
"ituu..."
"hei... itu apa?"
"itu kenapa semua video di laptop mu, sangat menjijikan" ujar Alexa dengan bergedik.
"hah...vid-" Rajendra teringat sesuatu dan melototkan matanya.
"apa kau sudah melihatnya?" tanya Rajendra was-was.
"he'em padahal awalnya lumayan seru sih'' angguk Alexa.
''Hah... Baiklah, matikan laptop yang tadi, selanjutnya buka laci di ranjang ku. Di situ ada laptop ku yang dulu. Tenang saja itu masih sangat bagus dan tentunya tidak ada yang aneh-aneh '' jelas Rajendra dengan memengang ke dua pundak Alexa. Alexa menganguk-anguk lalu bertanya.
''Memangnya mereka sedang apa.''
Pertanyaan Alexa membuat Rajendra kelabakan.
''Emm... Ku kira kau tau apa yang sedang mereka lakukan''
Alexa mengelengkan kepalanya.
''Aku tidak tau, aku hanya ingat pesan Mama, kata Mama jangan melihat orang tanpa sehelai benang pun. Karna itu menjijikan untuk bocah seperti ku, padahal aku bukan bocah kan Kak?'' tutur Alexa dengan polosnya.
''Apa kau tau cara membuat anak, emm maksud ku cara agar bisa hamil?''
''Tau kok Kak... Teorinya, Proses pembuahan atau fertilisasi adalah bertemunya sel telur dengan sel ****** untuk bersatu sehingga membentuk zigot, lalu menjadi embrio sebagai cikal bakal janin. Fertilisasi disebut juga sebagai konsepsi, dan itulah awal mula terjadinya kehamilan."
''Sebelum proses pembuahan berlangsung, harus terjadi ovulasi terlebih dahulu. Ovulasi yaitu keluarnya sel telur dari ovarium (indung telur) yang normalnya terjadi setiap bulan atau proses terjadinya menstruasi'' jelas Alexa panjang lebar layaknya guru yang sedang menerangkan pelajaran .
''Lalu~~'' saat Alexa mulai ingin menjelaskan lagi... Segera di hentikan oleh Rajendra.
''Cukup, jangan di jelas kan lagi'' Rajendra memijat-mijat kepalanya ia merasa pusing dengan penjelasan Alexa. Bukan karena tidak mengerti tapi yaaa You know lah!
''sekarang sebaik nya kau masuk kamar'' perintah Rajendra.
''Tidak mau, aku mau laptop aku mau drakor'' rengek Alexa.
''Tidak ya tidak'' Rajendra mulai meninggi kan suaranya.
''Hiks... Aku mau drakor'' Alexa bergelayut di tangan Rajendra.
"ALEXA'' bentak Rajendra.
''Ishh,,, kau pemarah sekali Kak, aku marah pada mu'' Alexa mengerucutkan bibirnya tanda bahwa ia marah.
''Terserah mu'' kata Rajendra acuh.
__ADS_1
lalu kembali melanjut kan memasak.
''huh'' Alexa berjalan meninggalkan dapur dengan menghentak hentakan kakinya...
Alexa menoleh pada Rajendra, memastikan apakah Rajendra memperhatikannya atau tidak. Setelah merasa Rajendra memang sama sekali tidak memperhati kannya. Alexa segera berlari menuju lift dan naik ke kamar Rajendra yang di lantai tiga.
Saat memasuki kamar Rajendra, Alexa mendengar suara aneh dan mengelikan menurutnya, yang sumbernya tentu saja dari laptop yang Alexa mainkan tadi.
buru-buru Alexa menutup telinga dan membuka laci di bawah ranjang Rajendra. Ia mengambil laptop yang di maksud Rajendra tadi dan segera turun masuk ke kamarnya.
''Yes... Akhirnya dapet... Eh tunggu dulu, ada wifi gak ya di sini?''
''Ya ada lah masa iya tidak ada, emm pakai password tidak ya?''
''Coba-in dulu ah..'' Alexa mulai mengontak-atik laptop tersebut dan
''Yeyy kesambung'' sorak Alexa ke girangan. Alexa mulai menonton drakor yang sudah menjadi salah satu hobinya
°°°
Jam menunjuk pukul 21:07
Alexa yang masih asik menonton drakor dan Rajendra yang masih sibuk berkutat dengan komputernya di ruang kerja membuat mansion itu sangat sangat sangat hening.
Rajendra yang teringat akan masakannya untuk makan malam yang mungkin sudah dingin. Bergegas menghentikan kegiatannya.
''Alexa keluar..'' teriak Rajendra di depan pintu kamar Alexa yang terkunci namun tak ada sahutan dan tidak ada kedengaran apa-apa. Sekali lagi Rajendra berteriak.
''Alexaaaa... Keluarrr''
Namun "krik-krik" masih tak ada sahutan. Rajendra yang teringat sesuatu, membenturkan pelan kepala nya pada pintu.
''heh, kenapa aku menjadi bodoh... Kamar ini kedap suara dan lagi pula untuk apa berteriak untuk membuat Alexa keluar, toh aku punya semua akses keluar masuk ruangan yang berada di sini'' kata Rajendra dengan mengambil sebuah kunci cadangan di laci meja hias di dekat situ.
"cklek"
''huhuhu... Mengapa mereka tega sekali seperti itu. Dasar piskopat gila, tak punya hati, hanya kesalah kecil ia tega membunuh..hiks, hiks'' kata Alexa menengelamkan mukanya di bantal.
Rajendra yang masih berada di ambang pintu mematung mendengar perkataan Alexa. Sebenarnya siapa yang di maksud Alexa? Apakah diri ku... Pikir Rajendra, tapi dia tidak membunuh orang hanya memberi pelajaran kecil saja.
''Rajendra... Berhenti memikirkan setiap omongannya, aku tidak peduli siapa yang di maksudnya'' batin Rajendra dengan menggelengkan kepalanya.
''Alexa, cepat keluar dan....''
''DARIMANA KAU MENDAPAT LAPTOP ITU... HMM''
''eh'' Alexa yang terkejut segera bangkit dari tengkurapnya.
__ADS_1
''emm, aku mengabil dari kamar mu yang di laci ranjang'' jelas Alexa.
''hm, jadi mengapa kau menangis?'' tanya Rajendra melipat kedua tangannya di dada.
''ohh itu..'' Alexa menggaruk-garuk kepala-nya.
"aku sedang menonton drama korea dan terbawa suasana."
"kau ini... Cepat makan" Rajendra meninggalkan Alexa dan berjalan berdahulu menuju meja makan.
"Kak Rajendra, bagaimana cara mu masuk ke kamar ku tadi? Apakah kau bisa menembus pintu atau jangan-jangan pintu itu sudah Kak Rajen kasih jampi-jampi dan Kak Rajen membaca mantra dan terbuka?" tanya Alexa tiba-tiba sudah berjalan di samping Rajendra.
"hei!! Mengapa pikiran mu seperti itu, hmm" Rajendra mengapit kepala Alexa di ketiaknya.
"aaa Kak lepaskan aku.." jerit Alexa.
"tidak mau... Kau selalu berpikir yang aneh-aneh, itu tidak bagus"
"hei Kak, mana ada aku mikir aneh-aneh apalagi selalu. Aku hanya asal bicara dan asal tebak" kata Alexa yang sedang berusaha melepaskan kepalanya dari apitan Rajendra.
"apakah kau tau! Dari asal bicara dan asal tebak itulah yang sewaktu-waktu bisa jadi bencana pada diri sendiri. Jadi harus benar benar menperhatikan situasinya kalau hanya ingin asal bicara dan asal tebak" ujar Rajendra dan melepaskan kepala Alexa yang di apitnya.
"Kak Rajendra mengapa kau jadi tidak nyambung, Kak Rajendra ngeselin banget sumpah deh" Alexa menghentak hentakan kaki-nya.
Rajendra yang mendengar perkataan Alexa hanya mengangkat bahu acuh, lalu pergi ke dapur untuk menata makanan.
"ngeselinnnn"
•••
"kau cuci piring" perintah Rajendra pada Alexa yang sedang membereskan piring sisa makan.
"aku.." tunjuk Alexa pada dirinya sendiri.
"iya... Payah sekali bila kau tidak bisa mencuci piring" ejek Rajendra dengan senyum meremehkan.
"Kak Rajendra jangan salah dulu, di rumah mencuci piring adalah favorite ku dan juga dulu aku senang membantu Ibu kantin mencuci piring" bangga Alexa mendongak-kan kepalanya dengan tersenyum menang.
"sayangnya itu hanya dulu dan lagipula aku tidak bertanya" ucap Rajendra yang mematahkan senyum Alexa. Lalu berlalu pergi dari hadapan Alexa.
"DASAR... RAJENDRA ES NGESOT SIALAAAANN" Teriak Alexa dengan begitu nyaring saking kesalnya dengan manusia yang bernama Rajendra.
"HAHAHAHA... SETELAH CUCI PIRING TEMUI AKU DI RUANG KELUARGA YA ALEXA SAYANG" Teriak balik Rajendra dengan nada mengejek.
"SAYANG NDASMU, MATI SAJA SANA KAU" terdengar kembali teriakan kesal Alexa yang membuat Rajendra tertawa terbahak-bahak.
●●●
__ADS_1
TBC