Mission Of Love Struggle

Mission Of Love Struggle
#Who is VAL?


__ADS_3

"ehem, Tuan Hana Sukisima, ingat tujuan anda kemari" Ujar Rajendra tajam dan meruntuh kan hayalan Tuan Hana Sukisima untuk menjadi kan Alexa menantu nya.


"Sampai kapan pun itu tidak akan pernah terjadi" batin Rajendra sinis.


"ah iya. Maaf kan saya Tuan Kusuma" kata Tuan Hana Sukisima berdiri dan membungkuk.


"hm, tidak apa. Mari silahkan duduk kembali, ngomong-ngomong ada hanya datang sendiri" kata Rajendra.


"iya, saya hanya sendiri. Sengaja tidak membawa asisten maupun sekretaris" kata Tuan Hana Sukisima.


"hmm" Rajendra mengangguk.


Setelah nya Rajendra, Tuan Hana Sukisima maupun Rico, terlibat dengan perbincangan serius mengenai seputar sebuah proyek dan kerja sama.


Sedangkan Alexa tidak menghiraukan itu, ia asik dengan berbagai hidangan yang baru saja pernah ia temui.


。。。


"Kak Rajen, setelah ini Kak Rajendra mau kemana?" tanya Alexa dengan memeluk banyak cemilan khas jepang.


"ke kantor ku" ucap Rajendra, sembari tangan nya sibuk mengelap mulut Alexa yang belepotan.


"ehm, Kak Rajen habis itu kita beli ice cream yah, yang banyak. Alexa udah lama gak makan ice cream" ujar Alexa dengan gaya imut.


"hahahaha, iya-iya" Rajendra tidak mampu menahan tawa nya, tangan nya beralih mengacak-ngacak puncuk kepala Alexa dengan gemas. Lalu merangkul nya.


Rico yang sedang menyetir menuju kantor Rajendra hanya mengehela nafas.


Ah... ia jadi tidak bisa memotret kebersamaan Tuan besar nya dengan Alexa.


"Tuan setelah ini ada meeting dengan beberapa pemilik perusahaan besar" ujar Rico mengingatkan.


"hm, iya aku tau"


•••


"uwahh, kantor Kak Rajendra besar, desain nya juga sangat bagus" kata Alexa mengamati kantor milik Rajendra.


Dari pertama masuk sampai menuju lift banyak atensi yang tertuju pada sosok Alexa. Mereka para karyawan-karyawan bertanya-tanya, siapa Alexa yang terlihat sangat nemplok ke Tuan besar mereka? dan sang Tuan besar pun nampak tak masalah.


Bukan karena apa mereka seperti itu, Because of jangankan untuk bisa bicara dengan Rajendra, menyapa pun hanya di balas anggukan itupun oleh Rico.


Ah... nasib yang malang mempunyai Bos dingin yang irit bicara, sekali banyak bicara pada saat marah. Well bisa di bayangkan bagaimana saat marah nya orang irit bicara, uh...it's menyeram kan.


"Kak Rajen, mau kemana kita naik lift?" tanya Alexa dengan polos saat Rajendra menuntun nya memasuki lift yang terlihat lebih istimewah dari yang lain.


"mau keruang khusus untuk presdir" ujar Rajendra, tanganya bergerak merangkul Alexa yang tinggi nya hanya sebahu Rajendra.


Alexa mendongak menatap Rajendra dari samping, begitu pun Rajendra ia menunduk menatap dari samping dengan tersenyum.


Tak mau menyia-nyia kan adegan ini, Rico yang berdiri di belakang Rajendra segera mengebadikan di ponsel milik nya.


"ckrek" suara kamera Rico terdengar yang membuat Alexa maupun Rajendra menoleh kepada Rico. Sial!! ia lupa meng-aktifkan Silent mode kami?" tanya Alexa.


"em itu...tidak ada apa-apa Nona, saya hanya iseng memotret sepatu saya" kilah Rico.


"heum"

__ADS_1


Setelah nya mereka bertiga hanya saling terdiam dengan pikiran masing-masing.


"ting" pintu lift terbuka tanda mereka telah sampai di lantai tiga puluh, lantai khusus ruangan para petinggi-petinggi perusahaan yang bernama... RK COMPANY itu.


Dan juga ada ruangan khusus untuk meeting.


Rajendra berjalan menuju ruangan nya dengan mengandeng Alexa.


Rico yang juga mengiring Rajendra dan Alexa dari belakang, kembali memotret diam-diam, tentu saja dia sudah mengaktifkan Silent mode.


Ada yang bisa nebak untuk apa Rico selalu memotret Rajendra & Alexa diam-diam, hm?


Saat sudah sampai Rico membuka kan pintu yang bertuliskan PRESDIR RK. Lalu mempersilahkan Rajendra dan Alexa masuk.


"Kak Rajen apa kita sudah berada di lantai paling atas" kata Alexa berkeliling-keliling melihat ruangan Rajendra. Ruangan Rajendra berdekorasi simple dengan warna abu-abu yang lebih dominan.


"iya" jawab Rajendra dan duduk di kursi kebesaran nya dengan Rico yang berdiri di samping Rajendra.


"Yah aku kira bakal ada jendela besar yang menghadap ke bawah dan memperlihat kan pemandangan kota" ujar Alexa dengan nada sedih.


"kau mau melihat seperti itu?" tanya Rajendra.


"heum, aku hanya sering melihat di drama-drama tema Ceo, tapi tidak perna helihat secara langsung" seru Alexa dengan girang.


"Yasudah nanti saat pulang aku akan memperlihatkan nya" ujar Rajendra berdiri dan sedikit memperbaiki setelan jas yang ia kenakan.


"janji ya" kata Alexa senang dan mengacungkan jari kelingking nya.


"Hm, iya janji" Rajen membalas acungan jari kelingking Alexa dengan tersenyum manis dan tatapan lembut nya.


Uh...Rico terpana melihat itu, selama Kejadian meninggal nya wanita itu, sungguh Rico tidak pernah lagi melihat Rajendra tersenyum manis seperti itu apalagi melihat tatapan lembut Rajendra.


"iya tenang saja, Kak Rajendra tak perlu khawatir, aku akan diam baik-baik di sini" Kata Alexa dan berjalan menuju sofa.


"Hm bagus lah"


"Saya permisi nona"


Rajendra berjalan keluar di iringi Rico menuju ruang khusus Meeting.


Dan tinggal lah Alexa sendiri di ruangan Rajendra itu dengan kegabutan tanpa kegiatan yang melanda.


sudah satu jam Rajendra dan Rico pergi meeting namun tidak ada tanda-tanda untuk datang.


Alexa berpikir apakah memenag meeting selama itu?


Akh...dia sungguh bosan sangat-sangat bosan. Tangan nya gatal untuk membuka pintu dan berjalan-jalan mengitari setiap seluk beluk kantor Rajendra, tapi ya sudahlah dia tidak ingin Rajendra kerepotan mencari nya nanti.


Alexa bangun dari rebahan nya di sofa dan berjalan menuju meja kerja Rajendra, tangan nya bergerak ingin membuka laci tapi terhenti oleh suara pintu yang terbuka.


"kret"


Alexa kira itu Rajendra dan Rico yang sudah datang namun ia malah mendapati seorang wanita cantik dengan badan langsing dan tinggi semampai.


"hei siapa kamu, kenapa kau berada di sini" kata wanita itu dengan nada bicara yang tinggi dan berbicara dengan bahasa jepang. Alexa yang menyuukai Jepang tempat kelahirannya itu tentu saja ia bisa menguasai bahasa jepang sejak Sekolah Menengah Pertama. Dan ia tentu saja paham apa yang di katan wanita itu.


"Tante yang siapa, kenapa masuk tanpa permisi" kata Alexa berjalan ke arah wanita itu dengan berkacak pinggang.

__ADS_1


"Aku sekretaris disini dan jangan panggil aku Tante aku tidak setua aku" kata wanita itu dengan angkuh.


"Emm sekretaris ya tapi kenapa tidak ikut meeting, lagian kebohongan Tante tidak di dukung dengan tanda pengenal yang tergantung di leher tante" kata Alexa meng-skakmat si wanita itu.


Terlihat di tanda pengenal itu bahwa wanita itu bagian management keuaangan dan bernama Erika yuri.


"yah aku memang bukan Sekretaris tapi aku adalah calon nyonya Kusuma" kata Erika yuri sedikit menunduk untuk menyamakan tingginya dengan Alexa.


"Cih, calon nyonya. Iya memang benar calon nyonya Kusuma tapi dalam mimpi" kata Alexa berdecih.


"sret" tangan Erika yuri bergerak menjabak rambut pendek Alexa.


"dasar anak kecil kau berani dengan ku hah" Ujar Erika yuri dengan mengencangkan jambakan nya.


"Auh tante sakit" rintih Alexa.


"dasar bodoh kau semakin berani memanggil ku Tante" geram Erika yuri dan semakin semakin mengencangkan jambakan nya...


"PLAK"


"BRUK"


Alexa menampar wajah Erika yuri lalu memendamg nya yang menyebabkan Erika yuri melepaskan jambakan nya dan terjengkang.


"auuh kau" Erika yuri mengertakan gigi nya.


"Apa, Tante mau aku lapor kan dengan Kak Rajendra? Asal Tante tau Bos Tante itu Kakak aku" kata Alexa garang dan menjulurkan lindah nya mengejek Erika yuri.


"Shh awas kau" tak mau memperpanjang masalah Erika yuri berlalu keluar dengan menggepalkan tangannya.


"Huh sial, sakit juga jambakan Tante garong itu" Alexa mengerutu dan merapikan rambutnya yang berantakan.


Alexa keluar dan berjalan-jalan mencari ruang meeting.


Akhirnya ia menemukan ruangan tersebu.


" BRAK" tanpa pikir panjang Alexa membuka paksa pintu tersebut.


Mata nya hanya berfokus mencari sosok Rajendra dan berlari menghampiri Rajendra yang sibuk membahas sesuatu.


tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang berada di ruang meeting itu, Alexa mendubruk badan Rajendra dan memeluk nya.


"Kak Rajen ada Tante garong yang menjabak rambut ku, rasanya sangat sakit" ujar Alexa dengan suara serak ingin. Menangis.


"Ale~~" kalimat Rrajendra terpotong oleh suara pria paruh baya yang sedari tadi memperhatikan Alexa..


"VAL..." seru pria paruh baya itu dengan lantang dan sedikit bergetar.


●●●


TBC GUSY...


Like, komen, favorite and vote♡


✤✤✤


MISSION OF LOVE STRUGGLE

__ADS_1


Rabu 9 juni 2021●Teluk Kepayang.


LICH❣


__ADS_2