Mission Of Love Struggle

Mission Of Love Struggle
#Part 28: LEO!


__ADS_3

"tolong lepaskan aku, mengapa mataku di tutup tangan juga mengapa di borgol, lepaskan akuuu" jerit Alexa di sebuah kamar kosong yang entah di mana.


"hei, siapa kau sebenarnya?!! Aku di kasih makan tapi mengapa ikatan mata ku tidak di buka" Alexa berteriak dengan sekuat tenaga, orang yang sedang duduk di sofa pojok dengan memangku laptop hanya diam dan tersenyum.


"bahkan aku rasa orang yang menculik ku adalah seorang bisu, selama ini dia tidak ada bersuara sedikit pun" gumam Alexa yang masih bisa terdengar oleh seseorang di situ.


"lepaskan aku... penglihatan ku gelap, aku tidak bisa membedakan mana siang, mana malam" teriak Alexa kembali.


"Kak Rajendra tolong aku, aku takut. Kak Rajendra yang paling baik tolong Aku" Alexa berteriak dengan menyebut nama Rajendra, membuat seseorang yang duduk di pojok itu menggeram marah.


"Plak"


seseorang itu mendekat dan menampar Alexa dengan keras.


"auh" ringis Alexa, sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"maaf aku benar tidak sengaja" kata seseorang itu mengusap pipi Alexa.


"Kak Leo" pekik Alexa tidak percaya, dia sangat mengenal suara itu, yang pemiliknya adalah seorang pria bernama Leo, ya Leo! Leo yang di sebut Alexa monster ababil.


"Kak Leo lepaskan aku, mengapa kau menyekap ku seperti ini!! Jadi selama ini kau yang menculik ku!!" Alexa menitikan air matanya, badanya bergetar.


"Val maafkan aku" Leo melepaskan ikatan tangan dan kain yang menutup mata Alexa.


"Kak Leo apa yang kau inginkan, menjauh dari ku menjauh, kau bukan Kak Leo yang dulu, kau monster" Alexa duduk meringkuk memeluk ke dua lututnya.


"Val apa kau takut dengan ku? Maafkan aku" Leo bergerak ingin mengapai tangan Alexa.


"stop jangan sentuh aku. Kak Rajen tolong aku, aku ingin bersama Kak Rajen, Kak Rajen pasti menemukan ku?" kata Alexa dengan bergetar.


"heh dengarkan aku, memangnya dia menggap kau siapa?!! Memangnya dia peduli kau hilang?!" Leo menjambak rambut Alexa dan menghempaskannya.


"hiks, hiks, hiks" Alexa hanya bisa menangis dan pasrah, perkataan Leo memang benar, memangnya siapa dia bagi Rajendra.


"Val sekali lagi maafkan aku" suara Leo menjadi lembut dan sendu.


"hahaha utuk apa aku meminta maaf, Val milik ku sampai kapanpun akan tetap menjadi mainanku" sejurus kemudian Leo tertawa terbahak-bahak sendirian. Alexa kembali meringkuk melihat perubahan perubahan sikap Leo


"akhh sialan" Leo menendang angin dan kembali menjadi marah.


berlalu keluar, mengunci kamar yang di tempati Alexa.

__ADS_1


"hiks, mengapa Kak Leo menjadi seperti berkepribadian ganda seperti itu? Aku takut, aku ingin pergi dari sini" Alexa menatap lurus dengan kosong.


"akh, aku yang ingin balas dendam, mengapa malah aku yang di sekap" Alexa mengacak-ngacak rambutnya, yang mungkin sudah lama tidak keramas.


•••


"Rico bagaimana apa sudah tau titik terang keberadaan Alexa?" tanya Rajendra melonggarkan ikatan dasinya.


"Belum Tuan, sepertinya Nona Alexa tidak berada di jepang lagi" ujar Rico menunduk.


"hah" Rajendra menghela nafas panjang, ia bersandar pada kusri kebesaranya di kantor, memijat-mijat pelipisnya.


"berhentikan pencarian Alexa di jepang dan siapkan penerbangan, besok kita akan kembali" kata Rajendra memejamkan matanya lelah.


"baik tuan" Rico membungkuk hormat dan berlalu meninggalkan Rajendra sendiri.


Sudah tiga hari semenjak Alexa menghilang, Rajendra kembali merasa kesepian. Semenjak ada Alexa, hidupnya tidak se-sepi setelah di tinggal Ariel.


"aku baru merasakan sebuah kehidupan lagi. Mengapa semua hanya sebentar?!! Apa aku tidak pantas bahagia" Rajendra menitikan air matanya, menandakan bahwa dia memang sedang berada di titik rapuh yang ia pendam.


Dari kecil dia sudah di paksa menjadi dewasa karena keadaan, luka yang di torehkan oleh keluarganya benar-benar menyiksa hidupnya.


•••


"mungkin dia itu sibuk" jawab Papa Erla mengelus-elus rambut Mama Dinda.


"Papa santai banget, kalau Val kenapa-napa gimana?!!" kata Mama Dinda dengan khawatir.


"Tidak akan!! aku yakin Val baik-baik saja bersama Rajendra, apalagi aku liat Rajendra seperti menyukai Val"


"Lebih baik, kita buat adik buat Val, dia pasti senang" tangan Papa Erla mulai berkeliaran kemana-mana.


"ish, dasar tidak tau di umur" Mama Dinda mencubit perut Papa Erla dengan keras yang menghentikan aktivitasnya.


"auhh, kita kan belum terlalu lanjut usia, umur ku belum kepala empat, umur Mama juga sama. Kita kan nikah muda" ujar Papa Erla.


"tetap aja Mama gak mau. oh iya Pa kapan kita pulang, Mama udah rindu rumah utama, supek juga tinggal di jepang, kerjaannya dalam apartemen melulu"


"Baby maunya kapan?!"


"terserah"

__ADS_1


"Yaudah besok kita pulang" kata Papa Erla.


•••


"aduh, aku di bawa Kak Leo kemana yah, masih di jepang atau apa?" Alexa mondar-mandir.


"kamar ini sungguh ridak memeliki jendela, semua tertup tembok, akhh bagaimana caranya aku bisa kabur." Alexa mengerang frustasi, melihat sekeliling kamar yang sama seki tidak memiliki jendela atau celah sedikitpun selain pintu yang terkunci.


"Apakah di sini tidak ada jam? Aaah sungguh malang nasib ku" Alexa terduduk di lantai dengan menghembuskan nafas lelah.


"cklek" pintu terbuka, menapilkan Leo.


"Maaf Val, apa kamu selama ini tersiksa karena aku?" Leo mendekap Alexa tiba-tiba dengan erat.


Alexa terdiam.


"Val saat itu aku cumana khilaf, aku frustasi dengan segala masalah yang aku hadapi sendiri" Leo semakin erat memeluk Alexa.


Alexa terhenyak saat merasa ada cairan yang membasahi pundaknya.


"Kak Leo menagis" batin Alexa.


"Kak Leo banyak masalah mengapa dulu tidak pernah bercerita dengan ku" dengan gemetar Alexa membalas pelukan Leo.


"Hahaha, mana mungkin aku bercerita kepada anak sumber masalah di kehidupan ku" Leo kemuadian tertawa terbahak-bahak dengan semakin kencang memeluk Alexa.


"Kak Leo lepaskan aku, aku tidak bisa bernafas" Alexa tercekat, dia semakin bergetar melihat perubahan Leo yang tiba-tiba.


"Val ini semua salah keluarga mu, aku akan membalaskan dendam hingga orang tua mu sampai ke neraka" Leo melepaskn pelukannya dan menatap Alexa lekat.


"BRUK" Leo mendorong Alexa dengan kuat, mengakibatkan kepala Alexa terbentur kelantai ubin dan berdarah.


"Auhh" Rintih Alexa, ia semakin mundur saat Leo mendekatinya. Ia sungguh takut benar-benar takut dan yang paling membuatnya bingung adalah perkataan Leo barusan.


"Val, apakah ini sakit? Maafkan aku" Leo berkata dengan penuh penyesalan, tangan nya mengusap-ngusap darah yang berembas keluar dari kepala Alexa.


Alexa kini menangis semakin takut dengan perubahan Leo.


"K...kak Leo apa maksud perkataan mu, ada apa dengan keluarga ku" Alexa berkata dengan bergetar dan menangis.


"heh, kau tak perlu tau, yang terpenting setelah aku melenyapkan ke dua orang tua mu, kita akan menikah dan bahagia bersama. HAHAHAHA" tawa Leo kembali mengema, yang membuat Akexa semakin takut adalah suara tawa Leo, bukan seperti tawa kebahagia atau kesenangan, tapi lebih seperti tawa seorang psiko yang seringbia tonton di drama.

__ADS_1


__ADS_2