
"SAYANG NDASMU,MATI SAJA SANA KAU"terdengar kembali teriakan kesal alexa yang membuat rajendra tertawa terbahak-bahak.
...
Di ruang keluarga...
''Kenapa kak rajendra, menyuruh ku ke sini"ujar alexa ketus dan membuang muka nya tidak ingin melihat wajah rajendra.
"Sayang apa kau marah"kata rajendra dengan di sertai kekehan kecil.
"Jangan paggil aku sayang"alexa melototkan mata nya ke arah rajendra.
"Hahaha...kau sangat lucu sayang"gemes rajendra mencubit pipi alexa yang memang duduk di sebelah nya.
"KAK RAJENDRA...JANGAN PANGGIL AKU SEPERTI ITUUU"alexa memukul sekilas pundak rajendra.
"Memang nya kenapa kalau aku memanggil mu sayang hm..."kata rajendra memainkan ujung rambut alexa.
"Aku malu"kata alexa lirih, nyaris tak terdengar ia mendorong pelan kepala rajendra yang berada sangat dekat dengan wajah nya.
"ga mau"rajendra malah menjatuh kan kepala nya ke pangkuan alexa.
"e..eh, kak rajendra jangan begini...berat ah"alexa mencoba mengangkat kepala rajendra dari pangkuan nya.
"biar seperti ini dulu"rajendra malah melingkar kan tangan nya di perut alexa dan membenam kan wajah nya.
"hemm..."alexa hanya bisa berdeham dan mematung dengan merasakan deru jantung nya yang berpacu sangat cepat dari biasanya.
"deg-deg-deg"
"mengapa jatung ku berdetak dengan cepat, ahhh aku sangat gugup dan malu"batin alexa dengan pipi nya yang samar-samar terlihat bersemu merah.
Dengan rajendra apakah merasakan hal yang sama?jawaban nya ya tentu saja.
namu rajendra yang merasakan jatung nya berdetak dengan cepat, malah mengira ia baru saja terkena penyakit jantung dan berencana memeriksa nya besok.
"kak rajendra ada apa kau menyuruh ku menyusul mu kesini"kata alexa dan mengangkat tangan nya membelai rambut rajendra.
"tidak ada aku hanya ingin ngumpul bareng di ruang keluarga ini dengan istri ku, haha"tawa rajendra dan mendongak kan kepala nya menatap alexa.
"hei...siapa istri mu?"alexa membalas tatapan rajendra.
"kamu"kata rajendra seenak nya mengklaim alexa sebagai istri nya.
"kak rajendra makin kurang ajar aja ih"alexa mencubit hidung mancung rajendra.
"kau nakal, sudah berani mencubit hidung ku, hmm"ujar rajendda dengan tersenyum miring.
"ck..cepat lah kak, sebenar nya ada apa kak rajendra menyuruh ku ke sini?" tanya alexa sekali lagi.
"kamu telah aku daftar kan sebagai salah satu mahasiswi di universitas milik ku, jadi kau boleh langsung berkuliah saat pulang dari jepang nanti" jelas rajendra yang lalu memilin ujung-ujung rambut panjang ikal alexa.
''Kak rajendra tidak sedang bercanda kan?"tanya alexa dengan kesenangan yang masih tertahan takut kalau rajendra hanya bercanda.
__ADS_1
"Apa untung nya aku bercanda"jawab rajendra datar dan bangkit dari rebahan nya.
"Kak rajen sungguh kau membuat ku terbang jauh"tutur alexa senang dan memeluk rajendra tiba-tiba.
"lepaskan...kau terlalu erat memeluk ku"rajendra meronta-ronta dalam pelukan alexa.
"benarkah,maaf aku terlampau senang"alexa melepaskan pelukan nya dan duduk di posisi awal nya.
"apakah kau se-senang itu dapat bersekolah lagi?"
"ya tentu saja aku sangat senang kak, siapa yang tidak ingin bersekolah dan menjadi sarjana" senyum alexa tak henti nya mengembang di wajah cantik nya.
"hei,kenapa kau tak berhenti tersenyum, membuat aku ngeri melihat nya, kau kasambet setan yaa?" kata rajendra berpura-pura takut.
"sialan kau kak, aku ini sangat senang tau maka dari itu aku tak menghilang kan senyum ku ini" ujar alexa yang lagi-lagi tidak dapat menyembunyikan senyuman nya.
''Iya-iya terserah mu."
"Kak rajendra aku mau bertanya, apakah boleh?"alexa berucap dengan ragu-ragu.
"Hm...bertanya apa?"sahut rajendra dengan mata nya yang tertuju ke layar tv di hadapan nya.
"siapa wanita ini?"alexa mengeluarkan selembar foto berukuran kecil dari dalam kantong baju nya.
Mata rajendra membelalak, tak kala melihat foto seorang gadis berwajah manis sedang berpose imut di sebuah perkebunan teh.
Segera ia, merampas foto tersebut dari alexa dan menatap nanar wajah gadis di dalam foto itu.
mata nya terlihat berkaca-kaca, tangan nya bergetar memegang foto tersebut.
Alexa yang melihat respon rajendra saat melihat foto tersebut terperangah tak percaya.
Walaupun alexa baru mengenal rajen tapi ia tau rajen bukan pria cengeng namun tangguh.
dingin dan keras kepala, yang dapat ia tebak melalui setiap perkataan yang di lontar kan rajen, namun saat ini mata yang selalu menyorot tajam itu terlihat ingin menangis.
"Apa ini dapat di percaya, mata kak rajen berkaca-kaca terlihat sekali ia akan menangis" monolog alexa dalam hati.
"Kak rajendra" alexa dengan hati-hati mendarat kan tangan nya di pundak rajendra dan mengusap-usap pelan.
"Sebenar nya ada apa?" tanya alexa namun tak ada jawaban dari rajendra dan sekarang malah terlihat air mata rajendra menetes jatuh mengenai foto tersebut, karena rajen dalam ke adaan yang sedang menunduk.
"Dia tega sekali pergi menggilakan ku, dia pergi dengan tidak terduga, dia pergi tanpa aba-aba, dia yang benar-benar pergi untuk selamanya langsung menghilang tanpa isyarat, dan dia pergi...karena kesalahan ku dan kelalaian ku.
kini dia hanya menyisakan luka dan perasaan bersalah untuk ku" rajendra berkata dengan suara serak, bahkan air mata nya semakin deras menetes.
Alexa yang mendengar perkataan rajendra kembali melongo dengan perasaan yang tak menentu.
antara juga ikut sedih dan ingin tertawa.
"Apakah kak rajendra barusan berpuisi, tapi untuk apa?
kalau untuk syuting...masa iya sih kamera nya ga ada kok di sini" kata alexa dalam hati dengan kepala celinguk-celinguk.
__ADS_1
''Emm...kak rajendra tadi lagi berpuisi yah?'' tanya alexa yang melontar kan pemikiran bodoh nya.
Rajendra yang mendengar seruan dari alexa atas perkataan sedih nya tadi melirik tajam ke arah alexa dengan mata yang masih terlihat ber-air.
''ee..ee..aku salah ya?'' tunjuk alexa pada diri nya sendiri.
''Aku tidak terhibur atau berpengaruh dengan candaan mu itu'' sarkas rajendra
''Hah...aku rasa aku tidak ada bercanda aku bicara apa adanya''bingung alexa.
''Sudah lah lupakan dan dari kau mendapat foto ini?''
''terselip dari laptop yang aku ambil" jawab alexa...
"Lalu aku simpan dan ku letak di dalam kantong baju ku ini dan berniat ingin bertanyaan dengan mu" sambung alexa lagi.
"Emm begitu, apa kau ingin tau siapa gadis itu"kata rajendra kembali merebahkan kepala nya di pangkuan alexa.
"mau...memang nya siapa dia, sampai kau menangis begitu" tutur alexa mengusap lembut mata rajendra.
Rajendra yang mendapat perlakuan seperti itu membenamkan wajah nya kembali di perut alexa.
ia merasa malu dengan sentuhan lembut alexa, juga merasa malu dengan aksi menangis nya tadi yang di lihat oleh alexa.
''tiba-tiba aku tidak ingin menerangkan tentang wanita itu'' kata rajendra
''Usap kepala ku''kata rajendra lagi, meraih tangan alexa dan meletakan di kepala nya.
''Ih..kak rajendra ceritai dong siapa gadis itu, jangan buat aku penasaran''ucap alexa dengan cemburut dan mulai mengusap kepala rajendra.
''Jangan berisik aku mau tidur''ucap rajendra.
''Loh kalau kak rajendra...tidur di sini aku diapain dong kak''
namun tak ada sahutan lagi dari rajendra, mungkin dia sudah tertidur.
''Yahh...bakalan tidur sambil duduk nih, yaudah deh tidur aja''alexa ikut tertidur dengan posisi duduk memangku kepala rajendra.
●●●
●like
●komen
●favorite
●vote & rate
°°°
✤MISSION OF LOVE STRUGGLE
∥ Selasa,06-04-21~Teluk kepayang.
__ADS_1
-LICH•᎑ᵕ ๑