nya.


Rajendra menoleh dan...?


●●●


TBC

__ADS_1


__ADS_2