
Ia mengambil handuk dan beberapa pakain dan masuk menuju kamar mandi.
"huh... Kemana pergi nya Tuan rumah ini'' Alexa berjalan berkeliling rumah Rajendra yang lebih tepat nya adalah sebuah mansion.
''ada kolam renang gak ya? Udah lama gak berenang'' Alexa kembali menyusurii mansion Rajendra itu dan akhir nya ketemulah dia dengan yang nama nya kolam renang.
''Widih... Keren juga nih kolam renang!''

''eh tunggu-tunggu, ini kolam renang apa danau nyasar?'' Alexa berpikir dan berkata sendirian.
tiba-tiba dari arah belakang Alexa ada yang menyahut
''tentu saja ini kolam renang, memang nya ada danau nyasar''
''Eh'' Alexa menoleh.
''Hah, Kak Rajen udah datang ?''
''seperti yang kau lihat'' jawab acuh Rajendra.
''Hehe..'' Alexa cengegesan.
''ngapain kau di sini?'' tanya Rajendra.
''Mau berenang, tapi tadi udah mandi jadi males ah'' jawab Alexa.
''Ikut aku'' Rajendra berjalan menjauhi kolam renang.
''Kemana?''
''Jangan banyak tanya''
Alexa pun bergegas mengikuti Rajendra yang berjalan masuk dan menuju lift.
terlihat Rajendra menekan tombol dua yang berarti dia akan menuju lantai dua.
"ting"
saat sudah di lantai dua Rajendra berjalan menuju kamar nya di lantai dua tersebut. Alexa terperangah dengan dekorasi ruangan-ruangan lantai dua itu.
Memang dia tadi berjalan keliling-keliling mansion Rajendra, tapi hanya di lantai dasar.

-ilustri kamar rajendra di lantai dua-
(SUMBER GAMBAR DARI-PINTEREST)
"wah keren banget, apakah ini kamar Kak Rajen?'' Alexa menangkup kedua pipi nya dengan mulut menganga.
__ADS_1
''menurut kau milik siapa lagi'' Rajendra mengambil sesuatu di salah satu laci di situ.
''Kak kau terlalu berbicara apa adanya, tidak seru sekali huh..'' Alexa berkacak pinggang menatap jengah Rajendra.
Rajendra melirik sekilas ke arah Alexa. Tanpa menimpali omongan Alexa, ia berlalu keluar dari kamar tersebut tak lupa di ikuti oleh Alexa di samping nya.
menuju salah satu ruangan yang sagat private untuk Rajendra atau tepat nya adalah ruang kerja Rajendra.
yang sesungguh nya.
Namun entah mengapa kali ini ia dengan santai membawa Alexa masuk kesana. Padahal tidak ada yang pernah sama sekali yang di perboleh kan masuk kesana selain Rajendra nya sendiri.
"duduk lah di salah satu sofa itu, diam baik-baik tanpa menyentuh apa pun'' ujar Rajendra duduk di kursi kerjanya dan mulai sibuk dengan layar komputer di depan nya.
''Kau pelit sekali kak. Huh'' Alexa duduk dan menyilangkan ke dua kaki nya dengan tangan yang berada di atas perut ramping milik nya.
''Terserah ku'' jawab Rajendra yang semakin sibuk dengan komputer nya. sesekali ia juga nampak mengetik sesuatu di laptop yang berada di samping komputer.
''kau nampak sibuk sendiri Kak, lalu apa guna nya aku di sini'' Alexa berkata dengan nada kesal.
''Kau diam lah jangan banyak bicara, tunggu saja sampai aku selesai'' Rajendra berkata tanpa menoleh ke arah lawan bicara nya.
''Mulut ku gatal kalau hanya diam Kak'' tutur Alexa namun tak di tanggapi oleh Rajendra.
Alexa lalu berdiri membawa langkah nya menuju Rajendra ia melingkar kan tangan nya di leher Rajendra dari belakang. Rajendra terkejut dengan tingkah Alexa yang tiba-tiba memeluk leher nya.
"Hei!! apa yang kau lakukan?"
''Hanya merangkul leher Kak Rajendra dan ingin melihat apa yang Kak Rajendra kerjakan'' Alexa sedikit membungkuk dan meletak kan dagu nya di bahu Rajendra.
''Menjauh lah dari ku'' jari-jari Rajendra bergerak mendorong jidat Alexa.
''tidak mau'' Alexa mengelembungka pipi nya yang membuat Rajendra gemes dan akhirnya jadilah ia menggigit pipi Alexa.
''Auhh'' Alexa berdiri tegak mengelus pipi nya yang di gigit Rajendra.
''kenapa kau menggigit pipi ku Kak?'' tanya Alexa mengelus-ngelus pipi nya.
Rajendra memutar kursi nya menghadap Alexa. tangannya ter-ulur menarik Alexa duduk di pangkuannya.
Mata Alexa melotot atas tingkah Rajendra yang tiba-tiba menarik ia duduk di pangkuan Rajendra.
Alexa berdiri namun lagi-lagi ia di tarik Rajendra. Alexa kembali melotot menatap Rajendra yang di sambut oleh kekehan Rajendra yang sangat jarang terdengar.
''Duduk lah dengan baik jangan banyak bergerak, bila kau ingin aman'' ujar Rajendra memutarkan kursinya lagi kembali menghadap layar komputer yang masih menyala. Jangan lupa dengan Alexa yang masih duduk di pangkuan Rajendra.
''Kak!! kau belum menjawab pertanyaan ku, mengapa kau menggit pipi ku."
''Hanya ingin'' jawab Rajendra. Jari-jari nya mulai kembali bergerak lincah di atas keyboard komputer.
''Yaa, sudah ku duga pasti Kakak akan menjawab dengan singkat'' Alexa berkata sembari menyandarkan kepala nya di dada bidang milik Rajendra.
__ADS_1
Sejenak aktivitas Rajendra terhenti.
lalu ia kembali melakukan aktivitas nya dengan ada sebuah rasa yang berbeda.
"Oh ya, mengapa Kakak memangku ku? apakah tidak berat?" Alexa kembali bertanya.
"Kau ingin melihat aku mengerjakan apakan dan soal berat mu, kau sama sekali tidak berat''
''Hmm.." Alexa memperhatikan apa yang Rajendra lakukan di komputer itu, namun sayang nya tidak ada yang ia mengerti.
''Aku sama sekali tidak mengerti apa yang sedang kau kerjakan Kak'' ujar Alexa.
''Yaaa karena kau bodoh''
''Enak saja dulu saat di sekolah ku, aku terkenal dengan murid segudang prestasi'' Alexa mengerucut kan bibir nya merasa kesal dengan Rajendra yang mengatakan nya "bodoh"
''Apakah itu bisa di percaya'' ujar Rajendra dengan nada mengejek.
''Ya tentu saja... Dulu di sekolah juga aku terkenal dengan kejujuran ku'' Alexa bangga dengan gelar-gelar positif untuk nya dulu, tapi ada satu gelar yang kurang dia sukai yaitu gelar "SINGA BETINA"
''tapi itu hanya dulu sebelum kau menjadi penghuni hutan, hahaha'' Rajendra tertawa lepas. Ternyata mengejek Alexa cukup seru pikir nya.
''Aaaa... Jangan bilang penghuni hutan, aku bukan tarzan'' Alexa berkata dengan sengit.
''tapi itu sebuah kenyataan!! Mau tarzan atau bukan, kau tetap pernah tinggal di hutan dengan lama kan, haha'' sekali lagi Rajendra tergelak.
''Kak bila kau mengejek ku lagi, aku akan ngambek'' ancam Alexa.
''Silah kan saja. Tidak akan berpengaruh untuk ku''
''Aku tidak akan mau makan'' ancam Alexa lagi.
''Terserah mu saja, toh juga perut mu yang laper bukan aku'' jawab Rajendra penuh kemenangan.
''Kak mengapa kau pintar sekali berkata-kata, singkat namun cukup menusuk'' kata Alexa menatap Rajendra.
''itu lah Rajendra'' Rajendra balik menatap Alexa, lalu tersenyum simpul.
Alexa terpana melihat itu. Namun Sedetik, dua, tiga, empat detik senyum itu hilang.
"Alexa turun lah dari pangkuan ku'' ujar Rajendra.
''Baiklah'' Alexa turun dari pangkuan Rajendra.
Rajendra berdiri dan menuju sofa.
''Duduk lah ada sesuatu penting yang akan ku bicara kan'' ucap Rajendra dengan serius.
''Apa itu?'' Alexa segera duduk di hadapan Rajendra dengan mimik muka penasaran.
''Mau kah kau...?''
__ADS_1
●●●
TBC