
''Hah'' Rajendra benar-benar frustasi.
mungkin sebentara lagi ada dokter dari rumah sakit jiwa yang mampir ke rumah nya. sungguh Rajendra merasa ia seperti berbicara dengan bayi.
''lupakan saja. Sekarang ayo makan dan setelah itu kita keluar'' kata Rajendra melanjutkan makan nya.
''Keluar kemana?'' Alexa bertanya dan mulai makan.
''Ikuti saja apa kata ku tanpa benyak bertanya'' ketus Rajendra.
''iya-iya kalau bisa... emm boleh kah aku bertanya sekali lagi'' kata Alexa dengan mimik muka yang serius.
''Bertanya apa?'' Rajendra menghentikan makan nya sejenak dan menatap Alexa juga dengan serius.
pikirnya mungkin Alexa benar-bena ingin berbicara serius, jadi dia juga akan mendengar kan dengan serius.
''Berapa umur mu?'' tanya Alexa.
Zonk,,, Rajendra pikir benar ingin bicara serius tentang suatu hal tapi ternyata!! Ya begitulah.
''Apa kah itu penting'' ujar Rajendra datar sambil minum. ia benar-benar menyudahi makan nya
''Iya..itu penting'' jawab Alexa.
''Huh, penting kau bilang?!! Pertanyaan kau itu sungguh tak bermutu'' Rajendra memundurkan bangku nya dan berdiri
"Mengapa kau takut sekali mengatakan berapa umur mu!! Apakah sudah sangat tua, jadi kau egan mengatakan nya" kata Alexa dengan tatapan selidik yang terlihat begitu lucu.
"Dan apakah setiap jumlah umur ku dapat merubah semua nasib mu" balas Rajendra dengan senyum kemenangan.
"Huh, menyebalkan dan sangat menjengkel kan" gerutu Alexa dengan menelan habis sekaligus sisa makanan yang ada di piring nya.
''ayo... Cepat kita akan keluar sekarang!!'' ajak Rajendra dan melangkah berdahulu.
''Kemana?'' Alexa meneguk seteguk air minum nya dan menyusul Rajendra.
''Ikut saja,tanpa banyak bertanya kata ku."
Setelah Rajendra dan Alexa keluar melewati pintu utama yang bekerja secara otomatis itu. Rajendra yang di iringi Alexa berjalan menuju garasi mewah nya dan tentu saja sangat besar.
Alexa menatap sekeliling garasi milik Rajendra yang penuh dengan koleksi mobil-mobil mewah dan terbaru juga beberapa buah motor sport.
mata nya menakap sebuah mobil dengan desain yang sangat unik dan cantik menurutnya.

''Rajendra apa itu mobil milik mu'' tunjuk Alexa pada mobil tersebut.
Tanpa menoleh ke arah mobil yang Alexa tunjuk arajendra menjawab ''Semua yang ada di sini punya ku."
''Iya tau... Tapi apakah mobil yang berwarna pink itu mobil yang spesial? kebanyak warna mobil yang dominan dalam garasi mu ini adalah hitam, silver dan gold dan cuman Ada satu warna pink yang sangat cantik'' tutur Alexa.
Mendengar penuturan Alexa, Rajendra menoleh pada mobil yang di sebut Alexa. dia diam memandangi mobil itu dan termenung sejenak dengan tatapan kosong.
__ADS_1
''iya. Itu di desain khusus oleh ibu ku, dia bilang itu untuk istri ku nanti'' jelas Rejendra singkat.
Ia lalu memasuki mobil Ferari hitam ke sukaan nya dan tentu saja di ikuti oleh si cirit Alexa.
Mobil Rajendra melaju keluar dari garasi dan berlalu melewati pagar otomatis khusus untuk Rajendra.
Mobil rajendra terus melaju membelah keramaian entah kemana tujuan nya.
mereka saling diam, terutama Alexa yang nampak asik mengamati pemandangan dan bangun-bangunan yang menjulang tinggi.
lalu se-saat Alexa teringat sesuatu akan pertanyaan yang belum di jawab oleh Rajendra.
"Rajendra, kau belum menjawab pertanyaan ku tadi!!'' kata Alexa sambil beralih menatap Rajendra.
''Pertanyaan yang mana?'' Rajendra mengeryit kan dahi nya.
''Pertanyaan, berapa umur mu?'' kata Alexa masih dengan posisi menatap Rajendra.
"Bukan kah sudah ku bilang umur ku tidak penting" tutur Rajendra dengan ekspresi datar dan dingin kesayangannya itu. Bahkan saking sayang nya, dari dia lahir sampai sekarang ia tidak pernah melepaskan ekspresi nya itu.
"ayolah jawab saja jangan membuat ku penasaran"
''28 tahun" jawab Rajendra dengan sangat sederhana.
"heh... Benar kah?!!" kata Alexa dengan nada yang di buat sok terkejut.
''hmm''
''Oke, jadi aku akan memanggil mu kakak, apakah boleh?'' kata Alexa bersemangat.
''ehem, oke baiklah Kakak'' ucap Alexa dengan tersenyum riang.
Mendengar panggilan Kakak dari Alexa entah kenapa membuat telinga Rajendra memerah.
。。。
Tidak lama kemudian mobil Rajendra berhenti di pusat perbelanjaan terbesar di kota A itu.
''Untuk apa kita kesini?" Alexa melongok kan kepala nya.
''Utuk belanja'' jawab Rajendra acuh lalu turun dari mobil nya setelah terpakir dengan aman di parkiran khusus untuk nya.
''Ayo cepat turun'' kata Rajendra pada Alexa yang tak kunjung turun.
mungkin dia sedikit enggan untuk ikut Rajendra saat melihat pasangan-pasangan yang lalu lalang.
Sebenar nya kenapa sih Alexa?
''Emmm...aku tidak ingin turun'' Alexa mengelengkan kepala nya.
"Kenapa?" Rajendra sedikit heran melihat wajah Alexa yang di lingkupi ketakutan.
''Aku tidak mau turun?" Alexa tetap kekeh.
__ADS_1
''Aku takut melihat para pasangan itu'' Alexa berucap dengan lirih dan menunduk.
Aaah,,, Rajendra bisa menebak. mungkin Alexa masih takut saat melihat keramaian. Tapi ada apa dengan para pasangan? pikir Rajendra lagi.
''Tidak akan terjadi apa-apa, ini awal kau melawan rasa trauma mu itu'' Rajendra berkata sangat lembut dengan tatapan teduh. uhh...sejenak dan sesaat Rajendra meruntuh kan ekspresi kesayangan nya untuk Alexa.
Alexa mengangkat kepala nya dengan mata yang berkaca-kaca.
Rajendra yang melihat itu menghapiri dan membuka kan pintu mobil untuk Alexa.
''Ayo turun'' ajak Rajendra lagi mengulurkan tangan nya.
Alexa sejenak menatapa uluran tangan Rajendra. Menarik nafas panjang lalu menyambut uluran tangan Rajendra.
Mereka berjalan masuk ke pusat perbelanjaan atau mall dengan Slexa yang menggengam tangan Rajendra erat dan gemetar.
Sampai di dalam Rajendra di sambut dengan hormat dan di layani dengan baik dan istimewah, entahlah apa alasanya?
''Kak Rajen kau mau belanja apa di sini?'' bisik Alexa dan lagi-lagi telinga Rajendra memerah.
''Belanja keperluan mu'' bisik Rajendra juga.
''Benarkah?'' yakin Alexa dengan amat gembira.
''Hmm'' Rajendra mengangguk.
''Yeyyy... ayo'' Alexa ke girangan menarik Rajendra untuk ikut dia berbelanja dan juga ada beberapa pelayan yang mengikuti Rejendra dan Alexa dari belakang.
Setelah puas berbelanja dan berkeliling... Alexa menarik Rajendra ke arah kasir.
''Kak, Kakak Rajen kan yang bayar'' pasti Alexa. Ia takut kalau nanti kenyataan nya dia harus bayar sendiri. Padahal dia sudah sangat banyak berbelanja atas kemau-anya sendiri dan juga rekomondasi dari Rajendra.
Petugas kasir yang mendengar perkataan Alexa, membuka mulut untuk menjelaskan sesuatu.
''mohon maaf saya menyela Tuan, Nona. anda tidak perlu membayar nona, sebenarnya mall ini punya Tuan besar Rajendra Nona."
''Aaaa'' Alexa menganga selebar goa.
''Hei..sudahlah tidak usah terlalu berlebihan eksperesi mu itu'' kata Rajendra menutup mulut Alexa dengan tangan nya.
''Ah...iya, ayo Kak kita pulang. Gooo'' ajak Alexa dengan ceria.
Rajendra terkekeh. Mengacak rambut Alexa dan berjalan keluar mendahului Alexa.
Sedang kan para petugas di mall itu
mengulas senyum melihat interaksi Rajendra dan Nona yang baru mereka kenal yang tak lain adalah Alexa.
Di balik seyum para petugas itu sebenar nya ada tanda tanya besar yang memenuhi pikiran mereka.
ada sesuatu yang tak biasa? batin para petugas.
●●●
__ADS_1
TBC