Mission Of Love Struggle

Mission Of Love Struggle
#Part 3: Tinggal bersama


__ADS_3

Mulut Rajendra menganga, bola mata nya melotot.


Sungguh gadis ini seperti nya pasien rumah sakit jiwa yang lepas, dia penasaran memang nya sebetapa gila kelakuan Alexa semasa dulu.


"kau tidak lagi, sedang melawak kan?'' tanya Rajendra.


''Untuk apa aku melawak'' jawab Alexa.


''Emm..antara teman-teman kau di kebun binatang itu, siapa yang paling akrab dengan mu?'' dengan bodoh nya Rajendra melemperkan pertanyaan tak bermutu itu.


''Monyet'' jawab Alexa enteng. Emang tidak ada yang salah kan!! Teman ter-akrab Alexa di kebun binatang memang monyet.


''Ahahaha'' Rajendra tertawa sumbang dan menggaruk kepala nya yang tak gatal.


"'Pantas saja dia sangat cerewet, ternyata teman nya juga tidak bisa diam. Well monyet memang berisik, menurut ku" batin Rajendra.


"di hutan kan banyak monyet, kenapa kau tidak melepaskan rindumu itu pada monyet di sana?" lagi-lagi Rajendra bertanya.


"disana monyet nya beda, di kebun binatang lebih jinak kalau di hutan monyet nya sangat jahil" jawab Alexa.


Setelahnya hanya hening yang menghampiri mereka.


''Kapan kita sampai?'' tanya Alexa membuka suara.


''sebentar lagi'' jawab Rajendra.


''Mengapa sangat sepi, padahal ini sudah di pusat kota seingat ku?'' tanya Alexa lagi.


''Tentu saja, ini sudah jam dua malam" kata Rajendra sambil melihat jam bermerk yang melingkar di tangan nya.


''Apa kau tidak ngantuk?'' Alexa kembali bertanya.


''Tadi iya, tapi sekarang rasa ngantuk ku hilang'' jawab Rajendra melihat ke arah Alexa sekilas.


''Hmmm'' Alexa mangut mangut.


''Apa kau tidak ingin tidur?'' tanya Rajendra juga.


''apakah boleh?'' tanya Alexa balik dan menatap Rajendra.


''Tentu saja, kau yang punya mata'' Rajendra berucap ketus.


''Oh, aku kira aku tidak boleh tidur di mobil mu ini" Alexa mencari posisi ternyaman untuk tidur.


Beberapa saat kemudian.


''Alexa'' panggil Rajendra.

__ADS_1


''Alexa'' panggil nya lagi, namun mahluk yang bernama Alexa itu tampak sudah tertidur.


''Dia sudah tidur atau cuman pura-pura tidur, cepat sekali mata nya itu menutup. Huh... Semoga saja dia tidak ngiler-an di mobil kesayangan ku ini'' kata Rajendra berbicara sendiri.


Padahal yang kenyataanya, seorang yang dia kira tidur itu ternyata masih belum tidur. Alexa hanya menutup mata nya dan belum berniat terbang ke alam mimpi.


''Huft... Enak saja dia mengatai ku ileran. Aku belum tidur mana mungkin ngiler, tapi tidak tahu juga sih nanti kalau sudah tidur'' batin Alexa dengan membuka mata nya perlahan lahan dan mengedip-ngedip kan mata nya.


''Hoaaammm'' Alexa menguap dan mengeliat kan badannya persis seperti orang yang baru bangun tidur.


''Kau sudah bangun?'' Rajendra mengeryitkan alis nya.


''Seperti yang kau liat'' jawab Alexa acuh.


Rajendra tidak menyahut.


•••


Tidak berselang lama mobil Rajendra berhenti sejenak di depan pagar mewah yang menjulang tinggi.


secara otomatis pagar itu terbuka dan tertutup sendiri. Akses otomatis itu pun hanya khusus untuk Rajendra.


Rajendra melaju kan mobil nya masuk menuju tempat garasi mewah milik nya.


''Woaahh apakah ini rumah mu?'' Alexa melongo.


''Bukan, ini garasi. Apa kau tidak bisa melihat banyak mobil di sini'' Rajendra berjalan keluar dari garasi dan menuju pintu utama rumahnya.


''menurut kau'' jawab Rajendra dan terus berjalan menuju pintu utama.


''Aishhhh'' Alexa merasa sangat gemesh dengan jawaban yang Rajendra lontar kan.


Apa susah nya pikir Alexa untuk, mengatakan "iya" atau "tidak".


Walau Alexa tau ini memang rumah Rajendra, tapi...rasa sedikit penasaran itu masih ada dan dia mencoba untuk bertanya, lalu apa!!? jawaban Rajendra sangat mengesal kan bagi nya.


Rajendra berhenti tepat di depan pintu utama dan terdapat sebuah alat pengakses wajah yang tertempel di samping pintu.


Ia mendekat kan wajah tampan nya di depan alat pengakses tersebut dan "klik" pintu utama terbuka.


''Woaah" Alexa takjub saat mendapati isi rumah tersebut. sangat mewah dengan barang barang ternama yang kebanyakan di domasi dengan warna gold dan silver. Susunan nya juga sangat rapi medetail dan pas.


''Heh mau sampai kapan kau berdiri melongo di situ. Hati-hati air liur mu menetes'' tegur Rajendra pada Alexa dan berjalan masuk.


''Kau tampak nya senang sekali mengejek ku'' kata Alexa kesal menghentak hentak kan kaki nya dan mengiringi Rajendra masuk.


"tukk" secara otomatis pula pintu utama kembali tertutup.

__ADS_1


Alexa menoleh pada pintu itu dan bergumam...


''ini benar-benar canggih atau jangan-jangan ada mahluk tak kasat mata teman Rajendra yang membuka dan menutup kan pagar dan pintu ini''


Tak sengaja rajendra mendengar gumaman Alexa, dia berbalik menghampiri Alexa dan menyentil dahi milik Alexa.


''Ngomong kok ngelantur. Rumah ku ini memang canggih bukan ada mahluk astral yang melayani ku'' ujar Rajendra.


''Hehe, iya tau tapi...'' Alexa tak melanjut kan kalimat nya saat mata nya menangkap raut wajah dingin Rajendra yang di tunjukan pada nya.


''Tak usah banyak bicara, kau ini cerewet sekali'' kesal Rajendra menuju lift yang tersedia disitu.


Menekan angka tiga dan masuk, tidak lupa si Alexa yang selalu membuntuti Rajendra. Bukan karna tidak tau apa-apa atau merasa tak nyaman tapi dia takut tersesat di rumah sebesar ini. Ralat ini bukan rumah pikir Alexa tapi ini adalah istana modern kekinian yang canggih.


''Kenapa kau selalu mengikuti ku?'' ketus Rajendra.


''Aku takut tersesat'' jawab Alexa apa adanya.


''Hah ini bukan hutan manamungkin kau bisa tersesat. Lagi pula saat kau tinggal di hutan kau tidak pernah tersesat kan?'' ucap Rajendra yang memang ada benarnya.


''Dan pula tersesat dalam rumah ku bukan hal buruk, di setiap sudut dan ruangan dalam rumah ku ini ada cctv, juga tombol pemanggil'' sambung nya lagi.


''Ah begitu ya'' Alexa cengegesan.


''Dan...aku tidur di mana?'' tanya Alexa.


''Di kamar para pelayan" Jawab Rajendra acuh.


''Pelayan? Memang ada pelayang yah, aku rasa tadi tidak ada orang lain selain kau dan aku'' heran Alexa.


''Ikuti saja perkataan ku'' kata Rajendra malas.


"Ting" pintu lift terbuka yang tanda nya mereka sudah sampai di lantai tiga.


''Mana bisa begitu!! Aku tamu di sini, harus nya aku tidur di kamar tamu bukan di kamar pelayan'' Alexa menolak perkataan Rajendra yang menyuruh tidur di kamar para pelayan.


''kalau pun kau tetap menyuruh ku tidur di kamar pelayan, mana para pelayan apa mereka sedang tidur'' kata Alexa lagi, kaki nya masih saja mengikuti Rajendra sampai masuk ke kamar Rajendra.


''aku hanya bercanda. Para pelayan di sini sedang aku libur kan, kau boleh tidur di ruang tamu. Sana cepat lah pergi'' usir Rajendra dia menghepas kan tubuh nya di sofa kamar nya.


''Memang nya di mana kamar tamu nya?'' tanyaa Alexa, dia mendarat kan bokong nya di samping Rajendra.


''Di lantai dasar'' jawab Rajendra memejamkan matanya.


''TIDAKKK'' teriak Alexa dan Rajendra terlonjak kaget...!!


 

__ADS_1


●●●


TBC


__ADS_2