Mission Of Love Struggle

Mission Of Love Struggle
#Part 27: Alexa menghilang


__ADS_3

..HOTEL XX..


"Kak Rajen lama sekali, aku ingin cemilan. Emm ijin dengan Paman Rico atau tidak ya?! lebih baik ijin saja" Alexa keluar dengan membawa black card pemberian Rajendra menuju kamar hotel Rico.


"tok tok tok"


"Paman Rico" panggil Alexa.


"iya Nona? Ada apa" kata Rico keluar. Dia memang tidak ikut dengan Rajendra, karena Rajendra yang hanya ingin sendiri.


"aku lihat di depan Hotel ini ada supermarket, aku ingin kesana apakah boleh, Paman Rico?" kata Alexa meminta ijin.


"biar saya temani Nona" tawar Rico.


"tidak perlu Paman, aku bukan anak TK lagi" Alexa menolak.


"baiklah, tapi apakah anda mempunyai uang Nona?" tanya Rico dengan hati-hati.


"tenang-tenang, Kak Rajen memberiku kartu ini" ujar Alexa memperlihatkan Black card yang sedari tadi ia genggam.


"baiklah kalo begitu selamat berbelanja Nona" ujar Rico. Ia sedikit kaget melihat Tuan Besarnya memberikan begitu saja kartu ajaib yang dapat memuat uang itu, kepada sesorang yang belum satu minggu bersamanya.


Tapi dia lupa, bahwa satu kartu itu tidak ada apanya untuk Rajendra.


"dadah Paman Rico" Alexa pergi dengan riang dan tidak tahu bahwa ada sesuatu yang mengintai-nya.


•••


"Rajendra tunggu" cegah Mama Dinda saat Rajendra sudah berlalu beberapa langkah.


"Ada apa Tante?" kata Rajendra berbalik dan kembali mendekati Papa Erla dan Mama Dinda.


"Rajendra Tante hanya ingin mengatakan terimakasih, karena sudah mau merawat Alexa. Kami berhutang banyak kepadamu" ujar Mama Dinda dengan mengusap air matanya.


"tidak apa Tante, saya ikhlas membantu" kata Rajendra tersenyum tulus.


"kau sangat baik Rajendra, saya terkesan dengan mu. Emm itu apakah boleh kau memotretkan Val setiap harinya dan mengirimkan kepada kami?" kata Mama Dinda memegang tangan Rajendra dengan penuh harap.

__ADS_1


"Itu bukan masalah besar Tante" kata Rajendra menyanggupi.


"sekali lagi terimakasih Rajendra" Mama Dinda semakin mengenggam erat tangan Rajendra dan tidak menyadari bahwa suami di sampingnya sedang terbakar api cemburu.


"baby lepaskan pegangan mu, apa tangan ku kurang indah untuk kau genggam" ujar Papa Erla menatap tajam Rajendra.


"ah,,, bukan begitu Pa, Mama hanya berterimakasih, harusnya Papa juga melakukan hal yang sama" Mama Dinda buru-buru melepaskan genggamannya.


"tidak perlu" Papa Erla memalingkan pandangannya saat Rajendra menatap balik.


"Pa!! kenapa Papa bersikap seperti itu kepada Rajendra, dia adalah penyelamat Val, bukan seperti Leo si pembohong itu" tegur Mama Dinda kepada sang Suami yang malah terlihat kesal pada Rajendra.


"by aku kesal kepada dia karena telah mengambil Val, untuk saat ini aku ngambek kepada dia" ujar Papa Erla memayunkan sedikit bibirnya.


"HAHAHA" Rajendra sudah tidak tahan untuk melepas gelak tawanya, dia merasa sangat terhibur dengan tingkah Papa Erla barusan.


"ternyata Alexa mendapatkan sifatnya itu dari sang Papa, hahaha" batin Rajendra, dia masih merasa lucu.


"Papa apa-apaan sih, Papa kebiasaan deh selalu begitu saat kesal, kayak bocah tk tau pa!!" ujar Mama Dinda geleng-geleng melihat tingkah suaminya.


"Biarin saja, huh. Ternyata kamu bisa tertawa juga yah?!" kata Papa Erla tanpa mau melihat Rajendra. Dan Rajendra pun segera mengubah ekspresinya seperti biasa.


"benar apa kata Tante Dinda, semenjak bersama Alexa saya juga sering tertawa karena sifatnya yang mirip dengan Om Erla" ujar Rajendra.


"tentu saja dia anak ku" kata Papa Erla ketus.


"Heum, kalau tidak ada yang ingin di bicarakan lagi saya pamit permisi" kata Rajendra dengan melihat jam yang melingkar di tanganya.


"Oh iya silahkan, sekali lagi terimakasih untuk semuanya Rajendra" kata Mama Dinda sangat tulus.


"iya Tante sama-sama" sahut Rajendra dan ingin beranjak pergi.


"Jangan lupa update foto Val kepada kami" Papa Erla berkata dengan menatap Rajendra ogah-ogahan.


"Baik Om" ucap Rajendra dengan tersenyum simpul.


Rajendra ia memiliki banyak uang, tapi tidak bisa tertawa lepas dan banyak tersenyum seperti sekarang, setiap hari.

__ADS_1


Hidupnya, hatinya dan rumahnya hanya di isi kekosongan, merasa hampa adalah asupannya setiap hari. Menjadi dingin dan gila kerja adalah rutinitas yang selalu ia pegang.


。。。


"wah ternyata ada toko buku, sebaiknya aku kesana dulu untuk membeli buku, aku bisa berbahasa Jepang jadi aku tidak perlu khawatir" kaki Alexa melangkah untuk menuju Toko buku setelah keluar dari supermarket.


Ia menitipkan belanjaanya kepada penjaga dan masuk.


Alexa melangkah ceria mengelilingi rak-rak buku dengan tersenyum manis, membuat sesorang mentapanya penuh arti.


"Sudah ku duga kamu memang Valentine Alexa, tunggu saja kamu akan menjadi milik ku kembali" kata sesorang yang mengintai Alexa dan pergi.


"sebaiknya aku cepat kembali" Alexa membayar buku yang di belinya, mengambil belanjaanya dan bersiap ingin menyebrang.


Namun naas, Alexa di timpa kemalangan, ia di bius begitu saja dan di bawa oleh mobil sedan hitam yang melaju cepat.


•••


"kenapa perasaan ku tidak enak" Rajendra semakin mempercepat mobilnya menuju hotel, yang ada di pikirannya saat ini hanya Alexa, bukan lagi setumpuk berkas-berkas.


Sesampainya Rajendra, ia segera naik menuju kamar hotel Alexa. Mencari kebradaan Alexa namun tidak ada.


"Rico kemana Alexa?" tanya Rajendra, setelah menerobos masuk kedalam kamar hotel Rico.


"oh, Nona Alexa meminta ijin untuk berbelanja cemilan di supermarket depan" jawab Rico.


tanpa berkata lagi atau permisi Rajendra meleset turun, menuju supermarket.


"kemana Alexa mengapa tidak ada disini" gumam Rajendra keluar dari supermarket.


Rajendra menyusuri jalan dengan mata yang berkeliaran kemana-mana. Matanya menangkap sebuah objek yang mana tergeletak dua kantong plastik berisi cemilan dan beberapa buah buku dan black card yang ia berikan pada Alexa.


"ini, kenapa ada di sini, tidak mungkin Alexa meninggalkan begitu saja. Apa Alexa di culik?!" kata Rajendra panik.


"ya tuhan kemana Alexa, kalau benar-benar di culik! Siapa yang menculik?!!" Rajendra mengusap wajahnya kasar.


"Aku sudah menduga, Alexa benar-benar di bawa oleh dia" Rajendra mengepalkan tangan nya kuat.

__ADS_1


●●●


TBC


__ADS_2