Mistake Love

Mistake Love
Mistake Love (7)


__ADS_3

.


.


.


Pranggggggg!!!!


Seorang wanita kini tampak membanting semua barang-barang mewah yang ada di sekitarnya, beberapa pelayan yang melihat itu hanya dapat menundukan kepala mereka. Membiarkan wanita yang mereka layani untuk beberapa bulan kedepan melampiaskan amarahnya.


“Dasar breng*ek! Beraninya dia memperlakukanku seperti ini”


“Nona! Tolong jangan pecahkan guci itu! Itu guci kesayangan Nyonya muda!!” Para pelayan seketika panik melihat wanita itu mengangkat sebuah guci yang terpajang diatas meja.


Pyarrrrr!!


Bukannya menurut wanita itu langsung membanting guci yang sudah berada di tangannya. Para pelayan langsung membersihkan pecahan guci itu, habislah…ini guci kesayangan Nyonya muda mereka. Jika nanti Nyonya muda bertanya mengenai guci ini mereka harus jawab apa?!.


“Itu guci kesayangan Nyonya kalian? Lalu aku ini siapa?! Aku ini juga Nyonya kalian! Aku yang lebih berhak mendapatkan kasih sayang dari Ken daripada wanita mandul itu!!”


“Ada apa ini?” Seorang pria tiba-tiba masuk kedalam apartement megah itu, pria itu tampak mengerutkan kening melihat kekacauan yang terjadi.


“Selamat datang Tuan Rhen…”


“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menghancurkan barang-barnag ini?”


“Jangan ikut campur! Urus saja Tuanmu itu!”


“Kenapa? Apa kau marah karena Tuan pergi berlibur bersama Nyonya?”


“Tentu saja! Aku sedang mengandung anaknya! Seharusnya ia menghabiskan lebih banyak waktu bersamaku daripada dengan istrinya yang mandul itu! Dia anggap aku ini apa?!”


Pria itu langsung mengepalkan tangannya mendengar ucapan sarkas dari wanita yang 3 bulan lalu menghuni apartement ini. Cih, memangnya dia siapa ingin menggantikan posisi Nyonya Richardson?.


“Kenapa kau marah? Jika kau tak ingin seperti ini kenapa kau mendekati Tuan kami yang sudah beristri? Lebih baik kau jaga tingkah lakumu sebelum aku mengatakan apa yang kau lakukan hari ini kepada Tuan”


“Kau mengancamku?! Berani sekali kau!!”


“Tu-tuan…ba-bagaimana ini? Ini guci kesayangan Nyonya muda”


“Sembunyikan pecahan itu, aku akan pesan guci yang sama”

__ADS_1


“Ba-baik…”


Wanita itu langsung mengepalkan tangannya mendengar jawaban dingin dari Assistant Ken, wanita mandul itu!! Lihat saja, ia akan buat perhitungan dengan wanita sial*n itu ketika dia sudah kembali ke Negara ini! Dan juga bukankah mereka semua takut jika ia datang menghampiri wanita itu? Akan ia lakukan sekaligus mengatakan siapa ia sebenarnya, setelah itu kita lihat siapa yang akan bertahan! Ia akan membuat wanita itu sadar di mana posisinya karena ia yang lebih pantas menduduki posisi Nyonya Richardson.


.


.


.


“Sayang…aku sudah lama tidak menemui menantu kesayanganku…biarkan aku pergi Okey?” Seorang wanita bergulat manja dilengan suaminya yang tengah membaca buku. Pria itu tampak menghembuskan nafas melihat istrinya yang tak henti-hentinya membahas menantu mereka sejak tadi pagi.


“Ken dan Hembly sedang ke Santorini, mereka bulan madu”


“Aku akan menyusul mereka ok?! Aku akan pergi sekarang!”


“Jangan! Kau hanya akan mengganggu mereka berdua, sudah kau disini saja! Kau hanya merusak suasana romantis mereka nanti”


“Aku tak akan mengacau…janji…”


“Diam saja disini!”


“Aku ingin sekali bertemu dengan Hembly kecilku…”


“Hahhh…Hembly sedang menjalani program hamil. Kita disini saja berdo’a agar program yang mereka jalani berhasil, bukankah kau ingin menggendong cucu? Bersabarlah”


“Iya…” Wanita itu tampak murung menjawab ucapan suaminya, ia memang ingin cucu…tapi ia juga ingin bertemu menantu kecilnya itu. Setelah mereka selesai Honeymoon ia akan membawa Hembly tinggal disini bersama dengan dirinya, dengan itu ia bisa membawa Hembly pergi kemana saja.


“Kalau nanti aku punya cucu…aku yang akan bertanggung jawab atas pendidikan mereka” Wanita itu berkata dengan begitu antusias kepada suaminya. Dia akan menyekolahkan cucunya diakademi terbaik yang ada di benua ini! Tak peduli itu harus menghabiskan seluruh uang suaminya.


“Jangan mulai perang lagi deh” Apa istrinya ini sudah gila? Apa dia mau menyatakan perang dengan keluarga Chatherine?.


“Kenapa??”


“Aku tak ingin mengingatnya…”


.


.


.

__ADS_1


Seorang pria kini tampak tengah duduk santai di kursi kerjanya sembari membalik dokumen yang berada di


tangannya sesekali menatap para dewan yang tengah berdiskusi mengenai perusahaan.


“Direktur, bagaimana menurut anda jika bla bla bla bla”


“Hembly sekarang lagi apa ya? Sudah lama aku tidak mengunjunginya, dia kangen tidak ya? Dia sudah sebesar apa sekarang? apa Ken merawatnya dengan baik? Aku akan minta izin Papa untuk mengunjungi Hembly di akhir bulan”


“Direktur! Dirketur!”


“Ya ya?! Apa?!”


“Bagaimana pendapat anda?”


“Ambil sebagaian uang pribadiku untuk menutupi kerugian yang timbul saat ini, dalam 3 hari aku ingin saham perusahaan ini kembali stabil seperti semula. Jika hal itu tidak dapat menutupi kerugian yang ada maka ubah sistem oprasional manajemen perusahaan. Ditambah cari orang-orang yang sudah menggelapkan dana perusahaan dan minta ganti rugi 2x lipat kepada mereka. Rapat dibubarkan”


“Baik! Akan kami laksanakan!”


“Ngomong-ngomong tadi mereka bahas apa ya?”


Pria itu tampak memijat pelipis matanya, ia tak pernah fokus jika sudah menyangkut Hembly. Sudah lama tidak ada kabar mengenai Hembly, apa gadis kecil itu baik-baik saja di Negara orang? Apa makanan disana sesuai dengan selera Hembly?.


“Ini semua salah Papa! Kenapa dia malah menikahkan Hembly dengan Ken dan mengirimku ke Negara lain?! Curang sekali! Akan kubuat perhitungan dengan Papa nanti!.


“Cari informasi mengenai Ken dan juga Hembly, aku ingin datanya setelah makan siang”


“Kami akan melaksanakannya Tuan muda keenam”


“Oh ya hubungi Papa, aku akan menyusul Hembly besok”


“Sa-saya tidak berani…”


“Cih, dengan Papa saja takut”


“Aku juga takut sih…”


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2