
.
.
.
Ken membuka knop pintu dengan perlahan dan menutupnya, ia menatap beberapa Assistantnya yang sudah berkumpul. Setengah dari orang-orang ini keberadaanya tak diketahui oleh istrinya.
“Selamat datang Tuan muda”
“Bagaimana perkembangannya?”
“Kami sudah menghilangkan semua bukti mengenai kecelakaan yang menimpa Nona WFenda, jadi kemungkinan besar…Nyonya muda tak bisa mendapatkan bukti mengenai kecelakaan itu”
“Teruskan kinerja kalian, aku tak ingin rumah tanggaku dengan Anne hancur. Aku akan mencari cara agar Anne mau menerimanya”
Salah wanita yang berada diruangan itu mengepalkan tangannya dan berdiri lalu menatap sengit kepada atasannya, Ken menghembuskan nafas melihat kemarahan Sekretarisnya.
“Aku paham dengan kemarahanmu Zehan, tapi ini demi rumah tanggaku. Aku tak ingin rumah tanggaku hancur”
“Jika seperti itu lalu kenapa anda tidak meminta wanita itu untuk menggugurkan kandungannya saja?! Nyonya sudah hamil sekarang! Apa anda pikir Nyonya akan menerima anak haram itu?!”
“Jaga perkataanmu Zehan, bagaimanapun dia adalah anakku” Ken duduk sembari menghela nafas, jika itu bukan anaknya maka ia bisa melakukan hal yang dikatakan Zehan.
“Nyonya adalah wanita yang memiliki pendidikan tinggi! Latar belakang keluarganya jelas! Lalu apa anda pikir beliau akan menerima anak itu?!”
“Tahan amarahmu Zehan, ingat dia Tuan muda!”
“Zehan, aku tau kau masih tak bisa menerima anak yang sedang dikandung wanita itu. Itu kesalahnku yang membuatnya ada dalam perut wanita itu, tapi bagaimanapun dia adalah anak pertamaku…dan aku tak bisa menyingkirkannya”
“Kalau begitu saya hanya berharap! Semoga Nyonya tak jatuh cinta lagi kepada mantan pacarnya dan surat cerai tak melayang pada wajah anda!! Permisi!”
Brakkkkk!!
Kepergian wanita itu dari ruang rapat langsung membuat Ken terpaku ditempat duduknya, a-apa? Ma-mantan pacar istrinya? Apa yang dia maksud adalah Morgan? Konglomerat muda yang menjadi satu-satunya pesaing bisnis keluarganya?.
“Kenapa tak ada yang mengatakan kepadaku bahwa Morgan sudah kembali kesini?!”
“Ma-maafkan kami Tuan, ka-kami pikir anda tak akan suka jika kami mengungkitnya”
“Sial*n!” Ken menggeram kesal, entah kenapa rasa percaya dirinya untuk mempertahankan istrinya tiba-tiba surut begitu saja. Ia tau istrinya tak mungkin jatuh cinta kepada mantan pacarnya lagi, tapi jikalau istrinya sampai tau mengenai masalah ini surat cerai benar-benar akan menampar wajahnya.
“Tidak! Anne adalah wanita yang setia…dia tak mungkin berselingkuh dariku…tidak…”
Drttttt drttttttt…
__ADS_1
Ken menatap dingin ponselnya yang berdering, cihhhh…wanita ini kenapa lagi sih? Mau minta uang lagi?.
“Ada apa?”
“Ken…aku lihat ada tas keluaran terbaru, kau mau kan membelikannya untukku?”
“Uang lagi, kemarin baru kukasih kau sudah minta lagi sekarang?”
“Anakmu benar-benar menginginkan tas itu”
“Jangan buat ulah, aku tak akan membelikannya untukmu”
“Huh! Kau ini pelit sekali!”
“Ingat siapa dirimu”
“I-iya”
Tut…
Ken berdecap kesal dan mematikan telfonnya sepihak, namun setelah beberapa saat ponselnya kembali berdering. Hampir saja dia membanting ponselnya jika tidak melihat siapa yang menelfon.
“Iya by, kenapa hm?”
“Byyyy…kok aku pengen beli tas yang baru keluar ya? Harganya mahal…aku bisa dapat 2 arwana platinum jika beli tas itu”
“Nggak mau ahh, harganya mahal…”
“Memang berapa sih?”
“Hampir 13 loh by, nggak ahh…tapi pengen…cantik tasnya, warnanya putih…byyyy mau…tapi mahal…”
“Nanti kutelfon Bossnya minta diskon buatmu mau?”
“Hilih, paling diskon cuma 10%”
“Ya udah, mau gimana?”
“Pengen…tapi mahal…aku mau beli arwana lagi aja, cantik”
“Yakin cuma itu?” Ken menggoda istrinya, memancing agar istrinya mengatakan apa yang sedang diinginkannya. Mana mungkin istrinya cuma mau 1 barang saja?.
“Hehe kau ini peka emang, nanti pulang belikan salad buah ya? Yang disebelah perusahanmu itu kayaknya enak, tapi nggak pake kiwi ya”
“Ada lagi?”
__ADS_1
“Enggak ada kayaknya, nanti kalau ada kutelfon lagi”
“Iya, sampai jumpa nanti siang ya by”
Tut…
Ken tersenyum manis melihat istrinya yang mematikan panggilan telfon, waktu yang paling ia sukai…saat pagi hari dimana mood istrinya sedang baik dan jarang marah-marah dan lebih sering manja kepadanya tapi beda lagi kalau menjelang malam, ia seperti memelihara singa! Pagi kucing malamnya jadi singa, itulah istrinya.
“Belikan semua tas keluaran terbaru untuk istriku, siang nanti aku minta sudah ada di kantorku”
“Baik Tuan muda”
Ken keluar dari ruang rapatnya meninggalkan para tangan kanan yang menghembuskan nafs dengan lelah, sebetulnya mereka heran dengan hubungan Tuan dan Nyonya mereka, contohnya…pagi ini bertengkar, 1 jam kemudian sudah manja-manjaan lagi…lalu 1 jam kemudian bertengkar lagi, begitu seterusnya hingga mereka hafal apa yang akan terjadi.
“Ngomong-ngomong salah satu tasnya harganya sampai 13M itu ya?”
“Haihhh, Tuan muda benar-benar Royal kepada Nyonya. Selalu saja dituruti”
“Itu wajar, Tuan muda mengambil Nyonya dari keluarga terpandang…Nyonya tak pernah kekurangan apapun sejak kecil, mana mungkin Tuan muda mau membiarkan permintaan Nyonya muda tidak terpenuhi, bisa dipecat jadi menantu nanti”
“Tapi bukankah sudah berlebihan? Kemarin saja keuangan perusahaan hampir anjlok karena permintaan Nyonya yang ingin punya arwana dan dibuatkan kolam. Ditambah akhir-akhir ini Tuan muda kan tak ada diperusahaan, ditambah wanita itu tak henti-hentinya minta uang”
“Hussss, udah. Kalau kurang uang jual saja perusahaan cabang”
.
.
.
Aku menatap fokus kepada layar Tv yang sedang menampilkan barang-barang keluaran terbaru yang memiliki rating tinggi untuk diminati, wahhhhh tadi tas sekarang sepatu? Aku benar-benar tak paham bagaimana dunia sosialita bekerja. Tapi jika dipikir jika memang suaminya punya selingkuhan, pastinya selingkuhannya itu akan minta dibelikan barang-barang mahal kan? Tapi itu jika suaminya benar-benar selingkuh sih, tapi sepertinya tidak…keuangannya masih tetap stabil seperti sebelumnya. Uang bulananannya juga bertambah 2x lipat dari biasanya, masa sih Ken benar-benar selingkuh? Kalau selingkuh simpanannya mau dikasih makan apa? Semua uang Ken aku yang pegang.
“Masa sih Ken selingkuh? Kok pengeluaranku gitu-gitu aja? Nggak ada tagihan masuk juga”
“Saya sering dengar jika seorang laki-laki punya selingkuhan maka pastinya selingkuhannya akan meminta barang-barang mewah, dan biasanya uang istrinya akan dipotong untuk menghidupi selingkuhannya itu”
“Kau benar, uang bulananku malah dilipat gandakan. Masa Ken bisa punya selingkuhan jika begitu?”
Noni hanya dapat menggelengkan kepala melihat keantusiasan Melody dan Hembly yang membahas tentang perselingkuhan, sekarang ia tau titik di mana masa tersulit menangani Hembly…saat masa kehamilan, bukan hanya mood yang berubah-ubah, ia kadang merasa asing dengan sifat yang ditampilkan Hembly. Sebentar marah sebentar manja sebentar marah lagi sebentar manja lagi, begitu seterusnya
“Tak ada yang tau jalan pikiran manusia Nyonya”
.
.
__ADS_1
.