Mission Of Love Struggle

Mission Of Love Struggle
#Part 21: Tuan Sanjaya


__ADS_3

"VAL..." seru pria paruh baya itu dengan lantang dan sedikit bergetar.


tubuh Alexa menegang, dia hafal betul siapa pemilik suara itu. Walaupun sudah lama tidak mendengarnya tapi suara itu yang selalu ia rindukan, suara seorang yang ia anggap pahlawan saat sejak kecil hingga sekarang.


Alexa tidak berani melihat sekilas pun pemilik suara itu, jauh di dalam lubuk hatinya ia ingin berlari memeluk mencurahkan rasa rindunya kepada pemilik suara itu, namun nyatanya logika nya sangat engan untuk berkompromi dengan hati nya.


"Val...apa kamu benar Val" pria paruh baya itu berjalan mendekati Alexa yang semakin membenamkan wajah nya di dada bidang milik Rajendra.


Sedangkan Rajendra ia hanya diam, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Rajendra bertanya-tanya bagaimana salah satu client nya bisa mengenal Alexa?


Sungguh gadis ini memang penuh rahasia, itu pikir Rajendra.


"Alexa,Tuan Sanjaya seperti nya memangil mu, berbalik lah kau sangat tidak sopan mengabaikan perkataan nya" bisik Rajendra.


"tidak mau" tolak Alexa dan semakin mengeratkan pelukan nya.


"Alexa kau sudah merusak meeting ku, jadi turuti apa yang ku perintahkan" bisik Rajendra lagi dengan tajam dan menusuk.


"i..iya" dengan ragu Alexa berbalik menghadap pria paruh baya yang sudah berada di belakangnya.


Mata nya bertemu dengan pria paruh baya itu, Alexa ingin memeluk nya tapi raga nya seakan mati tidak mampu bergerak.


"Val, benar kamu Val, Putri Ayah" Pria paruh baya itu bergerak ingin memeluk Alexa, tapi dengan cepat Alexa bersembunyi di belakang Rajendra.


"Val ini Papa nak, Papa dan Mama merindukan mu" lirih pria paruh baya itu, atau seriang di sebuat Tuan Sanjaya atau Papa Erla.


"tidak tidak aku bukan Val, Val sudah lama mati, aku bukan Val, aku bukan Val" teriak Alexa, dia menutup telinga nya sendiri, air matanya bercucuran, mata Alexa terpejam dengan kepala terus mengeleng kuat.


"kamu memang Val nak, VALENTINE ALEXA SANJAYA anak Papa" kata Papa Erla dengan menghampiri Alexa yang bersembunyi di belakang Rajendra.


Sedang kan orang-orang yang melihat hanya saling terdiam. Rajendra sendiri pun hanya terdiam dia tidak ingin ikut campur dahulu.


"tidak menjauh dari ku, pergi pergi aku bukan Valll" Teriak Alexa lagi, Alexa terduduk di lantai dengan terus terpenjam dan mengeleng kuat.


Dia sungguh ingin berkata bahwa ia memang Valentine Alexa Sanjaya anak tunggal dari Erlangga Sanjaya dan Dinda Elia Sanjaya.


Namun sekelabat tentang tragedi dan trauma nya membuat ia enggan untuk mengakui itu.


"ehem, Tuan Sanjaya seperti nya sekarang Alexa tidak bisa di ajak bicara. Biarkan saya membawa Alexa dahulu, saat suasana hati nya sudah tenang saya akan membawa Alexa kepada anda" ujar Rajendra angkat bicara.


Ia mengerti siapa Val. Val itu adalah Alexa, mungkin Val itu panggilan untuk Alexa dahulu. Dan Tuan Sanjaya adalah Papa Alexa.


Dan yang jadi pertanyaan nya sekarang adalah dia sudah bekerja sama dengan Tuan Sanjaya atau Papa Alexa sejak lama, tapi mengapa ia tidak pernah mengetahui tentang Alexa dulu?


"tapi Val~~" ucapan Papa Erla terpotong oleh perkataan Rajendra.

__ADS_1


"Tuan Sanjaya maaf menyela, sebaik nya turuti saja perkataan saya dulu, kalau di paksa takut nya ada hal yang tidak-tidak terjadi" ujar Rajendra.


"em baiklah" Papa Erla mundur beberapa langkah, membiar kan Rajendra mengendong Alexa ala-ala bridal.


"meeting cukup sampai di sini, saya permisi" Kata Rajendra berlalu keluar di ikuti oleh Rico dan sekretaris Rajendra di jepang.


Rajendra membawa Alexa kembali keruangan nya dan mendudukan Akexa yang masih terus terisak.


"Alexa apa ada yang ingin kau ceritakan, hm" ujar Rajendra dan mengambil posisi berjongkok di hadapan Alexa.


"hiks, dia Papa ku, aku sangat merindukan nya, hiks hiks" kata Alexa dengan terisak.


"kau merinduka Papa mu, tapi mengapa kau malah bersikap seperti tadi. Seharus nya kau memeluk Papa mu dan tersenyum" tutur Rajendra.


"tidak aku tidak bisa kembali sekarang, aku harus menuntaskan masalah ku dahulu kak, aku tidak ingin melibatkan Papa dan Mama" lirih Alexa menunduk.


"hem aku mengerti" Rajendra mengambil sapu tangan dari kantong celana nya, perlahan ia mengusap air mata Alexa yang terus berjatuhan.


"emh...momen yang bagus untuk diabadikan lagi" batin Rico yang berdiri tidak jauh dari Rajendra dan Alexa. Ia kembali memotret secara diam-diam.


"tapi tidak kah sebaiknya kau temui dulu Papa dan Mama mu untuk menjelaskan yang sebenar nya, bukankah mereka sudah mengetahui kebenaran tentang mu, jadi mereka tidak akan risau" kata Rajendra memberi masukan untuk Alexa.


"aku belum siap Kak, sungguh aku belum siap. Pasti dengan kehadiran ku mereka tidak akan hidup damai" ujar Alexa dengan menggeleng kuat.


"Kak Rajen tolong mengerti aku, biarkan aku mengambil keputusan dalam masalah ku sendiri" kata Alexa dengan memohon.


"hm, iya baiklah, lalu bagaimana dengan Papa mu yang mengetahui kau masih hidup dan bersamaku? Mungkin untuk ini aku malas membantu karena itu masalah mu sendiri"


"Kak Rajen aku mohon satu pertolongan lagi yah" Alexa berkata dengan nada memelas dan raut wajah imut.


"tidak kau mengambil keputusan masalah mu sendiri jadi aku tidak ikut campur" ujar Rajendra menatap Alexa.


"iya mamang benar sih, tapi bisakah satu kali ini sajaaa" kata Alexa lagi dengan mengedipkan matanya beberapa kali dan itu sangat terlihat imut menurut Rajendra.


"huh, baiklah Katakan" kata Rajendra kalah.


"tidak perlu ku katakan, Kak Rajen pasti tau bagaimana cara membuat Papa tidak mengejar-ngejar ku" ujar Alexa dan memberika wink ke Rajendra.


"hem iya. Lalu apa maksud mu tadi tentang rabut mu yang di jambak Tante garong" Rajendra berpindah posisi duduk di samping Alexa.


"hiks, itu ada seorang Tante-tante yang tiba-tiba masuk, Tante itu marah-marah ke pada ku, hiks. Lalu lalu Tante garong itu menjabak rambut ku Kak Rajen" ujar Alexa dengan akting terisak nya.


"Hm lalu" kata Rajendra menunggu kelanjutan cerita Alexa tentang Tante garong.


Alexa bergerak naik ke pangkuan Rajendra.

__ADS_1


"Lalu aku tampar dan terus aku tendang, setelah nya Tante garong itu pergi dengan menahan marah. Hihihihii wajah Tante garong itu sangat lucu saat marah, wajah nya jadi me-merah hahaha" lanjut Alexa dia tidak akting terisak lagi tapi ia tertawa senang saat membayangkan Tante Garong atau Erika Yuri saat terjatuh ia tendang.


"Kau menanpar dan menendang orang Alexa" kaget Rajendra.


"Iya, hebatkan aku Kak" ujar Alexa dengan bangga.


"hm, lalu siapa gerangan Tante garong itu?" tanya Rajendra. Ia memang tidak mengetahui siapa Tante garong yang di maksud Alexa, setau nya semua karyawan nya disini tidak memiliki nama sejelek itu.


"Erika Yuri" Jawab Alexa.


"Oh" respon Rajendra acuh.


"Hanya oh saja, tidak ada respon lain" kata Alexa sedikit kesal dan turun dari pangkuan Rajendra dan duduk lagi ketempat semula.


"Lalu kau mau seperti apa?" Rajendra menaikan sebelah alis nya menatap Alexa dari samping.


"marah kek, di pecat kek" gumam Alexa sangat pelan tapi masih bisa terdengar di telinga Rajendra.


"Erika Yuri itu cara kerja nya cekatan, jadi sangat sayang kan kalau karyawan seperti itu di pecat hanya karena masalah sepele seperti itu, apalagi itu demi kau, memang kau siapa di kantor ini" kata Rajendra tanpa sensor.


"KRAK" rasanya hati Alexa kembali patah mendengar perkataan "apalagi itu demi kau, memang nya kau siapa di kantor ini"


Alexa beranjak dari duduk nya.


"Aku ingin kembali duluan ke hotel, jangan kejar aku" kata Alexa dengan nada kesal.


"BRAK" Alexa berlalu keluar dan menutup pintu dengan keras.


"hah..., dia sungguh sok tau ingin kembali duluan" kata Rajendra menatap pintu yang di tutup Alexa dengan keras.


"liat lah Rico dia memang benar-benar nasih anak-anak" Rajendra memang kepalanya dan mengeleng-geleng pelan.


●●●


TBC GUSY...


Like, komen, favorite and vote♡


...✤✤✤...


...MISSION OF LOVE STRUGGLE...


...Kamis 10 juni 2021●Teluk Kepayang....


...LICH❣...

__ADS_1


__ADS_2