
rajendra menoleh dan...?
Ternyata eh ternyata,,,
Rajendra memutar bola mata jengah. Ternyata gadis yang baru di temui nya tadi, si pelaku yang menepuk pundak nya.
''Hah, mau apa lagi kau'' sarkas Rajendra.
''Santai saja mas bro, aku cuman mau duduk'' jawab gadis itu.
''Untuk apa kau duduk di mobil mewah ku! Cih sangat tidak cocok untuk wanita aneh seperti mu'' ucap Rajendra tajam.
''Huh, sebenarnya aku juga tidak sudi masuk ke mobil mu ini. Hanya saja aku mau mebuat perhitungan untuk mu, karna sudah berani menyebut ku anak kecil'' gadis itu mengerucut kan bibir nya gemes.
''Ya baiklah aku sudah sangat lelah, bisa kah kau tak mengganggu ku dan yaaa, kau sangat cantik badan mu juga sangat bagus, mengalah kan para model internasional. Puas'' Rajendra mengalah itu lebih baik pikir nya. Karena dia sudah sangat mengantuk.
Tapi juga memang fakta nya kalau gadis ini beneran cantik, dia sendiri pun mengakui nya. Hanya saja badan nya yang mungil.
''Benarkah'' kata gadis itu berbinar.
''Iya'' jawab Rejendra malas.
Dalam sekejap gadis itu duduk tempat di kursi depan samping Rajendra.
''Mau apa lagi kau? Duduk di sebelah ku segala'' Rajendra memincingkan mata nya.
''kau galak sekali, mengalah kan Ayah ku dulu'' sahut gadis itu.
Rajendra tak menjawab.
''Ngomong-ngomong, kalau di rasa rasa aku sangat merindukan mereka'' kata gadis itu sendu.
Rajendra menoleh menghadap gadis itu.
''Mengapa kau tak, mandatangi mereka bukan kah kau hanya jalan jalan di hutan ini?'' tanya Rajendra penasaran.
''aku tidak berani. Aku tidak ingin mengganggu ketenangan mereka. Mereka semua sudah mengira aku mati,,, padahal ternyata...'' gadis itu menunduk.
Rajendra diam sejenak. Dia mencoba mencerna perkataan gadis yang berada di samping nya ini. Sungguh dia tidak paham apa maksudnya?
''Emm, tapi bila kau tidak ingin menggangu ketenangan mereka, kau bisa melihat mereka dari jauh'' kata Rajendra.
''Aku juga tidak bisa. Bukan hanya karena takut mengganggu ketenangan mereka, tapi aku juga trauma saat melihat keramaian lagi. Rasanya masih sangat sakit saat mengingat kejadian itu'' tak terasa air mata gadis itu jatuh Membasahi mata indah nya.
Entah apa yang ada di pikiran Rajendra dia tiba-tiba refleks memeluk gadis itu.
''kau boleh bercerita sesuatu'' kata Rajendra mengelus rambut pendek gadis itu.
''Hiks... aku memang sangat meridukan mereka. Tapi aku tidak bisa datang begitu saja kembali hadir di tengah tengah mereka. Mungkin mereka sudah tenang tanpa kehadiran ku dan juga selama aku menghilang yang di anggap mati, aku bersembunyi dari dunia luar. A..aku sangat takut bila tragedi itu terjadi lagi, hiks hiks" gadis itu mulai bercerita panjang lebar.
''aku tak masalah dia mau seperti apa tapi jangan sampai juga dia so berlagak inggin membunuh ku. karena nya aku tak bisa lagi lari lari keliling mall, jalan-jalan, sekolah dan sial nya aku tak bisa lagi memakan Es Krim '' lanjut nya lagi.
''untung saja saat itu ada dia yang baik hati menolong ku. Dia juga membantu ku mencari tempat tinggal jauh dari keramaian dan aku memilih untuk tinggal di hutan ini. T-tapi aku tidak jadi tarzan ko!! Dia juga menyediakan rumah dengan fasilitas lengkap dan Satu minggu sekali dia menjengguk ku. Dia mengajari ku jadi kuat dan setelah dua bulan kemarin, dia meninngal kan ku, dia pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan nya... huaaaaaa" Curhatan nya masih berlanjut dengan panjang lebar sangat.
Rajendra hanya sesekali mangut mangut dan terus mendengar kan curhatan unik satu ini. Tapi dia bertanya-tanya, siapa dia? yang di maksud gadis ini? Eh tunggu-tunggu tapi kok dua jadi kepo?!!
__ADS_1
"ngomong-ngomong soal hati,,apa kau pernah jatuh cinta?" tanya nya masih dalam pelukan Rajendra.
"tidak. Aku pikir dengan cinta membuat keadaan ku yang rumit tambah rumit" jawab Rajendra.
"ya, kau betul. Tapi suatu saat nanti, kau akan merasakan mencintai itu menyenangkan, saat orang yang di takdir kan untuk mu hadir, walau ada rasa pahit-pahit nya'' kata gadis itu.
"tapi... Apakah kau tak risih dengan ku, kita baru saja bertemu apa kau tidak ada rasa curiga gitu?" tanya gadis itu mendongak kan kepalnya dan membuat mereka saling tatap.
"dia sangat cantik,sungguh dia cantik dan sangat menarik akh...rasanya aku sangat ingin menerkam nya. Tidak tidak,,, tapi dia yang benar benar cantik" batin Rajendra menatap manik mata indah milik gadis itu. Rajendra meneguk saliva nya.
"pria ini sungguh tampan dan beribawa tapi seperti bongkah Es ngesot. Bukankah dia cukup baik meminjam kan dada bidang nya itu pada ku" batin gadis itu dengan raut mengemaskan.
"atau jangan jangan dia hanya pura pura baik. Lalu lalu dia melukai ku seprti wanita tadiii. Ihhh serem" batin nya lagi menduga-duga kemungkinan-kemungkinan.
"emmh, nama mu siapa?" tanya Rajendra membuyar kan tatap mata mereka.
"oh, nama ku Valentine Alexa, panggil saja Alexa and you?" Jawab Alexa.
"Rajendra, Rajendra kusuma" jawab Rajendra mengulur kan tangan nya. Alexa lalu menyambut uluran tangan Rajendra dan mereka berjabat tangan lalu sama sama termenung.
Half a minute later......
"Rajendra" panggil Alexa.
"iya" jawab Rajendra dan menoleh ke Alexa.
"bolehkah aku ikut dengan mu?" tanya Alexa dengan hati-hati.
"hah...apa mau ikut dengan ku" kata Rajendra menunjuk diri nya sendiri.
"kemana?" tanya Rajendra. Mendadak ya si Rajendra ini jadi bodoh.
Alexa memutar bola mata nya.
"yaaa ikut pulang kerumah mu lah. Apakah boleh?" tanya Alexa lagi.
"o..o..rumah ku ya" tampak Rajendra memikiran nya. Dia lalu melontarkan pertanyaan lagi.
"untuk apa?"
"yah,,,untuk beradaptasi dulu, agar aku tidak trauma lagi...lalu aku akan membalas dendam ku" ucap Alexa menyeringai.
"tapi...apakah kamu harus tinggal di rumah ku?" tanya nya lagi. Rajendra mulai nyebelin tabok aja dia...!!
"yaiyalah, hanya kamu yang bertemu dengan ku setelah dia hilang tanpa kabar" jawab Alexa jengah kenapa pria ini jadi banyak bicara dan cerewet. Di lihat dari pertemuan mereka Rajendra hampir tampak seperti orang bisu...
"em" Rajen mengaruk-garuk yengkuk nya.
"gak boleh ya" kata Alexa terdengar nada ke-kecewaan.
''Baiklah, kau boleh dengan ikut dengat ku. asalakan jangan membuat masalah'' putus Rajendra.
''Iya iya aku janji tak akan membuat masalah. Walau tak pasti sih'' jawab Alexa dengan semangat di sertai kata lirih di akhir kalimat nya.
''Janji ya'' pasti Rajendra.
__ADS_1
''Iya janji'' yakin Alexa lalu di lanjut kan nya dialog nya dalam hati ''Tapi boong''
.Dasar yah Alexa...
"baiklah'' lalu Rajendra menancap gas mobil nya.
di sepanjang jalan mereka hanya diam dan akhir nya Rajendra membuka percakapan.
''Alexa, aku dengar tadi kau ingin ikut dengan ku untuk balas dendam kan ?'' Rajendra membuka percakapan.
"heum,,,tapi itu hanya sekedar dari omongan ku saja, bukan kah balas dendam itu tidak baik. Setidak nya aku ingin membalas dendam ku dengan sebuah kebaikan" ujar Alexa tersenyum merekah.
''Aku rasa kau, gadis yang cukup baik'' ujar Rajendra.
''Tentu saja dulu siapa yang tidak kenal Valentine Alexa'' jawab nya pd.
''Cih... Kenapa saat itu aku tak mengenal mu, kalau semua orang kenal dengan mu'' cibir Rajendra.
''Huh...kau saja yang tidak peduli dengan di sekitar mu, kau terlalu sibuk mungkin atau ketinggalan zaman'' ejek Alexa.
''Enak saja, sekali lagi kau mengejek ku. ku tendang kau dari sini'' ancam Rajendra merasa kesal.
''iya iya maaf. Tapi nanti mau kah kau mengantar ku ke tempat teman curhat ku, aku sangat rindu mereka'' ucap Alexa.
''di mana itu?'' tanya Rajendra.
''Kebun binatang'' jawab Alexa.
''Ooo teman mu bekerja jadi petugas kebun binatang ya?'' tanya Rajendra lagi.
''Bukan'' jawab Alexa lagi.
''Terus? kalian suka janjian curhat di kebun binatang ya'' Rajendra mengeryit kan dahi nya merasa bingung.
''Bukan juga'' bantaha Alexa.
Sungguh gadis ini penuh teka-teki dan misteri pikir rajendra.
''Terus siapa?'' kata Rajendra mendadak dia jadi kepo dan tertarik menimpali setiap omongan Alexa.
''Hah...gini mereka itu teman ku yang sangat baik, saat aku curhat mereka selalu diam mendengar kan ku. Mereka tak pernah menyela pembicaraan ku, mereka juga tidak pernah mengejek ku'' jelas Alexa.
''Iya terus, jadi siapa teman curhat mu itu sebenar nya?'' sahut Rajendra.
Alexa menjawab dengan polos nya
''Para binatang di situ''
Mulut Rajendra menganga bola mata nya melotot.
Sungguh wanita ini seperti nya pasien rumah sakit jiwa yang lepas. Dia penasaran memang nya sebetapa gila kelakuan Alexa semasa dulu.
●●●
TBC
__ADS_1