Mission Of Love Struggle

Mission Of Love Struggle
Part 24: Marah


__ADS_3

"Kak Rajen mesummm, dasar cabullll"


"Plak..."


"BRUKK.."


Alexa dengan kasar menepis tangan Rajendra yang nangkring di atas dadanya, lalu mendorong Rajendra dengan kuat dan belakang Rajendra terbentur pintu mobil dengan keras.


"Kak Rajen sialan, mengapa kau memegang dada ku" kata Alexa dengan garang dan menyilangkan ke dua tangan nya di dada.


"shh, hei aku hanya bertanya apa penyakit hatimu itu bisa sembuh dan sedikit memegang nya!! bukan berniat melecehkan mu. Apalagi sengaja memegang dada rata mu itu" kata Rajendra mengusap-ngusap punggung nya yang lumayan sakit.


"huh, terserah ku saja. Memang nya kenapa kalau aku mempunyai dada rata?!! Tidak ada hubungan nya dengan Kak Rajen"


"Baiklah untuk saat ini aku bakal mogok bicara sama Kak Rajen" Alexa bergeser dan duduk di ujung, pandanganya ter-arah keluar dengan bibir bebek monyong lima centi.


"hahaha, adegan ini sangat menarik" gumam Rico dalam hati, dia tersenyum yang mempunyai maksud terselebung.


"Untung saja aku pintar, jadi tidak ketinggalan foto momen langka Tuan besar" gumam Rico lagi dari dalam hati, dia merasa bangga karena di anugrahi pemikiran cerdik.


"Dengan menekan tombol rekam, lalu menyembunyikan agar tidak terlihat tapi kamera masih mengarah ke kursi penupang, untuk merekam Tuan besar dan Nona Alexa setelah nya screenshot momen yang bagus, uh cerdik" batin Rico lagi-lagi. Dengan senyum yang sungguh merasa bangga.


"emang anak-anak yah, kalau ngambek itu selalu bilang. Hem sungguh aneh" kata Rajendra menyindir Alexa.


Namum Alexa hanya diam dan tetap dalam posisi nya. Hm,,,Fine seperti dia bilang tadi, dia akan mogok bicara dengan Rajendra.


"hei!! Mengapa kau tiba-tiba menjadi sebuah patung" kata Rajendra lagi, dia mencoel lengan Alexa.


"bila kau sungguh ingin menjadi patung, hm boleh juga! Aku akan menurunkan mu disini" ujar Rajendra ketus, pandangan nya menatap lurus.


"Rico berhenti, kita akan menurunkan sebuah patung gratis di jalan ini" perintah Rajendra dengan tersenyum sinis.


"baik tuan" Rico menepikan mobil dan berhenti.


"patung dadakan mari turun" Rajendra melirik ke arah Alexa yang masih senantiasa tidak breaksi apa-apa.


"ayo tur~"


"Kak Rajen bisa diam tidak, kalau Kak Rajen terus terusan memancing ku bicara, mana bisa tahan lama aku mogok ngomong sama Ka Rajen" ujar Alexa memotong perkataan Rajendra.


"ehem, sudah mulai berani yah..!! Baiklah sekarang aku juga tidak mau repot, setelah pulang dari jepang aku akan memgantar mu kembali dari hutan" kata Rajendra menompang dagu nya, tanpa melihat ke arah Alexa.


"deal" Alexa turun dari mobil dengan marah.


"Kak Rajen pergi saja sana, aku bisa sendiri. Cepat pergi sana, aku masih ingin berjalan-jalan" Alexa berkata dengan melangkahkan kaki nya menjauhi mobil Rajendra.


"ah Rico Rico, anak-anak itu benar benar sok tau" Rajendra memegang kening nya dengan terpejam.


"jadi apa yang kita lakukan tuan?" tanya Rico.


"kejar saja dia dan hadang" perintah Rajendra.


"baik" Rico menjalankan mobil nya dengan pelan dan mensejajarkan langkah Alexa. Lalu memberhentikan mobil nya di depan Alexa.

__ADS_1


Rajendra turun dan berjalan menuju Alexa yangasih saja cemberut.


"Alexa kalau kau tidak ingin masuk, mari lebih baik aku mengantar mu ke Ayah dan ibu mu kan mereka berada di sini" kata Rajendra mengangkat sebelah alisnya.


"atau mengantar mu kepada Leo, hm pilih yang mana?!!"


"ish, Kak Rajen jahat, baik aku masuk, huh" Alexa masuk kedalam mobil dengan menghentak-hentakan kaki nya.


"hah, mengapa semalan aku menyetujui utuk membawa Tarzan bebek itu, ikut bersama ku" Rajendra menghela nafas panjang dan memijit-mijit pangkal hidung nya. Lalu juga masuk ke dalam mobil.


"Rico kita tidak usah kembali kehotel putar balik saja ke kantor" perintah Rajendra.


"Baik tuan" Rico mulai menjalankan lagi mobil nya menuju kantor Rajendra.


"Kak Rajen aku tidak mau kembali ke kantor mu" protes Alexa.


"***, Alexa kau bisa diam tidak, tau kalau begini aku tidak akan membawa. Biar saja kau tinggal sendiri atau apa" bentak Rajendra, dia sudah sangat kesal dengan Alexa.


"tidak kah kau bisa diam, turuti apa yang ku katakan. Waktu ku sudah banyak terbuang karena mu" kata Rajendra lagi.


"Kak Rajen kau marah padaku ya?" lirih Alexa dengan menunduk.


"iya aku marah. Bila kau tidak ingin di atur atau kau marahi jangan ikut dengan ku lagi. Terserah mu mau kemana aku tidak peduli" Rajendra benar-benar sedang kesal dengan tingkah Alexa.


"hiks, hiks Kak Rajen aku mau sama Kak Rajen saja. Jangan marah padaku, aku minta maaf" Alexa berhambur memeluk Rajendra dari samping.


"Kak Rajen maaf kan aku, aku mohon"


"hm" namun Rajendra tidak bereaksi apa-apa, dia membuang pandangan nya keluar.


"heum, jadi apakah tuan, memang benar membiarkan Nona pergi. Entahlah itu terserah tuan" batin Rico melihat Rajendra dan Alexa dari kaca spion dengan muka datar nya.


•••


"cepat lepaskan pelukan mu" kata Rajendra dingin.


Dengan terpaksa Alexa melepaskan pelukan nya, ia juga turun mengikuti Rajendra masuk ke RK Company, meski pun Rajendra masih marah degannya.


"Kak Rajen, aku ingin ketoilet sudah kebelet, nanti aku akan menyusul" kata Alexa saat Rajendra memasuki lift.


"hm"


Alexa pun segera bertanya di mana toilet perempuan, kepada karyawan di situ.


Setelah menemukan, Alexa membasuh wajah nya dan menatap dirinya sendiri di cermin wastefel.


"hiks, hiks Kak Rajen menyakiti ku, dia sepertinya benar-benar ingin aku pergi!! Baik kalau begitu aku akan pergi. Pergi ke tempat asing dimana orang tidak akan mengenali ku begitupun sebalik nya" Kata Alexa dengan terisak.


"hiks, aku takut bertemu dengan Kak Rajen, aku takut dia marah, aku takut ka...kalau dia menyiksa ku seperti perempuan di gubuk itu" Alexa semakin menangis, untung saja tidak ada orang selain dia. Jadi dia bisa leluasa memumpahkan tangisannya.


"hei, jangan menangis lagi, aku tidak akan memyiksa mu, jangan membuat kemungkinan-kemungkinan seperti itu" kata Rajendra memeluk Alexa dari belakang dengan posesif.


"aku hanya kesal, itu saja. Masalah tinggal dengan ku, itu terserah mu, kau berhak memiliki keputusan. Jadi bagaimana!! Padahal saat kau pulang dari jepang, kau akan berkuliah" kata Rajendra lagi. Ia mengendus-ngendus leher Alexa.

__ADS_1


"Kak Rajen benar tidak marah dengan ku lagi?" tanya Alexa dengan menghapus air mata nya.


"hm, tidak" Rajendra menjatuh kan kepala nya di pundak Alexa.


"heum baiklah, kalau begitu aku akan tetap tinggal dengan Rajendra dan melajutkan pendidikan ku" Alexa berbalik dan mengalungkan tangannya di leher Rajendra.


"terimakasih" Alexa berjinjit mengecup sekilas pipi Rajendra.


"kau berani sekali yah!!" Rajendra sedikit menundukan kepala nya dan balik mencium pipi Alexa.


"ckrek"


Rajendra dan Alexa menoleh ke asal suara dan terlihat Rico sedang memotret mereka.


"upss...maaf tuan besar, saya hanya iseng, entah mengapa akhir-akhir ini saya hobi memotret" ujar Rico dengan menggaruk-garuk kepalanya.


"Heum, tidak masalah" ujar Rajendra mengandeng Alexa pergi dari situ menuju ruangan nya.


。。。


"ada masalah apa yah?" kata Nyonya Sanjaya atau Ibu Alexa kepada suaminya.


"by, kamu tau!! Aku bertemu Val, Val by!!" seru Tuan Sanjaya, Ayah Alexa. Memegang erat kedua pundak sang Istri


"Ah ayah mah ngaco, mana ada Val di sini" ujar Nyonya Sanjaya, mengeryit bingung.


"aku tidak bohong lho by"


"yah, apa Ayah terlalu merindukan Val?!! hingga menghalu begini"


"ck, aku tidak sedang berhalu ria by, aku mengatakan kenyataan nya" ujar Tuan Sanjaya serius


"iya iya terserah Ayah, jadi di mana Ayah bertemu Val?" tanya Nyonya Sanjaya. melihat suaminya sudah berkata serius begini lebih baik ia mendengarkan dulu cerita suami nya.


"Di RK Company, dia bersama dengan Tuan Kusuma, si Rajendra Kusuma" kata Tuan Sanjaya.


"Rajendra Kusuma!! Bukan kah itu Pria dingin tak tersentuh. Mengapa Ayah semakin ngaco sih"


"huh, Aku tidak berbohong by, saat tadi Val seperti takut melihat ku. Jadi si ice itu menenangkan, dia berkata setelah Val sudah tenang, Dia akan membawa Val kepada kita" jelas Tuan Sanjaya dengan binar senang.


"apakah ini semua tidak bohong" Nyonya Sanja menyakini.


"tidak!! Aku benar-benar tidak bohong by" kata Tuan Sanjaya dan memeluk istrinya.


"iya, aku berharap itu benar-benar Val. Semoga ini tidak mengecewakan" kata Nonya Sanjaya membalas pelukan suami nya.


"Baby" kata Tuan Sanjaya mesra di samping telinga istri nya.


"Plak"


"Ayah sudah kubilang jangan sebut aku baby, ingat umur. DASAR" setelah menepuk pundak suaminya, si istri pun berlalu masuk kamar.


●●●

__ADS_1


TBC


__ADS_2