Mission Of Love Struggle

Mission Of Love Struggle
#Part 23:Monster ababil...


__ADS_3

Deg...


Tubuh Alexa menegang, ia merasa seluruh sendi-sendi di tubuhnya tidak berfungsi. Ia mengenal suara itu, suara sesorang yang baru saja ia ceritakan kepada Rajendra.


Alexa tidak berani menoleh. Dengan kaku tangan Alexa bergerak menarik ujung jas Rajendra yang berada di samping nya dan sibuk memainkan ponsel.


"Psht psht, Kak Rajen" kata Alexa pelan dengan terus-terus menarik ujung jas Rajendra.


"Apa?!!" kata Rajendra menoleh.


"Pinjam ponsel mu" kata Alexa lagi dengan pelan.


"Untuk apa?" Rajendra mengeryutkan alis nya, melihat tingkah Alexa yang tiba-tiba menjadi aneh.


"Pinjam saja" desak Alexa.


Dengan heran Rajendra akhirnya menyerahkan ponsel nya yang tidak berkode itu.


Cepat-cepat Alexa mengambilnya dan membuka aplikasi dengan nama NOTE. Alexa sedang terlihat mengetik sesuatu di sana, lalu kembali mengembalikan ponsel Rajendra.


"Baca itu" setelah nya Alexa terus bergeser-bergeser menjauhi Rajendra dan seseorang yang membuat ia takut itu.


setelah merasa cukup, Alexa berbalik dan berlari.


Rajendra manatap aneh Alexa tanpa berniat menyusul, karena ia sudah membaca yang di ketik Alexa barusan.


"Kak Rajen, aku mau duluan. Nanti ikuti saja arah lariku dan jangan lupa Ice Cream nya di bayar dulu lalu bawa. Aku tidak sanggup ada monster ababil di belakang ku" kata itu yang di ketik Alexa.


Sedangkan seseorang yang berjenis kelamin laki-laki, yang berada di belakang Alexa tadi, Mengeryit heran melihat tingkah gadis yang berada di depan nya tadi.


Dari awal gadis yang membelakangi nya tadi terlihat takut dengan kedatanga nya. Hufft...dia tidak tau apa alasanya tapi yang penting ia tidak peduli. Tapi tunggu-tunggu kalau di lihat lagi walaupun dari belakang dia seperti...?


Rajendra menoleh kesamping nya, tatapan nya bertabrakan dengan seorang pria yang mungkin seumuran Alexa.


"apakah pria ini yang di maksud Alexa dengan monster ababil, tapi apa hubungan nya? bukan kah mereka tidak saling mengenal dan menyapa?" batin Rajendra.


"Eh, bukan kah ini Tuan Kusuma, pembisnis yang sangat tersohor dengan taktik kerjanya yang hebat" Batin pria itu juga.


"Ehm, siapa nama mu?" sapa Rajendra. Akh...kalau tidak karena Alexa, ia tidak akan menyapa orang asing lebih dulu.


"Nama saya Leon Daniel Tuan"


"Eh?"


Leon Daniel? Rajendra mencoba mengumpulkan ingatan-ingatan tentang cerita Alexa. Ah...pantes saja Alexa langsung pergi dan bertingkah aneh sama sekali tidak ingin melihat kebelakang, ternyata ada pria yang bertokoh utama dalam permasalahan Alexa.


Dia menyesal tidak langsung nengehar Alexa berlari tadi. Pasti Alexa sedang ketakutan.


"Pak ini Ice Cream nya" kata Bapak penjual Ice Cream itu, membuyarkan lamunan Rajendra.


"Ah iya" Rajendra segera membayar dan mengabil dua Ice Cream yang beda rasa itu. Lalu segera berjalan cepat ke arah Alexa berlari tadi.

__ADS_1


Sedangkan Leo hanya menatap kepergian Rajendra lalu mengangkat bahu nya acuh, tanda ia tidak peduli.


...


Rajendra celingak-celinguk mencari keberadaan Alexa sampai suara klakson mengejutkan nya dan berhenti di samping nya.


Tit..titt


"Tuan besar ayo masuk dan...dimana Nona Alex?" ternyata dia adalah Rico. Rico turun dari mobil lalu membungkuk hormat pada Rajendra.


"aku tidak tau, makanya aku mencari nya" jawab Rajendra.


"Ayo kita cari menggunakan mobil Tuan besar"


"Tidak!! Aku hanya ingin berjalan kaki saja, kau cukup ikutii aku dengan mobil" ujar Rajendra.


"baik Tuan besar" kata Rico tanpa protes atau membantah.


"Hm" Rajendra berjalaneninghal kan Rico yang masih berdiri di samping mobil.


"Hahaha, bukankah Tuan besar sangat menggemaskan saat memegang dua buah cap Ice Cream dengan posesif, dia seperti bocah yang takut di rebut Ice Cream nya" batin Rico tergelak.


ups... Sadar dengan tindakan nya yang berani mengatai Tuan besarnya walaupun dalam hati, Rico menepuk pelan dadanya dan segera masuk kedalam mobil, mengiring Rajendra dengan pelan.


Rajendra terys berjalan lurus, sampai antensi nya melihat keberadaan Alexa yang sedang duduk menunduk di kursi depan toko Roti.


"Alexa" kata Rajendra berlari mendekat.


"Ini" Rajendra meletakan satu cap Ice Cream rasa vanila kepangkuan Alexa.


"Aku sudah tidak mood" Tangan Alexa terulur menyerahkan kembali Ice Cream kepada Rajendra. Kepala nya masih diam menunduk.


"heh, membuang banyak waktu dan tenaga saja"


Pluk... Rajendra melempar kedua Ice Cream kedalam tempat sampah yang berada di dekat nya.


"Lho kenapa di buang Kak" Alexa mengangkat kepalanya, menatap Rajendra.


"Biar saja, kau tidak inginkan? Aku juga tidak ingin, aku tidak biasa me makan-makan dingin seperti itu. Dan juga Ice Cream nya hampir meleleh" kata Rajendra, tanpa menyadari bahwa ia adalah serpihan es Kutub Utara yang sedang tersesat.


"Kak Rajen sama saja sedang membuang uang" uh...sangat di sayangkan bagi Alexa, Ice Cream enak dan masih baru di buang begitu saja tanpa beban. Tapi...ah iya lupa bahwa yang membuang adalag seorang Tuan kaya raya.


"Memang nya kenapa? Uangku juga kan" kata Rajendra, dengan melipat tangan nya di dada.


Alexa mengepalkan tangan nya, kalau tidak ingat dosa dan kesopanan dia pasti akan mecerca sumpah serapah dengan bonus air liur nya yang muncrat untuk Rajendra secara langsung.


"Alexa soal tadi itu, ternyata le~" ucapan Rajendra terpotong oleh Alexa.


"Setelah pulang dari jepang ini, aku mohon antar aku kembali ke hutan" kata Alexa dengan air mata yang sudah menggenang.


"kenapa?" kata Rajendra cukup terkejut dengan permintaan Alexa.

__ADS_1


"Aku takut, aku tidak bisa" Alexa menangis dengan menarik-narik Rambut nya. Membuat perhatian orang-orang tertuju pada mereka.


Rajendra yang tidak suka di perhatikan. Ssegera mengambil sapu tangan dari balik jas nya dan menyumpalkan ke mulut Alexa yang sedang menangis. Setelah nya ia mengakat Alexa dan mengendong seperti karung beras dan memasukan nya ke dalam mobil yang di bawa Rico.


"huh kau ini tidak tahu malu sekali menangis di tempat umum" gerutu Rajendra. Ia mengambil sapu tangan dari mulut Alexa dan membuang nya dari jendela mobil, kesembarang tempat.


"Rico jalan" perintah Rajendra.


"Kemana Tuan besar?"


"Jalan saja dulu"


"Hm" Rico mulai menjalankan mobil nya tanpa tujuan.


"Huhuhu, Kak Rajen kau memperlakukan seperti itu? Kalau aku tertelan sapu tangan bagaimana?" Alexa memukul-mukul tangan Rajendra.


"tidak akan sampai tertelan. Harusnya kau harus lebih pintar lagi untuk memfungsikan tangan mu yang sama sekali tidak terikat atau apa" kata Rajendra tersenyum miring.


"huh, menyebal kan. Tapi tenang saja setelah pulang dari jepang ini, aku akan kembali ke hutan dan tidak akan mendengar bualan menyebalkan Kak Rajen lagi" Alexa membuang pandangan nya ke luar jendela.


"Hei mengapa kau ingin kembali pulang ke hutan?" Rajendra menarik Alexa dan memegang dagu Alexa.


"Hiks, sudah ku bilang, aku takut, aku tidak bisa. Di sini masih terasa sangat sakit" Alexa memukul-mukul pelan dadanya sendiri.


Rajendra memegang tangan Alexa yang menghentikan pengerakan Alexa.


Tangan Rajendra terulur menyentuh dada Alexa.


"Apa di sini tidak bisa sembuh? Apa tidak ada obatnya nya? Aku baru tau kau mempunyai riwayat penyakit hati" kata Rajendra polos .


Sedangkan Alexa menegang, matanya menatap nyalang ke arah Rajendra.


"Kak Rajen mesummm, dasar cabullll"


"Plak..."


"BRUKK.."


●●●


#LIKE and KOMEN atau FAV... itu udah cukup! tapi.... Kalau mau lebih-lebihin kasih #VOTE atau #HADIAH juga GPP ゚ヮ゚ 


Mohon maaf apabila ada typo dan cerita nya tak menarik


***


TBC GUSY...


^^^●MISSION OF LOVE STRUGGLE♡^^^


^^^∥13-06-2021✓●Teluk kepayang.^^^

__ADS_1


^^^^^^Lich❣^^^^^^


__ADS_2