Mission Of Love Struggle

Mission Of Love Struggle
#Ice Cream


__ADS_3

"huh, Kak Rajen sama Paman Rico benar-benar jahat, bukan nya di ikuti malah di biar kan saja" gerutu Alexa berjalan sendirian tak tentu arah. Ia memang tidak ingat jalan menuju hotel tempatnya. Ingin naik taxi ia tidak punya uang.


hufft...nasib yang menyedihkan.


"aku ingin makan ice cream, tapi aku tidak punya uang" kata Alexa menatap kedai ice cream yang di lewati nya.


"ahh sial, mengapa saat aku sudah berada di jepang jadi semenyedihkan ini" lirih Alexa ia kembali berjalan ke sembarang arah yang ia ingin kan dengan gontai.


"huft...capek juga jalan terus-terusan" Alexa menoleh kanan kiri mencari seseorang.


"Kak Rajen memang benar-benar membiarkan ku, hiks aku ingin pulang" kata Alexa lagi hampir menangis.


"huaa aku takut" Alexa sudah menitikan air matanya ketika ia baru ingat orang itu juga berada di jepang.


"Kak Rajen benar tega tidak mengikuti ku, aku takut hiks, hiks" Alexa menangis dan menutup wajah nya dengan telapk tangan, ia benar-benar sedang takut hingga tidak menghiraukan padangan aneh orang-orang padanya.


"hei, dasar cengeng. Mana mungkin aku tega membiarkan mu pergi sendirian"


terdengar suara datar yang sangat di kenal Alexa dari belakangnya.


"itu seperti suara Kak Rajen" gumam Alexa pelan lalu berbalik dan ternyata benar itu memang Rajendra.


"eh Kak Rajen sejak kapan berada di belakang ku?" tanya Alexa sembari mengusap sisa air matannya.


"sejak kau mengerutu-gerutu tidak jelas"


"jadi sejak aku baru keluar dari kantor Kak Rajen?" tanya Alexa lagi.


"heum" angguk Rajendra.


"kenapa aku tidak melihat Kak Rajen, Kak Rajen tega membiarkan aku takut" Ujar Alexa memukul-mukul pelan dada bidang Rajendra.


"kau tidak melihat ke arah belakang, kau hanya menengok kanan-kiri dan kedepan. Lagian kau bilang jangan mengejar mu, jadi ku biarkan saja dulu berjalan semampu mu" kata Rajendra dengan menangkap tangan Alexa yang memukul-mukul nya.


"Kak Rajen memang tidak mengerti apa maksud perkataan wanita yang sebenarnya" ujar Alexa cemberut.


"aku laki-laki bukan wanita mana aku mengerti" kata Rajendra


"lagian yah Alexa, aku lebih baik menghafal tata dan susunan persejarahan dari pada mempelajari makna perkataan wanita yang terlalu misteri" sambung Rajendra.


"mendengar perkataan Kak Rajen, aku rasa Kak Rajen akan lama mendapat pasangan" ujar Alexa dengan tersenyum mengejek.


"heh" Rajendra tersenyum miring dan menunduk mensejajarkan wajah nya dengan wajah Alexa.


"jangan bicara seperti itu, kau bukan tuhan Alexa" Rajendra mengskakmat Alexa.


"em..a..ah itu serius Kak Rajen mengikuti ku berjalan sejauh ini" kata Alexa mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"hm, iya serius" Rajendra kembali berdiri tegak.


"sendiri?" tanya Alexa.


"tidak, aku bersama Rico" jawab Rajendra.


"sudah ku duga, Kak Rajen dan Paman Rico itu bagaikan manusia dengan roh nya, tidak pernah berpisah kecuali maut menjemput" ujar Alexa dengan tersenyum.


"heh, bahasa lebay dari mana itu" Rajendra memincingkan matanya menatap Alexa.


"ih bukan bahasa lebay tau, tapi itu kenyataan Kak Rajen. eh ngomong-ngomong Paman Rico nya dimana" kata Alexa celingak-celinguk melihat ke belakang Rajendra.


"dia mampir membeli minum" ujar Rajendra menujuk kebelakang nya.


"yaudah yuk kita beli ice cream" dengan semangat Alexa mengandeng Rajendra dan putar jalan menunju kedai ice cream yang di lewatinya tadi.


"tunggu dulu" Rajendra berhenti dan mengambil ponsel nya menghubungi Rico.


Calling finish


"halo Rico, kau balik ke kantor menggunakan taxi untuk menggambil mobil, lalu hampiri aku di kedai ice cream smilee" ujar Rajendra.


"Baik tuan" jawab Rico di seberang sana.


"hm"


calling end


"Yuk" Rajendra meraih tangan kecil Alexa dan mengengam nya.


Berjalan berdua dengan bergandengan, membuat senyum Rajendra terlihat samar. Hem...dia baru kali ini merasakan indah nya berjalan berdua dan bergandengan di bawah langit jepang, dengan di terpa angin sepoi-sepoi.


Sedang kan Alexa ia menatap tangan kecil nya yang di genggam Rajendra. Senyum nya tak henti-henti terbit, ah...kalau begini dia sedang seperti memainkan Drama dengan kedua tokoh utama yang sedang di gandrung cinta yang baru bersatu.


Sedangkan dari jauh terlihat Rico memotret Sang Tuan besar dengan Alexa secara sembunyi-bunyi, setelah nya ia meleset memasuki taxi.


"Kak Rajen apa kau suka ice cream?" tanya Alexa, mendongak menatap Rajendra.


"Tidak terlalu, karena aku bukan anak-anak" jawab Rajendra yang tatapan nya tetap fokus ke depan.


"Banyak kok yang bukan anak-anak lagi menyukai ice cream, karena bagi ku ice cream itu membawa kecerian" kata Alexa juga ikut menatap lurus.


"Kak Rajen tau gak, dulu aku juga tidak suka ice cream, tapi semenjak aku mengenal Kak Leo yang sangat menyukai ice cream, aku tertarik mencobanya" Alexa menjeda sejenak ceritanya.


"Kak Leo selalu membeli ice cream di saat kami jalan berdua dan Kak Leo selalu membelikan ice cream untuk ku, dan akhir nya aku jadi suka banget sama ice cream" sambung Alexa.


"Sejak kapan kau mengenal Leo?" tanya Rajendra.

__ADS_1


"Sejak aku pertama kali masuk Sekolah Menengah Pertama, tapi Kak Leo satu tingkata di atas ku. saat aku lulus SMP, aku memutuskan untuk satu SMA dengan Kak Leo. Setelah aku naik ke-kelas dua belas, Kak Leo menyatakan perasaan nya" Alexa mengayun-ayunkan tangan nya yang di gengam Rajendra.


"Sejak saat lama-kelamaan sikap Kak Leo berubah, padahal dulu Kak Leo seorang yang baik dan murah senyum. Aku tidak tau pasti apa alasan Kak Leo berubah" sambung Alexa lagi.


"Kau sedang bernostalgia atau apa?" Respon Rajendra mendengar cerita Alexa, huft...perkataan itu sangat terasa menyebalkan.


"Ahk...sudahlah aku menyesal bercerita dengan mu Kak Rajen, lain kali aku akan bercerita dengan Kak Andri saja, dia pendengar yang baik dan respon nya juga asyik" Alexa mencebikn bibir nya.


"hm, terserah mu saja" Rajendra mengangkat bahu nya acuh.


Mereka berhenti di depan kedai ice cream yang di depan nya bertuliskan SMILE.


"Kak Rajen yah yang bayar, aku tidak punya uang loh" kata Alexa dengan senang menarik Rajendra lebih mendekat ke kadai Ice Cream itu.


"Kak Rajen mau Ice Cream?" tanya Alexa.


"Iya"


"Kak Rajen mau yang rasa apa?" tanya Alexa lagi.


"terserah" jawab Rajendra dengan memperhatikan desain kedai nya yang unik dan menarik.


"baikalah."


Alexa memasan dua cap Ice cream rasa vanilla dan coklat dengan toping spesial.


"Pak saya ingin dua cap Ice cream dengan rasa vanilla dan coklat, dikasih toping spesial yah" Alexa.


"saya juga ingin satu cap ice cream rasa coklat" kata sesorang juga di belakang Alexa.


Deg...


Tubuh Alexa menegang, ia merasa seluruh sendi-sendi di tubuhnya tidak berfungsi. Ia mengenal suara itu, suara sesirang yang baru saja ia ceritakan kepada Rajendra.


●●●


TBC GUSY...


Like, komen, favorite and vote♡


...✤✤✤...


...MISSION OF LOVE STRUGGLE...


...Sabtu 12 juni 2021●Teluk Kepayang....


...LICH❣...

__ADS_1


__ADS_2