Mistake Love

Mistake Love
Mistake Love (9)


__ADS_3

.


.


.


“Byyyyy…bangun…sayang…bangun…”


Ken membuka matanya dengan perlahan, menatap istrinya yang tengah berbaring diatas tubuhnya. Ia baru tidur 2 jam, ada apa dengan istrinya yang bangun dijam istirahat seperti ini? Apa istrinya tidak mengantuk?.


“Sayang…ayo tidur, jangan begadang…” Ken memeluk tubuh istrinya dengan erat sembari menutup matanya kembali, ia mengantuk…ia ingin tidur, tapi setelah menidurkan istrinya.


“Byyyy…bangun…jangan tidur…”


“Sayang…ini pukul 3 pagi…ayo tidur…besok pagi kita harus pulang”


“Nggak mau…nggak mau pulang…aaaaa


byy…jangan tidur…”


“Ya tuhan…apa yang terjadi dengan istriku…” Sudah 2 hari istrinya seperti ini, benar-benar manja…tak bisa ditinggal sebentar saja. Bahkan untuk ke kamar mandi saja harus berdua, ia bukan risih atau tak suka…ia heran saja dengan tingkah istrinya yang seperti ini. Meskipun ini menguntungkan karena istrinya jarang mau bermanja seperti ini, tapi tetap saja…ia penasaran dengan hal yang membuat istrinya kuat begadang seperti ini! Kalau bisa kedepannya saja seperti ini!.


“Byyyy…ayo ke mall…mau beli arwana…” Ken langsung membuka matanya lebar-lebar mendengar permintaan istrinya, jam 3 pagi! Ke mall! Beli arwana! Sejak kapan mall jual ikan arwana?!.


“Byyy…besok saja…sekarang ayo tidur…besok saat tiba dirumah kita beli arwana, terserah mau berapa. Kubuatkan kolam ikan didepan rumah nanti untukmu. Yang penting sekarang tidur”


“Janji ya?”


“Janji…sudah, ayo tidur…”


“Okey” Aku memeluk erat tubuh suamiku dan perlahan menutup mata.


Ken menghembuskan nafasnya dan menarik selimut hingga punggung istrinya. Ada apa dengan istrinya? 2 hari ini selalu minta yang aneh-aneh dan di jam yang tidak wajar, kemarin minta dibelikan burung unta di jam 2 dini hari dan juga tiba-tiba ingin macaroon yang ada di Prancis. Masa istrinya hamil? Semoga saja.


“Besok saja minta cek”


“Mimpi indah sayang…”


Esoknya…


“By…bangun sayang…”


“Hmmm…ada apa Ken?”


“Nih, coba kau cek dulu” Ken menyodorkan sebuah test pack kepadaku, jujur aku benar-benar ragu menerimanya karena dari ratusan test pack yang kugunakan semuanya hasilnya negatif.


“Tapi…”


“Dicek dulu ya, takutnya nanti kalau udah ada nggak ada persiapan”


Aku menganggukkan kepala dan membawa testpack itu kedalam kamar mandi, jika dipikir memang aku sudah telat haid kurang lebih 2 minggu. Semoga saja kali ini hasilnya tidak mengecewakan.


Ken terus memanjatkan do’a diluar kamar mandi, ia benar-benar berharap semoga mimpinya semalam menjadi kenyataan. Mimpi yang membuatnya seolah-olah tak ingin bangun dari tidurnya, mimpi di mana dia dipanggil seorang anak kecil dengan panggilan ‘Papa’ dan istrinya dipanggil ‘Mama’.


Lama menunggu pintu kamar mandi akhirnya terbuka, Ken langsung menggapai kedua tangan kecil istrinya yang tengah memegang testpack. Kenapa dengan istrinya? Hasilnya negatif lagi ya?.


“By…”


“Nggak masalah…mungkin memang belum waktunya…lain kali kita coba ya, jangan menangis” Dengan erat Ken memeluk istrinya dan mencoba menenangkan istrinya itu.


“Hiks hiks hiks by…”


“Jangan menangis sayang…tak masalah…”


“Byyyy…aku nggak mimpi kan? Ini nyata kan by??”


“Why? What’s wrong?”


Aku menyerahkan test pack itu kepada Ken, sekujur tubuh pria itu langsung gemetar…matanya yang berkaca-kaca menatapku dengan sejuta kebahagiaan.

__ADS_1


“Byyy…kau hamil? Kau benar-benar hamil?!!”


“Aku hamil by…ini anakmu…anakmu tumbuh disini…”


Pria itu langsung memeluk tubuhku dengan erat, melepaskan tangisan kebahagiaannya di bahuku. Aku ikut menangis dalam pelukannya, akhirnya…akhirnya seorang malaikat tumbuh dirahimku…terima kasih tuhan…ini hari yang sangat membahagiakan untuknya.


“Makasih by…makasih…”


“Kita kerumah sakit ya by?”


“Iya iya, kita kerumah sakit sekarang” Ken langsung menggendong istrinya.


“B-by…turunkan aku”


“Nggak…bumil nggak boleh capek…”


*************


“Wahhhh!! Selamat Tuan! Istri anda sedang mengandung! Usianya sudah 7 minggu!”


Hembly menatap tak percaya layar monitor, dokter wanita itu menunjukan di mana letak bayi Hembly. Ken memegang erat tangan istrinya sembari menangis sesegukan, terima kasih…terima kasih…ini hadiah terbaik yang pernah ia dapatkan selain istrinya.


“Makasih by…makasih…” Pria itu tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih sembari bersimpuh disamping ranjang.


“Ken…”


“Ya sayang? Kau ingin sesuatu?”


“Terima kasih…terima kasih sudah menjadikanku seorang Ibu…terima kasih telah mengizinkanku mengandung anakmu…”


“Aku yang seharusnya berterima kasih…terima kasih sudah bersedia mengandung anakku dan menjadi istriku…I love you my wife…”


“Me too by…”


“Nona!!!! Anda hamil?!!!!”


Aku tersenyum lucu melihat Cloe, doktar kandunganku yang baru datang. Wanita itu langsung memeriksa keadaanku dan keadaan bayiku dengan seksama. Ini adalah hari yang benar-benar membahagiakan, ditambah hari ini adalah hari…ulang tahun suaminya yang ke-26.


“Karena kau sedang hamil kita tidak bisa pulang sekarang, kita tunggu 1 bulan lagi ya. Untuk masalah disana kau


jangan khawatir, aku akan meminta Assistantku kemari”


“Iya…”


“Sekarang kau, kau harus menjaga istriku dengan baik. Kau harus memastikan makanannya aman dikonsumsi dan sehat”


“Sudah tugas saya melakukan itu”


“Sekali lagi terima kasih…terima kasih untuk hadiahnya”


“Aku akan menghubungi Papa dan Mama sekarang, mereka pasti senang mendengar kabar bahagia ini”


“By…bagaimana kalau kita mengatakannya nanti saja saat sudah kembali? Aku ingin membuat kejutan untuk mereka”


“Kejutan? Ide yang bagus, baiklah…”


“Cloe, bisa aku minta tolong?”


“Kenapa? Kenapa tidak bilang kepadaku saja?”


“By…kau keluar dulu ya? Bentar saja”


“Nggak mau…”


“Please…bentar aja”


“Hmmm Okey”


Saat Ken sudah keluar aku meraih tangan Cloe dan menggenggamnya dengan erat, aku harus mengatakan ini kepada Cloe sebelum dia memberitau keluarganya mengenai kehamilan ini.

__ADS_1


“Bisakah kau merahasiakan ini dari Papa dan Koko?”


“Nona…ini kabar yang sangat menggembirakan, semua orang harus tau”


“Aku tau, tapi jika Papa tau dia akan memaksaku pulang…please ya? Nanti akan kukatakan sendiri kepada Papa”


“Hmmm…jika itu keinginan anda, baiklah”


Aku tersenyum senang melihat Cloe yang mau bekerja sama, bukan tanpa alasan ia ingin menyembunyikan ini dari Papanya. Papanya adalah orang yang keras dan tegas, jika tau ia sedang hamil pasti dia akan memaksanya kembali dengan alasan keselamatan.


Aku meraih ponselku, berniat menghubungi Noni dan Melody tentang kehamilanku ini. Mereka pasti senang mengingat Nonilah yang paling antusias selama aku menjalani program hamil ini.


“Nyonya, anda akan pulang hari ini bukan?!”


“Melody? Di mana Noni?”


“Noni sedang berbelanja makanan untuk anda!”


“Ah, aku minta maaf. Tapi tolong katakan kepada Noni, aku akan pulang sekitar 6 minggu lagi”


“Aaaaa kenapa??”


“Itu…kau…akan segera punya keponakan”


“Keponakan? Kakak saya belum menikah kok…”


“Aku hamil…”


Aku mengerutkan kening ketika tak mendapatkan respon dari orang yang berada di sebrang sana, apa Melody masih ada disana? Atau signal disana sedang error? Tidaklah, ia sudah pasang wifi dirumahnya.


“Melody?”


“Anda hamil?!!! Anda tidak sedang bercanda kan?!! Apakah saya akan punya Tuan kecil?!!”


“Hahaha, kupikir kau kenapa”


“Ahhhhhhh!!! Saya ikut senang Nyonya!! Semoga anda dan bayi anda sehat selalu!!”


“Tapi tolong ya…jangan beritau kabar ini selain kepada Noni…”


“Siap siap Nyonya!!’


“Ya sudah akan kututup telfonnya”


“Iya iya! Ibu hamil tidak boleh terlalu banyak bermain hp! Tak baik untuk bayi”


“Haha, baiklah. Oh ya Melody, bisa aku minta tolong padamu?”


“Apapun itu”


“Aku pernah berjanji jika aku hamil aku akan memberikan makanan gratis untuk anak-anak panti dan juga mahasiswa kampusku. Tolong kau berikan makanan untuk mereka, uangnya akan kutransfer. Jika nanti kurang kau bisa minta kepada Noni, dan juga kau bisa datang ke kampusku dan bertanya berapa jumlah mahasiswanya”


“Baik, saya mengerti!”


“Terima kasih ya”


“Senang bisa membantu anda”


Tutt…


“Anda benar-benar sangat mirip dengan Nyonya besar Nona…”


“Jangan bahas tentang dia, aku tak suka” Aku berucap sengit kepada Cloe, moodku langsung turun ketika mengingat wanita itu. Cihhhh…


“Ma-maafkan saya…saya tak bermaksud”


“Sudahlah, jangan dibahas lagi kedepannya”


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2