Mistake Love

Mistake Love
Mistake Love (16)


__ADS_3

.


.


.


“Istriku sudah mulai curiga, jangan hubungi aku untuk sementara waktu hingga aku bisa mengembalikan kepercayaannya lagi”


Ucapan dingin Ken secara spontan membuat wanita yang kini tengah duduk dihadapannya tersentak kaget lalu mengepalkan tangannya.


“Kenapa begitu! Bukankah kau sudah janji akan bersikap adil?! Lalu kemana janjimu itu?! Kenapa kau selalu mementingkan wanita itu daripada aku dan anakmu?!”


“Jangan bersikap kekanakan, yang istriku itu dia…jangan macam-macam, patuhi ucapanku jika kau tak ingin aku menghentikan uang bulananmu”


“Ken! Kau tak bisa memperlakukanku seperti ini! Ingat aku putri dari siapa!”


Ken hanya bisa menatap dingin wanita didepannya tanpa bisa membalas ucapannya, sial*n…kenapa ia harus berhubungan dengan putri seorang perdana menteri?! Ini benar-benar merepotkan!.


“Bersikap baiklah, aku tak ingin istriku curiga. Jaga baik-baik kandunganmu, dia cucu pertama keluarga Richardson”


Mendengar ucapan Ken membuat wanita itu tersenyum senang, ia pastikan posisi Nyonya muda Richardson sekaligus istri Ken akan segera menjadi miliknya! Itu posisi yang pantas untuk ia tempati! Hanya dia seorang yang pantas menduduki posisi itu!.


“Kalau begitu aku akan pergi sekarang”


Wanita itu beranjak pergi, namun saat membuka pintu semua orang yang berada diruangan Ken langsung berjingkat kaget dari tempat duduknya taatkala melihat wanita itu berhadapan langsung dengan Hembly.


“B-by…tu-tumben datang, ada apa? Bukankah aku menyuruhmu istirahat?”


“Siapa dia?”


Glek…


“Dia…”


“Selamat siang Nyonya…saya adalah adik dari Tuan Rhen. Saya datang kemari mengantarkan ponsel kakak yang tertinggal” Jawab wanita itu sembari membungkuk kepada Hembly, Hembly menganggukkan kepalanya dan menghampiri suaminya.


“Masih tidak mau pergi?”


“Ka-kalau begitu saya permisi dulu”


“Wanita sial*n! Awas saja kau nanti!”


Wanita itu pergi sembari menutup pintu, Hembly mengalungkan tangannya pada leher sang suami. Ken mengerutkan kening melihat tingkah istrinya, pasti mau sesuatu.


“Aku baru tau jika Rhen punya adik,


kupikir dia anak tunggal”


Degh!


“I-itu…”


“I-itu adik saya yang baru kembali dari Korea Nyonya. Dia kuliah di Korea dan baru kembali beberapa bulan yang lalu”


“Oh ya? Bukankah liburan musim panas masih lama? Kampus mana?”


“Itu…”


“By, mau apa hm? Kenapa tidak telfon kalau mau minta sesuatu?” Ken menyela ucapan Assistantnya yang tampak bingung ingin menjawab apa, apa Rhen lupa jika istrinya adalah seorang Rektor?! Tentu saja istrinya pasti kenal dengan Rektor dari kampus-kampus lain! Apalagi jika itu kampus di Korea!.

__ADS_1


“Aku lagi pengen makan cake…ayo beli…”


“Iya, kalian bisa pulang lebih awal. Ayo kita beli, oh ya…aku punya hadiah untukmu”


Rhen meletakkan beberapa kotak diatas meja kerja Ken yang langsung membuat Hembly membulatkan matanya, wahhhhh benar-benar dibelikan dong.


“Ini yang kau minta? Kubelikan yang hitam dan putih, suka tidak”


“Ken!!!! Ini mahal!!! Sudah kubilang tak perlu beli!!!”


“Sudah kuduga akan begini…”


“Jangan boros-boros Ken!! Kita akan punya anak!! Jangan menghamburkan uang untuk barang yang tidak penting!!!”


“Nggak masalah, sesekali memanjakan istri…udah yuk, kita beli cakenya”


“Tapi aku kekamar mandi sebentar, kau tunggu disini”


Hembly duduk menatap tumpukan tas mahal yang ada didepannya, sebanyak ini buat apa? Hanya satu buah tas bisa senilai 13 M, itu setara biaya hidupnya selama beberapa bulan…ia lebih suka mengoleksi barang hidup daripada barang mati seperti ini selain mobil.


“Oh ya…kuharap kalian tak melupakan


ancamanku terakhir kali’


“Anda tak bisa mengancam kami seperti itu Nyonya, kami adalah bawahan Tuan muda…bukan bawahan anda, anda tak punya hak untuk mengatur kami”


“Kau berani berkata seperti itu dihadapanku Ven?”


“Maaf jika ucapan saya kurang sopan”


“Kau baru pulang dari Jepang, akan kumaafkan ketidak sopananmu kali ini tapi tidak dengan lain kali. Jika kalian memang tidak bisa diajak kerjasama…jangan salahkan aku memakai kekuatan keluarga. Jangan lupa aku putri siapa, bahkan jika kalian mau… aku bisa membuat kalian tidak bisa bekerja di manapun! Camkan itu!”


Degghhh!!!


“By, aku sudah selesai. Ayo”


“Iya!”


.


.


.


Kutatap deretan perhiasan yang ditunjukan pelayan kepadaku, wahhhh mereka semua cantik…tapi sayangnya ia tak terlalu suka memakai perhiasan karena itu hanya akan membahayakan nyawanya saja.


“Cantik ya by, mau?”


“Mau beli, tapi buat Zehan sama Rona. Besok mereka ulang tahun kan?”


“Kau ingat itu? Aku bahkan tak bisa mengingat ulang tahunku sendiri”


“Tapi mulai sekarang ingat kan?” Aku bertanya kepadanya sembari tertawa kecil, kusodorkan dua buah set perhiatasan kepada pelayan agar segera dibungkus.


“Mana mungkin aku lupa” Ken menjawab sembari mencium pipiku, kabar kehamilanku bertepatan dengan ulang tahunnya. Dia pasti ingat mulai sekarang, masa ilang tahunnya sendiri lupa.


“By…aku mau jam tangan baru”


“Ayo beli”

__ADS_1


“Tapi couple ya?”


“Nggak masalah, asalkan warna hitam atau coklat”


“Ihhh, aku maunya warna putih loh by”


“Ya udah, kau putih aku coklat”


“Nggak couple nanti!!”


“Iya iya, tapi gampang kotor loh by”


“Ah? Ya udah…hitam aja…”


“Hehe”


Setelah dari toko perhiasan aku mengajak Ken untuk segera pulang sebelum matanya menginginkan sesuatu yang mahal lagi, niat hati pergi kesini hanya untuk jalan-jalan. Tapi siapa sangka aku malah membeli 2 set perhiasan.


Didalam mobil, Ken menatap istrinya yang tengah menulis sebuah surat dan dimasukkan kedalam kotak perhiasan itu. istrinya adalah orang yang sangat Royal kepada siapapun, sikap hangat dan mudah bergaul membuat istrinya bisa disukai siapa saja, bahkan terkadang ia merasa cemburu disaat colleganya hanya mau ditangani oleh istrinya.


“Kau begitu perhatian dengan orang lain, aku kapan?”


“Apa kau sedang cemburu hm? Memangnya kapan aku tidakperhatian kepadamu?” Aku menggengam salah satu tangannya yang masih bebas.


“Kau jadi lebih perhatian kepada anak kita daripada kepadaku, mereka masih dalam perut kalau sudah lahir mereka akan sepenuhnya menyingkirkanku”


“Haha, tak ada yang bisa menyingkirkan posisimu dihatiku selain dirimu sendiri by” Ucapku sembari mencium punggung tangannya.


Ken terdiam sejenak mendengar ucapan istrinya, ini bahaya…ini benar-benar bahaya. Istrinya sedang memperingatkannya agar tidak macam-macam, tapi ia saja sudah macam-macam…sial….


“By? Kenapa? Kok pucat?” Aku bertanya sembari menyentuh pipi Ken, kenapa pria ini tiba-tiba pucat seperti ini? Nggak demam kok.


“Nggak papa kok, mau mampir lagi?”


“Nggak deh by, udah capek”


*****************


Ken menatap istrinya yang tertidur lelap, tangannya dengan lembut menyibakkan rambut nakal yang mengganggu wajah rupawan istrinya. Apa ini efek hamil? Istrinya terlihat jauh lebih mempesona disaat hamil, Morgan kembali ke Negara ini…ia takut istrinya akan berpaling darinya dan kembali kepelukan mantan kekasihnya.


“Apa nanti kau akan mencampakkanku by? Apa kau akan kembali kepada Morgan?” Ucap Ken sembari membelai lembut pipi istrinya, ia tau istrinya adalah wanita yang setia…tapi ia merasa tak percaya diri jika disandingkan dengan Morgan, apalagi kakak iparnya lebih menyukai Morgan daripada dirinya.


Ting


Ken berbalik dan melihat ponselnya yang mendapatkan pesan masuk.


|| Tuan\, Nona Wenda sudah menunjukan tanda-tanda kesadarannya ||


Ken menatap istrinya sejenak, ia harus melakukan ini…meskipun ia tau konsekuensinya nanti.


| Beri obat itu kpeada Wenda\, aku tak ingin dia bangun |


|| Baik ||


Ken kembali meletakkan ponselnya setelah menghapus semua pesan tentang rencananya, sebisa mungkin…ia harus membatasi akses komunikasi istrinya, dan juga…ia harus mengancam Noni dengan sesuatu, agar wanita itu tidak mengatakan yang seharusnya tidak dia katakan kepada istrinya.


“Benci aku sepuasmu asalkan jangan tinggalkan aku, aku ingin membesarkan anak-anak bersama denganmu” Ia hanya tak ingin kehilangan istrinya, ia tak ingin kehilangan anak-anaknya…meskipun ia harus mengorbankan segalanya untuk membuat mereka tetap berada disisinya itu bukan masalah.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2