
''MENYEBAL KAN''
Rajendra kembali terkekeh, turun dari ranjang nya lalu berlalu masuk ke kamar mandi.
setelah Rajendra selesai dengan segala urusan mandi nya ia menuju walk in closet, untuk berpakaian.
Setelah itu Rajendra keluar kamar nya menuju lift, lalu turun ke lantai dasar.
Sedang kan di dalam kamar tamu Alexa sedang mondar-mandir dengan handuk yang melilit tubuh mungil nya.
tampak air menetes dari ujung-ujung rambut nya.
sepertinya Alexa juga habis mandi namun ia kebingungan. Malam tadi dia tidak membawa sama sekali pakaian dan baju yang dia pakai tadi pun sudah basah akibat ke cerobohan nya sendiri.
"klik" "krek"
Pintu kamar tamu terbuka dan muncullah Rajendra yang berdiri tegak di tengah-tengah pintu masuk kamar tamu.
Rajendra masih tak bergeming dari tepat nya berdiri.
ia masih asik meneliti tubuh Alexa yang terbungkus handuk putih.
''Hei... kau kenapa langsung masuk saja?'' teriak Alexa pada Rajendra, dengan kepala yang sedikit menunduk.
ada perasaan malu juga saat Rajendra menatap nya seperti itu.
''aku tuan nya di rumah ini'' kata Rajendra mengangkat dagu nya dengan angkuh dan arongan nya.
Alexa memutar bola mata jengah.
''hem hem, iya aku tau kau tuan nya di sini!! Jadi... bagaimana ini aku tidak memiliki baju ganti!!?'' ujar Alexa.
''Ya biar saja seperti itu'' kata Rajendra dengan seringai menggoda.
''heh gila kau, dasar omes'' maki Alexa dengan menyilang kan tangan nya di dada.
''Haha...kau terlalu berlebihan, yasudah tunggu di sini sebentar'' Rajendra berlalu keluar dari kamar tamu. Tinggalah Alexa sendiri.
''mau kemana dia itu?'' kata Alexa dan berjalan menuju sofa untuk duduk menunggu Rajendra.
Tak berselang lama, Rajendra datang kembali dengan membawa Paper bag ditangan nya.
yang isi nya baju serta dalaman untuk Alexa.
''Apa itu baju untuk ku?'' tanya Alexa.
''Menurut mu'' jawab Rajendra datar dan meletakan paper bag ke hadapan Alexa.
__ADS_1
''wahhh ini masih baru... dimna kau mendapat kan ini dengan begitu singkat!!?'' kata Alexa sambil melihat lihat isi paper bag tersebut.
''Tentu saja dengan kekuasaan Tuan mu ini'' ujar Rajendra angkuh.
''Cih sejak kapan kau menjadi Tuan ku'' cibir Alexa.
''Tentu saja saat kau menginjak-kan kaki di rumah ini'' kata Rajendra melipat tangan nya di dada.
''Aku tidak mau punya tuan seperti mu!Sudah sana cepat keluar aku mau memakai baju'' usir Alexa pada Rajendra.
''Kau berani mengusir Tuan besar ini'' kata Rajendra masih tak berniat untuk keluar.
''Ya aku berani!! kau Tuan besar nya aku Nyonya besar nya'' ketus Alexa menyeret Rajendra keluar.
"BRAKK"
Alexa membanting pintu kamar dengan keras setelah berhasil mengeluar kan Rajendra.
''Berani sekali dia membanting pintu di hadapan Tuan besar ini dan apa tadi kata nya?!! Dia jadi Nyonya besar nya!
hah,,,percaya diri sekali dia. Mengklaim diri nya menjadi Nyonya di sini'' omel Rajendra berjalan menuju dapur.
•••
setelah selaesai dengan kegiatan memakai pakaian nya. Alexa keluar dari kamar dan berkeliling mencari keberadaan Rajendra yang ternyata berada di dapur.
''Sedang apa kau?'' tanya Alexa tiba-tiba dari belakang Rajendra.
''Perkataan mu itu sangat tidak enak di dengar'' Alexa cemberut dan berdiri di samping Rajendra, meneliti Rajendra yang sedang memasak.
''Woah... Kau ternyata pandai memasak juga ya'' kata Alexa berbinar melihat makanan yang di masak Rajendra.
Rajendra memasak spageti yang kebetulan itu adalah makanan kesukaan Alexa.
''Hmm, asal kau tau saja aku ini Suami idaman paket complit'' ujar Rajendra berbangga diri.
''Ck... Suami idaman paket complit apa nya. Yang ada suami kulkas benjol paket hemat'' ejek Alexa.
''Sekali lagi kau berbicara, makanan yang di depan mata mu ini melayang'' ancam Rajendra.
''Jangan lah, kau tega sekali melihat anak orang yang imut ini kelaparan'' Alexa memasang muka memelas.
''Aku tidak peduli. Kalau mau makan ya diam'' tekan Rajendra yang masih sibuk dengan alat-alat dapur.
''Iya ini juga mau diam kok, tapi kau selalu mengajak ku berbicara'' ucap Alexa yang tidak di tanggapi lagi oleh Rajendra. Ia memilih diam daripada tambah ribet.
''Hey... Kenapa kau diam?''
__ADS_1
''Apakah makanan kau itu rasanya enak?''
''Oh iya... Apa kau sering membuat masakan untuk kau makan sendiri?'' tanya Alexa berkempanjangan. Namun rajendra masih diam menahan geram.
''Heiii!! Kenapa kau diam saja? Wah kau ini benar benar tidak punya mulut untuk menjawab pertanyaan ku ya?" Alexa melanjutkan ocehan nya.
''kau punya kok!! Bahkan mulut mu dihiasi dengan bibir yang sangat elok nan cantik plus seksi'' so ini masih berlanjut ocehan Alexa. Ia tidak melihat muka Rajendra yang sudah memerah menahan kesal.
''Tapi~~~'' ucapan Alexa terhenti oleh bentakan Rajendra yang menggelar.
''ALEXA KAU BISA DIAM TIDAK?!!JANGAN BUKA MULUT MU, TELINGA KU SAKIT MENDENGAR OCEHAN MU ITU. APA PERLU MULUT MU ITU DI LAKBAN TUJUH LAPIS AGAR KAU BISA DIAM'' Sungguh Rajendra sangat kesal menghadapi Alexa yang terlalu aktif ini.
belum satu hari dia tinggal dengan Alexa, tapi sudah sering membuat dia kesal dan terlalu banyak juga ia mengeluar kan suara indah nya itu, yang notabe nya jarang sekali di dengar orang.
Alexa termasuk salah satu orang yang langka yang dapat membuat Rajendra banyak bicara.
''Opss'' Alexa merapat kan bibir nya dan mengelembungkan pipi nya yang terlihat sangat mengemaskan.
''nah gini, diam kek dari tadi" Rajendra melanjut kan acara memasak nya yang sedikit lagi selesai.
''Emm umm mmm" Alexa hanya memperhatikan dengan gumaman yang tidak jelas.
Setelah selesai. Rajendra menghidangkan nya dan menyeret Alexa ke meja makan.
''nah sudah selesai, ayo makan!!'' ajak Rajendra dengan nada datar nya. Ia menarik kursi lalu duduk. Di ikuti Alexa yang duduk di hadapan Rajendra. Rajendra mulai makan, tapi tidak dengan Alexa.
''kenapa kau tidak makan? Apa kau tak suka?'' tanya Rajendra pada Alexa yang tak kunjung menyentuh spageti nya.
''Emm umm umm emm mm'' kata Alexa dengan tidak jelas nya.
''Katakan dengan benar, kenpa kau bicara dengan mulut menutup seperti itu?"
"Hah..." Alexa menarik nafas panjang
''Rajendra... Kau sendiri yang menyuruh ku untuk jangan membuka mulut. Yaa jadi ku turuti untuk tidak membuka mulut di hadapan mu'' jelas Alexa dengan berapi-api.
''Eh'' Rajendra menggaruk tengkuk nya.
''Ehem... Aku memang menyuruh mu diam untuk tidak mengoceh hal-hal yang tidak penting!! Tapi jangan seterus nya kau menutup mulut mu'' kata Rajendra. Dia pun bingung bagaimana menjelaskan nya dengan Alexa.
karena Alexa yang selalu salah artikan.
''mau mu gimana sih'' keluh Alexa.
''Hah'' Rajendra benar-benar frustasi.
Mungkin sebentara lagi ada dokter dari rumah sakit jiwa yang mampir ke rumah nya. Sungguh Rajendra merasa ia seperti berbicara dengan bayi atau balita.
__ADS_1
●●●
TBC