
Rajendra menghela nafas panjang dan berkata...
"Apa kau ingi mendengar cerita ku?"
dengan cepat Alexa mengangguk.
"cepat ceritakan, aku sangat penasaran"
"nanti saja, aku belum siap membagi cerita ku ini" Rajendra memejam kan matanya dengan posisi masih memeluk Alexa dari samping.
"kak Rajen kalau kau tidak ingin menceritakan, kenapa kau bertanya apa aku ingin mendengar cerita mu? Huh... Membuat ku semakin penasaran saja" gerutu Alexa dan berbalik membelakangi Rajendra.
"sayang apa kau marah dengan ku" bisik Rajendra.
"kak Rajen jangan buat aku baper" Tegas Alexa.
"hei!!, siapa yang nembuat mu baper?"
"dengan menyebut istri ku dan sayang padaku, apakah itu tidak membuat ku baper" jengah Alexa.
"itu aku hanya iseng dan menggoda mu, kau saja yang baperan dan menggap serius" kata Rajendra tanpa dosa, tanpa sadar dia telah membuat hati seseorang berdenyut sakit.
"Terserah kau kak, minggir aku mau turun" Alexa menepis tangan Rajendra yang melingkar di pingganya.
Dia menarik bantal yang ia pakai tadi dengan kasar dan berjalan menuju sofa.
"Hei kau kenapa? Kau ingin tidur di sofa itu" Rajendra bangun dari tiduran nya.
"Iya lebih baik tidur di sofa dari pada satu ranjang sama pria tak punya hati" kata Alexa dengan sinis.
"Siapa pria yang tak punya hati?" tanya Rajendra.
"Ya kau lah, siapa lagi" ketus Alexa. dia meletakan bantal di ujung sofa dan berbaring.
"Aku? Apa benar aku tak punya hati... Lalu bagaimana aku bisa bertahan hidup selama ini kalau tidak punya hati, dan bagaimana caranya Alexa mengetahui aku tak punya hati" gumam Rajendra dengan tampang bodohnya dan masih terdengar oleh Alexa.
"Bodoh" umpat Alexa, tapi tentu saja umpatan itu hanya mampu ia katakan dalam hati.
"Ehem... Apa kau serius akan tidur di sofa sempit itu?" Rajendra kembali bertanya dengan raut datar nya.
"iya" sahut Alexa singkat.
"Hmm, bagus lah, selamat tidur" Rajendra kembali berbaring .
"Kak Rajen" panggil Alexa.
"Hmm"
"Selama beberapa hari ini kak Rajen memperlakukan ku dengan baik, So kak Rajen menggap aku sebagai apa" kata Alexa dengan menatap langit-langit kamar hotel.
__ADS_1
"Tidak ada. Kau tamu ku, jadi aku harus memperlakukan tamu ku dengan baik" ujar Rajendra dengan jujur. Memang nya ia harus menganggap Alexa apa kalau bukan tamu.
"JLEB"
"Hiks, kak Rajen terlalu jujur menjawab nya" batin Alexa menjerit.
"oh hanya tamu ya?" akhir nya pertanyaan bodoh itu yang keluar dari mulut Alexa.
"Yes, terus sebagai siapa kalau bukan sebagai tamu. Sebagai istri ku? Ohh sayang ingatlah kita belum menikah" Kata Rajendra dengan terkekeh pelan.
"siapa yang mau jadi istri mu, huh. Yasudah aku mau tidur" Alexa pun memejam kan mata nya berpura-pura tidur.
"Hm, semoga tidur mu nyenyak di sofa itu" Rejendra pun sama, setelah mengatakan itu ia juga mememajam kan mata nya, namun tidak berpura-pura tidur tapi memang sudah tertidur.
Secepat itu kah?
"Heh, Kak Rajendra ini seperti bunglon. kadang raut datar nya itu berubah jadi tampang bodoh, polos dan tanpa dosa dan berubah lagi dalam sekejap jadi datar. Pemikiran nya juga susah di tebak, dia juga orang yang sangat tertutup" batin Alexa dengan tetap memejam kan matanya.
Hingga akhir nya Alexa benar-benar sudah terbang ke alam mimpi, setelah lelah bergulat dengan membantin akan sikap Rajendra.
。。。
..hari kedua di jepang..
"Hoam" Alexa menguap dan mengeliat dan "BRUK" badan nya jatuh indah, menyentuh lantai ubin yang dingin di pagi hari.
"Akh...apa-apaan ini, ternyata pria tak punya hati itu benar-benar tidak memindahkan ku" gerutu Alexa, mengelus-ngelus bokongnya yang terasa sakit.
"Apa jangan-jangan Kak Rajen meninggal kan ku, kalau iya satu kata buat Kak Rajen yaitu jahattt " omel Alexa dengan sangat kesal.
"Tidak usah mengomel segala, cepat mandi. Waktu mu hanya tersisa sedikit untuk bersiap" Kata Rejendra yang berada di ambang pintu.
"Eh, Kak Rajen tidak meninggal kan ku" Bukan nya cepat-cepat untuk bersiap, Alexa malah mendekati Rajendra dan memeluk Rajendra dengan haru.
"Alexa apa yang kau lakukan? Aku bilang cepat bersiap bila ingin ikut dengan ku" ujar Rajendra dengan dingin.
"Ish, iya-iya" Alexa menghentak-hentakan kaki nya menuju kamar mandi.
"ck, kekanak-kanakan" Rajendra berjalan menuju sofa dan duduk menunggu Alexa.
•••
"Kak Rajen katanya ingin meeting, tapi kenapa malah berada di restaurant?" tanya Alexa dengan mencicipi salah satu hidangan yaitu Katsu Curry ( curry whit chicken cutlet).
"ini hanya meeting biasa nona, hanya sekedar pertemuan-pertemuan santai dengan Tuan Hana Sukisima" bukan Rajendra yang menjawab pertanyaan Alexa, tapi Rico. Sedangkan Rajendra dia sedang sibuk dengan benda pipih yang di pegang nya.
"ohhh" Alexa hanya ber-oh ria, dia asik mencicipi berbagai hidang yang terpampang di depan nya.
"Tuan Kusuma, apa sudah lama menunggu?" kata pria paruh baya menyapa Rajendra. Dia adalah Tuan Hana Sukisima.
__ADS_1
"Tidak" jawab Rajendra singkat.
"Kau bohong Kak Rajen, kita sudah lama menunggu, tidak kau lihat kah sudah ada beberapa piring kosong karena habis ku santap" Kata Alexa dengan polos nya, mulutnya belepotan persis seperti anak kecil.
"Oh nona Alexa anda benar-benar masih anak-anak" lirih Rico menepuk jidat nya pelan.
"Emm hahahaha begitu kah,,,maaf kan saya Tuan Kusuma membuat anda menunggu" ujar Tuan Hana Sukisima dengan tertawa renyah karena mendengar perkataan Alexa.
"Tidak masalah" kata Rajendra, mata nya melirik tajam ke arah Alexa yang duduk di samping nya.
"Tuan Hana Sukisima, silahkan duduk" Kata Rico mempersilahkan.
"ah iya" Tuan Hana Sukisima pun duduk di samping Rico.
"Tuan Kusuma, siapa nona kecil yang lucu itu?" Tanya Tuan Hana Sukasima tentang Alexa.
Rejendra memincing tidak senang mendengar pertanyaan Tuan Hana Sukisima namun ia tetap menjawab pertanyaan tersebut.
"Oh dia Alexa calon nyonya Kusuma" Ujar Rajendra yang membuat Rico maupun Alexa tersedak mendengar nya.
"Kak Rajen pemikiran mu memang sulit di telusuri, baru malam tadi kau mengatakan kalau aku hanya kau anggap sebagai tamu, sekarang malah sebagai calon Nyonya Kusuma" Kata Alexa memperalat perkataan Rajendra.
"emm itu..." Rajendra menjadi kikuk sendiri, dia merasa terpojok akibat sifat Alexa yang terlalu jujur.
"Haha kau ternyata kalah dengan nona Alexa, tuan besar" batin Rico terlonjak senang. Ia sangat menikmati momen Tuan besar nya yang kehabisan kata-kata.
Diam-diam Rico kembali memotret Rajendra dan Alexa.
Rajendra dengan wajah kikuk nya dan Alexa dengam wajah yang masih belepotan.
"Haha ternyata bukan calon nyonya Kusuma ya, jadi saya punya kesempatan untuk menjadi kan Nona kecil ini menantu saya" kata Tuan Hana Sukisima dengan tersenyum.
Rajendra, Alexa dan Rico pun menatap Tuan Han Sukisima dengan tatapan yang berbeda-beda.
"ehem, Tuan Hana Sukisima, ingat tujuan anda kemari" Ujar Rajendra tajam dan meruntuh kan hayalan Tuan Hana Sukisima untuk menjadi kan Alexa menantu nya.
"Sampai kapan pun itu tidak akan pernah terjadi" batin Rajendra sinis.
●●●
**TBC GUSY...
Like, komen, favorite, vote & rate yuk...
•••
MISSION OF LOVE STRUGGLE♡
Sabtu, 5 juni 2021●Teluk kepayang...
__ADS_1
LICH❣**