
..Malam kedua di Jepang..
"Rico aku lupa tentang wanita yang bernama Livia itu, bagaimana?" tanya Rajendra.
Mereka sedang berkumpul di dalam kamar hotel Rajendra, menikmati makan malam.
"Nona Livia sudah pergi ke luar kota, sebelum pergi Nona Livia juga sudah membuat pengakuan. Masalah berita scandal anda dengan Nona Livia sudah di tahan dan di kubur" jelas Rico.
"hm, bagus lah dia menepati janji nya" kata Rajendra ketus.
"Kak Rajen, scandal itu apa?" tanya Alexa dengan mulut penuh.
"tidak tau, aku malas menjelaskan, kau bisa mencari tahu di internet" kata Rajendra.
"Aku tidak punya ponsel"
"ah, iya benar juga. Nanti aku belikan" ujar Rajendra yang membuat Alexa berbinar senang.
"kalau begitu aku berterimakasih" Alexa kembali makan dengan lahap.
"Rico besok ada jadwal apa?"
"jam sembilan pagi ada pertemuan dengan Nona Meiko Calista, hanya itu Tuan" kata Rico.
"hm baik"
"Kak Rajen besok aku akan ikut lagi" seru Alexa bersemangat.
"tidak mana boleh, kau hanya pengacau" ucap Rajendra acuh.
"tak" Alexa meletakan sumpit dengan keras.
"aku sudah kenyang" Alexa berdiri dan ingin pergi dengan cemberut.
"duduk habiskan makanan mu. Dan kau boleh ikut besok" ucap Rajendra tajam tanpa melihat ke arah Alexa.
"ok" Alexa pun kembali makan dengan bersemangat.
•••
"kalian boleh keluar, aku sibuk. oh ya Rico kau panggilkan pelayan hotel untuk membereskan sisa makanan ini" Kata Rajendra dan berjalan menuju sofa.
"Baik" Rico berlalu keluar dan tinggalah Rajendra dan Alexa.
"drtt, drtt, drtt"
bunyi ponsel Rajendra bergetar.
"Ehem, halo Tuan Sanjaya" ucap Rajendra mengangkat telepon nya.
Alexa yang semula ingin kembali ke kamar hotel nya, menjadi ia urungkan.
Alexa pun mendakati dan duduk di samping Rajendra, saat mendengar Rajendra menyebut sang ayahnya.
"Kak Rajen aktifkan Loudspeaker" bisik Alexa dan di angguki Rajendra.
__ADS_1
"Tuan Kusuma, kapan anda membawa Val kepada saya" kata Tuan Sanjaya di seberang sana.
"ehm, mungkin besok bisa" ujar Rajendra melirik Alexa yang sedang tertunduk memainkan jari mungilnya.
"Baik, saya berharap besok tidak mengecewakan"
Alexa mendongak menatap Rajendra, suara Ayahnya yang penuh harap untuk bertemunya, bagaikan di hantam batu hingga remuk.
"hm, kalau begitu kita bertemu di restoran xxx, jam mungkin sekitar 13:00, karena pagi saya masih ada janji dengan klien" ujar Rajendra dia menatap balik Alexa.
"baik, kalau begitu saya tutup dulu telepon nya"
"hm"
"tut, tut" panggilan berakhir.
"Kak Rajen, bagaimana ini aku jadi dilema" kata Alexa dengan mata berkaca-kaca.
"aku tidak tau, keputusan ada di tangan mu" Rajendra memgangkat bahu.
"ak...aku akan tetap pada keputusan awal" kata Alexa tegas.
"hm, iya terserah mu" Rajendra mendaratkan telapak tangan nya keatas kepala Alexa dan menepuk-nepuk nya lembut.
"baiklah kalau begitu aku balik Kak Rajen" kata Alexa dan berlalu menuju kamar hotel nya.
"huft, apa keputusan ku sudah benar, entahlah semoga ini yang terbaik" Alexa merebahkan badanya dan memejamkan matanya.
Disisi lain...
"maaf kan aku, aku sangat merindukan mu"
"tes" bulir air mata Rajendra pun keluar.
。。。
"Kak Rajen, ada janji sama klien kenapa bertemunya di apartemen?" tanya Alexa menatap bangunan yang menjulang tinggi.
"dimana saja, juga sama saja. Katanya kurang enak badan dan tidak bisa janji di luar" jawab Rajendra melangkah masuk di iringi Alexa dan Rico.
Rajendra memasuki lift memasuki lift menuju unit apartemen klien nya yang bernama Meiko Calista.
"Rico panggil" perintah Rajendra saat sudah berada di depan pintu unit apartemen Meiko Calista.
belum sempat Rico mengetuk atau memanggil, pintu sudah terbuka dan tampak lah seorang wanita yang sangat cantik dengan body bak gitar spanyol.
"Tuan Kusuma, maaf saya mengganti tempat perjanjian awal" ujar Meiko dengan lemah gemulai, suaranya terasa sangat lembut.
"cetar membahana ulala badai" batin Alexa melongo meneliti penampilan Meiko yang anggun dan modis.
"tidak apa" jawab Rajendra singkat.
"mari masuk" kata Meiko mempersilahkan, dia belum melihat keberadaan Alexa karena dari tadi matanya hanya berfokus pada wajah Rajendra.
"hm" Rajendra masuk menuju sofa di ikuti Rico dan Alexa.
__ADS_1
"Tuan Kusuma siapa gadis yang berada di samping asisten Rico itu" ujar Meiko duduk di samping Rajendra.
"apakah istri asisten Rico?!! Wah selamat ya" sambung Meiko lagi dengan tersenyum manis.
"sayang kesini" perintah Rajendra memanggil Alexa. Itu membuat Meiko kaget bukan main.
dengan kikkuk Alexa berjalan dan juga duduk di sebelah Rajendra.
"sayang apa kau sudah sangat tidak bentah, tunggu sebentar" ujar Rajendra merengkuh pinggang Alexa dari samping.
"ja...jadi sebenarnya siapa gadis ini Tuan Kusuma!?"
"dia istriku" ujar Rajendra asal. Fine fine aja bagi yang tau kebenarannya, tapi bagi seorang Meiko ini adalah masalah bencana besar.
Perusahaan sang Ayah dan Perusahaan Rajendra sudah lama saling bekerja
sama. Tentu saja dia sebegai putri kolega bisnis Rajendra, sangat mengenal Rajendra dan berulang kali bila ada kesempatan bertemu Rajendra ia mengucapkan cinta namun hanya di abaikan oleh si manusia Es, Rajendra.
"mana ada, Tuan Kusuma sangat keterlaluan bercandanya, haha" ucap Meiko, tertawa hambar.
"sudahlah Mei jangan basa-basi, aku di sini membahas sebuah project" ujar Rajendra tajam.
"ah iya, hampir lupa"
Akhirnya Rajendra, Meiko dan Rico saling mengutarkan pendapat, sebuah keuntungan dan lain-lain yang membuat Alexa pusing mendengarnya, karena tidak paham.
"Kak Rajen aku pengen buang air kecil" cicit Alexa berbisik di telinga Rajendra.
"eh, yasudah kau ketoilet saja" kata Rajendra.
"aku tidak tahu letak nya" ujar Alexa.
"Meiko istri ku ingin ke toilet, tolong tunjukan" kata Rajendra.
"mulut Tuan besar memang ajaib, sekehendaknya mengklaim gadis jadi istri nya" gumam Rico dalam hati.
"baik, mari ikuti saya Nona manis" Meiko mengiring Alexa menuju toilet, setelah sampai, dia ngacir kembali duduk di sebalah Rajendra.
"Rajendra apa kekurangan ku, sehingga kau tidak pernah melirik ku. Aku sangat mencintai mu, mengertilah perasaan ku" ujar Meiko tiba-tiba berbicara degan nada manja. Tangan nya bergerak mengelus-elus paha Rajendra.
"jangan setuh aku" Rajendra menepis tangan Meiko dengan kasar.
"ayolah Rajendra jangan munafik, kau pasti sangat menginginkan tubuh indah ku inikan" Bisik Meiko sensual.
"ahh, ayo sayang kita bermain" Meiko membusungkan dadanya dan merangkak naik kepangkuan Rajendra tangan nya bergerak mengelus-elus dada bidang Rajendra.
Rico yang melihat itu hanya diam dan tenang-tenang saja. Tanpa berniat mencegah atau berkomentar.
Sedangkan Alexa yang melihat itu mengeram jijik menatap Meiko. Hilang sudah martabat keanggunan dan kelemah lembutan Meiko di mata Alexa.
"Huh"
"BRUK"
●●●
__ADS_1
TBC