
pria yang memeluk Alexa ini ternyata Andrian...
Seorang teman yang sangat....?
Yang sangat muak di lihatnya, karena sifat Andrian yang over jahil kepadanya. Padahal Rico juga teman baik Andrian tapi dia tidak bersikap seperti itu pada Rico. Entah apa alasanya.
But even so, ia sebenar nya sangat menyayangi Andrian dan menganggap nya seperti saudaranya sendiri.
namun kok bisa ya Andrian mengenal Alexa? DIMANA? KAPAN DAN BAGAIMANA?
"ehem..., andri lepaskan pelukan mu, jangang seperti anak kecil" ujar Rajendra dan dengan biasa, selalu terdapat larutan dingin dan datar di setiap nada bicara nya.
"ah baiklah" Andrian melepas kan pelukanya.
"hmm..., alexa ayo pulang" Rajendra menatap tajam Alexa yang sedang nenunduk memain-mainkan jari tangan nya.
"alexa" ujar Rajendra lagi dengan penuh penekanan.
"huemm" Alexa mendongak dengan mata berkaca-kaca, membuat Rejendra sedikit terenyuh di buat nya.
"hei mengapa kau ingin menangis?" tanya Rajendra.
"aku takut kak rajen akan benar mengurung ku" kaki Alexa bergerak menuju Rajendra dan tanpa aba-aba ia memeluk Rajendra.
sedangkan dua mahluk yang berada di samping Rajendra. Ada yang bingung dan kesal atas situasi Alexa yang memeluk Rajendra. Ada juga yang sedang memotret tuan nya diam-diam.
"Tidak aku hanya bercanda, mari kita kembali ke hotel" kata Rajendra menepuk-nepuk pundak Alexa.
"Eittt tunggu dulu" kata Andrian menarik Alexa.
"Apa!!" Rajendra melotot melihat Andrian.
"Apa kau yang membawa Alexa keluar dari hutan?" tanya Andrian penuh selidik.
Emm ini pertanyaan yang sangat simple untuk di jawab Rajendra...
dengan santai ia mengatakan " Iya" Well done
"Memang nya kenapa?" tanya Rajendra balik.
"hm... Lebih baik sasa yang menjelaskan nya, kita bisa berbicara di apartemen ku" alih-alih menjawab pertanyaan Rajendra. Andrian malah menarik tangan Alexa menuju mobil nya.
But... Tentu saja Rajendra tidak tinggal diam dan tercengang melihat Alexa yang di tarik Andrian begitu saja. Dia berlari kecil menghampiri Andrian dan Alexa.
"Hap" Alexa ia tarik dan masuk kedalam pelukanya.
"Auh...kak Rajen sakit tau" omel Alexa memukul pelan dada bidang milik Rajendra.
"rajen kenapa kau menyetak Alexa seperti itu, kau menyakitinya" ujar Andrian menatap Rajendra.
"Dia bilang, dia strong woman. Jadi itu tidak akan berpengaruh" kata Rajendra santai tanpa penyesalan.
__ADS_1
"ihh tidak begitu juga kali kak" Alexa mencubit pelan perut Rajendra. Alih-alih ingin lepas dari pelukan Rajendra, Alexa justru semakin meng-erat kan pelukan nya. Dia merasa sangat nyaman berada di pelukan Rajendra.
Entah perasaan apa sebenarnya yang terpenting dia merasakan kembali sebuah kenyaman yang dulu pernah ia rasakan.
"rajen, cepat berikan alexa pada ku" ujar Andrian dengan nada kesal.
"No, alexa akan ikut mobil ku dan kita akan berbicara di cafe yang berada di depan sana."
"Tidak!! Kita akan berbicara di apartemen ku dan alexa akan ikut dengan ku."
"Once no. Lagian apakah kau tidak bisa melihat dengan benar, alexa mengerat kan pelukanya jadi sepertinya dia ingin bersama ku" kata Rajendra dengan senyum kemenangan.
"Percaya diri sekali kau kak" ujar Alexa dan melepaskan diri dari pelukan Rajendra.
"Haha rasain" ejek Andrian, menertawakan Rajendra.
"Kau ..." Rajendra memandang jengah ke arah Andrian.
Sedang kan Rico hanya diam tanpa berniat spatah pun mengeluarkan dialog.
Dia lebih asyik menonton live langsung yang dimana dua laki-laki memperubutkan satu gadis. Apa ya kira-kira judul yang cocok dengan drama ini? Pikir Rico.
"Sudahlah aku mengalah dan sesuai perkataan mu, kita berbicara di cafe depan sana" kata Andrian dan masuk kedalam mobilnya.
"Good" Rajendra mengandeng Alexa menuju mobilnya dan melaju munuju cafe, meninggal kan Rico yang mungkin tidak di ingat Rajendra kehadiran nya.
Ok, Rico tidak perlu mempermasalah kan itu, mau di tinggal atau tidak di ingat, Rico tidak masalah. Ia tidak ingin ribet dengan hal itu. Tinggal menyusul apa susahnya daripada harus ngomong ini itu ini itu. Ahh itu bukan dirinya sekali.
。。。
Sedang kan Rico yang duduk di hadapan tiga orang itu, diam-diam mengarahkan kameranya lagi, memotret Tuan besar nya, Alexa dan Andrian.
Ada tujuan untuk apa ya? Rico yang selalu memotret kebersamaan Rajendra dan Alexa.
"jadi Alexa cepat jelaskan" kata Rajendra melirik tajam ke-arah Andrian.
"hening" Alexa tidak bergeming dengan perkataan Rajendra, ia malah asik menikmati coffe latte yang dipesan oleh Rajendra tadi.
"ck ck ck, rajen kau tidak ada lembut-lembut nya berbicara, pantas saja tidak ada wanita yang mau dengan mu" Andrian berdecak. Dia rasa temannya ini memang bodoh dalam hal berkata lembut. Tapi kalau tanding berkata datar bisa di cobalah.
"Begini aku tunjuk kan cara yang benar" Andrian menggengam Alexa, yang membuat Alexa menoleh ke arah Andrian.
"Sasa, kak andri penasaran dimana kau mengenal rajendra. Jadi ayo jelaskan kepada kak andri" ujar Andri menatap dan berkata lembut kepada Alexa.
Wait!! Wait!!
Andrian punya panggilan khusus untuk Alexa...
WHAT!!
dan Andrian memanggil dirinya "kak andri" Hoek...
__ADS_1
Akh...rasa nya Rajendra mati kesal dengan dengan sebutan Andrian yang memenaggil Alexa "Sasa" dengan begitu mesra, menurut Rajendra. Kesal atau cemburu nih...
"aku akan menjelaskan nya darimana?" Bingung Alexa, ia bergantian menatap Rajendra dan Andrian.
"Dari bagaimana kau mengenal andrian"
"Dari bagaimna kau bisa mengenal rajendra"
Rajendra dan Andrian berkata dengan bersamaan.
lalu saling memandang tajam.
Dan Rico rasanya ia sangat ingin pergi dari hadapan tiga orang ini. Tapi it's okey, dari tiga orang itu ada tuan besar nya, jadi dia bisa apa selain menunggu sampai drama ini berhenti. bosan? Jangan di tanya lagi, karena jawaban nya sangat sangat bosan.
"jadi perkataan siapa dulu yang harus ku jelaskan?" tanya Alexa.
"Lebih baik kau menjelaskan apa yang ku katakan tadi" ujar Rajendra.
"Mana bisa begitu, aku sudah mengalah untuk membiarkan alexa ikut dengan mu dan berbicara di cafe ini, jadi sekarang giliran kau yang mengalah" kata Andrian tak terima.
"Hei, mengapa kau perhitungan sekali. intinya aku tidak memperhitungkan saling mengalah atau tidak. aku hanya ingin pertanyaan ku dulu yang di jelaskan" kata Rajendra tidak mangalah.
"Tidak bisa begitu dong, aku dulu seharusnya" ujar Andrian kesal.
"Aku ya aku" tekan Rajendra.
Alexa jadi pusing di buat nya, menurutnya ini sangat kekanak-kanakan sekali.
"Ak~" ucapan Andrian terpotong oleh Rico.
"Andrian sebaiknya kau mengalah lagi saja, seharus nya kau tau bagaimana Rajendra itu. Kau keras kepala dia bahkan lebih keras kepala" ujar Rico tanpa menyebut Rajendra dan Andrian dengan embel-embel "tuan"
"Ah...baiklah kau memang benar Rico" ya baiklah Andrian akan mengalah.
"Sialan kau rico, kau sedang mengatai ku" kata Rajendra garang.
"Tidak, tapi itu faktanya kan" kkata Rico santai.
"huh"
"Sudah-sudah. aku akan menjelaskan bagaimana aku bisa mengenal andrian" kata Alexa mulai serius.
"Jadi...?"
●●●
**TBC GUSY.
Like, komen, fav and vote yaaaa....
○○○**
__ADS_1
***MISSION OF LOVE STURGGLE♡
∥Jum'at, 28 mei 2021⚫︎Teluk kepayang✓✓***